Taat Tanpa Tapi

Taat Tanpa Tapi
melamar


__ADS_3

Arga meminta Farah agar ia diam tidak menanyakan apapun kepada Zhafira, di dampingi oleh Anisa Zhafira masuk ke dalam mobil dan Azka membawa motornya. Di mobil itu tak ada yang bersuara sama sekali, bahkan Farah yang biasanya punya topik hanya diam saja tak mengatakan apapun.


Mobil berhenti di depan rumah Zhafira, Zhafira mengusap air matanya ia tak ingin orang tuanya tau yang telah terjadi.


" Kakak pamit ya dek, terima kasih sudah mengantar. "Zhafira menyunggingkan senyuman nya. perih rasanya hati Farah melihat Zhafira dengan mata yang masih tersisa dengan air mata.


" kak maafkan Farah dan kak Fatih".


" ngga ada yang perlu di maafkan Farah, kalian tidak salah. Kaka sangat berterima kasih padamu sudah mempertemukan kakak dengan kak Fatih, mungkin memang kami tidak di takdir kan untuk bersama. ya sudah kakak ke dalam. assalamu'alaikum".


" wa'alaikumsalam". Farah dan Arga melihat Zhafira masuk ke dalam.


Sedangkan Fatih dan orang tuanya tak ada kata-kata pun di dalam mobil. ia diam seribu bahasa, antara yakin dan tidak bertemu lagi dengan Zhafira. Ayah meminta agar bundanya diam, supaya Fatih bisa leluasa berfikir dengan keputusan nya.


Fatih datang lebih dulu di susul Farah berselang setengah jam. Farah masuk langsung mencari Fatih kakaknya, ia di penuhi emosi karena Fatih terlihat sekali sangat munafik.


" kakak buka pintunya kakak, ".


" pergi Farah kakak masih ingin sendiri." ucap Fatih di dalam kamarnya.


" Kenapa kakak lakukan itu sama kak Zhafira, kakak jangan munafik kalian saling mencintai kak. apa kakak merasa sakit hati jika kemarin kak Zhafira memilih ustadz syahdan. asal kakak tau, kak Zhafira menahan derita menunggu kakak. setiap malam kak Zhafira hanya menatap langit berharap jika kakak muncul di hadapannya." teriak Farah ia di tersulut emosi. Arga langsung menghampiri nya , tak tega melihat Farah berteriak.


" dek sudah ya, biarkan kak Fatih sendiri. mungkin kak Fatih punya alasan lain dek".


" tapi kak Fatih bohong dengan dirinya sendiri kak Arga." Azka yang melihat pun ia hanya menghela nafas berat.


" kisah yang rumit." gerutu Azka.


" maaf bukan aku tak mencintai mu lagi Zhafira, aku juga ngga tau kenapa aku tadi meninggalkan mu. aku bodoh, ". gumam Fatih memukul kepalanya sendiri.


" Bismillah." Fatih lalu beranjak keluar ia meraih kontak motor.fatih keluar membuat orang rumah jadi bingung.


" Fatih mau ke mana." tanya Azka berlari mengejar Fatih namun Fatih tak menghiraukan Azka ia lalu menghidupkan motornya dan pergi.

__ADS_1


Fatih datang ke sebuah mall yang mana di sana ada toko perhiasan. Fatih langsung menanyakan kepada pegawainya ia memilih sesuai yang ia mau, cincin sederhana ada batu permata nya di tengah.


Fatih tersenyum ia kemudian bergegas pulang, toko itu buka hingga menjelang Maghrib. Pas adzan Maghrib Fatih sampai di rumah ia masuk langsung tersenyum, Farah dan kedua orang tuanya saling pandang.


" kenapa kak Fatih bunda." tanya Farah. Bunda hanya mengedikkan bahunya.


Setelah Maghrib Fatih sudah rapi dengan pakaian terbaiknya, Arga dan Azka datang sengaja ingin tau keadaan Fatih. semua tertegun melihat penampilan Fatih, bahkan Azka mangap.


" mau ke mana Fatih." tanya bunda.


" mau melamar anak gadis bunda." ucap Fatih santai.


" siapa gadis yang beruntung mendapatkan anak bunda." Fatih hanya tersenyum.


" Enak saja kamu mau melamar anak orang tak ajak kita, ayo dek ganti baju." ucap Azka ia menahan Fatih bersama Arga.


" apaan sih kalian, aku mau sendiri tanpa kalian." ucap Fatih kesal dengan Azka.


" tidak bisa Fatih kita satu keluarga untuk masalah lamar melamar kita juga harus ikut." Azka berfikir tak ingin jika Fatih memperoleh wanita yang asal-asalan saja.


" astaghfirullah kalian ini ya, aku mau sendiri." ucap Fatih. Azka menarik Fatih masuk ke dalam mobil.


" ya Allah kalian ini tak bisa membuat ku sekali saja tidak kalian ganggu ". Fatih sedikit kesal.


" Diam Fatih, kamu mau melamar wanita tak ajak kami. itu tidak akan pernah ada dalam kamus hidupmu Fatih ". kata azka mengundang tawa


Mobil Arga jalankan, kini mereka dalam satu mobil.


" apa kamu ke rumah wanita tidak akan bawa apa-apa Fatih, dengan tangan kosong doang". ungkap ayah.


" kita mampir ke toko kue ya Arga."


" iya bunda siap". Fatih garuk-garuk kepala sebenarnya ia malu.

__ADS_1


" rumahnya sebelah mana kak, kita lurus atau belok ini". tanya Arga yang sedang menyetir.


" belok kanan." ucap Fatih lirih, Azka bisa menebak siapa yang akan Fatih datangi.


" belok kanan Arga, nanti ada gang jalan rindu rumahnya cat warna abu ada listnya hitam". Arga mengangguk.


" itu kan rumah kak Zhafira ". ucap arga spontan. fatih meringis ia kembali garuk-garuk kepala yang tak gatal itu.


" kamu cerdas Arga, ". kata Azka menepuk bahu Arga.


" aku lebih tau daripada kalian siapa Fatih sahabat ku ini, bertahun-tahun ia tak bisa melupakan Zhafira. Setiap malam hanya menatap langit berharap Allah mempersatukan nya, kini terjawab sudah kalian memang di takdirkan untuk bersama ".


" aku belum pede Azka apakah nanti Zhafira akan menerima ku atau tidak. Malam ini aku sendiri yang akan meminta kepada orang tua nya". bunda, ayah dan Farah cukup lega karena memang itu yang di inginkan mereka.


" nah gitu dong kak, kalau kakak tidak segera nikah nasib kami pun akan lama juga untuk menikah ". ucap Farah yang di ikuti tawa oleh semua.


" kamu tu dek jadi gitu kamu mencarikan kakak jodoh untuk dirimu sendiri jika kamu ingin menikah." Farah meringis ia malu, Arga melirik nya dengan senyuman.


" ya Allah cepat berikan azka jodoh yang menyayangi ku juga kedua orang tuaku "


" aamiin ". ungkap semua.


Akhirnya mobil sampai di halaman rumah Zhafira, dada Fatih berdetak lebih kencang dari sebelumnya. ia gugup ini benar-benar dirinya yang akan melamar Zhafira langsung dengan membawa cincin. Bunda turun dengan membawa oleh-oleh buah tangan untuk keluarga Zhafira.


" bunda, Fatih gugup Bun." ucap Fatih mendekati bunda nya. Bunda tersenyum lalu mengusap punggung Fatih juga ayah.


" lebih gugup dari pada menghadapi musuh bunda".


" ayo kamu harus kuat dan mampu, anggap saja ini musuh yang harus kamu taklukkan Fatih. Ayah baru tau anak ayah tak seberani ini". kata ayah merangkul Fatih agar berani maju untuk masuk .


" assalamu'alaikum ". ucap Fatih dengan gugup.


" wa'alaikumsalam". jawab seseorang dari dalam.

__ADS_1


Abi nya Zhafira membukakan pintu menyambut kedatangan calon besannya. Fatih celingukan mencari keberadaan Zhafira.


" ya Allah aku gugup....


__ADS_2