
Tiga bulan berlalu sudah saatnya Fatih pulang, entah perasaan apa yang ada pada dirinya ia resah. Fatih sedang packing memasukkan barang-barang nya masuk ke dalam tas. Azka juga melakukan hal yang sama tak boleh ada yang tertinggal satu pun, tempat nya jauh jika harus balik ongkos pesawat lebih mahal dari yang tertinggal.
" aku senang Fatih akhirnya kamu dapet jodoh." ucap Azka tersenyum.
" entahlah Azka kenapa bunda kejam padaku, aku tak mengenal wanitanya "
" pastilah bunda nyariin kamu wanita yang cantik "
" bukan cantiknya Azka, tapi getaran hati. aku tak mau cantik tapi kalau ujungnya nyakitin gimana. aku mau wanita saliha saja yang setia, apalagi aku seorang tentara Azka pasti nanti ia akan sering aku tinggal ".
" benar juga ya Fatih, kita pasti akan jarang di rumah sekalinya pergi pasti berbulan - bulan " . Fatih mengangguk beranjak ke ranjang untuk tidur. besok pesawat akan berangkat pagi ia tak mau telat.
_
" Farah senang bunda besok kak Fatih pulang, dan kita bisa mempertemukan dengan kak zahfira. Duh senangnya bisa punya kakak ipar seperti kak Zhafira sudah cantik saliha juga baik". ucap farah.
" semoga saja mereka berjodoh, bunda juga sudah cocok sama Zhafira ".
" Sudah matang belum Bun rendangnya ".
" tinggal tunggu empuk dan airnya habis saja,"
" Alhamdulillah"
" kata ayah Arga juga akan pulang libur". ucap bunda, Farah menoleh ia tak tau soal itu. memang sih jika Arga menelepon harus ada ayah dan bundanya itu syarat dari ayah agar mereka tak banyak melakukan dosa.
" Farah malah ngga tau bunda jika kak Arga akan pulang, Alhamdulillah kebahagiaan afrah bertambah".
" duh senangnya calon suami akan pulang". Farah tersenyum ia tersipu malu.
Zhafira membaca pesan yang di kirim kan oleh Farah mengabarkan jika kakaknya akan pulang, sampai sekarang Zhafira belum tau nama Fatih ia juga tak bertanya. Serasa tak peduli tapi bukannya itu ia tak enak hati ingin menolak tapi karena bunda dan Farah sangat baik ia urungkan untuk menolaknya.
Zhafira keluar sejenak melakukan ritual seperti biasa yaitu menatap langit berharap Allah memberikan yang terbaik untuk nya. Zhafira sudha berserah kepada Allah siapapun nanti ia akan ikhlas menerima.
__ADS_1
' ya Allah tak tau hati ini kemana berlabuhnya, setelah sekian lama aku tak bisa melupakan kak Fatih. ia masih berada di dalam hatiku, maafkan aku ya Allah yang terlalu berharap akan kehadiran nya padahal mungkin ia sudah menemukan wanita lain yang lebih baik dan sempurna dari pada diri ini yang banyak dosa'. di tatapnya langit yang masih di terangi oleh sinarnya bulan. malam ini terlihat bulan bulat dengan sempurna. Karena angin yang semakin dingin Zhafira lalu masuk ke dalam.
Pesawat mendarat jam dua siang, ayah, bunda, mama, papa dan Farah sudah menunggu di bandara selepas Zuhur. tak ingin jika Fatih dan Azka menunggu nya mereka datang lebih awal.
Dengan gagah menenteng Fatih dan Azka turun ia menghirup udara segar di negara tercintanya dan mengucap syukur bisa kembali lagi ke tanah air. Lalu mereka mencari ransel mereka untuk di tenteng, begitulah khas tentara membawa yaitu dengan ranselnya yang sangat berat.
Farah menoleh ke sana ke mari mencari kakaknya karena semua orang hampir sama. dengan postur tubuh yang hampir sama juga pakaian yang sama agak sulit Farah mencari.
" Farah". Fatih memanggil ia tau itu adiknya berdiri mencari nya.
" kak Fatih." Farah berlari langsung memeluk kakaknya, rasa rindu itu tersimpan akhirnya terobati. Fatih pun menitikkan air mata ia menangis melihat keluarga nya ada di hadapan Fatih. Alhamdulillah semuanya sehat tak ada kekurangan suatu apapun. begitu juga dengan Azka ia langsung memeluk mama dan papa nya. Fatih beralih memeluk ayah dan bundanya.
" sehat sayang".
" Alhamdulillah sehat bunda".
" ayo kita pulang Azka sudha lapar bunda pasti masak enak" . mama memukul kepala Azka.
" pasti mama nanti kan Azka pasti pulang, tapi Azka mau makan di rumah bunda dulu kalian orang tua Azka semua." mama tersenyum ia sangat bahagia melihat anaknya yang terlihat gagah sudah nampak dewasa.
Mereka berjalan menuju mobil setelah semua pamitan kepada komandan. Komandan Billy pun hari itu menyambut kepulangan mereka, di peluk nya erat-erat komandan Billy oleh Fatih.
" selamat ya." ucap komandan Billy.
" terimakasih komandan". ucap Fatih juga Azka melakukan hal yang sama kemudian mereka pamit.
" bunda masak apa". ucap Azka.
" eh mana perut yang di pikir Azka". mama menjewer telinga Azka rasanya emak kangen melakukan itu.
" Azka laper ma sudah lama tak makan makanan bunda sama mama, Azka kangen pakai banget".
" sama orangnya ngga". ucap mama mendelik.
__ADS_1
" ya iyalah mama. Azka kangen banget, tiap malam merindukan belaian mama". semua tertawa Azka selalu begitu.
Hanya Fatih yang diam ia memikirkan jika akan bertemu wanita yang mama khitbah untuk nya. Di lihatnya jalanan yang sudah setahun lamanya tak ia lewati, ada banyak yang berubah juga bertambahnya bangunan.
" kak kenapa diam".
" ngga apa-apa Farah kakak cuma lelah ". Fatih tersenyum, Farah tau kegelisahan kakaknya.
" kakak tenang jangan panik calon yang di pilih kan mama itu pasti vip sesuai kriteria kakak". Fatih hanya tersenyum ia tak mau membahas soal itu.
" Farah kenapa aku ngga di Carikan sekalian ". ucap Azka .
" kak Azka mau, gimna kalau sama kak Anisa pasti cocok sama kak Azka mudah-mudahan orangnya mau sama kak Azka". Azka meringis jujur sekali Farah ini.
" Farah jangan yang seperti rambut jagung ya, mama tak suka ". Azka tertawa sembari memegang perutnya ia ingat temannya waktu di jalanan.
" tak akan ma, insyaAlloh teman Farah ini saliha juga".
" Alhamdulillah mama juga sudah pengen punya mantu, "..
" nanti mama jadi ada saingannya loh ma". ucap papa menimpali
" tak apa lah pa, mama sudah tua wajar keriput gini".
" yang penting papa tetap cinta sama mama". semua tertawa Azka meringis mendengar papa dan mama nya narsis.
Fatih melihat sekelebat Zhafira keluar dari toko bersama Anisa, namun Fatih hanya diam menetralkan jantungnya yang berdebar. debaran masih sama dengan tahun-tahun yang lalu.
' ya Allah Zhafira kamu tetap cantik, kamu tetap sempurna di mataku. anak mu sekarang berapa ya Zhafira pasti cantik seperti dirimu '. monolog Fatih dalam hati.
Mobil sudah sampai di rumah ayah, mereka turun Azka tak sabar untuk menuju meja makan tak di sangka ada Arga yang sudah menunggu di depan ia membuat kejutan pulang sendiri tak minta dijemput. Senyum terukir membuat hati Farah jadi di tumbuhi bunga mekar.
__
__ADS_1