Taat Tanpa Tapi

Taat Tanpa Tapi
bertemu


__ADS_3

Mobil sudah di siapkan, Farah begitu semangat hari itu. Fatih tidak tau rencana pertemuan ini dengan wanita yang selama ini mengisi hatinya. Karena memang malas Fatih hanya memakai baju biasa kaos oblong dan celana Bimbo semi Levis. Farah geleng-geleng kepala melihat penampilan kakaknya yang sangat biasa.


" Kak mau gini aja, serius." tanya Farah melihat kakaknya dari atas sampai kebawah sangat-sangat sederhana di tambah dengan jaket dan memakai topi.


" iya emang mau bagaimana gini aja udah, ayo keburu sore ". ucap Fatih.


Fatih, Azka, Arga dan Farah ada dalam satu mobil, mereka ngga ada yang tau jika ternyata bunda dan ayhnya ada di belakang mereka menggunakan mobil ayah. bunda sangat penasaran dengan pertemuan ini. namun Zhafira dan Anisa sudah sampai di sana lebih dulu, zahfira datang lebih awal membawa motornya takut jika pulang nya kesorean.


Zhafira ada di pinggir danau ia senang masih ada bebek di sana seperti biasa Zhafira melempar air kecil-kecil ke arah bebek. Anisa ikut tersenyum melihat perlakuan Zhafira.


mobil Farah sampai karena dari rumah mereka tak begitu jauh, Farah turun menarik tangan Fatih. Fatih terlihat begitu malas berjalan.


" kakak ayo, itu kak aqyla ada di sana".


" iya ya pelan kenapa sih Farah." ucap Fatih berjalan lemah.


" kasihan itu kak aqyla tunggu sejak tadi."


" lagian kamu kenapa ke tempat seperti ini".


" karena ini tempat favorit kalian, kak aqyla juga senang dengan tempat ini".


" di tempat seperti ini," heran Fatih masih mengekori Farah berjalan.


" iya tuh liat senang sama bebek-bebek di sana". Fatih melihat di mana arah Farah menunjuk Zhafira masih senang bermain air.


Fatih tak tau kenapa jantungnya berdetak begitu sangat kencang hingga ia memegang dadanya. berasa heran dengan dirinya padahal ia merasa tidak mengenal wanita yang di khitbah oleh orang tuanya.


" Kak Zhafira ini kakak Farah namanya kak Fatih."


deg


Fatih lebih kencang berdetak nya, mendengar jelas nama yang di sebut oleh Farah. Zhafira menoleh karena merasa dirinya di panggil.


Ayah, bunda, Anisa, Azka dan Arga melihat pertemuan mereka dari jarak jauh. Azka mangap ia pun terkejut melihat Zhafira kini ada di depan fatih. yang ia tau juga jika Zhafira sudah menikah.


Sama halnya Fatih juga Zhafira keduanya sangat terkejut melihat pemandangan ada di depan mata mereka. Orang yang sama-sama mereka cintai, mereka bertemu dengan tatapan rindu. Farah langsung pergi membiarkan Fatih dan Zhafira melepas rindu meski hanya dengan tatapan mereka.


Tes... air mata Zhafira luruh ia tak menyangka akan bertemu Fatih kembali. Fatih hanya terdiam berdiri di tempatnya ia merasa bingung kenapa sosok Zhafira yang ada di hadapannya apakah adiknya Farah salah mempertemukan dirinya.

__ADS_1


" kak Fatih apa kabar". Zhafira menangkup kan tangannya di depan dada setelah ia menghapus air matanya. Fatih baru sadar ketika Zhafira bersuara.


" eh iya Alhamdulillah baik Zhafira, bagaimana kabar mu kenapa kamu di sini sendiri ". Fatih terheran ia melihat sekeliling tapi tak ada siapapun.


" Zhafira di undang oleh Farah, untuk bertemu...". Zhafira tak ingin melanjutkan kata-kata nya takut jika dia salah bukan Fatih orang nya dan Zhafira tak ingin melukai Fatih untuk kedua kalinya.


" bagaimana kabar mu ". ucap Fatih kemudian menghilang kan kegugupan.


" Alhamdulillah kak, Zhafira baik".


" di mana sih mereka ". Fatih menoleh ke kanan dan kiri ternyata semua tak terlihat lagi ada di dalam mobil melihat adegan dua insan yang bertemu.


" Kakak ada perlu datang ke sini". tanya Zhafira untuk memecah suasana.


" iya Farah memintaku bertemu dengan seseorang ".


" siapa ". tanya Zhafira pun penasaran.


" namanya katanya aqyla aku belum tau mana orang nya." Zhafira mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Fatih.


" Farah siapa kakak".


" adik sepupu ". tanya Zhafira sangat penasaran.


" bukan dia adik kandung ku satu-satunya ". Tes... air mata Zhafira kembali menetes.


" eh kenapa kamu menangis Zhafira, astaghfirullah maaf apa saya buat salah. nanti suami mu bisa marah sama kamu Zhafira, maaf aku pergi ya." Fatih ingin beranjak namun berat melihat Zhafira masih menangis.


" Kak Fatih, mungkin yang di maksud oleh Farah itu Zhafira aqyla". Fatih berbalik ia mendengar ucapan Zhafira.


" apa maksud nya". tanya Fatih


" iya kak, Zhafira di khitbah oleh kedua orang tua Farah bahkan aku tak tau siapa yang Farah maksud".


" Lalu di mana suamimu Zhafira". tanya Fatih penasaran ia bingung dengan keadaan yang terjadi.


" Zhafira belum menikah kak". Fatih terkejut ia mendongak melihat ke arah Zhafira.


" Lalu saat itu". Fatih kemudian duduk di bongkahan kayu yang sudah lama tumbang.

__ADS_1


" Allah tak mengizinkan kami menikah, mungkin ada doa seseorang yang terus berada di pintu langit. ustadz syahdan kecelakaan di malam esok nya kami akan menikah. Maaf Zhafira tidak tau jika yang di maksud Farah kakaknya itu kak Fatih".


" innalilahi semoga Allah mengampuni segala dosanya".


" aamiin".


" Zhafira apa kamu tak bertanya terlebih dahulu siapa kakak Farah yang telah orang tuanya khitbah untuk mu". Zhafira menggeleng.


" kenapa...".


" karena Zhafira merasa nyaman dekat dengan Farah juga bunda. mereka orang baik dan aku yakin Farah tak akan memilihkan aku jodoh yang tak baik". ungkap Zhafira menunduk ia tak ingin memandang Fatih, namun berbeda dengan Fatih ia menelisik terus wajah Zhafira orang yang selalu ada dalam doanya.


" jadi setelah kamu tau itu aku bagaimana ". Zhafira mendongak melihat Fatih.


" semua keputusan ada di tangan kak Fatih, aku sudah menerima khitbah ayah dan bunda."


" maaf Zhafira aku belum bisa, aku belum yakin". deg.. hati Zhafira terasa sakit, setelah sekian lama ia berharap akan Fatih namun Fatih justru mengatakan jika ia belum bisa.


" Zhafira mengerti kak, maafkan Zhafira sekali lagi". sesak rasanya dada Zhafira ia menahan air matanya agar tak jatuh.


" assalamu'alaikum". Fatih pamit ia tak tahan melihat Zhafira yang terus menangis.


" wa'alaikumsalam". jawab Zhafira ia lalu berbalik meluluhkan air mata yang tadi ia tahan.


" ayah bunda kalian semua di sini". keduanya mengangguk.


" Kak bagaimana kenapa kakak meninggal kan Kak Zhafira". ..


" kakak pulang sama ayah, Farah tolong antarkan Zhafira pulang dan Azka kamu bawa motor Zhafira ya".


" kak tolong jelaskan dulu" Fatih berlalu berjalan menuju mobil ayahnya.


" dek sudah biarkan kak Fatih jangan kamu memaksa". Arga menarik tangan Farah.


" tapi kak mereka saling mencintai".


" iya kakak tau, mungkin kak Fatih sedang syok saja." ucap Arga menjelaskan.


" sok sok an amat si Fatih, tiap malam merindukan Zhafira malah sekarang di anggurin". Azka juga merasa geram.

__ADS_1


___


__ADS_2