
Film yang mereka tonton sudah habis. Anjani dan Bayu masih belum beranjak. " Bagus filmnya. " Anjani menyeka air matanya larut dalam film yang mereka tonton.
Dasar perempuan, nonton film aja nangis. Sensitif banget perasaannya. Udah kaya kulit bayi aja. Gumam Bayu.
" Perempuan itu mudah menangis ya ? " Bayu menoleh kearah Anjani kemudian mengambil botol minuman yang tinggal setengah kemudian menghabiskannya.
" Ya karena lelaki lebih sering menggunakan pikirannya. Segala sesuatu selalu dipertanyakan logikanya. Bukankah itu alami ? " Anjani selesai menyeka air matanya.
Anjani melipat selimut yang melilit tubuhnya dan memberikannya pada Bayu. Agar segera di kembalikan ke stand blanket yang sekaligus menjadi stand towel.
" Anginnya semakin lama semakin deras. Apa sebaiknya kita masuk ? " Bayu dan Anjani berjalan menuruni tangga.
" Iya, lagipula aku juga sudah mengantuk. " Anjani menunggu di belakang Bayu yang sedang mengembalikan selimut.
" Kamu tidurlah. Besok kapal tidak bersandar banyak games yang bisa kita ikuti. " Bayu dan Anjani sudah berada di depan kamar masing - masing.
" Good night Bayu. Thank's for today. " Anjani tersenyum. " It's my pleasure. " Bayu meletakkan tangan kanan ke dadanya dengan sedikit membungkuk. Membuat Anjani merasa diperlakukan istimewa.
Anjani masuk ke kamar, mendapati Reia yang sudah bersiap - siap untuk memejamkan matanya.
Reia yang mendengar suara pintu dibuka segera duduk dan mengurungkan niatnya untuk tidur.
" Baru balik ? " Anjani melepas sepatunya. Dan meraih handuk untuk membersihkan diri. Melihat kearah Reia yang ternyata belum tidur.
" Iya. Kamu belum tidur ya? Aku bersih - bersih badan sebentar ya ? " Reia mengangguk dan setelahnya Anjani masuk ke kamar mandi.
Bayu masuk kedalam kamarnya. Melihat Andrew sedang mengutak - atik laptop di depannya.
" Eh Ndrew, kamu belum tidur ? " Bayu melepas sepatu kets mengenakan sandal santai di kamarnya dan duduk disamping Andrew.
" Belum, aku hanya memeriksa beberapa file yang masuk. Sudah selesai semua kok. " Andrew menutup laptop nya.
" Gimana sama Anjani ? "
__ADS_1
" Apanya yang gimana ? " Andrew memukul bahu Bayu pelan karena Bayu pura - pura tidak mengerti maksud pertanyaan Andrew.
Mereka tertawa bersama kemudian Bayu mulai bercerita, " Aku dan Anjani baiknya berteman dulu karena aku ingin mengenalnya lebih jauh lagi. "
" Ya sudahlah. Sebagai sahabat aku dukung kamu. " Andrew menepuk pundak Bayu.
" Tadi aku nonton Movie Night sama Anjani dan dia melihat Rheia sama kamu, mungkin kalian mau masuk dari deck terbuka." Bayu melangkah ke tempat tidur dan meletakkan handphone nya di meja samping tempat tidur.
" Oh iya tadi kami makan di Restaurant lalu berkeliling di deck terbuka disitu. Karena anginnya lumayan kencang, kami memutuskan untuk masuk. " Andrew mengemas kembali laptop nya kedalam tas kerja. Bayu masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Anjani keluar dari kamar mandi, melihat Reia masih duduk bersandar pada tempat tidur sambil memeluk bantal.
Anjani sudah mengenakan baju tidurnya berwarna pink. Atasan sepanjang pergelangan tangannya dan celana panjang. Anjani merapikan handuknya ditempat nya. Lalu beranjak ke tempat tidur.
" Aku tadi melihat kamu masuk dari deck terbuka. " Anjani duduk disamping Rheia dengan posisi yang sama.
" Iya, aku tadi sudah makan di Restaurant dan mengelilingi deck terbuka untuk kami ngobrol dan duduk bersantai. Tapi anginnya kencang jadi kami masuk. " Rheia melirik kearah Anjani.
" Kamu sendiri tadi kemana aja ? " Anjani mulai menjelaskan kepada Rheia dari makan pizza sampai nonton Movie Night.
" Hemhh, diajak cerita malah molor. Kaya didongengin aja. " Anjani membangunkan Rheia agar membenarkan posisi tidurnya.
" Eh terus - terus gimana ? " Rheia masih ingin Anjani bercerita. " Udah tidur aja. Kalau terus - terus nanti yang ada nabrak. " Anjani merebahkan dirinya dan menarik selimut sampai ke dadanya.
Anjani menoleh ke samping, dilihatnya Rheia kembali terpejam. Anjani menatap langit - langit kamar membayangkan moment - moment bersama Bayu tadi dan tenggelam dalam mimpinya.
Bayu yang keluar dari kamar mandi melihat Andrew sudah memejamkan matanya. Bayu meletakkan handuk kecil di sofa.
Bayu mematikan semua lampu kecuali lampu tidur, kemudian merebahkan dirinya disambung Andrew. Sejenak memikirkan Anjani lalu terlelap.
Karena semalam tidur terlalu larut keesokannya mereka bangun sedikit siang.
Anjani sebenarnya sudah membuka matanya hanya saja enggan untuk bangun karena agak sedikit malas hari itu. Apalagi Rheia disampingnya masih tertidur pulas.
__ADS_1
Anjani tersenyum karena sudah bertukar pesan dengan Papanya. Beberapa hari ini Anjani mencoba menelpon Papanya. Tapi Papanya sepertinya sibuk. Mungkin karena Anjani tidak dirumah jadi Papa Anjani lebih leluasa di kantor untuk lembur. Karena kalau Anjani dirumah, Papa Reihan kasihan kalau Anjani sendirian dirumah. Maka dari itu selalu di usahakan pulang lebih awal. Tak jarang menolak kerjasama bisnis yang harus berhari - hari keluar kota. Apabila masih bisa diwakilkan Beliau memilih assisten kepercayaannya untuk meninjau kesana.
Beberapa hari ini Anjani hanya mengirimkan pesan singkat. Sebenarnya Anjani bisa saja meminta tolong Bayu untuk video call ataupun menelpon Papanya melalui sambungan internet. Namun Anjani tidak ingin mengganggu kesibukan ayahnya.
Anjani akhirnya bangun dan duduk di balkon seperti biasa.
Di kamar sebelah Andrew dan Bayu masih terlelap dalam tidur mereka. Sekitar pukul 9 pagi Kapten kapal memberi informasi bahwa para penumpang bisa melakukan banyak permainan hari itu.
Bayu dan Andrew sudah menutup telinganya dengan bantal namun tidak berhasil karena speaker di tiap kamar penumpang cukup keras.
Akhirnya Bayu membanting bantal nya ke lantai. " Ah, ganggu aja nih. " Bayu duduk di tempat tidur mengumpulkan kesadarannya dan mulai beranjak untuk membuat secangkir kopi. Bayu memanaskan air dengan teko listrik.
Andrew menggerak - gerakkan badannya tak lama beranjak dan masuk ke kamar mandi.
Bayu menuang kopi bubuk sachet kedalam cangkirnya sambil menunggu air panas. Andrew keluar dari kamar mandi setelah buang air kecil.
Bayu gantian masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil. Andrew juga menuang bubuk kopi setelah melihat teko menyala Andrew menuangkan air panas ke cangkirnya lalu ke cangkir Bayu.
Bayu keluar dari kamar mandi. Andrew mengaduk kopinya yang masih panas.
" Banyak games seru nih Bay, ikut yuk ? " Andrew mengambil handuk dan hendak mandi sambil menunggu kopinya hangat.
Bayu tersenyum, " Boleh. " Andrew menelpon kamar sebelah, Reia dengan suara malasnya menjawab telepon. " Iya, siapa ? " Suara khas bangun tidur Rheia membuat Andrew tertawa.
" Bangun sayang, kita ikut games yuk. Bayu juga ikut. Kamu bisa ajak Anjani. Aku mandi dulu, baru kita turun ke bawah. " Andrew segera mematikan telepon sebelum Rheia menjawab apapun.
" Ah, menyebalkan." Rheia menutup telepon. Anjani dari balkon masuk kedalam kamar. " Siapa yang menelpon ? " Rheia duduk di tempat tidur dan diam sejenak.
Setelah nyaman, Rheia menjawab pertanyaan Anjani, " Andrew mengajak kita ikut games. Bayu juga ikut. "
Anjani tersenyum.
.
__ADS_1
.
.