Tentang Cinta Dan Samudra

Tentang Cinta Dan Samudra
Lelaki Baik


__ADS_3

Anjani sebenarnya masih ingin bertahan dengan rasa kesalnya karena menghilangnya kabar dari Bayu. Namun dia mengakui di hatinya ada kerinduan disana.


" Sejak kapan kamu datang?" Akhirnya Anjani membuka suaranya. " Kemarin sore. Aku sebenarnya ingin segera bertemu denganmu. Tapi aku berpikir, sebaiknya aku menunggu hari ini. Lagipula Mama sudah terlalu lelah. Aku membiarkannya istirahat. Sementara aku kerumah Andrew." Sambil masih mengunyah makanannya.


Anjani menegakkan badannya setelah tadi bersandar di kursi. Satu kirinya menumpu pada meja. Sedangkan tangan kanannya menopang dagunya menghadap Bayu. Bayu yang merasa diperhatikan Anjani segera menghabiskan makanannya.


Bayu mengambil water goblet glass yang sudah terisi penuh dan meneguk air putih di dalamnya sampai habis. " Jangan terlalu lama menatapku, atau kau tidak akan pernah bisa berpaling dariku setelah ini. "


Anjani menyadarkan lamunannya, " Aku sedang memperhatikan tamu di seberang sana. " Anjani mencoba berbohong tapi hasilnya semakin membuatnya malu, karena di seberang sana adalah seorang kakek - kakek berambut putih yang tangannya gemetar memegang sendok.


" Kamu yakin?" Bayu menaikkan satu alisnya. Melihat wajah Anjani yang mulai gusar dengan pertanyaanya Bayu tersenyum penuh kemenangan.


" Anjani, aku mau menemui Papa mu. Sampaikan kepada Beliau, aku ingin bertemu. " Bayu kembali menggenggam tangan Anjani.


" Secepat ini? Kamu mau bertemu Papa. " Anjani tidak dapat menebak apa yang akan di bicarakan Bayu dengan Papanya.


" Ya memang kapan? Bulan syawal ? Sekalian saja potong kebo jangan tanggung - tanggung. " Anjani tertawa dan memukul pundak Bayu pelan. " Gila kamu. Memang mau khitanan. Haha.. "


" Kok khitanan sih. " Bayu ikut tertawa. Bayu memperhatikan Anjani yang tertawa lepas. Rindu di dadanya terobati melihat wanita itu.


Pesta telah usai, kedua keluarga menyepakati agar pernikahannya dipercepat karena Papa George dan Papa Anderson banyak kesibukan beberapa bulan ke depan. Seminggu lagi Andrew dan Rheia akan melangsungkan pernikahan di Bali.


Karena keluarga sudah berkumpul, mereka membantu Andrew dan Rheia untuk persiapan pernikahan sekaligus mengurus bisnisnya melalui internet.


Bayu mengantar Anjani sampai ke rumahnya. Dia yang di jemput sopir pribadi duduk disamping sopir sedangkan Mama Joice dan Anjani duduk dibelakang.


Sepanjang perjalanan mereka saling menceritakan kelucuan anak - anak asuh mereka, tak jarang Bayu yang duduk di depan ikut tertawa mendengarnya. Paman Jo hanya tersenyum melihat ramainya keluarga ini karena harus fokus mengemudi.

__ADS_1


Mama Joice ingin bertemu anak - anak itu dan sudah berjanji akan mengunjunginya bersama Anjani. Sebaliknya Anjani juga akan mengunjungi yayasan Mama Joice nanti ketika ada waktu.


" Ma, Bayu sudah bilang untuk bertemu Papa nya Anjani. " Bayu menoleh ke belakang. " Baguslah, lebih cepat lebih baik. " Mama Joice menatap Anjani yang duduk disampingnya.


Anjani yang malu karena bersamaan ditatap Bayu dan Mama Joice menundukkan kepalanya. Setelah membalas tatapan mereka satu per satu.


Mobil yang Bayu dan Anjani tumpangi berhenti di teras rumah Anjani. Anjani mempersilahkan Bayu dan Mamanya untuk mampir. Namun karena sudah lelah seharian mereka memutuskan untuk langsung pulang ke apartement.


" Terimakasih atas tumpangannya Tante, kapan - kapan Tante harus main kerumah Anjani. " Anjani sedikit memaksa. " Baiklah, Tante akan usahakan. " Mama Bayu memeluk Anjani sebelum mereka berpisah. " Hati - hati sayang. " Mama Bayu melepaskan pelukannya.


Bayu membuka pintu mobil, Anjani turun dari mobil. Sedikit kikuk bertatapan dengan Bayu. " Ehm, aku masuk dulu. " Anjani hendak berjalan kearah pintu rumahnya namun tangan Bayu meraihnya. " Sampai ketemu besok. " Anjani mengangguk dan masih berdiri di pintu.


Sebelum perjalanan menuju kerumah Bayu berpindah duduk disamping Mamanya. Mobil mulai melaju, Anjani melambaikan tangannya dan masuk kedalam rumah.


Bayu melirik ke arah Mamanya, " Terimakasih Ma. " Sudah menerima Anjani sebagai kekasihku. " Jangan sakiti Anjani, atau kamu akan berurusan dengan Mama. Papamu lelaki yang baik, Mama harap kamu juga bisa menjadi lelaki yang baik. "


" Bukan seperti itu, Mama ...." Bayu mengalungkan tangannya ke pundak Mamanya. " Oke, Bayu paham. " Mama Joice tersenyum.


Mobil yang mereka tumpangi telah sampai di apartement. Bayu dan Mama Joice naik ke apartement sedangkan Paman Jo memarkirkan mobilnya di valley. Setelah itu biasanya Paman Jo duduk di lobby dan menikmati kopi di situ khusus untuk para supir pribadi yang bekerja disitu. Serta tersedia mess khusus disitu.


Mama Joice masuk ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Bayu masih duduk di sofa menyalakan tivi yang berukuran besar serta speaker di kanan kirinya, mirip home theater.


Bayu tersenyum setelah satu pesan masuk di ponselnya, ternyata dari Anjani. " Maaf aku tidak membaca pesanmu sejak semalam. Tadi pagi aku tidak sempat untuk mengecek pesan. Kamu tahu kan, sibuk sekali tadi. "


Bayu membalas pesannya, " Oke. Tidak masalah. Aku mengerti. Lalu ? " Anjani belum sempat menjawab pesan dari Bayu.


Sejak masuk kedalam rumah Anjani langsung membersihkan make up nya dan mandi. Saat ia hendak mengeringkan rambutnya, ia membuka hand phone nya. Dan baru menyadari ada satu pesan dari Bayu sejak kemarin malam.

__ADS_1


Itu sebabnya Anjani segera membalas pesannya. Kali ini Anjani mencoba untuk mengabaikannya sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk mengetik ," Aku juga merindukanmu." Lalu Anjani menyentuh layar dimana tertera tulisan send.


Bayu senang sekali dengan pesan yang baru saja ia baca. " Benarkah ? " Bayu segera membalasnya. Anjani mengirim gambar hati. Bayu yang sudah tidak sabar langsung menelpon Anjani melalui video call.


Anjani langsung mematikan panggilan, karena dirinya hanya mengenakan bathroop. Anjani segera mengirim pesan," Aku baru selesai mandi, hanya mengenakan bathroop. Nanti kuberi tahu kalau aku sudah siap. "


Bayu tersenyum, " Oke, aku juga mau mandi dulu. Nanti kutelpon lagi. " Bayu segera masuk kedalam kamarnya untuk mandi.


Anjani meletakkan hand phone nya di meja riasnya dengan hati yang berbunga - bunga.


Lelaki aneh, setelah beberapa hari tidak ada kabar kemudian dia muncul begitu saja di hadapanku. Dan membawa Mamanya untuk dikenalkan denganku. Sungguh aku terharu sekaligus bingung. Gumam Anjani.


Bayu terlihat lebih segar keluar dari kamarnya menggunakan kaos polos berwarna hitam dan celana selutut berwarna senada untuk santai dirumah.


Mama Joice sedang sibuk di dapur menggoreng pisang untuk camilan menemani kopi. Mama Joice juga sudah membuat dua cangkir kopi untuknya dan Bayu.


" Hem, baunya wangi Ma. Pisang goreng buatan Mama memang enak. " Bayu masuk ke dapur dan menghirup wangi pisang goreng buatan Mamanya.


" Bayu bawa ke depan tivi ya Ma. " Bayu membawa nampan berisi sepiring pisang goreng dan dua cangkir kopi hitam.


" Terimakasih Nak. " Mama Joice merapikan peralatan dapur sebentar, kemudian bergabung bersama Bayu ke depan tivi.


Mama Joice mengambil tissue dan mengambil sebuah pisang goreng kemudian menggigitnya sedikit demi sedikit. Begitu pula dengan Bayu.


.....


Hai hai.. terimakasih untuk kesabarannya menunggu Mei Ren update ya..

__ADS_1


Jangan lupa like and komennya, supaya author lebih bersemangat melanjutkan kisahnya.


__ADS_2