Taat Tanpa Tapi

Taat Tanpa Tapi
Bab 34 #move on dong


__ADS_3

Tak ada kecurigaan dalam diri Zhafira siapa laki-laki yang mengkhitbah nya, yang ia tahu hanyalah seorang kakaknya Farah. ia hanya tak ingin mengecewakan Farah dan keluarga nya, juga dengan ini Zhafira merasa tenang tidak di kejar laki-laki di luar sana yang ingin menjadikan Zhafira sebagai istrinya. Karena Fatih pulang masih tiga bulan lagi.


Waktunya Fatih menelepon keluarganya, di sini memang di beri kesempatan satu kali telepon dalam satu Minggu. Fatih seperti biasa ia menelepon Farah, dengan video call. Di hari libur ayah nya juga pasti ada di rumah.


" Kakak apa kabar, Farah kangen banget sama kakak."


" idih kangennya serius ngga nih, kalau sama Arga bagaimana." tanya Fatih, Farah nyengir saja ia malu dengan ayah dan bundanya.


" Gimana kabarnya nak". tanya bunda.


" Alhamdulillah baik bunda."


" kapan pulang, lama sekali bunda kangen banget."


" insyaallah tiga bulan lagi bunda."


" kenapa waktu terasa lama ya". ucap Farah.


" emang kenapa kamu kangen sama Arga."


" oh kakak kok ngomongin kak Arga sih, itu pembicaraan private ya kak." ..


" adik aku sudah besar ternyata sudah mau menikah."


" aku tak akan menikah jika kakak belum menikah, makanya bunda sudah mengkhitbah wanita saliha untuk kak Fatih."


" apa maksud nya Farah, jangan begitu tak baik memaksakan jodoh."


" iya Fatih bunda sudah mengkhitbah wanita untuk mu.".


" ya Allah bunda kenapa tak bilang sama Fatih dulu main khitbah anak orang saja."


" kamu sudah berumur Fatih mau sampai kapan membujang, pendidikan mu juga sudah selesai". ucap bunda.


" tapi tak perlu bunda Carikan begini, Fatih mau tentukan jodoh Fatih sendiri.".


" pokoknya bunda mau yang ini, kamu cepat pulang. jika kamu belum menikah adikmu Farah dan azka tak akan menikah".


" kenapa bisa begitu bunda, mereka menikah dulu saja aku tak apa" ucap Fatih berat rasanya dengan keputusan bunda.


" percaya sama bunda pertama kamu melihatnya pasti kamu akan suka".


" bunda fatih belum bisa melupakan wanita yang ada di hati Fatih bunda."


" tak usah kamu pikirkan lagi Fatih, kamu harus move on." Farah cekikikan di belakang bunda.


" lagi berusaha bunda tapi sulit ".


" terserah untuk kali ini soal jodoh bunda yang akan pilihkan ". Fatih sudah tak bisa berkata apapun bunda nya begitu ngotot.


Karena waktu sudah habis Fatih lalu menutup teleponnya ia jadi kepikiran soal perjodohan itu.


" kenapa Fatih". tanya Azka ia melihat sahabatnya sedang tak bersemangat.

__ADS_1


" bunda menjodohkan aku Azka dengan wanita pilihan nya." ..


" ya baguslah dengan begitu aku juga bisa segera menikah." ..


" aku belum bisa melupakan Zhafira".


" move on Fatih Zhafira sudah milik orang lain." ucap Azka juga yang tak tau kabar Zhafira sekarang.


" ya aku tau, tapi sangat sulit."


" untuk itu bunda menjodohkan mu biar kamu move on dan lupa sama Zhafira."


" aku takut tak bisa mencintai nya dengan sepenuh hatiku Azka."


" jalani saja dulu Fatih, kamu juga belum bertemu dengan wanitanya ". ucap Azka memberi semangat.


" muka ganteng juga tak selalu mujur." Azka tertawa baru kali ini Fatih berkata banyolan.


" gimana Fatih tadi bunda." tanya ayah.


" begitulah pa menolak ".


" nanti kalau tau siapa wanitanya pasti tak akan dilepas kan". ..


" semoga mereka berjodoh ya yah, bunda sangat menyayangi Zhafira anak itu saliha ayah." ucap bunda mengingat kebersamaan nya saat membuat kue bersama Zhafira.


" Iya Bun terlihat dari tutur katanya ". ucap ayah menilai Zhafira.


***


" ustadzah Zhafira gelis amat sih, haduh siapa yang akan jadi imamnya nanti". goda salah satu guru, namun Zhafira sudah terbiasa dengan sindiran para guru.


" pasti laki-laki Soleh, ". ucap guru wanita lagi.


" ustadzah giliran siapa lagi nih yang antri mau mengkhitbah".


" sudah tak ada antrian ustadzah Zhafira sudah menerima khitbah seseorang". ucap Anisa ia tak senang Zhafira selalu menjadi bahan pembicaraan para guru. Semua guru terkejut mendengarnya kabar ini baru mereka peroleh.


" waw siapa laki-laki yang beruntung itu ustadzah".


" siapapun itu yang jelas jika memang jodoh tak akan kemana ustadzah, seperti yang terjadi kemarin. Bahkan Allah mengambil ustadz syahdan di malam esok ia akan menikah. kuasa Allah jika memang ustad Syahdan buka jodoh Zhafira kan." Anisa menjelaskan namun Zhafira hanya diam saja ia tak ingin banyak bicara.


" iya betul, tapi aku penasaran siapa laki-laki yang beruntung itu "


" nanti jika sudah waktunya kalian akan di undang." tegas Anisa lagi Zhafira hanya menyinggung kan senyumnya.


" oke kami sangat menunggu undangan dari ustazah Zhafira ".


" Ya insyaAlloh segera ya ustadzah ".


" Anisa kenapa kamu menanggapi mereka tak baik Anisa." ..


" habisnya aku kesal kamu terus menjadi bahan pembicaraan mereka, seperti tak ada topik lain saja".

__ADS_1


" itu hak mereka Anisa, aku tidak apa-apa karena memang itu kenyataannya ".


" Kamu itu jadi orang terlalu baik Zhafira, ". Zhafira hanya terkekeh mendengar Anisa.


" bukannya gitu agama kita menyarankan Anisa kita harus baik." Anisa kesal di masukkan nya satu potong roti ke dalam mulutnya.


***


Farah sengaja datang ke rumah Zhafira ia akan mengantar kan kue yang di buat oleh bunda. Farah begitu bahagia impian mempunyai kakak ipar seperti Zhafira akan terkabul.


" kamu bawa apa Farah". tanya Zhafira melihat Farah menenteng paper bag.


" Titipan dari bunda kak, kue ."


" ya Allah kenapa bunda repot-repot begini Farah, jangan. begini kakak jadi tak enak."


" tak apa kak untuk calon menantu, bunda buatkan spesial untuk kak Zhafira." Farah terkekeh.


" masuk yuk,"


" kakak sedang apa". ..


" tadi membuat soal latihan untuk anak-anak, besok kakak akan adakan ujian."


" Farah ganggu dong kak ini".


" ngga apa-apa Farah ini sudah selesai, kakak ngga bikin banyak kok." Farah tersenyum ia duduk di samping Zhafira.


" Farah ingin hari itu cepat tiba kak." ucap Farah terhadap Zhafira.


" hari apa Farah."..


" hari dimana kak Zhafira dan kakakku bertemu "


" jangan mendahului yang belum terjadi,."


" aku bisa membawakan ekor gaun pengantin kak Zhafira di belakang kakak".


" mudah-mudahan Allah mengabulkan doa setiap hambanya."


" kak boleh Farah tanya, apakah kakak punya perasaan dengan seseorang sehingga kakak sulit menerima orang lain."


" ada tapi mungkin ia sudah bersama orang lain sekarang ". ..


" jika orang itu datang lagi untuk meminang kakak bagaimana ".


" kakak serahkan semuanya kepada Allah Farah, Allah lebih tau jalan yang baik untuk kakak".


" semoga kakak dan kakakku jodoh ya".


" aamiin " hanya itu yang Zhafira katakan tidak ingin membaut Farah kecewa.


___

__ADS_1


__ADS_2