Tentang Cinta Dan Samudra

Tentang Cinta Dan Samudra
Demi Anjani


__ADS_3

Mama Joice mengambil tissue dan mengambil sebuah pisang goreng kemudian menggigitnya sedikit demi sedikit. Begitu pula dengan Bayu.


Meskipun tivi menyala, Bayu dan mamanya asyik mengobrol sendiri. " Jadi kapan, Mama mau ikut Anjani ke perkampungan anak - anak itu?"


Mama Joice berpikir sejenak, " Mungkin lusa. Kenapa, kamu mau ikut? " Bayu menyungging senyum. " Mama pastikan kapan, nanti info ke Bayu. Bayu ada kejutan untuk Anjani. "


" Boleh Mama tahu, apa itu? " Sebenarnya Bayu masih belum yakin dengan rencananya. Tapi Bayu juga ingin meminta pendapat mamanya juga.


" Bayu ingin mendirikan rumah belajar disitu. Bukan sekolah. Hanya rumah khusus untuk mereka yang mau belajar. Aku tidak mau Anjani kepanasan dan apabila musim hujan mereka harus menunggu musim itu berlalu hanya untuk kembali belajar. Bayu ingin sedikit berbagi dengan mereka. " Bayu menggenggam tangan Mamanya.


" Semoga Mama setuju dengan ideku ini. Dan kedepan perusahaaan akan memberikan beasiswa untuk anak - anak yang berprestasi sesuai bakatnya. " Mama Joice diam, matanya berkaca - kaca.


" Ini baru Bayu anakku. Aku bersyukur seorang Bayu yang dulu dingin dan angkuh. Kini dia punya keinginan untuk berbagi dengan sesamanya. Papa pasti bangga padamu. " Mama Joice memeluk Bayu.


" Anjani, Ma. Saat ini alasanku masih karena Anjani. Aku belum setulusnya ingin menolong mereka. Maafkan Bayu, Ma. Karena Bayu masih punya alasan untuk sebuah ketulusan. Biarlah Bayu belajar sampai nanti Bayu paham. Dan ketulusan itu muncul dengan sendirinya. " Mata Bayu ikut berkaca - kaca tapi Bayu tetap menahan airmata yang hendak turun.


Telepon Bayu yang diletakkan di atas meja bergetar. Satu panggilan video masuk dari Anjani. Bayu melepaskan pelukannya. Dan melihat nama Anjani di layar. " Anjani, Ma." Mamanya mengangguk, " Angkat saja. "


" Iya sayang. " Bayu menoleh kearah Mamanya setelah menarik beberapa helai tissue dari kotaknya. Anjani yang dipanggil sayang merasa ada yang berdesir di dadanya. Sampai - sampai dia hanya diam saja.


" Ini panggilan video lho, wajah kamu terlihat jelas ketika malu. " Bayu tertawa dan merebahkan badannya di sofa tepat disamping Mamanya. Sehingga di layar telepon terlihat Bayu menyandarkan kepalanya di samping kepala Mama Joice.

__ADS_1


" Eh Tante, saya pikir Tante sudah tidur karena tadi rasanya seperti Tante sudah lelah. " Anjani memperlihatkan giginya yang tersusun rapi dengan senyum manisnya.


" Belum sayang, sebentar lagi Mama akan tidur. Tadi Mama masih bicara dengan Bayu. Tapi entahlah sekarang tiba - tiba Mama sudah rindu tempat tidur. Kamu temani Bayu berbicara, jangan sampai dia nanti bicara sendiri. Hehe.. " Mama Joice mengacak- acak rambut Bayu sambil tertawa dan bangkit dari sofa.


" Mama serius mau istirahat ? " Bayu merapikan rambutnya. " Kenapa? Bukannya kamu lebih senang Mama tinggal agar lebih leluasa bicara berdua ? " Mama Joice beranjak masuk ke kamarnya.


" Mama masuk kamar. Memangnya kamu belum mengantuk? " Anjani menggeleng pelan. " Ya sudah aku temani kalau begitu. "


" Bayu. " Anjani seperti hendak berbicara serius. " Hem. " Bayu menjawab singkat. " Aku tadi sudah berbicara dengan Papa. Papa bertanya kapan kamu mau menemui Papa. Agar Papa bisa mengosongkan jadwalnya. "


Bayu mendudukkan badannya dan meraih cangkir kopi di depannya, " Kapan ya? " Bayu menyesap kopinya. " Nanti aku akan memberitahumu. "


" Baiklah kalau begitu. " Anjani mulai menguap dan kedua matanya mulai berair. " Meskipun kamu belum mau tidur. Mata kamu sudah lelah ingin segera terpejam. " Hati Bayu sebenarnya masih rindu, tapi dia juga tidak tega kalau harus melihat Anjani mengantuk sambil berbicara di telepon.


" Sweat dream, honey. " Bayu menunggu respon dari Anjani. " Thank you, and you too. " Anjani segera mengakhiri pembicaraan mereka. Anjani menggenggam telepon dengan kedua tangan dan mendekapnya dalam dada. Tawa bahagia tersungging dari bibir Anjani.


Layar kembali pada wallpaper teleponnya ketika panggilan dari Anjani ditutup. Bayu menghabiskan sisa kopi yang tinggal seperempat dari tempatnya. Pisang goreng buatan Mamanya juga sudah habis sebagai camilan saat minum kopi tadi.


Bayu meletakkan semua perkakas kotor di tempat cuci piring karena besok akan ada petugas yang setiap hari membersihkan apartementnya.


Bayu mematikan semua lampu ruangan baru setelahnya beranjak ke tempat tidur. Besok pagi dia harus bertemu dengan orang penting, jadi Bayu memutuskan untuk segera memejamkan matanya setelah sejenak membersihkan dirinya.

__ADS_1


Anjani sangat bahagia karena hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan untuknya. Meskipun dia senang Bayu memanggilnya sayang dan masih ingin berbicara lebih lama tapi rasa kantuk karena lelah seharian di acara pertunangan Rheia membuat Anjani ingin segera memejamkan matanya.


Anjani ke kamar mandi sebentar untuk mencuci mukanya dan sekaligus menggosok giginya. Kebiasaan Anjani sebelum tidur.


Pagi hari alarm Bayu berbunyi, Bayu membuka matanya dan mematikan alarm jam meja di samping tempat tidurnya. Bayu menyandarkan tubuhnya ke atas tempat tidur.


Setelah merasa dirinya sadar penuh. Bayu melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Dia mengoleskan foam di tepi wajahnya yang mulai ditumbuhi bulu halus sekitar kumis dagu dan jambangnya.


Perlahan - lahan Bayu mencukurnya. Setelah selesai Bayu membilas wajahnya dengan air dan melanjutkan mandi.


Mama Joice menyiapkan nasi goreng untuk sarapan Bayu. Dan setelah mendengar pintu kamar mandi di kamar Bayu terbuka dan terdengar gemericik air. Maka Mama Joice membuat secangkir kopi untuk Bayu. Suasana apartement masih sepi pagi itu sehingga dapat mendengar suara di dalam ruangan dengan jelas.


Mama Joice menelpon asisten pribadinya untuk menanyakan kabar anak - anak yayasannya. Setelah mendengar semuanya dalam keadaan sehat, Mama Joice lega mendengarnya.


Bayu nampak sudah rapi hendak ke kantor. Bayu melihat ke arah Mama Joice yang sedang menelpon lalu ke arah meja makan. Bayu duduk dan menyesap kopi. Mama Joice mengakhiri panggilannya.


" Makanlah Nak, Mama membuatkan nasi goreng kesukaanmu. Mama tadi menelpon yayasan, semua sehat. Mama tenang mendengarnya. " Mama Joice duduk di samping Bayu.


Bayu dengan lahap menyuap nasi goreng kesukaannya, nasi goreng dengan kacang polong dan wortel dipotong brunoise ( potongan dadu tapi kecil - kecil ) serta telur mata sapi serta bawang goreng di atasnya.


" Mama memang juara. " Bayu memuji Mamanya setelah suapan terakhir. Bayu meminum air putih setelah kemudian menghabiskan kopinya dalam sekejap. " Maaf Ma, Bayu harus segera berangkat. Da.. Mama.." Bayu mencium pipi mamanya sebelum berangkat kemudian segera keluar dari pintu.

__ADS_1


Hari ini Bayu ingin menemui Papa Reihan di kantor. Bayu sudah membuat janji temu saat masih di Amerika. Bayu telah sampai di kantor Papa Reihan dan sedang duduk di ruang tunggu tepat di depan kantor Papa Reihan.


Pagi itu seperti biasa Papa Reihan berangkat ke kantor. Saat menanyakan kepada pelayan bahwa Anjani belum bangun, Papa Reihan memutuskan untuk langsung berangkat ke kantor.


__ADS_2