
Pagi hari setelah sarapan Bayu mencoba menghubungi Mamanya. " Hallo. " Suara seorang perempuan yang tak lain adalah Mama Bayu bernama Joice Evardien de Falla, menjawab telpon setelah melihat di layar panggilan masuk My Son.
" Ma, ini Bayu. Pelayan bilang Mama sedang tidak enak badan. " Bayu memulai pembicaraan.
" Oh iya Nak, tapi hari ini Mama sudah segar seperti sedia kala. Mama cukup beristirahat dan minum vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh. " Mama Bayu adalah orang yang sangat menjaga kesehatannya. Tujuan utamanya adalah melihat Bayu di pelaminan.
" Bayu senang mendengarnya. Mama, ada yang ingin Bayu sampaikan. Bayu sudah menemukan wanita yang mengisi kekosongan hati Bayu. Bayu ingin memperkenalkannya kepada Mama. Apakah Mama bersedia mendampingi Bayu untuk menemui orangtuanya ? " Nada Bayu merendah memohon restu Mamanya.
" Siapa wanita yang sudah berhasil menempati hatimu, Nak? " Mama Joice penasaran.
" Namanya Raya Anjani, sahabat dari kekasih Andrew. Kami bertemu tiga bulan lalu di sebuah perjalanan berlibur di kapal pesiar. Aku akan mengirimkan fotonya kepada Mama nanti. Dia gadis yang baik. " Bayu hendak melanjutkan percakapan dengan Mamanya.
Namun salah seorang ada buahnya memberi isyarat untuk segera ke kantor karena hari itu ada meeting dengan klien penting.
Bayu menganggukan kepalanya tanda mengerti, " Ma, nanti Bayu akan menelpon Mama lagi. Ada meeting pagi ini. "
" Baiklah, Mama tunggu kabar darimu. Hati - hatilah Nak, do'a Mama selalu untukmu." Mamanya menutup telponnya. Matanya berkaca - kaca antara haru dan bahagia.
Akhirnya dia tidak akan kesepian lagi. Gumam Mama Bayu.
Bayu bergegas ke kantor. Di perjalanan Bayu sempatkan mengirim foto dirinya dan Anjani kepada Mamanya. Dilihatnya Mamanya belum melihat foto yang ia kirim. Segera ia menutup telponnya dan mulai konsentrasi dengan meeting yang akan ia pimpin.
Bayu mempelajari berkas - berkas yang telah disiapkan oleh sekretarisnya. Sesampainya di kantor Bayu menuju ruang meeting.
Di tempat lain Anjani menepati janjinya kepada Rheia untuk menemaninya ke butik yang sudah menjadi langganan Rheia.
Anjani mengambil beberapa gambar ketika Rheia mulai mencoba satu per satu gaun dari butik itu.
Tak lama kemudian, Anjani melihat Andrew masuk kedalam butik. " Rheia, itu Andrew sudah datang. "
__ADS_1
Andrew tersenyum lebar melihat Rheia yang begitu anggun. Pegawai butik segera mempersiapkan baju untuk Andrew.
Rheia memilih gaun batik modern dengan warna pink muda yang didesain cantik sesuai ukuran tubuh Rheia.
Dengan bawahan batik warna senada. Menambah kesan anggun untuk Rheia. Dengan tatanan rambut sanggul modern.
Andrew sendiri sudah memilih jas berwarna pink muda lengkap dengan celananya. Dengan kemeja berwarna putih dengan kancing terbuka bagian atasnya. Serta bunga di sebelah dada kirinya. Sepatu pantofel putih melekat di kedua kakinya.
Anjani mengabadikan moment mereka. Dan ketika melihat sepasang kekasih itu saling memuji dan wajah keduanya semakin mendekat satu sama lain.
Anjani berdiri dan hendak keluar, namun niatnya urung dilakukan ketika Rheia dan Andrew tertawa bersama. " Jangan kemana - mana Anjani. Aku sengaja ingin melihat ekspresi kamu tadi. Dan benar dugaanku, kamu langsung kabur he he he.. " Rheia sengaja usil kepada Anjani.
" Dasar kamu. " Anjani kembali duduk di sofa. " Sayang, aku ada meeting penting. Aku harus segera kembali ke kantor. Kamu pulang lah bersama Anjani." Andrew mengganti pakaian nya dan kembali ke kantor setelah berpamitan dengan Rheia dan Anjani disitu.
" Anjani, aku lapar. Ayo kita makan setelah ini. " Rheia melepas pernak - pernik pada sanggulnya. Rheia masuk ke ruang ganti dan melepas gaun yang telah dicoba dengan baju saat dia datang ke Butik tadi.
" Boleh yang ada nasi nya ga? Nasi goreng seafood. " Anjani yang sama laparnya dengan Rheia mencoba memilih menu yang ada nasi nya karena perutnya juga terasa lapar.
" Mau ke Chinesse Food ga? Masakannya enak. " Rheia meyakinkan Anjani.
" Bolehlah, ayo buruan. Perutku sudah mulai berdendang. " Anjani menarik tangan Rheia untuk masuk ke mobil.
" Hey, perasaan tadi aku duluan yang lapar. Tapi kenapa kamu yang lebih gesit mau makan. " Rheia menekan tombol membuka kunci mobil.
Anjani memasukan beberapa barang Rheia dan duduk di kursi depan samping kemudi. Rheia mulai menyalakan mobilnya menuju Chinesse Food favoritnya. Hari sudah mulai petang menjelang malam.
Bayu yang selesai meeting kembali menelpon ibunya. Karena tidak diangkat, Bayu mencoba menghubungi Anjani lewat video call.
Kali ini Bayu memastikan wajah Anjani muncul di layar. Baru Bayu memulai pembicaraan. Karena di panggilan sebelumnya Papa Anjani yang muncul di layar. Bayu memulai pembicaraannya " Kamu sedang dimana? "
__ADS_1
Anjani menggeser keatas tombol video. Setelah tertera nama Bayu. " Sedang makan. " Anjani memiringkan ponselnya kearah Rheia.
Rheia melambaikan tangannya, " Hai Bay, apa kabar ? Kamu datang kan di acara aku sama Andrew ? "
" Aku belum tahu Rheia, aku belum berani memastikan apapun. Kita lihat saja nanti. " Bayu tersenyum.
" Boleh. Kita lihat nanti kalau sampai kamu tidak datang. Aku tidak akan mengijinkan Andrew berteman denganmu. " Rheia mendengus pelan dan memalingkan ponsel Anjani kearah Anjani.
" Anjani, bantu aku bicara dengan sahabatmu. " Bayu memelas. " Anjani terkekeh melihat ekspresi Bayu. " Wah, aku tidak mau terlibat untuk masalah ini. Kamu harus berusaha menyelesaikan masalah kamu sendiri. "
" Ayolah Anjani. Eh sudah dulu ya, ada panggilan masuk. Bye.... " Anjani sempat menjawab, " Bye.. " sebelum Bayu mematikan panggilannya.
" Kenapa Mama menelepon sekarang? Kan Bayu bilang, nanti malam Bayu yang akan menghubungi Mama. Tapi Bayu tidak begitu sibuk sih. Bagaimana apa Mama sudah melihat foto yang Bayu kirimkan ? Menurut Mama? " Bayu sudah tidak sabar menunggu jawaban Mamanya.
" Mama sudah melihatnya. Mama harus mengenalnya lebih dekat. Lebih lama, mungkin beberapa hari. Baru Mama bisa memutuskan. "
Bayu menghela nafas. " Baiklah kalo itu kemauan Mama. Ikutlah bersamaku di pesta pertunangan Andrew. Aku akan memperkenalkannya kepada Mama. "
" Mama mungkin tidak bisa terlalu lama meninggalkan tempat ini. " Kata Mama Joice.
" Baiklah, aku setuju. Nanti anak buahku akan menjemput Mama. Mama siapkan saja barang - barang yang harus dibawa. Aku harus menyelesaikan pekerjaan kantorku. Sudah dulu ya Ma. " Meskipun belum mendapat kejelasan. Bayu sedikit lega karena Mamanya mau ikut serta dengannya.
Ini pertama kalinya bagi Bayu memperkenalkan wanita kepada Mama Joice. Sebelumnya Mama Joice mendengar dari teman - temannya kalau Bayu memiliki kekasih.
Tapi sepertinya perempuan itu meninggalkan Bayu dan menikah dengan laki - laki lain. Mama Joice sangat tahu perasaan putranya. Tapi Bayu sendiri juga pandai menyimpan perasaannya dia alihkan sakit hatinya dengan kesibukan pekerjaan. Bayu tidak ingin Mamanya sakit jika melihat Bayu terpuruk.
.....
Terimakasih buat vote dan komennya. Maaf lama baru update 🙏🏼.
__ADS_1