Tentang Cinta Dan Samudra

Tentang Cinta Dan Samudra
Foto Siapa


__ADS_3

Bayu mengambil tissue dan hendak membersihkannya. Anjani segera menangkap tangan Bayu, " Aku bisa melakukannya sendiri. " Anjani mengambil tissue dari tangan Bayu dan mulai membersihkannya sendiri.


Bayu mengambil kaos ketat miliknya dan memberikannya kepada Anjani. " Pakai ini, masukan saja pakaian kotor disitu. Besok setelah di laundry aku berikan kepadamu. "


Mama Joice sepertinya langsung beristirahat karena Bayu sudah mencoba mengetuk pintu dan membukanya ternyata sudah berbaring di kasur.


Karena tidak enak membangunkannya, Anjani menggunakan kamar Bayu untuk mengganti baju. Anjani masuk kedalam kamar mandi.


Shampoo, sabun cair aroma mint, foam untuk mencukur, alat cukur listrik, handuk tangan, handuk badan. Semua tertata rapi. Anjani segera mengganti bajunya dengan kaos Bayu. Kaos ketat Bayu pas ketika dipakai di badan Anjani. Tidak begitu besar namun juga tidak begitu kecil.


Anjani membuka pintu kamar mandi. Mengamati sejenak sekeliling kamar disitu. Di meja tempat Bayu meletakkan parfum dan sisirnya. Pandangannya berhenti pada sebuah foto. Ada foto seorang perempuan seumuran dirinya bersama Bayu. Wanita berambut pirang bermata abu - abu bertubuh tinggi berbadan langsing.


Lalu disampingnya ada foto dirinya dan Bayu saat liburan di kapal pesiar. Anjani hanya diam, *dia memajangnya disini. Tapi siapa wanita itu, terlihat akrab sekali dengan Bayu.


Apakah saudaranya? Tapi dia belum bercerita tentang kakak perempuan maupun adiknya. Bukankah dia anak lelaki satu - satunya. Atau sepupunya? Ah, apa hubungannya denganku? Kenapa aku harus mencampuri urusan mereka. Gumam Anjani*.


Bayu mengetuk pintu dari luar, " Anjani, apa kamu sudah selesai? " Anjani segera membuka pintu, " Sudah. " Lalu Anjani berjalan hendak ke sofa.


Bayu mendekapnya dari belakang. " Aku masih rindu. " Anjani hendak melepaskan pelukan Bayu. Bayu mendekapnya semakin erat membenamkan wajahnya di lekuk leher Anjani, " Sebentar saja. " Bisik Bayu. Aroma rambut Anjani yang wangi membuat Bayu betah berlama - lama disitu.


Anjani membiarkan Bayu sejenak kemudian memberanikan diri bertanya kepada Bayu, " Ada yang ingin kutanyakan kepadamu. "


" Tanyakan saja. " Anjani berbalik menghadap Bayu, " Apa kamu punya teman dekat wanita? " Bayu menautkan kedua alisnya mencoba mencerna pertanyaan Anjani, " Maksudmu?"


" Kamu lama hidup di negara bebas, pasti ada banyak teman dekat wanita di sekitarmu." Bayu menggandeng tangan Anjani berjalan ke sofa. Menatap Anjani lekat, " Kenapa kamu menanyakan ini? Apa ada keraguan di hatimu? "


" Tidak, aku hanya ingin tahu lebih banyak tentangmu seperti kamu yang ingin tahu lebih banyak tentangku. " Anjani menghindari tatapan Bayu.

__ADS_1


" Setiap hari rutinitasku hanya bekerja. Bisnisku sudah cukup menyita waktuku. Teman dekat wanita bisa dikatakan tidak ada. Karena aku hanya bertemu mereka sesekali di bar malam hari usai berjumpa dengan klien yang aku temui di bar itu cuma say hello. " Bayu menjelaskan.


" Oh di bar malam hari hanya say hello. " Anjani tertawa sinis. " Begini Anjani, aku tahu kamu tidak akan begitu saja percaya dengan kata - kataku. Jadi sebaiknya aku menelpon anak buahku." Bayu hendak mencari nama anak buahnya yang selalu mengikutinya kemanapun dia pergi. Bayu menggeser kebawah nama - nama di hand phone nya, setelah menemukan namanya Bayu hendak menyentuhnya.


Tapi tangan Anjani terlebih dahulu meraih handphone dari tangan Bayu. " Tidak perlu. Sudah malam, aku mau pulang. " Jam menunjukan pukul sembilan malam. Anjani berdiri dari sana, Bayu penasaran dengan sikap Anjani yang tiba - tiba menanyakan perempuan lain lalu berubah.


Bayu menghormati Papa Reihan, itu sebabnya Bayu menghantarkan Anjani pulang ke rumahnya. Di dalam mobil mereka saling diam. " Anjani, apa kamu marah? Sejak tadi kamu diam saja. "


Pertanyaan Bayu memecah keheningan diantara mereka. " Tidak, aku tidak marah. Aku tahu kamu terbiasa hidup di negara bebas. Mungkin ada beberapa hal yang menurutmu biasa saja. Tapi tidak bagiku. "


" Apa maksudmu? " Bayu menepikan mobilnya. " Baiklah, sekarang jelaskan padaku. " Anjani masih memikirkan tentang foto wanita itu. " Kalau kita ingin memulai hubungan baru, sebaiknya dari awal kita sudah saling jujur. Karena lebih menyakitkan apabila tahu ada yang disembunyikan tapi kenyataannya tidak mau berterus terang dari awal.


Bayu mulai penasaran dengan arah pembicaraan Anjani, " Sebenarnya apa yang ingin kamu tanyakan? " Bayu berusaha bersabar dengan sikap Anjani, membelai rambut Anjani.


" Apa kamu sudah menceritakan semuanya kepadaku? Kamu yakin tidak ada yang kamu lupakan lagi? " Anjani ingin mendengar penjelasan Bayu.


" Pesta Pernikahan Andrew dan Rheia sudah dekat, aku juga nanti harus kembali ke Miami. Besok ada yang ingin aku katakan kepadamu. Ini sudah malam kamu harus segera pulang. " Bayu menatap lurus ke depan. Dan mulai melajukan kembali mobilnya.


" Apa yang mau kamu katakan besok sebaiknya kamu katakan sekarang." Anjani membuang pandangannya kearah jendela mobil.


" Kamu kenapa sih sayang, benar - benar aku seperti ketahuan telah berselingkuh. " Bayu tertawa pelan. Masih bisa dia berpura - pura seperti itu. Gumam Anjani.


Setelah percakapan itu, kembali sepanjang perjalanan sunyi. Tidak ada obrolan atau canda diantara mereka berdua.


Mobil Bayu sampai di depan rumah Anjani. Anjani hendak segera turun dari mobil. Melepaskan sabuk pengaman kemudian membuka pintu mobil.


" Terimakasih, sudah malam, kamu segera pulang. Kasihan Mama kamu dirumah. " Anjani bergegas keluar dari mobil sebelum Bayu menahannya.

__ADS_1


Bayu yang masih berpikir ada apa dengan Anjani segera memutar balik mobilnya lalu menghilang dari pandangan Anjani.


Anjani yang menunggu mobil Bayu menghilang dari pandangannya segera masuk kedalam rumah. Anjani melihat rumah masih sepi. Anjani masuk kedalam kamarnya kemudian mandi dengan air hangat.


Sepanjang jalan Bayu terus berpikir ada apa dengan Anjani. Sehingga membuat dia berubah tiba - tiba. Bayu mencoba mencari tahu sendiri, tidak mungkin Bayu bertanya kepada Rheia sedangkan Rheia sedang sibuk mempersiapkan pernikahannya.


Bayu sampai di apartementnya. Mama Joice ternyata terbangun, " Anjani sudah pulang, Nak? " Bayu menutup pintu dan mengangguk, " Sudah Ma. "


Wajah Bayu yang tampak lesu membuat Mama Joice bertanya, " Kamu kenapa sayang? " Mama Joice mendekat kearah Bayu.


" Tidak apa - apa Ma. Bayu hanya lelah. Bayu ingin istirahat. Mama istirahat saja. Ini sudah malam. " Bayu mencium pelipis Mamanya lalu meninggalkannya di sofa.


Bayu masuk ke kamarnya membersihkan dirinya. Bayu menatap kaca di kamarnya, " Anjani, katakan padaku ada apa denganmu? Kenapa kamu tiba - tiba berubah dan marah seperti ini? "


Bayu membuang pandangannya, sekelebat foto Catherine tersapu pandangannya. Bayu menoleh ke arah foto Chaterine. " Ya Tuhan, jangan - jangan karena ini? " Bayu segera membuang foto itu ketempat sampah.


Bayu mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya. Bayu berusaha menelpon Anjani, sudah berkali - kali di telpon namun belum ada jawaban. Ayo angkat Anjani, angkat telponnya. Gumam Bayu.


Anjani yang masih belum ingin berbicara kepada Bayu untuk saat ini hanya mengamati layar handphone nya.


.........


Bayu dan Catherine



__ADS_1


Catherine


__ADS_2