Tentang Cinta Dan Samudra

Tentang Cinta Dan Samudra
Masakan Mama


__ADS_3

Seorang ibu berteriak memanggil anaknya, " Iya Makkk..." Anak di depan Bayu menyahut. Anak itu berlari ke arah ibunya. " Jaga adek mu. Emak mau masak sambil nyuci. " Anak itu membopong adek nya masuk kedalam rumah.


Semua yang ada disitu tertawa terbahak - bahak. Termasuk Bayu, dia melirik ke arah Anjani, " Lumayan juga sainganku, bocah sekecil itu sudah menaksirmu. "


Anjani menatap Bayu, " Bukan menaksir, dia masih membutuhkanku untuk membimbingnya dan takut kamu membawaku pergi dari mereka. Bagaimana nasib mereka nanti? Itu kecemasan mereka."


Bayu menangkup kedua pipi Anjani, " Iya aku tahu, bawel sekali. " Anjani melepas kedua tangan Bayu, lalu memperhatikan sekitarnya.


Di lihat nya semua orang yang ada di situ memperhatikan mereka berdua. Bu Welas segera tersadar, " Ayo anak - anak bantu ibu untuk mengemas makanannya. Agar mudah dibawa oleh pihak catering. "


Benar saja pihak catering makanan baru saja datang dan membawa barang - barang mereka kembali. Makanan yang masih sisa, Bu Welas letakkan di piring lain untuk dibawa anak - anak itu pulang ke rumahnya.


Hari mulai sore, Anjani, Bayu, dan Mama Joice pamit. Anak - anak terlihat begitu antusias mengantarkan mereka sampai ke mobil. Mama Joice memeluk Bu Welas, " Kapan - kapan main kesini lagi, Nyonya Joice. "


" Aku tidak tahu Bu Welas, apakah aku bisa meluangkan waktu kemari karena rasanya kegiatan disana juga padat. " Mama Joice menepuk pundak Bu Welas. " Bersabarlah menghadapi anak - anak itu. Kelak mereka akan mengingat itu dan datang kepadamu untuk rasa terimakasih atas kesabaranmu. "


" Aku bukan berharap itu, aku hanya berharap mereka membantu keluarga masing - masing untuk keluar dari lingkungan ini. Lalu menjadi generasi penerus membantu mereka yang masih disini. Dan begitu seterusnya. " Bu Welas melepaskan pelukannya.


"Terimakasih untuk makan siang istimewanya. " Bu Welas tersenyum saat Mama Joice masuk kedalam mobil. Mama Joice sempat mengangguk.


Anjani memeluk Bu Welas sebentar, " Non, ganteng lho. Baik lagi, sudah sikat saja. " Bu Welas mendorong bahu Anjani dengan bahunya.


" Apa sih Bu Welas? Memang gigi, pake disikat - sikat. Hehe.. " Anjani tertawa dan melambaikan tangannya. Bayu tersenyum, " Terimakasih Bu. " Kemudian Bayu masuk kedalam mobil. Bu Welas membalas senyum Bayu.


Bayu mengajak Anjani ke apartementnya, Mama Joice ingin memasak masakan untuk Anjani. Anjani membantu memotong sayur dan mengupas beberapa bumbu dapur.


Mama Joice mengajarkan kepada Anjani cara memotong sayuran untuk beberapa masakan. Anjani yang tadinya tidak begitu memperhatikan makanan, sekarang tahu ada cara - caranya.

__ADS_1


Bayu mandi dan memakai pakaian santai menyeduh kopi sambil menunggu makan malam siap. Hand phone Anjani bergetar, Bayu melirik hand phone Anjani di meja. Papa memanggil, Bayu memanggil Anjani untuk mengangkat telponnya.


Anjani menggeser ikon berwarna hijau di layar handphone nya, " Hallo Pa? ". Terdengar suara di ujung sana. " Anjani, Papa akan pulang terlambat. Sebaiknya kamu langsung tidur dan jangan tunggu Papa." Anjani menyahut, " Baik Pa. "


Papa Reihan menutup telponnya. Anjani meletakkan kembali handphone di meja. Dan hendak berdiri kembali ke dapur. Bayu menahan tangan Anjani, " Papamu bilang apa? " Anjani melepaskan tangan Bayu, " Tidak ada apa - apa. Sebaiknya aku segera membantu Mama mu disana. " Anjani berdiri dan berjalan menuju arah dapur.


" Nah, ini sudah siap. Kamu letakkan di meja makan. Hati - hati, masih panas. " Anjani menggunakan sarung tangan tahan panas kemudian membawa masakan yang telah siap ke meja makan.


" Hemh.. Harum.. Pasti lezat. " Bayu berdiri dari ruang tivi ke meja makan. Sayur capcay buatan Mama Joice menggoda selera, dari warnanya, aromanya. Anjani menata piring untuk bertiga. Gelas, sendok, dan garpu.


" Anjani, ini sudah matang. Kamu taruh disitu. " Cumi pedas sudah siap dan yang terakhir adalah tahu cabai garam. Setelah semua siap.


Mama Joice membuka celemek masaknya begitu pula Anjani. Anjani melipat keduanya dan meletakkan di pakaian kotor meskipun terlihat bersih.


Meja kotak dengan empat kursi menyisakan satu bangku kosong. Mama Joice sudah menyiapkan nasi yang diletakkan di mangkok besar.


Lalu menyendok beberapa sayur dan lauk. Mama Joice selanjutnya dan terakhir Anjani. Anjani hendak melayani Mama Joice tapi Mama Joice menolak.


Setelah semua mendapatkan porsi masing - masing, mereka menyuap bersama - sama. Anjani mengunyah pelan - pelan menikmati setiap gigitan masakan Mama Joice.


Bayu yang makan dengan lahap memperhatikan Anjani, " Bagaimana menurut kamu? " Anjani mengangguk - anggukan kepalanya. " Enak. Ini enak. " Mama Joice menyendokkan lagi sayuran ke piring Anjani. " Tambah sayurnya, ini. Mama senang kalau kamu suka dengan masakan Mama. "


Anjani menikmati setiap masakan Mama Joice. " Terimakasih Tante, sudah di ajarkan tata cara memasak hari ini. Saya senang sekali. " Mama Joice tersenyum karena masih mengunyah makanannya.


Bayu masih sibuk dengan makanannya dan menambah beberapa lauk ke piringnya. Bayu menatap Anjani dan meminum air putih di gelas di samping kanan atas piringnya.


Anjani yang merasa ada yang memperhatikannya melihat ke arah Bayu. Bayu tersenyum kemudian melanjutkan makannya.

__ADS_1


Anjani menggelengkan kepalanya pelan karena tidak paham maksud Bayu. Mama Joice yang memperhatikan mereka berdua segera menyelesaikan makanannya.


" Mama sudah kenyang, mau mandi dulu. Kalian lanjutkan saja ya? " Mama Joice beranjak dari kursinya menuju ke kamarnya.


Giliran Anjani meminum air putih dari gelas di depannya. Makanan Bayu sudah habis, Bayu berlama - lama memperhatikan Anjani yang salah tingkah.


" Apa ada yang salah denganku? " Anjani meletakkan gelas yang telah diminum. Air di dalam gelas tersisa setengah. Bayu menggeleng, " Tidak. Kenapa memangnya? " Anjani melanjutkan makannya yang tinggal sedikit lagi. " Kau terus saja memeperhatikanku, aku tidak nyaman. "


" Jadi mau mu bagaimana? " Bayu menggeser piring kotornya ke tepi untuk dijadikan satu dengan piring kotor Mamanya. Lalu lebih memfokuskan pandangan ke arah Anjani.


Anjani segera menyelesaikan makanannya. " Kamu yakin mau tahu mauku?" Anjani meletakkan sendok dan garpu di atas piringnya.


" Tentu saja. Katakanlah, apa itu? " Bayu mendengarkan dengan seksama. " Mauku adalah kamu bawa semua ini ke meja dapur. " Anjani berdiri dan membenahi piring kotor.


" Hanya itu? Ah ayo lah." Bayu masih bertahan di posisinya. " Iya, hanya itu. Sederhana kan? " Anjani mulai membawa piring kotor bekas makan ke dapur.


Bayu membawa piring dan mangkuk sisa sayur dan nasi. Anjani yang berjalan di depan Bayu secara tiba - tiba mundur kebelakang setelah meletakkan piring kotor di wastafel. Bayu yang membawa sisa sayur tertabrak Anjani.


Baju Anjani kotor, Bayu mendengus kasar. " Harusnya kamu melihat kebelakang tadi, sehingga tidak perlu ada kejadian baju mu kotor seperti itu. "


" Maaf, aku tidak tahu kamu sudah berdiri di belakangku. " Anjani mengibaskan - kibaskan bajunya yang tertuang sedikit sayur.


Bayu mengambil tissue dan hendak membersihkannya. Anjani segera menangkap tangan Bayu, " Aku bisa melakukannya sendiri. " Anjani mengambil tissue dari tangan Bayu dan mulai membersihkannya sendiri.


.........


Hallo Readers terimakasih atas kesabarannya menunggu Mei Ren up 🙏🏼

__ADS_1


__ADS_2