Tentang Cinta Dan Samudra

Tentang Cinta Dan Samudra
Boleh ?


__ADS_3

Seorang pria yang tak lain adalah Bayu menunggu di Lounge LA International Airport memesan kopi hitam dengan menambahkan sedikit gula favoritnya.


Dari arah pintu masuk seorang perempuan setengah baya mengenakan mantel bulu melepaskan kacamatanya.


Perempuan itu menepuk pundak Bayu. " Sudah lama menunggu Mama? ". Bayu mendongak ke atas, " Ehm, belum lama. Sekitar 45 menit yang lalu. " Bayu bangkit berdiri dan memeluk Mamanya. Bayu sedikit membungkuk karena tubuhnya yang tinggi harus menjangkau Mamanya yang tingginya 20cm dibawah Bayu. " I Miss You Mom. " Mama Joice mengusap - usap punggung Bayu, " I Miss You My Son. "


Mama Joice duduk berseberangan dengan Bayu. Sebuah meja ada di tengah mereka. Bayu melihat jam tangannya, " Kita masih punya waktu 45 menit untuk boarding. Mama mau memesan sesuatu? "


" Baiklah, Mama mau teh panas, juga cinnamon cake. " Bayu berdiri memesan untuk Mamanya. Hanya butuh waktu 5 menit, pesanan siap. Bayu segera membayar dan mengambil pesanan di meja kasir.


Bayu kembali duduk dan menaruh nampan dengan secangkir teh panas dan 2 buah cinnamon cake di atas nampan untuk diletakkan di meja tempat Mamanya duduk.


" Aku senang Mama datang. " Bayu menggosok - gosok kedua telapak tangannya karena bahagia.


Mama Joice tersenyum, " Mama mau melihat dia, Anjani. Gadis yang kamu pilih. " Bayu sangat bersemangat untuk mengenalkan Anjani secara langsung kepada Mama Joice.


" Mama akan menyukai kesederhanaan yang dia tampilkan. Tapi juga kecerdasan yang dia punya. Wanita tangguh yang memiliki sisi manja sebagai anak perempuan tunggal di keluarganya. Mamanya telah tiada. Namun Papanya sangat menyayanginya." Bayu menyesap kopinya.


" Aku tahu, bukankah kamu sudah memberikan proposal gadismu kepadaku. " Mama Joice mulai menyesap teh nya yang mulai hangat karena udara dingin. Setelah meletakkan teh, Mama Joice menikmati cake nya.


Beberapa hari yang lalu memang Bayu sempat mengirimkan email ke Mamanya biodata tentang Anjani.


Bayu mengangguk, " Sebenarnya kami belum berpacaran Ma, aku belum mengatakan apa - apa kepadanya. Tapi aku berharap dari sikapku selama ini, dia paham. Aku menyukainya. "


" Seorang perempuan lebih peka dengan perasaan laki - laki yang menaruh perhatian kepadanya. Mama yakin dia bisa merasakan itu. " Mama Joice berbicara dengan penuh perhatian kepada putranya.


" Ah, Mama sangat bisa menyenangkan hatiku." Bayu tertawa pelan. " Papamu dulu juga begitu, tidak mengungkapkan apa - apa. Tapi dari sikap dan perhatiannya, Mama tahu. Papamu menyukai Mama. Dan ketika dia sudah mantab dengan hatinya. Papamu melamar Mama. Mama diajak kerumah nenekmu di Hawai. Papamu sering bercerita tentang keindahan pulau itu. Mama sangat antusias untuk pergi kesana suatu hari. Papamu mengabulkan keinginan Mama. "

__ADS_1


" Oma mengijinkan Mama pergi ke Hawai bersama Papa? " Bayu penasaran. " Tentu saja. Karena saat pertunangan kami seluruh keluarga hadir. Disana nenekmu yang langsung minta izin ke Oma untuk membawa Mama beberapa hari di Hawai. Dan nenekmu berjanji akan menjaga Mama. "


"Oma sempat ragu, sampe akhirnya nenekmu memajukan tanggal pernikahan setelah pulang dari Hawai. Oma setuju, Opa sependapat dengan Oma." Mama Joice kembali menikmati cake nya yang kedua.


Bayu mengangguk tanda mengerti, " Baiklah, sekarang aku mengerti. "


" Mengerti apa? Mau mengikuti cara Papa dan Mama dulu? hehehe... " Mama Joice menggoda Bayu.


" Boleh tidak Ma? " Pertanyaan Bayu disambut senyum oleh Mama Joice.


" Kita lihat nanti, Mama belum bertemu dengannya. Mama masih belum bisa berbicara apa - apa. " Mama Joice menyesap teh nya. Setelah itu berdiri untuk ke toilet.


" Mama ke toilet sebentar, kamu tunggu disini. " Bayu memandang punggung Mama Joice sambil memikirkan sesuatu.


Sebenarnya Mama Joice tidak begitu ingin ke toilet, tapi hanya dengan cara ini Bayu tidak lagi bertanya sampai Mamanya menjawab " iya ".


Dari dulu dia tidak berubah selalu menunggu kata IYA dariku untuk melakukan sesuatu yang sangat dia inginkan. Gumam Mama Joice.


Di sisi lain Andrew sedang melihat hasil akhir dekor outdoor untuk acara pertunangannya dengan Rheia. Semua sesuai keinginan Rheia. Banyak bunga mawar berwarna pink senada dengan baju yang akan mereka pakai.


Andrew memvideokannya dan mengirimnya lewat pesan kepada Rheia. Rheia yang kala itu masih mandi, belum sempat membuka pesan dari Andrew.


Karena tidak sabar lagi, Andrew segera menelpon Rheia. Mendengar ponselnya berbunyi, Rheia segera keluar dari kamar mandi. Masih berbalut bathrobe, Rheia segera menggeser keatas ikon berwarna hijau di layar telepon. Setelah tahu Andrew yang menghubunginya.


" Yes, baby. " Rheia segera menjawab. " Sayang, coba buka video yang baru saja aku kirimkan " Pinta Andrew. " Oh oke, tadi aku sedang mandi jadi belum sempat melihatnya. Baiklah, matikan dulu panggilan ini. " Rheia hendak menyentuh tombol merah di layar.


Terdengar suara, " Tunggu dulu. " Rheia kembali menempelkan telepon ke telinganya," Ada lagi ?"

__ADS_1


Andrew tertawa, " Aku belum sempat bilang, aku merindukan mu. " Rheia tertawa kecil, " Aku juga merindukan mu. Muach. " Rheia segera menutup telponnya dengan menyentuh ikon merah di teleponnya.


Rheia membuka video yang Andrew kirimkan, lalu mengirim tanda hati ke Andrew melalui pesan. Andrew segera membukanya, dan membalasnya, " Love you. "


Rheia memilihkan gaun untuk Anjani di butik yang sama dengannya saat memesan gaun untuk pertunangannya.


Ada 4 orang perempuan yang akan mendampingi Rheia nanti selain Mamanya. Ada 3 sepupu Rheia yang ikut mendampinginya.


Di sisi lain Anjani melakukan rutinitas nya seperti biasa. Ke kampung kumuh dan membagikan cendera mata yang sempat ia beli. Tak lupa Anjani membeli untuk Bu Welas. Anjani melihat senyum tulus dan kebahagiaan mereka.


Anjani membolak balikkan ponselnya. Tapi akhirnya dia mencoba menghubungi Bayu terlebih dahulu dengan mengirimkan pesan. " Apa kamu sedang sibuk ? " Anjani melihat tanda sudah terkirim tapi belum dibaca.


Setelah beberapa menit belum ada jawaban, Anjani kembali mengirimkan pesan. " Maaf, kalau aku menganggumu. "


Dari raut wajah Anjani terselip rasa kecewa. Bu Welas datang dan membawakan secangkir teh hangat untuk Anjani, " Sabar Nak, ketika kesabaran kita di uji dan kita ikhlas. Maka kesabaranmu akan berbuah manis. "


" Maksud ibu ? " Anjani bingung dengan Bu Welas yang tiba - tiba tahu isi hatinya. Bu Welas memegang pundak Anjani dan berdiri berhadapan dengan Anjani. " Ibu sempat merasa ada rasa kecewa di dirimu. Makanya ibu bilang bersabarlah. "


" Ah, Bu Welas. " Anjani tersenyum dan memeluk Bu Welas.


Bayu dan Mama Joice sudah berada di dalam pesawat dan setengah perjalanan lagi mereka akan sampai di tempat transit setelah itu 4 jam di perjalanan selanjutnya baru sampai di tempat yang dituju.


Bayu mematikan ponselnya sehingga tidak tahu ada pesan masuk dari Anjani. Ada pramugara dan pramugari yang mendorong trolly untuk menyajikan makanan dan minuman bagi para penumpang di pesawat. Bayu menikmati hidangan di atas pesawat, bersama Mamanya.


........


Terimakasih untuk kesabarannya menunggu. Maaf belum bisa rutin nulis nya.

__ADS_1


__ADS_2