Taat Tanpa Tapi

Taat Tanpa Tapi
Bab 21 #berita tersebar


__ADS_3

Syahdan berangkat ke madrasah dengan hati yang berbunga-bunga, apalagi khitbah nya sudah di terima oleh Zhafira wanita yang di cintai nya. Tapi tidak dengan Zhafira ia bersikap biasa saja seolah tak terjadi apapun, Anisa yang melihatnya ikutan sedih. Zhafira sangat terlihat tidak menginginkan syahdan, ia melakukan ini semua demi abinya yang tak enak untuk menolak khitbah kiyai Rohman.


Zhafira menghampiri Anisa di tempat kosnya mereka berangkat bersamaan. tak seperti biasa kini Zhafira lebih banyak diam, Anisa jadi ikutan sedih tapi bagaimana ia tak bisa membantu nya bahkan sosok yang di bicarakan Zhafira tak pernah muncul di hadapannya. syahdan datang lebih pagi karena ia ada jadwal pagi mengajar anak-anak.


Zhafira dan Anisa masuk ke kantor mereka menundukkan pandangan nya hanya berucap salam kepada semua. Zhafira sebenarnya tak punya jam pagi namun ia harus menyelesaikan mengoreksi tugas muridnya. Anisa yang memiliki jadwal pagi.


" Zhafira aku masuk ke kelas dulu ya". Zhafira mengacungkan jempolnya.


Anisa berjalan di belakang syahdan, ia melihat pergerakan syahdan berjalan. di liatnya lekat-lekat laki-laki Soleh anak kiyai Rohman pemilik madrasah ini. namun seorang syahdan itu kerjanya proporsional ia tak mau jika di istimewa kan ia ingin seperti guru-guru yang lain. tampan siapa yang tak terpesona melihatnya tapi tidak dengan Zhafira, bahkan Zhafira tak menoleh sedikitpun pada diri syahdan.


Menjadi guru idola di madrasah itu sudah biasa tapi syahdan tak pernah menganggap nya jika ia menjadi idola. ia bersikap seperti yang lain, sopan dan ramah.


" Aku dengar kiyai Rohman mencari tanah, katanya untuk di buatkan rumah untuk anaknya". ucap Ahmad salah satu guru kelas.


" mungkin untuk Syahdan, apa syahdan akan segera menikah". tanya arina.


" wah siapa yang beruntung mendapatkan laki-laki seperti ustadz syahdan ya. selain tampan dan pintar ia juga baik akhlaknya. laki-laki sempurna ustadzah ". Zhafira terusik mendengar celotehan para guru, belum ada yang tau jika Zhafira lah yang di khitbah oleh kiyai Rohman. Bukan senang tapi Zhafira memang tak ada rasa sama sekali kepada syahdan.


Belajar mencintai itu memang sulit tak semudah saat kita bilang jatuh cinta kepada orang yang sudah ada dalam hati. apalagi seorang Zhafira yang sudah memiliki seseorang dalam hatinya, ia belum bisa menerima syahdan meski orang bilang syahdan itu laki-laki sempurna.


Kiyai Rohim datang untuk melihat madrasah yang ia dirikan sejak dua puluh tahun yang lalu, kiyai Rohim sangat di hormati semua orang. kiyai Rohim seorang ulama, umurnya pun sudah tak muda lagi. syahdan adalah anaknya nomor empat, kiyai Rohim memiliki anak lima dua laki-laki dan satu wanita. Tinggal syahdan dan Shafa yang belum menikah. Shafa masih menyelesaikan pendidikan nya di Kairo.


" assalamu'alaikum kiyai". sapa ustadz Yusuf selaku kepala sekolah madrasah ini.


" wa'alaikumsalam Yusuf, bagaimana madrasah semuanya aman".


" Alhamdulillah ustadz semuanya berjalan dengan baik". kiyai Rohman terus berjalan mengitari sekolah di dampingi ustadz Yusuf.

__ADS_1


" maaf kiyai, saya dengar kiyai mau mencari tanah". tanya ustadz Yusuf memberanikan diri.


" iya kalau bisa yang tak begitu jauh dari madrasah supaya nanti syahdan dan istrinya tak kejauhan".


" maaf kiyai, ustadz syahdan akan segera menikah ya. Alhamdulillah pasti wanita itu saliha untuk ustadz syahdan ".


" pasti Karena saya langsung yang mengkhitbah nya, apa syahdan tak pernah bercerita denganmu". kiyai berhenti karena lelah, kemudian duduk.


"Ustadz syahdan selalu menutup rapat tentang kepribadiannya kiyai ". lalu kiyai tersenyum mendengar ucapan ustadz Yusuf, memang benar syahdan tak pernah mau bercerita tentang apapun.


" begitulah anak itu sehingga harus aku sendiri yang datang untuk mengkhitbah nya".


" maaf kiyai, wanita mana yang beruntung itu".


" Zhafira guru tahfidz di madrasah ini". terang kiyai.


" insyaallah tiga bulan lagi, kami akan menggelar pernikahan syahdan dan Zhafira ".


Kebetulan ustadz Zaky lewat ia mau masuk ke kelas setelah dari kantor mengambil sesuatu, ustadz Zaky kaget namun ia senang akhirnya temannya syahdan menikahi Zhafira. ustadz Zaky tersenyum lebar ia dapat informasi akurat, itulah ustadz Zaky pasti dari mulut nya berita ini akan tersebar.


" Semoga semuanya berjalan dengan lancar ya kiyai, ustadz syahdan dan ustadzah Zhafira bisa melaksanakan akad nikah dengan lancar".


" aamiin ". ucap kiyai.


setelah kiyai lelah menyusuri madrasah ia pamit pulang. kiyai tak bertemu anaknya syahdan karena syahdan masih berada dalam kelas.


" jadi benar ustadz syahdan dan ustadzah Zhafira akan menikah." jelas Zaky ketika menghampiri syahdan yang sedang berjalan menuju ke kantor.

__ADS_1


" kamu bilang apa ustadz, sudah jangan terus menggosip tak baik ". syahdan sengaja menghindar ia tak ingin ada yang mendengar, tak enak dengan zhafira ia pasti akan malu.


Tapi tidak ustadz Zaky justru mengumbar berita itu, berita pernikahan syahdan dan Zhafira. ustadz syahdan meringis ketika semua orang memberi selamat kepadanya. ia melirik Zhafira yang masih tetap menunduk seakan tak peduli dengan berita yang tersebar. Zhafira keluar karena memang ia mau mengajar, syahdan merasa bersalah padahal ia tak tau siapa yang memberitahu Zaky.


Sepulang dari selesai mengajar syahdan menyusul Zhafira yang sedang berjalan bersama Anisa. Zhafira tidak tau jika di belakang mereka ada ustadz syahdan, Anisa masih tertawa ia bercerita tentang kelucuan murid-muridnya.


" ustadzah Zhafira" panggil syahdan dan Zhafira menoleh.


" iya ustadz ada apa". ucap Zhafira menoleh.


" aku duluan ke parkiran ya Zhafira".


" jangan Anisa tak baik jika aku berduaan dengan ustadz Syahdan". Zhafira memegang tangan Anisa agar ia tak pergi.


" ustadzah Zhafira maaf tadi ustadz Zaky...". Zhafira tersenyum ia tau jika syahdan tak enak dengannya. syahdan berhenti dengan ucapannya ketika melihat senyum Zhafira, ia mengira jika Zhafira akan marah.


" tidak apa-apa ustadz memang itu kenyataannya, tidak apa-apa bukan masalah". ucap Zhafira.


" demi Allah aku tak memberitahu nya kepada siapapun tentang khitbah Abah".


" iya saya tau ustadz syahdan. Biarkan tersebar kenyataan ini tak bisa di hindari. baik saya permisi ustadz, maaf kami akan segera pulang". ces hati syahdan bahkan ia terlambat menjawab salam Zhafira.


" MasyaAlloh sungguh bidadari, bahkan ia tak marah dengan celotehan ustadz Zaky. terima kasih ya Allah atas jodoh Engkau berikan kepadaku". gumam ustadz syahdan sembari melihat punggung Zhafira yang berlalu pulang. ustadz syahdan tersenyum sendiri kemudian ia berbalik untuk pulang.


Zhafira dan Anisa menaiki motor Zhafira menuju rumah kost Anisa terlebih dahulu kemudian ia pulang.


___

__ADS_1


__ADS_2