
Farah membantu bunda menyiapkan sarapannya, ia berangkat ke kampus agak siang karena ada kelasnya siang hari. Bunda memasak makanan kesukaan ayah.
" nak kemarin kamu kenapa pulangnya sore sekali". tanya bunda masih merapikan meja.
" Farah mampir ke rumah teman Farah yang sudah menolong Farah bunda, Farah sewaktu itu di hadang oleh preman. untung ada mbak-mbak yang menolong Farah bunda, Alhamdulillah mbanya baik. lalu Farah di ajak mampir sebentar, Farah ngga enak bunda lalu Farah mampir ke rumahnya di ajaknya makan".
" MasyaAlloh baik sekali ya wanita itu, sampai kamu di ajak makan lagi". Farah terkekeh mengingat kebaikan Zhafira.
" tidak hanya baik bunda tapi mba itu sangat cantik Bun, MasyaAlloh tutur katanya halus. lain kali Farah kenalkan deh sama bunda."
" oh ya pasti seperti bidadari ". ..
" tepat sekali bunda kak Zhafira itu sangat cantik, Farah saja sebagai perempuan kagum melihatnya ". ucap Farah menceritakan Zhafira.
" Jadi teringat dengan kakakmu Fatih, ia belum pernah dekat dengan wanita. sudah punya suami belum Farah wanita itu".
" belum bunda tapi Farah juga ngga tau, apa ia sudah ada yang mengkhitbah nya,. kenapa bunda tanya seperti itu, bunda mau jodohkan dengan kak Fatih." Farah menelisik raut wajah bundanya.
" ya siapa tau mereka jodohkan Farah, kakakmu juga tak kalah tampan dengan Arga."
" isshhh.... bunda kenapa bawa kak Arga. kak Fatih memang jelas tampan bunda kakak Farah, kalau kak Arga ya tampan bunda di hati Farah". Farah terkekeh.
" Kakak mu akan lulus sebentar lagi bunda ingin kakakmu cepat menikah".
" kalau jodohnya dekat pasti akan cepat menikah bunda, doakan saja kakak semoga kakak bisa menikah duluan daripada Farah". ucap Farah .
" ya itu yang bunda mau kalau bisa kamu jangan duluan menikah sebelum kakakmu".
__ADS_1
" siap bunda mudah-mudahan Farah bisa tahan" Farah tertawa, bunda geleng-geleng kepala melihat anaknya yang sudah beranjak gadis itu.
***
Sudah sampai di ujung pendidikan nya, Fatih dan azka akan pulang sebentar lagi. Mereka sudah menjabat sebagai letnan dua, kebanggaan untuk mereka bisa lulus dengan nilai terbaik. Fatih senang ia berniat lagi ke rumah Zhafira mudah-mudahan masih ada harapan.
" besok kita pulang Fatih aku senang akhirnya kita bisa selesai hingga menjadi tentara sesungguhnya". ucap Azka sembari mengemasi barang-barangnya yang akan ia bawa pulang besok.
" aku juga senang Azka aku mau menemui Zhafira lagi".
" kamu masih mengharapkan dia Fatih, berkali-kali jalanmu tak mulus mungkin Allah tak meridhoi mu".
" Mungkin saja aku memang harus banyak lebih berjuang Azka, di sini aku berjuang lewat doa. aku selalu memanjatkan doa untuk nya semoga masih ada keberuntungan untukku". Fatih juga sedang mengemasi barang-barangnya. beberapa bulan hidup di hutan bersama para tentara yang lain, belajar bertahan hidup di hutan tanpa sosmed.
" Semangat teman, kalau kamu sudah menikah aku akan menyusul mu".
" mana bisa aku senang-senang melihat mu bersedih ".
" kenapa aku harus sedih, aku justru senang Azka melihat kamu bahagia." Fatih menghentikan aktivitas nya.
" tapi aku tak bisa senang-senang Fatih, sudahlah pokoknya ini janjiku aku tak akan menikah jika kamu belum menikah". kata Azka lantang.
" jangan begitu Azka, jangan buat janji yang konyol seperti itu". Azka hanya diam saja ia lalu keluar tenda, di lihatnya sekeliling hutan itu kenangan saat mereka berada di sini. Bukan kesedihan yang mereka dapat kan tapi kebahagiaan meski hanya hidup di hutan dengan keterbatasan.
___
Rumah orang tua Zhafira sudah di hias begitu indah, banyak bunga-bunga bertaburan. sebentar lagi janur kuning itu akan melengkung di rumah Zhafira, ia akan melepas masa lajangnya. Meski hati Zhafira belum merasa mantap dengan keputusan nya, namun ia tetap berusaha ikhlas demi kehormatan orang tuanya. Zhafira anak yang sangat berbakti kepada orang tua nya.
__ADS_1
" ayo Zhafira kita ke salon, lusa kamu akan jadi pengantin biar terlihat lebih cantik. kulitmu juga supaya nampak halus". ajak Anisa melihat Zhafira yang sejak tadi hanya sibuk membereskan kamar nya.
" ada apa sih Anisa tidak perlu berlebihan seperti ini, aku cukup merawat tubuhku di rumah saja" Zhafira tak ingin yang berlebihan, ia seperti tak bersemangat dengan pernikahan nya. Zhafira sebenarnya sudah pasrah dan ikhlas jika ini adalah ketetapan yang terbaik menurut Allah untuknya. Zhafira sudah berniat dalam dirinya berusaha untuk mencintai syahdan suaminya kelak.
" tidak Zhafira, kamu terlihat sedikit kusam aku tak mau melihat sahabatku jelek di hari pernikahannya ". Anisa menarik Zhafira memasukkan Zhafira ke dalam mobil, ternyata itu mobil Farah. Farah bersekongkol dengan Anisa jika akan membawa Zhafira ke salon.
" astaghfirullah Anisa kamu merepotkan Farah, ayo turunkan aku Anisa". Anisa hanya cekikikan saja ia menyuruh Farah untuk mengunci pintu mobilnya.
" tidak kakak aku tak merepotkan mu, Farah senang sekali. maaf kak Zhafira kita akan mempoles kakak hari ini, kakak harus terlihat sangat cantik di hari pernikahan kakak. kakak ini bidadari surga, surga dunia..." ucap Farah sembari menjalankan mobilnya.
" kalian akan bawa aku kemana dasar anak-anak gadis". kedua gadis itu hanya diam saja. Farah membawa Zhafira ke kota, di mana tempat salon langganan Farah. Salon yang mewah jika masuk ke situ akan menghabiskan uang hingga jutaan.
" astaghfirullah kenapa kalian bawa aku kesini". Zhafira tak suka dirinya di bawa di tempat itu.
" tenang kakak, di sini salon syar'i. tak perlu kakak khawatir ya semua urusan Farah". Zhafira di paksa oleh Farah dan Anisa untuk masuk.
" Farah aku tak mau" Farah menahan Zhafira.
" Terimalah ini dari Farah kakak sebagai tanda persahabatan kita, Farah mohon jika kakak masih mau berteman dengan Farah." ucap Farah memelas, ia merasa punya sosok seorang kakak perempuan setelah kenal dengan Zhafira. akhirnya Zhafira mau menerimanya ia tak enak dengan Farah yang sudah susah payah membawanya ke sini.
Farah dan Anisa juga bermanja-manja di salon itu, mereka merapikan potongan rambutnya dan hal lain layaknya wanita yang ke salon. Sembari menunggu Zhafira yang dipermak abis oleh Tante Linda pemilik salon langsung, Tante Linda adalah teman bundanya. Tante Linda takjub melihat sosok Zhafira yang sangat cantik itu, kulitnya yang putih mulus tampak bersinar benar-benar seperti bidadari.
" Pasti calon suamimu juga tampan". Zhafira hanya tersenyum ketika Tante Linda sedang memberi masker pada wajah Zhafira.
" Calon suamimu akan terkejut ketika nanti melihat mu, kamu sangat cantik seperti bidadari". Zhafira di minta Tante Linda untuk memejamkan mata ia mengoleskan masker ke kelopak mata Zhafira.
___
__ADS_1