
" Bagaimana menurutmu? Kamu suka tempat ini? " Bayu melemparkan pandangannya ke arah laut lepas. " Iya, bahkan ini pertama kali aku makan disini. " Harganya mahal sekali. Gumam Anjani.
" Ini tempat baru, untuk para sosialita atau para pecandu medsos aku rasa ini tempat yang tepat. " Bayu melepas kancing jas yang dia kenakan dan meletakkannya di belakang kursinya. Bayu menaikkan kedua lengan kemeja putihnya sampai ke siku.
Bayu sudah melepas dasinya sejak keluar dari kantor Papa Reihan. Dan melepas kancing di kerah kemejanya agar tidak begitu formal karena mereka akan jalan - jalan.
Pelayan datang dengan membawa dua steak pesanan mereka. Segelas red wine di hadapan Bayu serta segelas lemon squash delight di hadapan Anjani. Mereka menyantap makan siangnya.
Rheia dan Andrew yang sedang sibuk foto pre wedding sempat tertawa dengan permintaan Bayu agar Rheia memberikan bunga pernikahannya kepada Anjani tanpa melemparnya. Dan Bayu segera berlutut dan membuka kotak cincin untuk Anjani.
Rheia sudah menyetujui usul Bayu tapi tidak dengan Andrew. Andrew mau agar Rheia tetap melemparnya agar Bayu berusaha menangkapnya. Rheia mendorong pelan dada Andrew yang sedang memeluknya. " Jangan begitu, Bayu sahabatmu. Kenapa kamu jahil sekali dengannya? "
" Aku ingin Anjani melihat perjuangannya, hanya itu. Kamu tetap bantu dia dengan melempar bunga ke arahnya." Tutur Andrew. Selesai sesi pemotretan, Rheia dan Andrew memilih ballroom hotel berbintang lima untuk melangsungkan pesta pernikahannya.
Setelah deal dengan manager marketing dan manager resto. Mereka bermaksud untuk makan siang karena sejak tadi pagi Rheia maupun Andrew belum sempat sarapan karena acara pemotretan harus pagi - pagi sekali. Sang fotografer yang disewa Andrew adalah orang sibuk yang jadwalnya padat sekali karena fotografer terkenal.
" Sedang dimana Bay? Ayo kita makan siang bersama." Andrew menelpon Bayu untuk sekedar ngobrol sekaligus makan siang. " Aku sibuk, lain kali saja. " Bayu segera menutup telponnya.
Rheia mencoba menelpon Anjani, tapi nomor Anjani sedang tidak aktif. Akhirnya Rheia membuka media sosial untuk memilih tempat makan. Dan karena lokasi mereka saat ini di sekitar pusat kota. Rheia memilih resto yang sedang hits saat itu.
" Kita makan disini saja ya? " Rheia menunjukkan kepada Andrew lokasi tempat makan baru yang pemandangannya bagus.
Sampai disana Rheia memilih - milih meja yang pemandangannya bagus untuk melepaskan penatnya.
Hingga matanya tertuju pada dua sosok yang tidak asing bagi Rheia. Rheia mengambil foto mereka tanpa mereka berdua tahu.
Rheia memilih sudut lain untuk makan sebelum Andrew datang. Karena tadi Andrew izin ke toilet sebentar. Rheia sengaja menunggu Andrew di dekat pintu masuk agar Andrew tidak berkeliling mencari Rheia. Dan tidak mengganggu acara Bayu dan Anjani.
__ADS_1
Rheia sudah tidak dapat pergi darisana karena perutnya sudah lapar dan minta segera di isi. Setelah melihat Andrew datang, Rheia mendekat dan memilih tempat yang tidak terjangkau Bayu dan Anjani apabila mereka lewat ke pintu keluar.
Mama Joice memesan beberapa peralatan sekolah untuk besok diberikan kepada anak - anak di perkampungan kumuh yang Anjani ceritakan. Setelah selesai Mama Joice memesan makanan agar besok diantar kesana.
" Ah, selesai sudah semua. Semoga mereka suka. " Mama Joice merebahkan dirinya di sofa. Dan menekan remote tivi. Lama - kelamaan Mama Joice tertidur di sofa panjang.
Papa Reihan tersenyum dengan keberanian Bayu datang ke kantornya. Sepanjang meeting Papa Reihan terus memikirkan ide Bayu untuk melamar Anjani.
Dia gentle juga berani menghadapku untuk melamar putriku. Istriku sayang, putri kita sudah dewasa. Sebentar lagi dia juga akan meninggalkanku untuk hidup bersama pria pilihannya. Gumam Papa Reihan.
Tanpa sadar matanya berkaca - kaca. Papa Reihan mengerjapkan matanya agar airmatanya tidak jatuh. Kemudian kembali fokus pada meeting.
Anjani telah menyelesaikan makan siangnya, dia pergi ke toilet sebentar. Di toilet tidak sengaja Anjani bertemu Rheia.
" Rheia. " Anjani terkejut tapi senang sekali dan memeluk Rheia dari belakang yang sedang mencuci tangannya di wastafel.
" Kenapa kamu tidak bilang saja kalau mau kesini. Biar kita bisa duduk satu meja. " Anjani mencoba memberi ide kepada Rheia.
" Oh, menurutmu begitu? " Tanya Rheia. Anjani mengangguk. " Coba cek ponsel kamu. Aku tadi sudah berusaha untuk menghubungimu tapi nomer kamu tidak aktif. " Rheia menatap Anjani.
" Dan coba tanyakan kepada Bayu, apa jawabannya saat Andrew mengajaknya makan siang? " Anjani diam karena tidak tahu kalau Andrew menelpon Bayu, " Memang Bayu bilang apa ? "
" Sibuk. " Rheia melipat kedua tangannya di dadanya. Anjani tidak enak hati, " Aku sungguh tidak tahu kalau Andrew menelpon Bayu. " Anjani merasa bersalah.
Rheia sudah berusaha mencoba menahan tawanya karena sengaja ingin mengerjai Anjani tapi kali ini Rheia sudah tidak tahan lagi untuk tertawa dan tidak tega melihat wajah Anjani yang merasa bersalah.
" Haha.. Aku tidak apa - apa Anjani. Tenanglah. Aku bahkan sudah melihatmu sejak awal datang tadi. Aku tidak mau mengganggumu. Itu sebabnya aku memilih duduk di ujung agar Andrew tidak mengganggu kalian berdua. " Rheia memeluk Anjani.
__ADS_1
Anjani tersenyum lega, dan menghembuskan nafasnya " Hah, aku pikir kamu akan marah. Syukurlah. " Rheia melepaskan pelukannya, " Aku tidak marah Anjani, tapi aku tidak tahu bagaimana kalau Andrew tahu Bayu juga ada disini."
" Aku akan beritahu Bayu agar meminta maaf kepada Andrew. " Anjani meyakinkan Rheia. " Biarkan saja mereka. Kita tidak perlu ikut campur. Mereka sahabat lama, ini hal sepele Anjani. Andrew pasti mengerti. "
Setelah Anjani yakin dengan apa yang diucapkan Rheia. Setelah Rheia pergi dari sana Anjani melanjutkan niatnya untuk kencing.
Anjani kembali duduk di tempatnya, dan memeriksa telponnya. Ternyata ponsel Anjani lowbatt sehingga tidak dapat dihubungi. Ah, pantas saja Rheia tidak dapat menghubungiku. Hand phone ku lowbatt.
" Apa tadi Andrew menelponmu? " Bayu menjawab dengan santai, " Iya. Darimana kamu tahu? "
" Aku bertemu Rheia di toilet. Mereka juga sedang makan disini juga. Rheia bilang, Andrew sudah menelponmu. Dan kamu bilang kamu sedang sibuk. " Bayu melap mulutnya dengan napkin di pahanya. Kemudian meletakkan di samping hotplate nya.
" Kamu tidak usah cemas, aku tidak berbohong. Aku memang sedang sibuk bersamamu. Hehe,, " Bayu tertawa. " Baiklah kalau begitu. " Anjani menghabiskan minumannya.
" Aku ke toilet sebentar. " Bayu berdiri dan berjalan menuju toilet. Sepulang dari toilet Bayu sengaja mencari Rheia dan Andrew.
Setelah menemukan mereka dengan senyum lebar Bayu menyapa Andrew, " Hey, how is it gong Bro? "
Andrew yang hendak menyuap makanan ke mulutnya sejenak menghentikan niatnya karena Bayu muncul tiba - tiba. " Ini bukan kejutan kan? " Andrew menaikkan salah satu alisnya.
" Aku sedang sibuk merayu gadisku untuk segera menyusulmu. Doakan saja diriku. Oke? Hey Rheia, jaga Andrew baik - baik. Bukankah kalian sedang mempersiapkan pernikahan? Fokus saja disitu." Bayu menepuk pundak Andrew kemudian meninggalkan mereka berdua.
Dasar orang aneh. Gumam Andrew. " Sudahlah, biarkan saja mereka. Bukankah mereka jarang bertemu juga. Biarkan mereka saling mengakrabkan diri. " Rheia ikut menatap punggung Bayu.
....
Hallo Readers, terimakasih atas kesabarannya menunggu Up cerita Bayu dan Anjani.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, dan vote nya. Dan yang ingin seru - seruan di grup saya persilahkan, terimakasih 🙏🏼