Taat Tanpa Tapi

Taat Tanpa Tapi
Bab 23 #Fatih pulang


__ADS_3

Zhafira, Farah dan Anisa sudah selesai mempercantik di salon, khususnya untuk Zhafira. semua yang membayarnya adalah Farah, ini bentuk persahabatan mereka. Farah memiliki rasa sayang untuk Zhafira begitu juga dengan Zhafira. Farah dan Anisa takjub melihat Zhafira saat keluar dari salon tampak sangat glowing.


" MasyaAlloh kak Zhafira cantik sekali,". ucap Farah takjub melihat Zhafira.


" kita itu perempuan Farah pasti di nobatkan untuk cantik, lihat dirimu kamu juga cantik." ucap Zhafira berjalan mendekati mereka.


" jadi penasaran siapa ya nanti yang akan mengkhitbah mu Farah". kata Anisa sembari berjalan keluar salon. Farah tertawa cekikikan .


" Farah sudah ada yang mengkhitbah kak". keduanya melongo seperti tak percaya jika Farah yang baru masuk ke perguruan tinggi sudha ada yang mengkhitbah.


" ihh keren kamu Farah, serius nih Farah terus kamu cepat mau menikah dunk". Anisa dengan suara bernada tinggi. Zhafira mengisyaratkan Anisa agar memelankan suaranya.


" serius kakak tapi Farah nikahnya nanti, soalnya calon suami Farah masih pendidikan dan ia harus nabung dulu untuk mahar." Zhafira terkekeh.


" pasti dari kalangan atas ya farah, sepertinya keluarga mu orang atas."


" tidak kakak, calon suami Farah itu masuk ke Akpol mengandalkan beasiswa. makanya setelah lulus Akpol ia juga harus nabung dulu buat mahar Farah".


" tapi keren lo Farah, kamu pemberani. Kamu mau menerima khitbah seseorang, terus bagaimana dengan orang tua mu". Anisa makin penasaran dengan cerita Farah.


" Orang tua Farah mendukung kak, calon suami Farah itu meskipun dari keluarga kurang berada tapi ia mempunyai tekad yang kuat. ayah senang dengannya ia pemberani, sebelum kemarin berangkat pendidikan ia mengkhitbah Farah dulu katanya biar ngga keduluan orang". Farah tersenyum ia mengingat Arga yang pemberani, meskipun pendiam tapi Arga berani melamar Farah.


" jadi penasaran sama calon suami kamu Farah". ketiganya tertawa lalu mereka jalan menuju restauran, Farah sengaja mengajak jalan-jalan Zhafira karena jika menikah belum tentu mereka bisa sering bersama begini lagi.


" makasih ya Farah sudah ajak kakak jalan-jalan". Zhafira memegang jemari Farah mengungkapkan perasaan bahagianya.


" sama-sama kakak, jangan lupakan Farah ya setelah menikah."


" tak akan Farah, kita masih bisa saling tukar kabar. jika waktu senggang kita akan bertemu nanti." mereka saling memeluk.


Farah benar-benar mengajak jalan-jalan Zhafira dan Anisa mengajaknya ke salon juga mengajak makan. Abi mengizinkan asal tak terlalu lama, kemudian setelah selesai mereka pulang. Farah langsung pamit karena ia akan mengantar bunda ke acara arisan.

__ADS_1


***


Fatih dan Azka senang mereka sudah sampai ke bandara, ayah yang menjemput pun sudah menunggu mereka.


tes


air mata azka tiba-tiba jatuh, Azka menangis ketika dia sudah kembali bertemu dengan keluarga nya. Fatih langsung memeluk ayah, pelukan hangat yang sangat ia rindukan. tak lupa ayah berikan pelukan yang sama kepada Azka.


" Terima kasih ayah." Azka menangis di pelukan ayah, semua karena ayah tanpa ayah mungkin Fatih tak akan bisa ke titik seperti ini menjadi seorang tentara.


" tentara ngga boleh cengeng Fatih" ungkap ayah menepuk bahu Azka.


" iya ayah, Azka ngga cengeng kok cuma kelilipan air mata". ayah dan Fatih tertawa.


" Farah mana ayah tumben ia tak ikut jemput." tanya Fatih .


" tadi katanya mau anter temannya ke salon, terus antar bunda ke acara arisan". ucap ayah semabri berjalan ke mobilnya mereka akan pulang sebelum senja.


" menyenangkan ayah, semua yang sudah menjadi keputusan kata komandan Billy harus menyenangkan apapun yang terjadi". ucap Fatih, Azka tertawa namanya hidup di hutan mana ada yang menyenangkan.


" Alhamdulillah ayah ikut senang mendengarnya, kamu gimana Azka".


" sama ayah menyenangkan meski setiap hari tidur dengan rasa was-was tapi ada fatih yang selalu menjagaku". ucap Azka sembari tersenyum, Fatih bagaikan pelindung nya di setiap keadaan. kasih sayang Fatih terhadap nya tak pernah surut.


" gimana dengan Arga ayah, dia belum pulang". Fatih ingin tau kabar arga semenjak pendidikan Akpol Fatih belum pernah bertemu.


" memang dia belum pernah pulang, saat ada jadwal pulang ia tak pulang. katanya takut jika sering pulang,."


" takut kenapa ayah, apa dia ngga kangen sama ibunya".


" ya takut ngga bisa menahan jika ngga ketemu Farah, Arga itu sangat menjaga prinsip nya. Arga menjaga zina mata dengan Farah, ia tak mau selama ini yang ia jaga akan luntur karena sering kontak ".

__ADS_1


" jadi mereka tak pernah menelepon ".


" Arga menelepon nya ke nomor ayah, ia tak mau punya nomor Farah selama belum halal. hanya bicara sebentar dengan Farah, itupun ada ayah. Arga tak mau langsung lewat handphone Farah, takut mengganggu konsentrasi pendidikan nya. juga takut mengganggu Farah".


" benar-benar Calok menantu idaman ya ayah". ucap Fatih lagi.


" dari awal ayah memang menyukai Arga, lebih pemberani daripada kalian


sifat malunya selama ini bukan kelemahannya, ternyata ia memang menempatkan pada suatu yang tepat ". ungkap ayah santai melajukan mobilnya sembari mengobrol.


" berapa hari kalian akan pulang ". tanya ayah rasanya masih rindu dengan anak laki-lakinya itu.


" sekitar satu minggu kurang lebih".


" bundamu dan ibumu pasti senang, lumayan lah waktu satu minggu ".


Sesampainya di rumah Fatih langsung masuk ke kamarnya, sebelumnya ia melihat dulu kucing kesayangan nya. masih saja sehat, Azka bukan nya pulang malah ikut Fatih naik ke atas.


" azka mengagetkan ku saja, kenapa kamu tak pulang ngga kangen sama mama". melihat Azka langsung berbaring di ranjang Fatih.


" ya kangen, tapi nanti aku mau istirahat dulu. jika pulang aku tak akan bisa langsung istirahat tau sendiri mama pasti akan menyuruhku bercerita panjang dan lebar." Azka langsung memejamkan matanya.


" dasar anak durhaka kamu Azka".


" jangan gitu aku sudah taubat, kalau tidak mungkin sekarang aku berada di jalanan ". jelas azka matanya terpejam.


" kamu tak mandi dulu ". sudah tak ada jawaban lagi dari Azka ia langsung tertidur. Fatih hanya bisa geleng-geleng kepala melihat Azka, kebiasaan langsung molor.


Fatih bersih-bersih dulu sebelum ia istirahat, ia juga akan istirahat dulu sebelum Farah dan bunda datang juga mama yang akan meneriaki Azka. itu sudah pasti, mana bisa Azka lolos dari emaknya.


Fatih mengeluarkan sapu tangan yang selalu di bawanya, ia tersenyum berharap esok bisa menemui Zhafira. Zhafira wanita pujaannya, di masukkan nya di kantong kemudian ia tidur. Zhafira merasakan detak jantung nya berdetak hebat, ia tak tau kenapa. Zhafira sedang istirahat di kamar setelah di antar oleh Farah sedangkan Anisa ia ke belakang bantu emak-emak menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan Zhafira lusa.

__ADS_1


__$


__ADS_2