
Malam menjelang, usai makan malam gegas aku masuk ke kamar ku buka lebar pintu lemari, ku keluarkan sebagian isi dari lemari itu, ku tata dengan rapi kedalam tas berukuran sedang yang sudah kusiapkan dari siang tadi, tidak begitu besar tapi mampu menampung seluruh baju yang ku punya.
Tak lupa pula aku memasukan perlengkapan mandi dan beberapa alat make up yang aku beli berapa hari lalu, aku tak seperti gadis pada umumnya yang harus menggunakan make up keseharian ku cukup dengan menggunakan lip glos dan juga prodak alami buatan mama dari segenggam beras dan beberapa bahan alami lainnya.
Usai dengan rapi-merapikan barang yang akan ku bawa esok hari, ku rebahkan tubuh ini yang terasa penat di sisi ranjang sambil mengedarkan pandangan ke seluru penjuru kamar, tidak satupun luput dari pandangan di kamar ini lah suka duka ku lalui, terlalu banyak kenangan yang tersimpan, malam ini malam terakhir aku berada di tempat ini, dan untuk malam selanjutnya aku mungkin sudah berada di tempat lain lebih tepatnya di tempat perantauan.
Ku alihkan pandangan ke langit-langit kamar sambil sesekali tersenyum, jika saat ini ada yang melihat mungkin di benak mereka aku sudah g*la, tak berselang lama pandanganku mulai gelap dan ya berapa detik kemudian aku pun terlelap.
Hari ini aku sengaja bangun lebih pagi dari biasanya, agar bisa menyelesaikan pekerjaan rumah lebih cepat, dan juga bisa menyiapkan sarapan lebih awal. Selesai memasak ku sajikan menu sarapan pagi ini di atas meja, lalu aku mengambil sapu kemoceng serta spin mop yang sudah ku isi air tak lupa sedikit pewangi lantai, aku gegas melanjutkan pekerjaan dengan beberes rumah tanpa mengulur waktu sedikit pun, kini semua ruangan terlihat sudah rapih dan bersih kecuali kamar yang masih berpenghuni, aku mendaratkan BOK*Ng tepat di lantai tanpa menggunakan alas, untuk menetralkan kembali tenaga yang terkuras pagi ini, badanku terasa pegal, penat dan juga sedikit lengket.
Aku melirik sekilas jam yang bertengger indah di dinding ruangan ini waktu sudah menunjukan jam delapan pagi, rumah masih terlihat sepi seperti tak berpenghuni, tidak ada sedikit pun tanda-tanda dari para penghuni rumah untuk menunjukan gelagat dari mereka untuk sekedar bangun pagi, entah mereka sengaja bangun agak kesiangan atau aku yang bangunnya terlalu pagi.
Setelah melewati berapa kejadian dan juga drama perpisahan di pagi hari, kini aku berada di perjalanan mobil yang aku tumpangi saat ini akan membawaku ketempat Lala berada, sebenarnya penerbangan ke kota B itu di jadwalkan esok pagi, aku sengaja datang lebih awal dan memilih nginap di tempat ponakanku agar esok hari tidak terlalu terburu-buru, takut nantinya pesawat yang ku tumpangi akan meninggalkanku, ( kan sayang uangnya ) klau aku memaksakan berangkat dari rumah itu tidak mungkin, sebab perjalanan dari rumah ke bandara itu memakan waktu empat sampai lima jam, dan untuk travel di waktu subuh/dini hari itu tidak akan ada.
Tiba di tempat Lala mobil terparkir dengan mulus, terlihat dari dalam mobil Lala sudah menungguku dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya, di teras depan kost miliknya, ku buka pintu lalu aku keluar tak lupa ku tutup kembali pintu mobilnya, dan melangkahkan kaki ke arah ponakanku berdiri ia lalu menyambut tanganku untuk di Salim, ku biarkan barang ku di turunkan dari mobil oleh sopir travel itu lalu mengantarkannya ke teras kost ini.
" Dek tasnya Abang taronya sampai sini ajha ya dek "
__ADS_1
" Iya bang biar saya sendiri yang akan membawanya masuk kedalam, hmm ini ongkosnya ya bang terimakasih banyak " ucapku sekenannya, Abang travelnya menyambut pemberianku dengan penuh senyum dan anggukan lalu berlalu pergi dari hadapan kami.
Setelah kepergian sopir itu Lala mengajakku untuk segerah masuk ke dalam.
" Masuk Tan di luar sangat terik, tapi maaf ya Tan agak berantakan "
" Gapapa dek Tante kesini bukan mau mengomentari tempat tinggal kamu " jawabku sambil menenteng sebagian barang milikku
" Biar Lala bantu ya bawain barangnya sebagian " ia mengambil barang yang tersisa di teras dan membawanya masuk kedalam
" Iya makasih ya dek kamu udah banyak membantu " kataku sambil tersenyum hangat
" Tan barangnya aku simpan di ruang tamu ya klau mau istirahat di kamar ajha, aku juga udah banyak banget masak siang sekaligus sampai malam biar gak beli di luar , semoga Tante merasa nyaman dan gak sungkan selama berada di sini." Jelasnya panjang lebar
Ku angkat jempol kerahnya sambil berjalan cepat ke arah kamar mandi, aku ingin menuntaskan sesuatu yang sudah ku tahan sejak di perjalanan tadi.
Hari yang di tunggu pun tiba Lala juga ikut mengantarku ke bandara, padahal aku sudah melarangnya karena bertepatan dengan kuliah paginya, setelah berpamitan dengan Lala sewaktu di bandara tadi kini aku sudah berada di pesawat dengan ketinggian entah berapa ribu kaki aku gak tau yang jelas ketika aku menengok sekilas ke keluar jendela tak terlihat apapun selain awan putih yang sangat tebal.
__ADS_1
Dua jam empat puluh lima menit, kini pesawat yang ku tumpangi telah landing dengan sempurna di kota B, aku berjalan keluar mengikuti penumpang yang lain, sekaligus mengambil barang milikku yang kini masih proses dan menunggu di keluarkan dari bagasi pesawat, ini kali pertama aku menginjakkan kaki di kota ini, sambil menunggu barang aku mengeluarkan ponsel dari tas jinjing ku, ku hidupkan kembali setelah selama dua jam lebih ku matikan, kini ponsel itu telah aktif, ku tekan layar ponsel ku masuk ke aplikasi B lalu ku kirimkan satu pesan.
" Aku sudah berada di bandara kota B cepat katakan bagaimana caranya agar aku bisa sampai di kota S " ku klik tombol enter pesan pun terkirim
" Kamu gak bohong kan jangan becanda loh " jawabnya di pesan itu
Tak puas dengan jawabannya aku mengambil gambar yang tertulis bandara kota B lalu ku kirimkan ke padanya.
Tak berselang lama aku menerima sederet pesan darinya.
" astaga kok gak ngomong dari awal agar aku bisa menyiapkan segala sesuatu yang kamu butuhkan "
" Kamu sama siapa "
" kamu ke meja resepsionis yang tepat berada di depan pintu keluar bandara, bilang ke mas atau mbak nya klau kamu ingin ke kota S sekarang, jangan tumpangi mobil selain yang di berikan orang resepsionis itu." Jelasnya
Aku berjalan keluar ruang menuju pintu keluar mengikuti arahan yang ku baca di pesan barusan, benar saja apa yang dia katakan sekitar sepuluh meter dari pintu keluar terdapat meja resepsionis mini bus, sampai di depan meja resepsionis aku menanyakan keberangkatan menuju kota S, mbak-mbak itu tersenyum lalu mengetik sesuatu selama beberapa menit lalu memberiku selembar kecil tiket mini bus, aku melihat nominal yang tertera.
__ADS_1
" lomayan murah lah " gumam ku
Aku langsung mengambil dompet yang berada di dalam tas mengambil beberapa lembar uang berwarna biru lalu ku sodorkan ke arah resepsionis itu dan berlalu meninggalkannya yang masih setia memberikan respon baik di hadapanku.