Tentang Cinta Dan Samudra

Tentang Cinta Dan Samudra
Itu Cinta


__ADS_3

Bayu dan Anjani keluar dari gedung dan kini mereka ada di dalam mobil Bayu. " Kita mau kemana lagi? " Anjani menoleh, " Terserah kamu saja. " Anjani sendiri tidak tahu tempat yang cocok untuk mengajak Bayu. Setelah berpikir sejenak Anjani memutuskan.


" Mari kita ke pantai. " Anjani penuh semangat. " Kamu yakin? " Bayu mengernyitkan dahinya. " Iya, aku yakin. " Anjani tersenyum membuat Bayu tidak bisa menolaknya.


" Baiklah kalau itu mau mu." Setelah menempuh satu jam perjalanan akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di tepi pantai.


" Ayo turun." Bayu melepas sabuk pengaman. Anjani hanya diam tak bergeming. Bayu yang sudah membuka pintu akhirnya mengurungkan kembali niatnya.


" Tadi kamu minta ke pantai. Sekarang kita sudah sampai dan kamu hanya diam di sini. Kamu mau apa sebenarnya? " Bayu menatap Anjani.


" Kita tidak sebaiknya duduk disini saja? " Anjani enggan keluar dari mobil. Bayu menekan tombol di sekitar kemudinya. Atap mobil bergerak ke belakang, mobil Bayu sekarang terbuka bagian atapnya.


" Begini, kamu suka? " Anjani mengangguk. " Papa kamu sudah ada waktu untuk kutemui? " Anjani menggeleng pelan. " Papa belum bicara apapun, aku bahkan belum sempat bertemu Papa. Rasanya akhir - akhir ini Papa sangat sibuk sekali. "


" Anjani, bolehkah aku bertanya padamu? " Anjani yang tadinya menatap lurus ke depan hamparan pasir pantai kini menoleh ke arah Bayu.


" Apa? " Bayu memberanikan diri untuk bertanya, " Apakah kamu mencintaiku? " Deg, dada Anjani serasa tersentak. " Ehm. Aku tidak tahu ? "


" Entahlah, aku seperti ingin mendengar dari mulut mu sendiri. Kalau kamu mencintaiku. " Bayu menurunkan sandaran kursi mobilnya agar lebih santai. Kemudian Bayu menurunkan kursi Anjani.


" Aku tidak tahu. Tapi ketika dua hari kamu menghilang tidak ada kabar. Serasa ada yang hilang. Sesuatu yang aku rindukan. Tapi aku tidak tahu itu apa. " Anjani menatap langit - langit luas yang mulai gelap.


" Aku bisikkan ke kamu itu apa." Bayu mendekat ke telinga Anjani, " Cinta. Itu namanya cinta." Seperti aku yang mencintaimu." Bayu mencium bibir Anjani singkat. Lalu Bayu melihat ekspresi Anjani, pipinya memerah. Anjani terkejut saat Bayu tiba - tiba menciumnya.


Melihat ekspresi Anjani Bayu menyentuh dagu Anjani dan ******* lembut bibir Anjani yang berwarna merah. Anjani hanya diam tak membalas.

__ADS_1


Bayu melepaskan ciumannya. " I love you. " Anjani tersenyum tapi malu. " Aku selalu mengingat saat liburan di kapal pesiar. " Anjani mengalihkan topik lain.


" Yang kamu ingat tentang liburannya atau aku ? " Bayu menggenggam tangan Anjani dan menciumnya. Entahlah Bay, entah liburan yang indah bersamamu, entah itu dirimu. Gumam Anjani.


Mereka kembali mengingat liburan mereka dan beberapa teman yang waktu itu ikut berlibur bersama mereka. Mereka bercerita hingga mereka lupa waktu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.


Malam semakin larut, mobil Bayu tertutup kembali karena angin malam tidak baik untuk kesehatan. Bayu mengantar Anjani sampai depan pintu rumahnya.


Papa Reihan masih belum pulang. Anjani masuk kedalam rumah. Bayu melajukan mobilnya ke apartementnya.


" Baru pulang Bay? " Bayu baru saja menutup pintu apartementnya. " Iya, Ma. Bayu mau langsung mandi dulu. " Bayu masuk ke kamarnya.


Sore tadi Mama Joice terbangun karena sebuah panggilan dari yayasan. Setelah diangkat ternyata Mama Joice harus segera pulang lebih dulu karena ada administrasi yang harus di selesaikan.


Mama Joice ingin membicarakan ini dengan Bayu. Bayu keluar dari kamarnya setelah mandi. Dengan kaos tanpa lengan dan celana selutut.


" Sebentar Ma, kopinya belum siap. Mama bikin roti ya? " Bayu melihat cheese cake buatan Mamanya. Setelah mesin siap, Bayu meletakkan satu demi satu cangkir kopi.


" Iya, tadi Mama bosan. Mama meminta tolong Jo untuk membelikan beberapa bahan kue. Setelah lengkap, Mama coba buat dalam porsi kecil. Hanya untuk kita berdua Mama rasa cukup. Kalau kebanyakan, sayang nanti kalau akhirnya dibuang. " Mama Joice menyusul Bayu ke dapur.


" Sini Mama potong buat kamu. Atau di hangatkan dulu di microwave? " Mama Joice memotong bagian demi bagian cheese cake hingga ukurannya sama. " Bayu rasa tidak perlu dihangatkan lagi. Itu juga belum terlalu dingin. "


Bayu meletakkan kedua cangkir kopinya ke meja. Mama Joice hendak membawa kopinya, tapi Bayu segera kembali ke dapur dan membawa cheese cake dari tangan Mamanya. " Sini Ma, biar Bayu yang bawa."


" Bayu, tadi orang yayasan menelpon Mama. Katanya ada administrasi yang harus diurus. Mereka meminta Mama untuk segera pulang. Orang - orang yang ada di situ tidak dapat menyelesaikannya karena butuh tandatangan Mama. " Bayu meletakkan cheese cake diatas meja.

__ADS_1


" Mama serius? Kan masih ada beberapa hari lagi kita disini. Biar anak buah Bayu yang kesana. " Tanpa menyentuh kue maupun kopinya Bayu mengambil handphone nya di kamar.


Satu pesan masuk dari Anjani. Bayu mencoba menggesernya dan akan membacanya nanti. Bayu menelpon orang kepercayaannya untuk menyelesaikan masalah ini. Setelah Bayu menjelaskan panjang lebar. " Oke, Mr. Bayu. " Bayu menutup telponnya.


Bayu menutup telponnya dan melihat pesan dari Anjani. " Kamu sudah sampai di apartement kan? " Bayu tersenyum. " Sudah sayang. Aku sedang bicara dengan Mama. Nanti malam kutelepon ya ? " Tak lama Anjani membalas, " Oke. "


" Aku sudah bilang Ma, nanti orang ku yang akan mengurusnya. Mama tenang saja. " Bayu duduk disamping Mamanya. Meminum kopinya kemudian mengambil sepotong cheese cake.


" Enak Ma. " Bayu masih mengunyah kue nya. " Ya sudah kalau anak buah kamu bisa urus. Mama cuma khawatir dengan mereka. " Mama Joice menyesap kopinya.


" Oh iya Bay, Mama tadi sudah membeli beberapa kado untuk anak - anak besok. Mama juga sudah memesan catering. Kamu datanglah kesana besok. " Mama Joice mencicipi kue nya sendiri.


" Akan Bayu usahakan, tapi Bayu belum tahu waktunya. " Bayu sudah mengambil potongan ketiga. " Mama mau istirahat dulu. Besok banyak kegiatan. " Mama Joice menghabiskan kopinya lalu masuk ke kamarnya.


Bayu menelpon Anjani. Setelah beberapa saat Anjani mengangkat panggilan Bayu. " Malam sayang, kamu belum tidur? " Anjani terlihat mengantuk dengan matanya yang merah.


" Besok pagi aku ada acara dengan Mama. Aku sudah ngantuk. " Anjani menguap. " Baiklah kalau begitu, tidurlah. Selamat malam. " Anjani sempat membalas, " Malam. " Sebelum akhirnya mematikan handphone nya.


Bayu kembali ke kamarnya. Merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Membayangkan saat tadi dirinya mencium Anjani. Lalu terlelap dalam tidurnya.


Papa Reihan baru saja pulang dan langsung masuk ke kamar untuk membersihkan diri. Setelah mandi air hangat Papa Reihan mengetuk pintu kamar Anjani.


Sepertinya dia sudah tidur. Baiklah besok pagi aku akan berbicara padanya. Gumam Papa Reihan.


Rheia dan Andrew pulang kerumah masing - masing setelah padatnya acara seharian. Andrew masih duduk di depan laptopnya untuk memeriksa laporan kantor hari ini.

__ADS_1


.......


__ADS_2