
Mobil yang di kemudikan Andre sudah memasuki pelataran gereja, terlihat para jema'at berbondong-bondong memasuki gereja, setelah mendapat tempat Andre memarkirkan mobil dengan sempurna, kami berdua gegas ke luar dari mobil mengayunkan langkah menuju ruang di mana para jema'at akan melaksanakan ibadah, Andre mengambil langkah lebar dengan tergesa-gesa aku sedikit berlari untuk menyamakan langkah kami, sebelum memasuki ruangan Andre berhenti di ambang pintu mengambil sedikit air suci yang berada di sana, lalu melanjutkan kembali langkahnya masuk ke dalam ruangan mendekati bangku yang terlihat masih kosong, ia mengulurkan tangan ke arahku untuk aku raih, aku baru pertama kali memasuki gereja dan aku hanya mengikuti arah langkahnya saja tanpa sedikitpun bertanya aku pun ikut duduk di sampingnya.
Ibadah berlangsung dengan lancar tanpa hambatan, semua yang di lakukan Andre selama beribadah tidak luput dari pengamatanku, semasih di perjalanan tadi ia memintaku untuk memperhatikan apa saja yang akan iya lakukan saat beribadah, aku tak menolak atau mengiyakan permintaannya, jujur saja bukan hal mudah bagi aku untuk masuk dan menerima, selama ini aku cukup menghargai kepercayaan orang lain tanpa harus menghakimi, selama ibadah berlangsung tak henti-henti aku memohon untuk di kuatkan lagi iman ku, aku takut goyah.
" Ya Allah kuatkan lah iman hamba ampunilah hamba ya Allah " do'a ku dalam hati
Tepat pukul sembilan malam kami berdua telah meninggalkan pelataran gereja, menyusuri jalan yang terlihat agak sepi di berapa tempat, sepanjang perjalanan aku maupun Andre tak ada yang memulai percakapan, sampai tepat di depan restoran Andre memarkirkan mobil di bahu jalan dan mematikan mesin mobilnya, ia menghadap ku meraih jemariku lalu di genggamnya dengan sangat erat, ku alihkan pandanganku ke wajahnya, melihat sikap dan reaksinya kala ku menatap matanya ada sesuatu yang ia sembunyikan entahlah mungkin hanya perasaanku saja.
sudah lima belas menit kami berada di depan restoran ini, tak ada pergerakan sedikitpun dari kami berdua, sedari tadi Andre masih setia menggenggam jemariku sambil sesekali mengelusnya.
" semoga kedepannya tuhan berikan kelancaran untuk kita " ucapnya sambil tersenyum hangat ke arahku
Aku tak mengerti dengan ucapannya itu, kali ini dia benar-benar berbeda dari biasanya ada aura keseriusan di wajah pria itu, tapi lagi-lagi aku menepis hal itu yang aku anggap hanya perasaanku saja yang berlebihan.
Andre membuka sedikit pintu mobil yang berada di samping kanannya sebelum menapakkan kaki ke tanah, Andre kembali berbalik lalu bertanya.
" Hmmm tuan putri mau makan apa nih "
__ADS_1
" apa ajha yang penting gak ada daging " jawabku
" tunggu sebentar ya aku ke dalam dulu mungkin agak lama, tuh antriannya cukup ramai " ucapnya lagi, dan aku langsung mengangguk kan kepala, ia berlalu meninggal aku sendiri berada di dalam mobil.
**
Terlihat Andre melangkah keluar meninggalkan restoran sambil menenteng kantong kresek berisikan makanan, dengan langkah lebar iya berjalan menuju mobil lalu membuka pintu masuk kedalam dan langsung menyalakan kembali mesin mobilnya.
" Lama ya nunggunya " tanyanya
" Hmmmm lomayan " ujarku
" Hallo, dengan siapa ya " tanyaku penasaran
" ini Dewi ya " bukanya menjawab malah balik bertanya
" iya benar tapi ini siapa ya " aku semakin penasaran si penelpon tak berniat mengatakan siapa dirinya
" gini mba Dewi saya punya toko, toko saya lagi butuh karyawan mba Dewi mau kan kerja di tempat saya " tanyanya lagi
" maaf, sebelumnya saya sudah memiliki pekerjaan, dan juga saya tidak mengenal anda siapa, tiba-tiba anda menelpon saya menawarkan pekerjaan sedangkan saya sejak tadi menanyakan tentang siapa apa tapi anda tidak berniat untuk mengatakannya, anda sungguh bercanda. Aku mendengus kesal dan langsung mematikan telpon secara sepihak.
__ADS_1
Aku menghadap ke arah Andre yang sedang fokus mengemudikan mobil, bukan ingin meminta jawaban karena yang ku tau dia tidak ada sangkut pautnya, aku hanya ingin sedikit ketenangan, merasa dirinya di perhatikan ia sekilas menoleh ke arahku, lalu kembali mengarahkan pandangannya ke arah depan sambil berkata.
" Itu palingan ie ie ku yang nelp kamu siapa lagi coba, dan nomor kamu paling di ambilnya dari tukang pulsa di belakang toko aku, ingat gak waktu aku isi in kamu pulsa aku isinya di belakang toko aku, kebetulan itu counter pulsa yang paling dekat, klau dia atau no itu lagi nelp kamu gak usah di ladeni ya" ucapnya
Aku merasa terkejut dengan penuturan Andre barusan, kenapa Andre bisa tau klau itu tantenya, ingin bertanya tapi aku urungkan biarkan lah klau nantinya nelpon lagi ya gak usah di angkat gak perlu ribet begitu pikirku.
Mobil mulai memasuki gang bertanya bentar lagi sampai di kost dong, waktu sudah menunjukan pukul sepuluh lewat lima menit, masih ada waktu untuk sekedar makan, sampai di depan kost Andre memarkirkan mobil di bahu jalan lagi karena kost yang aku tempati sekarang tidak memiliki lahan parkir atau sekedar taman.
Aku gegas naik ke atas mengambil piring dan juga sendok, tak lupa menyimpan tas tanganku di kamar agar nantinya tidak keberatan klau kembali naik ke atas lagi, lalu aku kembali turun kebawah membawa dua buah piring dan juga sendok makan kulihat Andre sudah duduk di bangku seberang kost dengan kantong makanan, di kamar kost ini hanya ada dua penghuni aku dan juga mba Nana, dari awal aku ngekos belum pernah bertemu dengan wanita yang di sebut mba Nana itu dia selalu sibuk, maklum dia seorang koordinator di salah satu departemen store.
Keadaan sekitar sangat sepi jika sudah jam sepuluh malam, yang terlihat lalu lalang di depan kost hanya pengendara motor saja, pemilik kost juga sudah tak terlihat, keadaan pintu rumah sudah tertutup rapat tidak terlihat lagi cahaya dari dalam rumah si pemilik kost, aku dan Andre menikmati makan malam di bawah pohon ceri yang pohonnya berada di seberang tembok pembatas halaman belakang hotel.
Selesai dengan makan malam ala kami berdua, Andre berpamitan untuk pulang, aku langsung merapikan bekas makan membuang bungkus makanan ke tempat sampah dan membawa piring kotor kembali ke atas, tak lupa menutup pintu yang berada di tangga menuju lantai atas karena penghuni yang berada di atas hanya ada aku saja.
__ADS_1