
Jam sebelas siang aku sudah meninggalkan kamar kost ku, aku berjalan kaki menuju mall yang tak jauh dari kediamanku, sebelum pergi aku sudah berpamitan terlebih dahulu kepada ibu kost tak lupa aku meminta Do'a darinya agar di berikan kelancaran dalam segala urusanku.
Hari ini sepertinya cuaca cukup mendukung, tidak begitu terik seperti hari-hari sebelumnya, sampai tiba di pelataran mall aku menengadahkan wajah ke atas, terlihat gedung di hadapanku ini menjulang tinggi, sebelum melangkah masuk aku mengucapkan. " Bismillahirrahmanirrahim" lalu melangkahkan kakiku masuk ke dalam mall.
Aku berjalan memasuki ke salah satu departemen store ( Mata\*\*\*\* ) menanyakan kepada karyawan tentang ruangan HRD.
" Permisi mba ruangan HRD sebelah mana ya " tanyaku
" naik ajha ke lantai atas tepatnya di lantai tiga kak klau ketemu sama karyawan bisa tanyakan lagi sama mereka "
" Okay makasih ya mba "
Kembali ku lanjutkan langkahku menaiki eskalator menuju lantai tiga, sampai pada lantai yang aku tuju, aku kembali menghampiri SPG lalu bertanya kepadanya.
" Permisi mba ruang HRD sebelah mana ya "
" mau ngasih lamaran kerja ya " tanyanya dengan ramah
" iya mba "
" sini ikut saya, saya antar keruangan HRD "
Aku mengikuti karyawati itu, dia terlihat begitu ramah kepada semua orang, selalu tersenyum ketika berpapasan dengan orang lain, entah itu sesama karyawan atau pun kepada pengunjung. langkah kami terhenti ketika berada di depan salah satu ruangan yang tertutup rapat, sampai di depan pintu sebelum memasuki ruangan ia mengetuknya terlebih dahulu, terdengar sahutan dari arah dalam ruangan mempersilahkan kami untuk masuk.
" Masuk " Gadis itu langsung membuka pintu ketika mendapat perintah dan masuk selangkah ke dalam ruangan sambil tersenyum ramah.
" Siang Bu maaf ganggu " Sapa si gadis pada wanita yang duduk di kursi kebesaran.
__ADS_1
" ya siang " jawabnya singkat.
" Bu ada yang mau ngelamar "
" okay kamu boleh pergi "
" maaf ya kak saya cuman bisa ngantar sampai sini " ucapnya lalu meninggalkan ruang HRD tersebut.
Sepeninggalan gadis itu aku memberanikan di masuk kedalam ruangan lalu menghampiri meja kerja HRD jujur saja aku sedikit ada rasa canggung, sebab sedari tadi orang yang berada di hadapanku ini terus memperhatikanku. Sambil tersenyum sang HRD mempersilahkan aku untuk duduk di kursi yang sudah tersedia di depan meja kerjanya.
" Silahkan duduk " pintanya
" terimakasih Bu " ucapku lalu mendaratkan bok*ng ku di kursi tersebut.
" apa tujuan kamu ke sini ? "
" mau melamar kerja jadi salah satu karyawan disini jika ibu berkenan untuk menerima saya"
" boleh saya lihat lamaran kerja kamu terlebih dahulu ?
" Besok kamu udah bisa mulai kerja, ada beberapa peraturan yang harus kamu patuhi, untuk riasan wajah saya tidak mengharuskan kamu untuk menggunakan bedak dengan merek tertentu, kamu bisa menggunakan merek apa saja yang sesuai dengan Kulik wajah kamu, aisedo kamu harus menggunakan warna coklat, blush-on pakai yang warna pink ya, karena kamu masih baru dan belum mendapatkan counter, maka besok kamu datang menggunakan kemeja rok selutut berwarna hitam, stoking warna coklat, tidak boleh menggunakan aksesoris selain jam, untuk rambut bisa menggunakan sirkam warna hitam atau Cepol, ingat tidak boleh memakai warna yang mencolok dan untuk sepatu kamu harus menggunakan seperti punya saya tidak harus tinggi banget intinya mempunyai hak sepatu, Ucapnya menjelaskan secara detail.
" Baik Bu "
" kamu sudah mengerti ?? Atau ada yang perlu kamu tanyakan lagi ??" tanyanya untuk memastikan.
" tidak Bu saya sudah mengerti "
" owh ya saya hampir lupa, besok kamu datang sebelum jam delapan ya karena harus beberes counter terlebih dahulu, tapi sebelum itu kamu ke ruangan saya, saya akan memberikan kamu pin dan juga akan menunjukan di mana letak counter kamu "
" siap Bu "
__ADS_1
" okay kamu bisa pulang sekarang dan selamat bergabung "
" Terimakasih banyak Bu " aku menjabat tangannya lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Aku berjalan menuju pelataran mall, tadinya yang ku pikir awalnya hanya mengantarkan lamaran ternyata berakhir interview dan langsung ketrima kerja, woo di hati aku bersorak senang bahagia, yang tadinya cemas akan ditolak berganti dengan senyum bahagia.
" Alhamdulillah ketrima, bismillah dengan segala sesuatu yang akan terjadi kedepannya " gumamku di hati
Ku Lanjutkan langkahku menuju bahu jalan tepat berada di lampu lalu lintas aku berhenti sejenak, sambil menunggu lampu pejalan kaki berubah warna menjadi hijau, aku tak sabar ingin segerah sampai ke kostan dan menyampaikan kabar ini ke Andre, setelah lampu pejalan kaki berwarna hijau aku melangkah ke seberang jalan, mengambil langkah lebar menyusuri jalanan yang setiap waktunya ramai entah kapan tempat ini akan terhindar dari kemacetan.
Sebelum sampai di kost aku mampir di warung gado-gado Madura milik salah satu warga sekita kostan ( aku lebih suka gado-gado yang di buat orang Madura udah paling enak gak menye-menye ), hari sudah semakin siang cacing di perut menuntut untuk segera di isi, mau tak mau aku harus mengisinya kebetulan juga aku ketrima kerja gapapa lah sesekali menyenangkan diri sendiri walau tak dengan barang atau makanan mahal intinya hati senang.
Tak tanggung-tanggung aku membeli dua porsi sekaligus ngeri juga ya, aku minta di bungkus ajha klau makan di tempat pasti akan membeli minuman pendamping ke timbang buang duit mending buat sendiri toh di kost juga punya pikirku.
Aku menapaki jalan dekat kostku dengan berlahan, daerah tempat aku ngekost ini agak berbukit terjal, untuk sampai ke depan kost harus mendaki bukit dulu, emang sudah beraspal untuk pengguna motor udah sangat nyaman tapi tidak dengan pejalan kaki ngos-ngosan dulu di tambah lagi naik tangga sebelum sampai ke kamar.
Sebelum naik ke lantai dua, aku mampir sebentar di tempat ibu, ingin memberi tahu klau aku ketrima kerja dan besok sudah mulai kerja.
" Buuuuuuu "
" iya nduk ada apa ? "
" Bu aku ketrima kerja, besok udah mulai " kataku antusias
" syukurlah nduk, ibu ikut senang dengarnya, jadi kamu juga gak terlalu pagi berangkat kerja udah pasti seminggu sekali ada liburnya"
__ADS_1
" iya Bu, makasih banyak ya Bu, aku naik dulu mau istirahat " ucapku lalu meninggalkan rumah ibu kost yang berada di lantai bawah.
" iya nduk sama-sama " ucapnya walaupun posisiku berada di tangan tetapi masih terdengar dengan jelas apa yang di ucapkan ibu kost barusan.