
Tanpa berpamitan pada tantenya Andre langsung mematikan sambungan telepon dari tantenya tersebut, lalu meraih jemariku dan menggenggamnya dengan erat.
" Aku minta maaf atas perkataan Tante aku barusan ke kamu ya yang"
Aku hanya meresponnya dengan anggukkan kepala, sepanjang perjalanan tak satupun dari kami melanjutkan pembicaraan, hanya terdengar bisingnya suara kendaraan yang berlalu lalang, sampai tepat di pekarangan kostan aku mendaratkan bokongku di salah satu bangku di ikuti Andre yang ikut duduk, pandangan ku fokus ke Andre yang berada di hadapanku, sambil memikirkan kata-kata yang tepat untuk ku sampaikan ke Andre agar ia tidak merasa tersinggung nantinya.
" Hmmm Ndre gimana klau kamu pulang ajha dulu, bantuin mama kamu di toko kasian kan klau mama kamu ngurus semuanya sendiri, kamu kan tahu klau mama kamu lagi sakit kan, kamu gak kasihan lihat mama kamu udah tua trus kamu tinggalin kaya gitu "
Andre hanya diam membisu saat aku mencoba untuk memberi saran, mengingat waktu itu ibu dan juga tantenya memintaku untuk membujuknya agar kembali pulang, melihat sikapnya datar seperti ini aku tidak bisa berbuat banyak, untuk mengalihkan pembicaraan ku keluarkan dua bungkus nasi goreng yang kami beli di kedai dekat pasar malam barusan, sebungkus ku letakkan di hadapannya berharap nasi goreng itu segera di santap nya, aku pun membuka bungkus nasi goreng milikku dan menikmati suapan demi suapan sambil melirik nasi goreng milik Andre yang belum di sentuh oleh pemiliknya, aku beralih melirik sekilas ke arah Andre yang juga sedang menatapku intens aku tidak mengerti arti tatapannya itu, aku hanya cuek dan melanjutkan makan yang sebentar lagi akan selesai, hingga akhirnya Andre bersuara.
" Kamu harus ingat baik-baik ya yang kata-kata ku, aku gak akan pernah balik ke rumah itu dengan alasan apapun, klau pun aku nantinya balik ada sesuatu yang harus aku ambil dan bawa keluar dari rumah itu, aku tahu mereka hanya mengada-ngada, aku tahu sifat dan sikap mereka seperti apa, dan alasan yang mereka berikan itu hanya bualan ajha, dan satu lagi klau kamu yang pergi aku bakal menggunakan nar**** atau barang har*m lainnya, aku gak ngancam tapi itu cara satu-satunya buat menjaga kewarasanku nanti.
__ADS_1
Aku sangat kaget mendengar penuturan Andre, sungguh bukan itu jawaban yang aku inginkan, se cinta itukah Andre ke aku atau dia hanya ingin membuat aku terbang ke awan dengan kata-katanya, entah aku harus senang atau tidak, di sisi lain aku kasihan dengan ibunya yang hanya tinggal sendiri.
_______
Ku jalani hariku penuh dengan kewaspadaan, bukan aku takut untuk bertemu dengan mereka, aku tidak mau terlibat dengan masalah apapun aku hanya ingin hidup dengan damai tanpa ada sedikitpun masalah.
Sampai akhirnya Andre memutuskan untuk kembali ke kediaman ibunya, iya mengatakan kepadaku untuk pulang tapi hanya beberapa hari saja, entah apa yang ia lakukan di sana sampai detik ini tak memberi kabar sedikit pun, terasa ada yang hilang tapi aku bersyukur ia mau kembali setidaknya bisa mengurangi sedikit masalah yang ada, sudah seminggu Andre kembali ke kediamannya tiba-tiba aku mendapatkan pesan singkat dari si pemilik kost ia mengatakan klau aku dapat kiriman sepeda, entah siapa orang yang baik hati mau memberikan barang secara cuma-cuma di saat segala sesuatu harus menggunakan uang dan orang itu rela merugi.
" Assalamualaikum Bu, "
" wa alaikum salam, owh iya nak sepedanya ada bapak simpan di bawah tangga "
__ADS_1
Tanpa bertanya terlebih dahulu ibu kost langsung memberi tahukan ku, tak ingin berlama-lama lagi aku pun berjalan menuju arah yang di tunjukan oleh ibu kost barusan, aku cukup kaget melihat sepeda itu, sepeda gunung yang mereknya cukup lomayan menguras kantong yang sekarang berada di hadapanku, hanya dengan melihat ikatan pita dan tulisan di lembaran kertas aku sudah mengetahui siapa pengirim sepeda ini selain dia mana ada orang yang mau memberikan barang secara gratis.
Saat malam tiba segala rutinitas sudah ku selesaikan tak lupa pula dengan makan malam, aku rebahkan bobot tubuhku di kasur lantai sambil memainkan ponselku meluncur di aplikasi Inst****, ada beberapa foto yang di ambil Minggu lalu dan bulan kemaren, ku pandang dengan lekat, terukir jelas senyuman yang menghiasi di wajah seolah tanpa adanya beban sedikitpun, ku hapus air mata yang entah kapan ia membasahi pipi bukan hal mudah untuk meyakinkan orang tua dan juga keluarga Andre, kesalahan yang mengarah ke aku saat ini bermula dari perbuatan Andre dan juga sang mantan yang mengakibatkan aku sebagai sasaran, Andre pernah mengatakan sewaktu ia masih bersama mantan pacarnya ia pernah memberikan sebuah kalung emas menggunakan uang sang ibu, tidak sampai di situ apa pun yang di inginkan sang mantan Andre selalu mewujudkannya, ibu dan juga keluarga terutama sang Tantenya berfikir aku lah yang telah memeras Andre, tanpa mencari tahu kebenaran yang sesungguhnya mereka selalu menuduh klau aku penyebab dari semua masalah yang terjadi, sungguh aku di sini hanya sebagai korban dari perbuatan pacarku dan juga mantannya tapi aku yang harus menanggung semua, tak ingin berlama-lama di inst***** aku beralih ke aplikasi game online dan memainkannya, baru ingin memainkan game ku tiba-tiba ponselku berdering, aku tak langsung mengangkat panggilan tersebut ku biarkan berakhir dengan sendirinya, aku memang kangen dengan sosok si penelpon tapi aku tak berniat menerima panggilan telepon darinya, tak berselang lama satu pesan masuk kembali di ponselku.
" Yang kamu udah pulang kerja atau belum, klau udah kamu dah lihat kan hadiah dari aku ? Aku kasih kamu sepeda gunung biar weekend nanti kamu bisa pakai sepeda buat olahraga sore, maaf ya yang aku gak bisa chat atau telpon kamu setiap saat, hp aku di sita sama Koko ku, ini pakai hp yang aku sembunyikan dari mereka syukur ajha aku masih sempat ambil kartunya sebelum di sita" ungkapnya melalui pesan
" Pantas saja sudah seminggu ini dia gak pernah ngasih kabar ternyata hp miliknya sedang di sita " monolog ku
Aku menatap layar ponsel, tanpa berniat membalas pesan darinya, entah apa yang terjadi denganku berapa menit yang lalu aku sangat merindukan sosoknya yang selalu buat aku tersenyum, berbeda dengan saat ini kala mendapatkan telpon dan juga pesan darinya malah terkesan aku sangat dingin dalam meresponnya sungguh sikap yang sangat aneh, tiba-tiba pesan ke dua masuk lagi.
" Masih di tempat kerja ya yang ko gak di balas pesanku, maaf ya yang aku banyak buat salah, kamu yang sabar ya bentar lagi aku balik"
__ADS_1
Aku tidak mengerti dengan pesan yang terakhir itu, balik yang ia maksud balik kemana bukannya dia sudah balik ke tempat ibunya ?