Sword Akademi

Sword Akademi
Sword Akademi " sang pahlawan "


__ADS_3

    Suasana hening di kelas Ryuma dan nampak sepi tidak seperti biasanya lebih terlihat tidak ada orang disitu.


    "kenapa kelas begitu sepi? kemana orang-orang." Ryuma yang tak mengerti kenapa kelasnya kosong membuka pintu kelasnya.


    "yeeeeeee Ryuma...." tiba-tiba semua muncul ketika Ryuma masuk dan membuka pintu.


    " Ryuma sang pahlawan kelas A susdah datang, selamat datang tuan ke acara penobatan pahlawan." Joseph dengan cara sedikit formal mempersilahkan Ryuma masuk.


    "e... apa ini?" Ryuma bingung tidak tahu mau bicara apa. Tapi dia mencoba mencair bersama disuasana aneh ini.


    " oke sebelum acara makan-makan dimulai, ada yang ingin di sampaikan Ryuma pada kalian, ayo Ryuma saya persilahkan." Joseph yang terlihat formal memprsialhkan Ryuma untuk berpidato pendek.

__ADS_1


    "apa yang harus aku katakan? ah sudahlah. oke teman-teman, untuk kali ini aku mau bicara. terimakasih untuk penyambutannya, tapi aku hanya ingin berkata bahwa jangan menganggapku seperti seorang pahlawan, aku hanya ingin kalian menggapku sebagai teman kalian, mari kita berteman semua, karena jika kalian menggapku sebagai pahlawan itu sama halnya jika kalian memberiku jarak pada kalian, itu sama halnya dengan kelas A yang memberi jarak kepada kita. jadi aku tifdak mau ada jarak antara kita." penjelasan Ryuma yang sedikit membawa suasana menjadi lebih hangat, dan membuat Joseph terkagum karena Ryuma bisa mengucapkan kalimat-kalmat bijak.


    "huhuhu, tidak kukira kau bisa mengucapkan kata-kata bijak juga, aku kira kau akan berkata mesum tadi, tidak kusangka, benar-benar tidak kusangka." Joseph yang terharu sambil mengelap ingusnyapun memeluk Ryuma.


    " ahhh, kenapa kau memelukku dengan ingus yang belepotan begini, padahal aku kan ingin dipeluk Miki. Miki tolong aku.... singkirkan pak Joseph dari sini.........!" Ryuma memberontak tapi tidak berdaya. Tiba-tiba semua cewek di kelas Ryuma menghampirinya dan memeluknya secara bersama-sama.


    " Terimakasih Ryuma, kau telah berusaha dengan keras untuk kelas A, terutama untukku yang kau selamatkan waktu itu, hemb... mari berteman?" ucap Miki kepada Ryuma dengan senyum yang manis.


    "cih, giliran tadi menghujatku, kini saat di peluk oleh banyak cewek berpaling memujaku. dasar otak mesum." joseph yang berdiri di pojok kelas cemberut karena dia tersingkir dan tidak ikut di peluk oleh cewek-cewek kelas A.


    Setelah acara selanjutnya makan-makanpun selesai dan Ryuma terlihat terlalu banyak makan dan ketiduran.

__ADS_1


    "oe Ryuma kenapa kamu malah tidur...? sekarang kita sedang mulai pelajaran hari ini. Joseph melemparnya dengan spidol.


    saat spidol sedang melayang ke arah Ryuma dan hampir menganai wajahnya.


    "aku hanya memejamkan mata, aku masih sadar. zzzzzzzz." menangkap spidol yang di lempar Joseph tapi seperti setengah sadar karena Ryuma masih tertidur.


    " hah anak ini sungguh aneh, jerlas-jelas dia tidur tapi masih bisa menangkap spidol itu. dan berbicara padaku." joseph akhirnya membiarkannya.


    Sebenarnya Ryuma benar-benar tidur lalu dia bermimpi sedang main lempar tangkap bola di suatu pantai di sore hari dengan pancaran kehangatan mentari senja dan banyak cewek yang memakai bikini, si otak mesum yang bermimpi indahnya suasana senja ini sekarang melanjutkan mimpinya.


    "hehehe...." tawa Ryuma yang asik menikmati mimpinya.

__ADS_1


__ADS_2