
Hari pertama aku kerja sudah di sibukkan dengan berbagai macam pekerjaan, seperti sore ini semua karyawan di wajibkan untuk lembur mengingat ada kedatangan dua buah truk yang harus di isi dengan barang sembako atas permintaan dari luar kota.
Semua karyawan melakukan tugas masing-masing ada yang mengikuti Akong ke rumah untuk mengambil barang yang tidak berada di toko, aku dan lainnya bertugas mengeluarkan barang membawanya masuk ke dalam truk, berbekal daftar list yang menjadi pegangan tak ada satu karyawan pun yang boleh bersantai sampai Koko Ferdi juga ikut membantu.
satu jam berlalu dua buah mobil sudah terisi, tinggal menunggu barang yang belum datang di bawa oleh Akong saja, kami melanjutkan memasukkan barang yang seharian berada di luar menyusun kembali ke dalam toko dengan rapi, aku lanjut merapikan dan menyapu area kasir, setelah selesai kami semua bersiap untuk pulang, tak lupa aku mengambil tas tangan yang aku bawa pagi tadi, sebelum benar-benar melangkah keluar toko kami di cegat oleh cece.
" Kalian gak mau duit ya buat aku ajha nih " ucap nya sambil mengibas-ngibaskan uang tersebut seperti kipas
Kami semua mengurungkan niat untuk melangkah keluar toko, Cece berjalan sambil cekikikan melihat tingkah kami menghampiri dan mengitari kami satu persatu sambil membagikan selembar uang berwarna biru, ( kala itu lima puluh ribu masih terbilang berharga ya )
Hari ini aku senang di kala mendapatkan uang lemburan, yang artinya aku dapat uang tambahan buat beli bahan makanan untuk berapa hari ke depan, pukul tujuh toko sudah benar-benar tutup, kami semua bubar jalan meninggalkan toko menuju kediaman masing-masing, untuk masalah truk dan sebagian barang yang belum datang, kata Koko itu tugas karyawan yang ikut bersama Akong.
Aku berjalan menyusuri gelapnya malam yang di hiasi dengan lampu jalanan, sepanjang perjalanan tak henti-hentinya aku berucap syukur.
" Alhamdulillah dapat tambahan rezeki " gumamku
Aku berniat ingin membeli beberapa bungkus mie telur dan juga beras, aku mampir di salah satu warung yang kebetulan masih buka.
" permisi mau beli "
" iya beli apa nduk "
" saya mau beli mie empat bungkus telur enam butir sama beras dua kilo Bu "
__ADS_1
" mie empat telur enam beras dua kilo " ulangnya
" semua empat puluh ribu nduk "
" baik Bu "
Aku mengambil uang lima puluh ribu dari saku celana dan langsung ku berikan pada si ibu warung, ibu itu menyambut dan memberi kembalian dari sisa uang ku.
Ku lanjutkan perjalananku menuju kost sambil menenteng barang belanjaan, aku sengaja berjalan melalui jalan pintas untuk memangkas waktu agar dapat sampai lebih cepat, aku tidak melewati jalan alternatif karena akan memerlukan waktu sejam sampai ke kost nanti, tiba di kost dengan langkah berat aku menaiki anak tangga satu persatu, sungguh berat langkahku badan dan juga persendian terasa pegal dan remuk, aku menyimpan barang belanjaan di atas meja, kemudian aku membuka pintu kamar menggunakan kunci lalu menggambil handuk, gegas aku ke kamar mandi dan membersihkan diri yang terasa sudah sangat lengket.
Selesai membersihkan diri memakai piyama ku rebahkan diri di atas kasur busa yang berada di kamar ini, aku meregangkan otot-otot ku yang terasa kaku, dering ponsel tiba- tiba mengagetkan ku seharian ini aku tak pernah menyentuh ponselku itu walaupun hanya sekedar melihat jam, aku mencari keberadaan benda pipih tersebut, yang ternyata masih berada di tempat semula di dalam tas tanganku, aku merai tas tangan tersebut tergeletak begitu saja di lantai samping lemari, aku mengeluarkan ponselku memandang siapa yang berada di panggilan masuk, aku lantas menekan tombol hijau pada layar ponsel, terdengar dengan jelas suara yang sangat familiar dari sebrang sana.
" Dari mana ajha seharian gak ada kabar pesan gak di balas telp gak di angkat "
" ya " jawabnya
" Hari ini awal aku kerja gak mungkin dong aku main hp yang ada aku langsung di pecat "
" puji Tuhan kamu udah kerja ngomong Dong "
" barusan aku udah ngomong "
" ok kamu kerja di mana "
" aku kerja di toko sembako pasar seg*** " jawabku
" betewe kamu pasti capek kan dan belum makan, aku ajak ke restoran ya, buruan siap-siap aku otw"
__ADS_1
Aku bukan tak ingin bersiap tapi kan emang aku udah mandi dan kini udah berganti baju dengan yang bersih, aku menunggu kedatangan Andre sambil rebahan dan memainkan ponsel, pesan masuk seiring dengan bunyi klakson dari mobil Andre.
" Aku udah di bawah, cepat turun"
aku hanya membaca pesan darinya tanpa membalas pesan tersebut, lalu gegas aku melangkah menuju cermin, tepat berada di hadapan cermin terpampang jelas wajahku yang pucat, aku mengoleskan sedikit lipglos di bibirku agar terlihat sedikit fresh yang sedari tadi aku pegang, kemudian menyimpan kembali ke dalam kamar tak lupa aku mengunci kamar itu kembali. Aku melangkah ke arah tangga, sekilas aku melirik ke arah belanjaan yang aku bawa sepulang kerja tadi aku baru sadar aku tidak memiliki kompor gas atau pun ricecooker.
" nantilah aku cari solusi " gumamku Sabil berjalan menuruni anak tangga
Aku berjalan mendekat ke arah mobil, Andre yang sedari tadi berdiri di ambang pintu menungguku dengan keadaan pintu mobil dekat pengemudi sengaja ia buka, lalu menyuruhku untuk segera masuk, ia menutup kembali pintu mobil dan berjalan mengitari dari arah depan lalu masuk dan duduk di posisi mengemudi.
Kali ini ia membawaku ke salah satu tempat yang cukup ramai peminat menunya Rama di kantong dan terbilang enak, kali ini yang memesan makan itu semua Andre, makanan yang ia pesan tak tanggung-tanggung, selesai menyantap makanan aku dan Andre memutus untuk berkeliling kota S, ia menunjukan kediamannya tempat ia ibadah setiap hari Minggu dan juga menunjukan mesjid terbesar di kota S ini.
Tak ada pembahasan selama dalam perjalanan, sampai aku teringat sesuatu yang sedari tadi mengganjal di benakku, aku memberanikan di untuk memulai obrolan lebih tepatnya meminta pertolongan, kali ajha bisa di bantu hehehe.
" Hmmm Ndre kamu punya kompor gas gak ?"
" punya, emang napa ?
" boleh gak aku pinjam ? "
" boleh dong, selain kompor apa lagi ?
" buat nanak nasi juga klau ada "
" kita ke rumah ku dulu mau ambil kompor Sama ricecooker nya, gak usah keluar dari mobil " pesannya lalu berlalu meninggalkan ku yang berada di dalam mobil.
Sekitar tiga puluh menit berlalu, aku melihat kedatangan Andre dengan membawa dua buah dus yang berbentuk persegi panjang dan segi empat, bisa di pastika dua dus tersebut berisikan kompor dan juga ricecooker, iya membuka pintu belakang mobil memasukan semua barang yang barusan ia bawa, lalu kembali menghampiriku dan berkata.
__ADS_1
" bentar ya ku ambil tabung gasnya lagi " ucapnya