
Konflik antara kelas S dan A sudah berakhir kemarin, aroma embun pagi menusuk hidung Ryuma.
"hoah, aku berangkat dulu, hoe Yui kenapa kamu masih memkai piyama? nanti kamu terlambat pergi sekolah, hoooaahhh." Ryuma bangun tidur dan seperti biasanya,dia langsung berangkat ke akademi. tapi Ryuma belum menyadari sesuatu.
"kak Ryuma kok sudah berangkat? ini kan masih jam 6 pagi. Jadi tugas Yui membangunkan kakak sudah gagal dulu karena dia sudah bangun sendiri. yah gagal lagi." Yui yang sedikit kecewa karena dia gagal membangunkan Ryuma karena sudah bangun sendiri dan lebih awal.
Dalam perjalanan ke Akademi Ryuma hanya berjalan ke sana tidak seperti biasanya yang mendaki, memanjat, melompat dari satu rumah ke rumah lainnya.
" Apa ini masih terlalu pagi untuk bangun? ini gara-gara Joseph kemarin menyuruhku untuk tidak telat apapun yang terjadi. hah... ini benar-benar mengganggu jam tidurku, yah apa boleh buat, dia kemarin mengancam dengan tidak memberi sarapan gratis hari ini kalau aku telat."
Sebenarnya yang terjadi kemarin adalah joseph menghampiri Ryuma dan berkata sesuatu.
"hei nak? besok kamu tidak boleh telat, dan jangan menghiraukan peringatanku ini atau kau akan kelaparan besok, huahahaha." Joseph tertawa sadis seperti seorang penjahat yang berhasil menakuti mangsanya.
"Ah iya kenapa aku menurutinya, aku kan bawa uang sendiri untuk beli makan,ya sudahlah, sudah terlanjur bangun pagi juga." Ryuma berbicara sendiri saat di jalan, dan tiba-tiba dia melihat sosok cewek yang sangat dia kenal sedang di kejar oleh dua orang laki-laki, diapun spontan mengikutinya.
Dan setelah sampai di gang buntu cewek itu berhenti dan di pojokkan oleh dua orang laki-laki yang sepertinya ingin berbuat jahat.
__ADS_1
" Oe kau cewek berambut pirang, aku akan membalas perbuatanmu kemarin.' ucap salah satu laki-laki yang tadi mengejar.
" Itukan Asuna, dia sepertinya sedang dalam masalah, mungkin aku akan membantunya, eh apa ini, dua laki-laki itu sudah tumbang, aahhh padahal aku ingin menjadi pahlawannya, apa-apaan cewek ini, dia terlalu kuat sampai aku tidak ada kesempata untuk sok jagoan, eh dia melihat ke arahku." Ryuma bersembunyi di balik tiang listrik,tapi masih kelihatan jelas oleh Asuna bahwa itu adalah Ryuma.
" Aku tahu kamu mengikutiku tadi, jangan mengikutiku terus, dan anggaplah tadi tidak terjadi apa-apa!" Asuna berjalan melewati Ryuma.
" Apakah penyamaranku terbongkar padahal aku sudah bersembunyi di belakang tiang Listrik ini, eh tunggu ini kan tiang kabel Telepon, hah kecil sekali dan pantas saja aku ketahuan, eh tunggu dulu." Ryuma mengejar Asuna yang telah melewati dirinya dengan pandangan aneh ke Ryuma.
Ryuma menghampiri Asuna dan mencoba berjalan ke Akademi bersama.
" Tadi sudah kubilang jangan mengikutiku, kenapa di ikuti trus?" asuna sedikit jengkel dengan Ryuma.
merekapun sampai ke Akademi dan Asuna langsung berpaling dai Ryuma dan mereka berpisah.
" Dasar cowok aneh." pandangan Asuna tajam ke Ryuma seolah-olah dia memberitahu jangan ikuti aku lagi.
" Hei Asuna, sampai ketemu lagi. hehe." dengan kebodohan khaqiqi Ryuma mengucapkan itu.
__ADS_1
Lalu dari belakang Ryuma gubrak...
" aduh, duh maaf,,, eh lho eh Ryuma." Miki menabrak Ryuma yang masih berdiri di gerbang akademi.
" ahh, Miki, kau harus tanggung jawab atas luka-lukaku karena kau menabrakku, atau kau akan kulaporkan ke polisi karena kasus tabrak lari, karena kamu menbarakku sambil lari-lari."
" nanti kalau aku di penjara bagaimana? aku tidak mau. ahhh di penjara itu mengerikan huhhh." ketika orang yang kelewat jenius bertemu pakar hukum internasional.
" oh kau tahu soal itu juga, jadi aku sekarang perlu obat untuk lukaku ini, dan itu adalah...."
dengan polosnya Miki memperhatikan penjelasan ryuma.
" peluk, ya kamu harus memelukku untuk meredakan rasa sakit ini, karena saat orang menangis biasanya dia harus di peluk supaya kesedihannya hilang, dan sekarang aku sedang bersedih karena kamu tabarak tadi. Jadi peluk aku sekarang!" Si otak mesum sedang beraksi.
" Ahhh tidak mau Ryuma, malu ah, ini kan di depan umum, nanti saja gimana?" kenapa orang-orang disini seperti ini, begitu mudahnya tertipu oleh si otak mesum seperti Ryuma.
" hem... bisa aku pertimbangkan, oh iya, aku ingin bertanya, kenapa aku disuruh pak Joseph untuk berangkat lebih awal? apa yang dia rencanakan, apakah memberiku penobatan sebagai murid teladan tahun ini. ohhh sungguh tak kusangka-sangka..." dengan wajah penuh ambisius Ryuma mempercayai keyakinannya itu.
__ADS_1
" oh itu.... aku juga tidak tahu."Miki melihat atas dan tidak tahu apa-apa.
" ah keyakinanku sirna sudah, sudahlah, ayo kita ke kelas dan lihat apa yang sebenarnya di rencanakannya."