
Farah memberi kabar kepada Zhafira jika kakaknya sudah pulang sampai ke rumah, mereka berencana akan mengatur pertemuan mereka. Farah memfoto Fatih tapi hanya dari belakang supaya Zhafira tidak tau sosok Fatih, Farah berencana memberi nya kejutan.
Fatih bebersih lega rasanya ia sudah sampai di rumah setelah satu tahun lamanya harus pergi meninggalkan tanah air demi mengasah diri untuk lebih baik lagi. Fatih membaringkan tubuhnya di ranjang, ia lelah setelah menempuh jarak yang lumayan jauh.
" Sedang apa kak, ". Farah tiba-tiba masuk.
" istirahat saja, kenapa Farah ada yang penting". sebenarnya Fatih ingin memejamkan mata namun ada farh ia tak jadi terlelap.
" Kakak sudah siapkan bertemu dengan calon istri kakak".
" apakah harus secepat itu Farah kakak baru saja sampai, kakak ingin istirahat beberapa hari dulu ". Fatih memberi alasan sebenarnya ia sangat tidak bersemangat namun demi kedua orang tuanya ia menerima wanita yang di khitbah oleh orang tuanya.
" Farah tak sabar menemukan kalian kak." Fatih hanya menatap handphone nya, ia tak ingin membicarakan soal jodoh yang di khitbah bundanya.
" Kak aqyla itu cantik saliha bagaikan bidadari, bunda bertemu sekali saja langsung suka makanya bunda langsung mengkhitbah untuk kakak".
" hmmmm...." Fatih tak ingin menanggapi.
" Farah yakin jika kakak bertemu dengannya juga langsung nyantol deh".
" ya..." ucap Fatih lagi masih asyik dengan gawainya.
" kakak awas jika besok kakak langsung jatuh cinta sama Aqila "
" gimana sih Farah katanya udah di khitbah mau tak mau kakak harus menerima calon yang bunda khitbah itu meski tanpa cinta".
" yakin nih kakak ngga akan cinta " Farah masih terus nempel dengan Fatih, memang sudah lama mereka tak jumpa.
" kakak masih belum bisa melupakan nya Farah, sebenarnya kakak belum setuju dengan keputusan kalian yang terburu-buru mengkhitbah seseorang tanpa kakak tau dulu siapa orangnya. Sebelum menikah kita di sunahkan melihatnya terlebih dahulu kan." ucap Fatih dengan wajah sendu ia sebenarnya kecewa dengan keputusan orang tuanya.
" iya kakak ku Farah mengerti, tak mudah menerima seseorang dalam hati jika kita sudah terpaut dengan orang lain. cinta itu memang misteri kak, apalagi kak Fatih pertama kali merasakan jatuh cinta yaitu cinta pertama"..
" Ngerti kan kamu Farah, gimana coba kalau itu terjadi sama kamu. Arga harus di jodohkan dengan wanita lain, ".
" ih jangan dong kakak, kak Arga punya Farah seorang".
" tapi kita tak bisa melawan takdir Farah, Allah sudah menuliskan jodoh kita di lauhul Mahfudz. lantas kita mau marah sama siapa kalau memang dia bukan jodoh kita.". terang Fatih.
__ADS_1
" ya ampun aku tak bisa membayangkan gimana sakit hatinya kakak waktu itu".
" sakit sih iya itu manusiawi dek, kita ambil hikmahnya saja dan jangan membenci seseorang ya. Skenario kehidupan kita sudah di bentuk tinggal kita menjalani nya dengan baik saja, bersyukur dan ikhlas saja "
" kakak ini hatinya betul-betul seluas samudera, Allah sangat baik kok sama kakak."
" hus jangan ngomong gitu dek, Allah memang baik pengasih dan penyayang umatnya. coba jika tidak, sampai detik ini kita masih bisa bernafas, di beri anggota tubuh yang lengkap, bahkan Allah tumbuhkan cinta dalam diri kita. semua itu kuasa Allah dek atas izinnya kita masih bisa berpijak di bumi ini".
" iya kak Fatih, bener deh kakakku ini cocok banget sama kak aqyla". Fatih hanya mengingat nama aqyla nama belakang Zhafira, tapi baginya tak mungkin jika itu Zhafira orang yang ia cintai. Bagi Fatih Zhafira sudah menikah dengan orang lain.
" Sana pergi tidur dek udah malem, kakak juga udah ngantuk banget nih"
" ngusir kak." Fatih diam saja ia memejamkan matanya.
" ya udah Farah pergi met malam kak".
" hmmm..." Fatih membuka mata ketika sudah melihat Farah pergi. ia membuka handphone nya lagi melihat sosok Zhafira yang belum ia hapus, satu-satunya foto saat mengikuti paskibra.
" Kamu pasti sudah bahagia dengan suamimu Zhafira, aku senang melihatnya kamu masih sama cantiknya seperti dulu". kemudian Fatih terlelap ia tertidur.
Pagi itu seperti biasa kebiasaan Fatih ia pasti akan lari pagi, Farah juga ikut semenjak kakaknya tak ada Farah jarang banget untuk lari pagi.
" Fatih , Farah." terdengar suara orang menyebutkan namanya.
" Azka, Arga". Farah langsung tersipu ia bertemu dengan calon suami nya.
" Duduk dulu aku lelah sudah keliling dari tadi, kini Arga sudah sebanding dengan kita. aku saja seperti nya kalah hebat,"
" pasti Arga latihan terus lebih giat dari pada kamu" ucap Fatih, Azka cengengesan.
Mereka lalu duduk di taman, Fatih dan azka, Farah dan Arga tapi jaraknya lumayan jauh.
" Kamu makin dewasa aja ya dek, sehat kan." Farah tersipu malu Arga menyapanya.
" Alhamdulillah sehat kak, kita sama-sama sudah dewasa kak waktu terus berlalu ".
" iya kakak juga sudah ingin cepat waktunya tiba ".
__ADS_1
" Sabar woi sabar aku belum jangan langkahi kakakmu yang juga ganteng ini." teriak Azka padahal mereka duduk di sampingnya, Arga dan Farah tertawa.
" lagian kakak lama-lama, sudah lulus cepetan cari istri kak keburu bangkotan. kalau Arga lulus Arga tak akan lama nikahin Farah kak ".
" ya sabar lagi di cari permaisuri nya"
" jangan lama-lama ya kak, aku juga tak mau lama gara-gara tunggu kakak".
" aku tu tak akan lama, tinggal menunggu Fatih. jika Fatih sudah menikah gantian aku".
" kamu tu Azka selalu aku saja yang kau jadikan alasan, nikah tinggal nikah juga." Fatih mulai memijit kaki nya rasanya agak sakit ia terkilir batu tadi.
" ya harus gimna aku setia kawan loh, tak ingin kamu nangis guling-guling melihat aku menikah duluan". Fatih mencebik Arga dan Farah tertawa.
" udah siang pulang Yuk aku lapar".
" tumben kamu lapar Fatih".
" aku juga manusia Azka emang kamu saja yang merasa lapar".
mereka lalu pulang sembari berlari kecil, Arga dan Farah lari sembari melempar senyum hanya sedikiiiiittt. sedikit mengobati rasa rindu.
" Kak siang ini ya kita ketemu kak aqyla".
" besok saja kenapa sih dek, kakak masih mau istirahat ".
" ayolah kak plis, kakak bisa istirahat di mobil biar nanti kak Arga yang bawa mobilnya." Fatih sangat enggan namun Farah memaksanya.
" kak Fatih...".
" ya Allah ngga sabar amat sih, iya iya okey jangan siang sore saja habis ashar biar ngga panas "
" yes Alhamdulillah ". Farah langsung saja menghubungi Anisa agar ia juga bisa membawa Zhafira ke danau kemarin yang banyak bebeknya.
Anggap saja romantis ya, Farah cari tempat banyak bebeknya. Itu tempat yang Fatih sukai, Fatih tak akan menolak jika di ajak ke sana.
__
__ADS_1