
hirukpikuk suasana akademi membawa
suasana yang menegangkan, seleksi untuk mengikuti siapa yang akan mewakili ke
acara antar akademi telah dimulai. peraturan hanya satu. siapa yang bisa
bertahan sampai akhir maka dialah yang menang.sementara setiap kelas diberikan
pilihan untuk setidaknya dua atau empat peserta sebagai tim atau sebagai
perseorangan itu sendiri, yang penting setiap kelas memiliki hak untuk mengirim
maksimal empat orang untuk mengikuti seleksi.
seperti yang sbelumnya
terjadi, Joseph memilih Ryuma untuk maju dan Ryuma menggandeng satu temannya
untuk ikut yaitu Miki.
"ahhhh, kenapa
aku, aku bisa terbunh disini nanti, kenapa aku yang di pilih untuk menemanimu?
kenapa tidak si Joseph saja yang menemanimu? ahhhh" suara menggema Miki
yang bingung harus bagaimana karena dia ketakutan.
"ya karena kau
kan temanku." jawab singkat Ryuma.
" wohh,,,, tapi
kenapa aku? aku akan terbunuh nanti jika lau lengah dan tidak
melindungiku,,,,,,,,,,,,huhuhu. " keluh kesah Miki dikeluarkan semua.
untuk seleksi ini
__ADS_1
mereka di taruh di Zona yang telah dibuat oleh kepala akademi dengan
kekuatannya, dia menciptakan zona mirip hutan dan sangat luas, para peserta
diberi kebebasan untuk menyerang dan bagi mereka yang menyatakan menyerah maka
langsung di teleportasi ke medan yang aman dan kembali, semntara mereka yang
belum menyatakan tidak menyerah maka mereka akan tetap di zona itu.
"untuk semua
peserta mulai saja mengurangi jumlah pemain yang ada di zona dengan cara kalian
masing-masing." suara tanda dimulainya permainan telah di mulai.
" sekarang apa
yang harus kita lakukan Ryuma?" Miki bertanya kepada Ryuma yang tidak tahu
sendiri harus ngapain.
cari yang lain saja." dengan ide cemerlang dari Ryuma yang membuat MIki
sedikit lemas.
" bukankah kita
lebih baik menghindari konflik dengan mereka? mungkin kamu kuat, tapi aku
bagaimana?" Miki sedikit lantanng karena dia ketakutan.
"hemmm, aku tidak
akan membiarkan mereka menyakitimu, itu saja kan?" menatap Milki yang membuat
muka Miki memerah.
"hoahhhh
__ADS_1
Ryuma.... aku mempertaruhukan semuanya padamu, mau kau apakan diriku, tersesrah
padamu." dengan pandangan yang polos dia mengatakan itu kepada Ryuma.
"apa aku salah
situasi, kenapa kau mengatakan itu di situasi seperti ini....." Ryuma menyayangkan itu adalah situasi yang bukan seperti ini.
keadaan semakin sengit dan mereka saring bertarung untuk merebutkan kemenangan tapi situasi berbeda dengan Ryuma yang tidak bertemu siapapun dan entah apa yang terjadi sepertinya dia terreleportasi ke paling ujung zona yang dibuat kepala akademi.
"hah, membosankan sekali, kenapa tidak muncul orang-orang disekitar sini.....?" keluh kesah Ryuma kepada keadaan yang menimpanya.
"bukankah ini lebih bagus Ryuma dengan keadaan seperti ini, kita bisa menang tanpa bertarung, dan yang penting kita tetap bersama. hemb... senangnya...." Miki yang senang karena merasa aman.
Tapi keadaan tidak semestinya pun terjadi, ada beberapa tentara yang menghentikan mereka di depan jalan, dan ternyata itu perwujudan dari tentara bayangan yang dibuat kepala akademi untuk para peserta seleksi.
"siapa mereka, aku tidak merasakan jiwa mereka, mereka lebih seperti hantu yang bergentayangan."
"ahhhhh, hantu.... selamatkan aku Ryuma...." Miki spontan memeluk erat Ryuma karena ketakutan.
"huehehe, sepertinya naskahku untuk menakuti Miki berhasil.... yeah.... oh apa ini, Aset Miki menekan terlalu erat ke punggunggu...." suara hati Ryuma yang senang karena berhasil menakuti Ryuma.
"ahhh aku takut hantu...." semakin erat memeluk Ryuma.
" oe Miki aku benci mengatakan ini, tolong lepaskan pelukanmu sebentar, oe... kenapa kalian tidak bisa melihat momen menyenangkan ini sebentar saja." ryuma yang di serang salah satu tentara buatan itu mencoba menghindari dengan sedikit gerakan kebelakang.
"akan ku bantai kalian karena telah mengganggu momen menyenangkan ini. kehampaan, buat mereka merasakan kehampaan yang sebenarnya karena telah mengganggu momenku, Zangets." Ryuma mengeluarkan pedangnya dan langsung membuat para tentara buatan itu kalah seketika.
setelah mereka ingin melanjutkan perjalanan, para tentara itu bangkit lagi dan bagian tubuh yang terpotong oleh pedang ryuma kembali lagi menjadi satu. karena pada dasarnya itu adalah boneka yang tidak memiliki jiwa dan mereka akan tetap bangkit dengan kekuatan kepala akademi.
" oe oe oe. apa-apaan ini. kalian benar-benar seperti mayat hidup, ah... sekarang aku akan menunjukan jurus terhebatku, ayo kita lari miki........" tidak ada pilihan lain selain lari dan menyimpan mana yang tersisa ketimbang melayani boneka tentara yang tidak bisa mati, bahkan mereka juga tidak hidup.
Dengan keahliannya yang dia asah, Ryuma yang setiap hari berangkat ke akademi dengan naik dan meloncat dari satu rumah kerumah lainnya pun tak mengalami kesulitan saat harus kabur dan meloncat dari satu pohon ke pohon lainnya.
" hah ini menyebalkan, eh tapi saat seperti ini huehehe, aku mau menintip aset Miki" tiba-tiba dua jari Miki mencolok mata Ryuma.
" Ryuma aku malu, jangan dilihat." Miki yang di gendong Ryuma dari pohon ke pohon lainnya dan gubrak..... Ryuma menabarak pohon karena matanya di colok miki.
" hah, aku tidak bisa lihat, maaf..."
__ADS_1