Tentang Cinta Dan Samudra

Tentang Cinta Dan Samudra
Bertemu Papa


__ADS_3

Kantor tempat dimana Papa Reihan bekerja terbilang cukup luas. Sebenarnya Papa Reihan mampu membeli rumah dengan ukuran lebih besar. Tapi rumah yang mewah dan luas hanya ada dia putrinya dan seorang pelayan serta supir rasanya akan terasa sepi. Maka dari itu Papa Reihan tetap tinggal di rumahnya yang selama ini dia tempati.


Seorang pemuda dengan tubuh tinggi tegap dan berpakaian rapi duduk di kursi tamu. Papa Reihan mendekat kearah pemuda itu, pemuda itu adalah Bayu.


Sekretarisnya sudah menyapa, " Selamat pagi Pak Reihan. " Papa Reihan mengangguk tangannya mengisyaratkan dia sudah tahu. Sekretaris itu diam dan duduk kembali.


Bayu yang sadar orang yang ditunggu sudah tiba beranjak berdiri dan menjabat tangan Papa Reihan. " Perkenalkan Pak Reihan, saya Bayu Samudera. " Papa Reihan tersenyum. " Ini rupanya pemuda yang ingin lebih mengenal dekat putriku Anjani. "


" Saya sudah mengosongkan beberapa jadwal. Agar kamu lebih leluasa bertemu denganku. Ayo, kita masuk ke ruanganku. " Mereka berdua berjalan beriringan masuk ke kantor Papa Reihan.


" Silahkan duduk. Kamu mau minum apa? " Papa Reihan menyambut tamunya dengan ramah. " Tidak usah repot - repot Pak Reihan. Saya sudah minum kopi pagi ini. " Papa Reihan duduk di sofa berseberangan dengan sofa Bayu dengan meja di tengah - tengah mereka.


" Baiklah kalau begitu. Apa yang ingin kamu utarakan dengan saya? Sampai kamu jauh - jauh datang kemari." Papa Reihan mulai berbicara dengan serius.


" Saya ingin melamar Anjani jika di ijinkan. Saya bertemu dengan putri Bapak sebelum keberangkatan ke kapal pesiar." Bayu menjelaskan dengan tenang selama di kapal pesiar bagaimana dia menjaga Anjani dan tentang perasaannya.


Papa Reihan tersenyum, " Cinta pertama seorang anak perempuan adalah ayahnya. Aku yang pertama kali menggendongnya. Aku lelaki pertama yang menjaganya, melimpahinya kasih sayang. Memberinya rasa aman dan perlindungan. Sampai disini kamu paham? " Belum sempat Bayu berbicara, Papa Reihan sudah melanjutkan kalimatnya.


" Bayu, Anjani adalah putriku satu - satunya. Aku hanya ingin melihat dia bahagia. Jika di perjalanan kalian nanti cintamu pudar. Jangan beritahu dia. Tapi kembalikan dia langsung kepadaku. Agar dia tidak terluka. " Cairan bening keluar dari sudut mata Papa Reihan. Papa Reihan mengambil sapu tangan dari sakunya. " Maaf aku terbawa suasana. "


" Saya mengerti Pak Reihan. Suatu hari aku juga akan menjadi seorang ayah. Aku bisa belajar itu dari mu. Karena aku belum sempat belajar banyak dari Papaku. Beliau sudah pergi menghadap Tuhan." Suara Bayu sedikit bergetar.


" Aku kemari bersama Mama. Minggu depan adalah acara pernikahan Andrew. Disana nanti aku ingin melamar Anjani. Rheia akan melempar bunga kearahku. Aku akan menangkapnya dan memberikannya kepada Anjani. " Ide Bayu cukup cemerlang menurut Papa Reihan.


" Baiklah, kamu atur saja. Bagaimana baiknya. " Papa Reihan tersenyum. " Apakah ini artinya lamaranku diterima? " Bayu girang, sorot matanya berbinar menunjukan dia bahagia.


" Belum, Anjani sendiri nanti yang akan memutuskan. Kalau dari saya, saya sudah setuju. Tapi keputusan mutlak tetap Anjani yang memutuskan. " Papa Reihan berdiri berjalan kearah Bayu menepuk pundak Bayu pelan.


" Baiklah, saya akan bersabar menunggu. " Bayu di ajak berkeliling sebentar di kantor Papa Reihan. Setelah hari menjelang siang Bayu mohon undur diri setelah sempat bicara tentang bisnis masing - masing.

__ADS_1


Anjani sudah mengirim pesan bahwa dirinya sudah siap untuk jalan - jalan. Bayu melajukan mobilnya kerumah Anjani.


Tadi selesai mandi, Anjani meminum segelas susu dan sepotong roti yang telah dioles mentega dan selai strawberry.


Sampai di depan rumah Bayu turun dari mobilnya untuk menemui Anjani yang sudah membuka pintunya.


" Selamat pagi sayang. " Bayu tersenyum dan melebarkan kedua tangannya. Anjani menahan kedua tangan Bayu. " Ayo, kita berangkat sekarang. "


" Ayo. " Bayu menggenggam tangan Anjani. Membukakan pintu dan mempersilahkan masuk Anjani layaknya tuan Putri. Bayu berjalan ke arah kemudi kemudian masuk kedalam mobilnya. Anjani segera memasang sabuk pengaman.


Bayu terus memperhatikan Anjani. Anjani yang salah tingkah segera menatap lurus ke depan. " Ayo kita jalan. "


" Memang kita mau kemana? " Bayu mulai menyalakan mobilnya. " Terserah. " Anjani belum ada ide. " Baiklah, kamu sudah makan ? " Bayu mulai menjalankan mobilnya.


" Sudah sarapan roti tadi. " Bayu memperhatikan Anjani, " Kalau begitu kita makan siang ? " Anjani menoleh ke arah Bayu. " Boleh, kamu mau makan dimana? "


" Kamu ikut saja, kamu pasti suka." Bayu memastikan ucapannya kemudian menatap lurus kedepan. Sesekali Anjani memperhatikan Bayu. Pagi ini dia rapi sekali. Wajahnya terlihat lebih bersih dari sebelumnya.


Bayu yang paham wanitanya sedang malu hanya tersenyum. " Bagaimana rasanya merindukanku? "


" Aku ? Tidak, aku tidak merindukanmu. " Anjani menyangkal. Tapi wajahnya tidak bisa berbohong, untuk ingin terus berlama - lama menatap Bayu.


" Baiklah kalau kamu tidak merindukanku. Aku akan menghilang hingga kamu benar - benar tahu bagaimana itu rindu. " Bayu tersenyum.


" Maksud kamu ? " Anjani mulai gusar. " Lalu aku akan datang lagi kepadamu tanpa kamu kenali. Bahwa itu aku. " Bayu bercanda.


" Jangan bercanda. " Anjani mulai ragu. " Kenapa? Kamu takut? Aku tinggal. " Anjani hanya diam. Tidak menjawab apa - apa. Cukup lama mereka saling diam. Di benak Anjani muncul kekhawatiran bagaimana jika nanti benar - benar terjadi. Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di sebuah gedung.


" Selamat siang Pak. " Seorang petugas valley menyapa Bayu dan memarkirkan mobil Bayu. Bayu mengisi formulir parkir mobil sejenak lalu masuk kedalam gedung.

__ADS_1


Bayu menggenggam tangan Anjani. " Ayo ikut aku. " Bayu masuk kedalam lift di ikuti Anjani. Bayu menekan tombol 20. " Kamu tidak akan macam - macam kan Bay? " Anjani sedikit ragu.


Bayu tersenyum, " Percayalah kepadaku. Kamu pasti suka. Jangan bilang kamu tidak tahu tempat ini? " Anjani menggeleng pelan. " Pantas saja kamu bilang seperti itu. "


Lift terbuka, mereka sudah sampai di lantai 20. Bayu mengajak Anjani di makan siang di rooftop dengan pemandangan pusat kota dan bisa melihat laut dari atas dimana mereka berdiri.


Mata Anjani terbuka lebar, " Wah, ini indah sekali pemandangannya. Bagaimana kamu bisa tahu tempat ini? " Bayu senang melihat Anjani berkeliling mengitari tempat ini. " Media sosial, aku melihat beberapa orang berfoto di tempat ini. Jadi aku mencobanya sekarang." Anjani masih tidak melepaskan senyumnya.


" Kamu mau kita duduk dimana? " Bayu menawarkan kepada Anjani untuk memilih tempat duduk. " Bagaimana kalau disana. " Anjani menunjuk salah satu sudut. Dengan pemandangan langsung ke arah laut. " Baiklah."


Bayu menarik kursi dan mempersilahkan Anjani duduk disana. Bayu duduk berhadapan dengan Anjani. Meja yang tidak terlalu besar memudahkan Bayu untuk menjangkau tangan Anjani.


Seorang pelayan laki - laki datang memberikan dua buah daftar menu makanan dan minuman. Anjani dan Bayu menerima masing - masing menu. Anjani masih membolak - balikan daftar menu.


Mahal sekali harga makanan disini. Mending di restaurant biasa. Gumam Anjani.


" Sayang, kamu mau makan apa?" Bayu membuka daftar menu. " Kamu sendiri, mau makan apa?" Anjani balik bertanya.


" Ehm, aku pesan satu Sirloin Steak Medium Rare. Kamu mau pesan apa? " Bayu mengembalikan daftar menu ke pelayan karena telah memilih makan siangnya. " Tenderloin steak welldone. Terimakasih." Pelayan mencatat pesanan Bayu dan Anjani setelah menerima daftar menu yang telah dikembalikan Anjani.


" Mau pesan minum mungkin? " Tanya pelayan itu. " Aku red wine. " Jawab Bayu singkat. " Aku lemon squash delight. " Baiklah. " Pelayan itu menyebutkan pesanan mereka dan pergi untuk menyiapkan makanan yang telah dipesan.


......


Hallo Readers, terimakasih sudah setia membaca novel tentang Cinta dan Samudera. Saya persilahkan untuk yang ingin gabung ke grup.


Dan bagi yang telah bergabung terimakasih atas support kalian .🙏🏼.


Jangan lupa vote, like, dan komen nya ya,,,

__ADS_1


Agar episode selanjutnya dapat segera di rilis.


Terimakasih.


__ADS_2