Taat Tanpa Tapi

Taat Tanpa Tapi
mengkhitbah Anisa


__ADS_3

Sesampainya di rumah Fatih tak bisa tidur ia hanya berguling ke kanan dan ke kiri, cemas itulah yang ia rasakan. di tatapnya atap rumah terus menerus sembari membayangkan wajah Zhafira.


" astaghfirullah hal adzim kenapa aku panik terus sih". Fatih pun langsung mengambil air wudhu ia shalat, untuk menenangkan hati dan meyakinkan diri jika pasti ada jalan.


" ya Allah jika ia benar jodoh yang engkau tuliskan di lauhul Mahfudz Mu mohon berikan jalan keluar yang terbaik agar hamba bisa mempersunting Zhafira. Rasa cinta yang Engkau titipkan sejak dulu tak pernah berkurang meski aku sudah berusaha untuk membuangnya. tapi seakan semakin dekat saja perasaan ku terhadap nya. Hanya Kun fayakun Mu yang bisa menyatukan kami." Fatih mengakhiri doanya setidaknya ia cukup lega, tidak seperti tadi yang panik gelisah gusar.


__


Azka sudah mantap dengan pilihannya, ia berusaha mencari dari mana Anisa tinggal. setelah pencarian selama beberapa hari ketemu ia nekat mau ke rumah Anisa mengkhitbah kepada orang tuanya langsung sebelum ia berangkat untuk tugas.


" Antar kakak ya temenin." ucap Azka merayu Arga.


" kemana kak."


" ke rumah orang tua Anisa, kakak mau ke sana mengkhitbah langsung." ucap Azka


" kakak serius tapi kakak belum bertanya kepada kak Anisa kan."


" kakak mau datangi orang tuanya langsung saja." ucap Azka.


" beuh pemberani nya". ..


" kakak juga tak mau kalah sama kamu, kamu juga diam-diam mengkhitbah Farah kan". Arga nyengir.


" takut keduluan orang kak, cintanya sudah lama ngga bisa di tunda."


" makanya kakak juga mau menikah sebelum kamu menikah Arga".


" oke Arga antar, kapan."


" sekarang..."


" hah laju sekarang kak."


" iya nanti keburu di khitbah orang". Arga tertawa kakaknya to the point aja gercep.


" oke-oke aku siap-siap dulu, mau naik apa."


" ya motorlah kita punya nya motor, kakak ngga mau pinjam mobil. biar orang tua Anisa juga tau kalau inilah kakak yang sesungguhnya bukan juga orang kaya. hanya kakak punya perasaan untuk Anisa akan membahagiakan nya". ucap Azka yakin.


" ya sudah, izin dulu sama mama minta doa restu." nasehat Arga.


" ma Azka mau pergi minta doa restu ya ma". ucap Azka sedikit malu sama mama nya.


" mau ke mana anak mama hmmm...". Azka garuk-garuk kepala ia malu mau mengatakan nya sama mama. tumben punya rasa malu Azka.


" mau melamar anak gadis orang ma." ucap Arga langsung karena lambat liat kakaknya yang diem aja garuk-garuk kepala.

__ADS_1


" ya sudah hati-hati semoga Allah memberikan jalan jodoh untuk mu yang saliha, tak perlu cantik atau kaya penting tau agama agar hidupmu juga di ridhoi sama Allah".


" iya ma insyaallah doakan Azka." mama tersenyum Azka pun saling di usapnya puncaknya kepala Azka sembari mendoakan anak nya itu.


" sudah siap yuk."


Hampir dua jam Arga menempuh jarak pergi ke desa Anisa. setelah mencari alamat nya akhirnya ketemu juga lega rasanya.


" benar ini rumahnya kak."


" iya ini alamat yang di beri sama Farah".


rumah sederhana di antara penduduk namun bersih, terlihat sekali jika penghuni nya rajin. Orang tua Anisa ada mereka sedang ada di belakang rumah lagi bantu ibu nya menjemur kerupuk.


" assalamu'alaikum". ucap Azka dengan dada bergemuruh gugup.


" wa'alaikumsalam. seperti ada suara orang bah." kata ibunya Anisa.


" siapa ya".


" coba kita lihat." keduanya keluar terkejut saja melihat Arga dan Azka dua laki-laki muda mendatangi rumahnya.


" maaf cari siapa." tanya Abah .


" cari bapak sama ibu". keduanya terkejut lagi mereka saling pandang.


" bolehkah kami masuk bu tak pantas jika kita bicarakan di pintu begini."


" oh ya mari silahkan masuk, maaf kamu terkejut saja dapat tamu Aden tampan- tampan ini." mereka pun masuk, ibunya Anisa membuatkan minuman.


" maaf bapak ibu sebelumnya jika kedatangan kami mengejutkan. Saya Azka dan ini adik saya Arga ". diam sejenak mendengar kan mencerna kata-kata Arga.


" maksud kedatangan saya kemari untuk melamar putri bapak yang bernama Anisa." keduanya saling pandang bapak dan ibunya Anisa terkejut.


" kamu kenal anak saya Anisa."


" saya mengenalnya tapi memang kami tidak dekat, Anisa temannya Zhafira calon istri teman saya."


" oh jadi kamu temannya calon suami Zhafira, iya ya Anisa cerita jika Zhafira kemarin sudah ada yang mengkhitbah ".


" Alhamdulillah saya bersyukur anak saya ada yang mengkhitbah, semua saya serahkan kepada anak saya Anisa nak. jika ia bersedia kami pun bersedia menerima ".


" coba telepon anak nya Abah mending langsung di jawab sekarang aja."


" huss jangan buru-buru umi ngga enak di dengar nak Azka".


". ayolah Abah saya telepon kan kalau begitu." ibunya Aisyah tak sabar ia langsung menghubungi Anisa."

__ADS_1


" assalamu'alaikum Anisa."


" wa'alaikumsalam umi."


" kamu ada di mana".


" masih ada di tempat kos sama Zhafira ada apa, umi Abah sehatkan ."


" Alhamdulillah sehat nak, kamu kenal nak azka." Zhafira langsung menoleh ia tau siapa Azka.


" Azka siapa ya umi." umi memencet video call agar wajah Azka terlihat.


" ini orangnya." Zhafira pun ikut melihat di layar ia pun menutup mulutnya.


" itu kan Azka temennya kak Fatih." ucap Zhafira. Di lihatnya lekat-lekat oleh Anisa ia pun terkejut mangap menutupi mulutnya.


" astaghfirullah hal adzim iya, ngapain dia ke rumah sana." ucap Anisa yang di seberang telepon pun mendengar. Azka mesem-mesem sembari gugup di lihati Anisa lekat meski hanya lewat layar handphone.


" iya nak nak Azka ini punya niat baik datang ke sini nak, ia melamar kamu ke Abah."


" ha... " kembali lagi Anisa mangap.


" maksudnya gimana, Anisa ngga ngerti". ucap Anisa pura-pura bego.


" maksudnya gini anisa, kamu kan sudah dewasa nak sudah saatnya juga kamu menikah. nak Azka punya maksud baik nak ia datang ke sini untuk melamar mu langsung."


" yang bener aja Abah tapi Anisa belum mengenal Azka."


" shalat istikharah nak, jika kamu yakin sampaikan kepada nak Azka langsung."


" lalu Abah bagaimana ".


" tak ada yang lebih bahagia sebagai orang tua nak, apalagi nak Azka langsung datang kemari demi melamar mu. meski kamu bilang kamu belum mengenalnya, coba saran Abah shalat istikharah ya."


" iya Abah baik, Anisa akan shalat istikharah dulu jika itu pilihan Allah akan Anisa beritahu kan pada Abah." akhirnya telepon di akhiri.


" nak itu jawaban Anisa, biarkan dia mencari jawaban dari shalat istikharah nya ya. jika nanti ada kabar dari hasil shalat istikharah dari Anisa biar Anisa langsung memberitahu mu."


" baik pak bu, Azka sangat berterima kasih sebelumnya. kami pamit karena sudah siang juga."


" ngga istirahat di sini dulu nak."


" tidak pak terima kasih banyak.


akhirnya Azka dan Arga pamit pulang.


__

__ADS_1


__ADS_2