Sword Of Salvation

Sword Of Salvation
Ch. 2 — Sterminatore & Training (2)


__ADS_3

Jika Dokter Lergen benar-benar bersekutu dengan Anathema, dan Anathema memiliki hubungan dengan Sterminatore, dunia benar-benar berada dalam bahaya. Namun, peluang Dokter Lergen mematuhi orang lain itu mendekati nol. Sementara itu, Nessthanovla tidak suka saat dia tidak dipatuhi. Kedua individu itu tak mungkin bisa duduk semeja. Nessthanovla akan terlebih dahulu membunuh Dokter Lergen sebelum sang dokter bisa memainkan lidahnya.


“Kurasa kalian terlalu paranoid.” Lukhiel akhirnya memberi respons. “Nessthanovla tak mungkin akan sudi bekerja sama dengan Dokter Lergen. Dan dari apa yang sejauh ini kuketahui tentang Dokter Lergen, dia akan lebih cenderung memanfaatkan orang lain daripada bekerja sama.”


“Madam Rhemea akan mendengus mendengarmu menyebutnya paranoid, Tuan, tapi saya bisa melihat kalau Anda mungkin benar. Namun begitu, kita harus tetap mengetahui apa isi laboratorium itu. Saya khawatir mereka melakukan eksperimen ‘itu’ di sana.”


“Jika mereka benar-benar anggota Sterminatore, dan asisten Dokter Lergen bekerja sama dengan mereka, aku hanya bisa menduga kalau mereka melakukannya di belakang organisasi. Itu juga menje-laskan mengapa mereka tak berseragam. Tapi aku ragu mereka berkhianat. Kau tahu sendiri kalau Glazzier sangat teliti. Jika kedua orang itu benar-benar berkhianat, Glazzier akan menghabisi mereka dengan kedua tangannya sendiri.”


Glazzier adalah satu-satunya Sterminatore Tingkat 0 di Benua Barat. Di tiap-tiap benua memang hanya ada satu. Sterminatore Tingkat 0 adalah pemimpin utama Organisasi Sterminatore di masing-masing benua. Mereka sangat kuat. Jika Glazzier berada pada satu jalan yang sama dengan dirinya, Lukhiel akan lebih memilih memutar dan mengambil jalan lain. Ia kuat, tapi tak ada jaminan kalau Lukhiel bisa membunuh Glazzier.


“Maksud Tuan?”


“Kemungkinan mereka menerima tugas dari bangsawan penguasa Birmithan.”


“Tuan berpikir kalau walikota melakukan kegiatan ilegal, dia punya agenda menyelisihi aturan? Saya tak berpikir ada yang berani bermain di belakang Raja Arthur.”


“Mayoritas orang tamak memiliki ketakutan yang berlebih terhadap kematian. Jika ada cara untuk memperlama hidup, mereka akan menyambutnya dengan sumringah. Itu juga, kan, yang mendasari Dokter Lergen memulai eksperimen mengubah manusia menjadi setengah iblis? Itu pula alasan mengapa sangat sedikit negeri yang bersungguh-sungguh memburu Dokter Lergen. Tujuan akhir dokter itu adalah memberi mereka daya hidup iblis tanpa mengubah manusia menjadi setengah iblis.”


Celinee mengepalkan kedua tangan mendengar penjelasan sang iblis. Dia sendiri adalah korban eksperimen. Dibandingkan Lukhiel, Celinee lebih memahami apa makna dari ucapannya. Meskipun tujuan Dokter Lergen terdengar mulia, tetapi jalan untuk menggapainya dipenuhi kekejian. Sebagai salah satu korban, sangat wajar jika Celinee merasa marah mendengar ucapannya.


“…Mayoritas penguasa hanya memusuhi Dokter Lergen di depan publik, dan di belakang publik mereka dengan sukarela mendukung makhluk itu. Lantas, bagaimana dengan Dewan Sterminatore? Apa mereka secara diam-diam mendukung Dokter Lergen?”


Dewan Sterminatore adalah petinggi Organisasi Sterminatore secara keseluruhan. Mereka berada di Benua Utara, dan di sana juga-lah markas pusat organisasi berada. Dewan Sterminatore diisi orang-orang tua yang sebelumnya berposisi sebagai Sterminatore Tingkat 0. Lukhiel tidak tahu berapa jumlah mereka sekarang, tetapi satu dekade lalu Dewan Sterminatore diisi oleh enam orang.


“Kau harus pergi ke Benua Utara dan menyelidiki mereka secara langsung untuk mendapatkan jawabannya.”


“…”


Serenity adalah organisasi kedua yang paling dimusuhi Sterminatore. Hanya Anathema yang mengungguli mereka. Karena itu pula, tidak ada anggota Serenity yang dikirim ke Benua Utara. Rhemea takkan mau mengirim anggotanya ke tempat paling berbahaya bagi mereka. Sangat wajar Celinee tak menemukan kata untuk membalas ucapan sang iblis.


“Sebaiknya kita kembali pada inti pembicaraan,” lanjut Lukhiel hampir setengah menit kemudian. “Berapa banyak anggota yang kau bawa?”

__ADS_1


“Kami hanya bertiga, Tuan. Aku meminta mereka untuk tetap mengawasi asisten Dokter Lergen.”


“Kalau begitu, mari bergegas. Kita perlu menangkap beberapa iblis kelas bawah sebagai umpan bagi kedua Sterminatore Tingkat 1 itu.”


Iblis oleh Sterminatore dibagi ke dalam dua golongan: iblis kelas atas dan iblis kelas bawah. Kedua golongan itu kemudian dibagi ke dalam beberapa kelas. Primordial Devil, Super Devil, dan Ultimate Devil; ketiganya merupakan kelas-kelas untuk golongan iblis kelas atas. Dan berikut adalah kelas-kelas untuk iblis kelas bawah dari yang terkuat hingga terendah: Rare Devil, Extra Devil, dan Lesser Devil.


Walaupun ada wujud fisik dari gerbang yang menghubungkan dunia bawah dan dunia atas, tetapi tak ada lagi iblis yang benar-benar keluar dari gerbang yang dikawal oleh dua Primordial Devil itu. Entah sejak kapan, Lukhiel tidak tahu. Namun, sejauh yang ia ketahui, itu telah berlangsung lebih dari seribu tahun. Iblis muncul ke dunia atas di sekitar tempat terjadinya sebuah kematian manusia pada malam hari. Jika matinya pada siang hari, iblis takkan bisa muncul.


“Aku tak lihai merasakan keberadaan iblis saat mereka menekan hawa keberadaan,” lanjut Lukhiel sembari berbelok ke jalan di antara dua bangunan. “Aku mengandalkanmu untuk menemukan mereka.”


Celinee hanya mengangguk, dan mereka lantas mempercepat langkah.


Lukhiel punya firasat kalau urusan ini takkan bisa diselesaikan hanya dalam tiga hari. Ia tak mengatakannya pada Celinee karena berharap firasatnya tidak benar. Namun, sejak kapan firasatnya pernah salah? Karena firasatnya belum pernah salah makanya Lukhiel memutuskan melatih Mariel.


Namun begitu, Lukhiel tetap berharap ini takkan menjadi masalah yang berkepanjangan.


Meskipun ia bukan iblis berjuluk Primordial Devil termuda, Lukhiel barangkali yang terlemah. Ia tidak tahu jika ia bisa mengatasi individu sekaliber Raja Arthur IV. Yang jelas, ia takkan bisa meregenerasi tubuhnya jika sampai terkena Pedang Suci Excalibur. Dari total tiga belas senjata suci (yang katanya) peninggalan para dewa, Excalibur termasuk salah satu yang paling berbahaya.


Karena itu, Lukhiel berharap masalah tak sampai membuat mereka berurusan dengan sang raja.


...——————————...


Tiga hari berlalu dengan cepat.


Untuk kali kesekian, Mariel kembali berdiri di hadapan sang iblis untuk melanjutkan latihan. Walau begitu, hari ini Mariel tidak bisa rileks. Lukhiel tak berbasa-basi. Setelah meletakkan barang bawaan sekembalinya dari kota kurang dari sepuluh menit lalu, Lukhiel langsung menyuruhnya keluar dan bersiap-siap. Sang iblis tak menjelaskan mereka akan latihan apa.


“Kita akan sparing hari ini,” kata sang iblis sebelum Mariel sempat membuka mulut untuk bertanya. “Kita akan sparing sampai kau tak bisa lagi bergerak. Setelah itu aku akan mengajarkanmu cara menggunakan prana. Sudah saatnya aku meningkatkan latihanmu ke level yang lebih tinggi.”


Mariel membiarkan bibirnya melengkung tipis. “Hanya masalah waktu sampai Master mengatakan itu,” komentarnya. “Tapi ada apa? Aku mengira Master baru akan mengajarkanku menggunakan prana dalam satu atau dua tahun lagi.”


“Itu rencana awalku.” Lukhiel tak berkilah. “Tapi, kau perlu menjadi kuat secepat mungkin. Tanpa menguasai cara menggunakan prana, kau takkan bisa menghubungkan diri dengan spirit dalam dirimu. Kau takkan menjadi benar-benar kuat tanpa menggunakan kekuatan spirit yang ada di dalam dirimu.”

__ADS_1


Lukhiel memang tak memberi Mariel buku tentang prana, tetapi buku tentang spirit ada. Jadi, ia sangat mengerti apa yang sang master katakan. Ia sangat-sangat paham.


Secara teori, spirit adalah jiwa para makhluk yang hidup pada masa dewa-dewi—termasuk dewa-dewi itu sendiri. Manusia adalah makhluk yang muncul setelah era para dewa itu berakhir. Maka dari itu, setiap jiwa manusia yang lahir pasti selalu dibersamai oleh seorang/seekor spirit.


Memang, tak ada bukti dalam sejarah yang menunjukkan era itu pernah ada di dunia atas ini. Namun, tak ada satu pun teori lain yang menentang teori tersebut. Keberadaan tiga belas senjata suci bahkan diklaim sebagai peninggalan mereka. Lebih dari itu, kekuatan spirit benar-benar nyata. Manusia bisa menjadi luar biasa kuat karena kekuatan para spirit. Itu sudah cukup diterima sebagai bukti.


“Tapi itu belum menjawab pertanyaanku,” tegas Mariel. “Ada apa? Mengapa aku harus kuat secepat mungkin?”


Lukhiel hanya tertawa, tetapi dengan cepat ekspresinya menjadi serius. “Hari di mana kau bisa membuat tubuhku berdarah, pertanyaan itu akan kujawab. Sekarang fokuskan dirimu, kita akan sparing.”


“Sepertinya tak ada yang bisa kukatakan untuk meyakinkan Master.”


Mariel menarik napas dalam-dalam, kakinya terbuka memasang kuda-kuda. Ia telah berlatih hampir tiga tahun, tetapi belum sekali pun melakukan sparing. Selama ini ia hanya berkelahi dengan para binatang, terutama para predator. Ini adalah pertarungan nyatanya yang pertama. Mariel tak ingin mengecewakan.


“Maju!”


Dengan seruan itu, Mariel berlari memotong jarak di antara mereka. Ia membuka pertarungan dengan gaya. Mariel langsung melompat melayangkan kepalan tangan kanan pada wajah sang iblis. Sang master selama ini selalu tertawa melihat dirinya bergulat dengan para binatang, ia akan gunakan kesempatan ini untuk membalasnya.


Namun, sebelum pukulan Mariel sempat mengenai target, kaki kiri sang iblis telah terlebih dahulu menghantam sisi kiri badannya. Tendangan itu tidak pelan; Mariel sampai terpental lalu terseret hingga belasan meter. Untungnya tulangnya tidak retak; Lukhiel masih tahu cara menahan diri.


“Itu cara terburuk membuka serangan,” komentar Lukhiel yang kaki kirinya masih di udara. “Serangan pembuka yang seperti itu hanya bekerja pada lawan yang tak secara signifikan lebih kuat darimu.” Lukhiel menjatuhkan kakinya dan memperpendek langkah dengan sang murid. “Berdiri. Coba bertarung dengan strategi sebagai-mana kau mengalahkanku dalam permainan catur.”


Mariel telah melakukan hal yang sembrono. Tetapi itu bisa dimengerti. Ia terlalu bersemangat untuk memberi pelajaran pada sang iblis. Ia ingin membuka pertarungan dengan gaya. Itu bekerja pada singa hutan, harimau, dan badak hitam. Jadi, Mariel melupakan fakta kalau yang ia hadapi adalah iblis berjuluk Primordial Devil.


“Itu kau yang memintanya, Master.” Mariel berdiri dalam hitungan detik. “Aku akan menyerangmu dengan serius.”


“Bagus. Tapi pastikan kau tetap menjaga pertahananmu. Hanya karena kau tahu aku takkan membuat terluka kelewat parah bukan berarti kau bisa mengabaikan pertahanan. Pertarungan yang sesung-guhnya akan membuatmu terbunuh jika kau sedikit saja membuka ruang untuk diserang lawan.”


Mariel mengangguk mengerti. Gurunya memang kejam dalam latihan, tetapi semua yang dia lakukan benar-benar demi perkembangan Mariel. Lukhiel juga cukup berpengetahuan dan memiliki pengalaman yang tak perlu diragukan lagi. Ia selalu mendengar dengan saksama petuah yang sang master berikan dan menerapkannya sebaik mungkin.


“Maju!”

__ADS_1


__ADS_2