
Ting
Kembali terlihat pesan masuk di ponselku
" Yang kok gak di balas sih, padahal udah di baca loh." isi pesan darinya
" maaf Ndre baru ajha selesai mandi " ucapku bohong
" owh iya gapapa, eh yang besok malam ke sini ya aku mau ngasi sesuatu sama kamu"
" Insyaallah ya Ndre klau gak lembur, ya dah aku mau istirahat dulu ya soalnya besok masuk pagi" sebenarnya aku jarang banget lembur apa lagi masuk pagi karena belum memiliki partner kerja yang baru,aku mengatakan dua hal itu hanya sebagai penolakan halus.
Selesai berbalas pesan dengan Andre aku kembali melanjutkan game ku yang sempat tertunda, sampai pukul sepuluh malam aku lalu menghentikan permainan game ku, sudah waktunya bagiku untuk tidur dan melepas penat setelah seharian bekerja.
_________
Keesokan harinya aku kembali melakukan aktifitas seperti biasa, setiap akhir bulan seperti ini aku slalu di sibukkan dengan laporan bulanan yang harus selesai tepat waktu, sejak ke jadian di datangin ibu dan juga tantenya Andre aku jadi sering menyendiri, tak jarang aku habiskan waktu menyibukkan diri menyusun laporan atau jika makan siang tiba aku akan pergi ke gudang merapikan barang atau hanya sekedar istirahat, tidak seperti biasanya yang jika makan siang tiba aku dan Rinda akan pergi ke kantin berdua, sudah seminggu terakhir ini aku selalu menghindar bukan darinya saja tapi semua orang, hingga pada akhirnya Fatma datang menghampiriku yang masih berada di gudang.
" Kamu kenapa wi ada masalah dengan Rinda ya kok gak pernah kelihatan bareng lagi ?" tanyanya yang tuba-tiba duduk di sampingku
" hmmm, masalah apa ?
aku dengan Rinda gak ada masalah apa-apa fat, aku lagi malas ajha dan juga banyak laporan di akhir bulan yang harus di rekap, belum lagi barang ku belum ketemu ada empat karung yang hilang, pusing aku klau dah selesai aku kumpul lagi bareng kalian ya." jelasku sambil menelisik semua rak yang menjulang tinggi di dalam gudang.
__ADS_1
" ya dah aku ke luar dulu"
" fat sekalian titip pantau counter ku ya " pintaku sambil cengengesan, Fatma yang melihat tingkah ku hanya memutar bola mata malas dan berlalu meninggalkan ku di gudang yang masih mencari keberadaan barang yang belum ketemu entah di mana gerangan keberadaannya.
***
Malam menjelang waktu shift middle pulang, aku gegas keluar area menuju ruang loker tidak lupa ku ambil tas tangan milikku lalu kembali menutup dan mengunci loker, ku arahkan langkahku menuju tangga darurat, sampai di ambang pintu basemen aku teringat akan permintaan Andre yang menyuruhku ke toko miliknya, kembali ku langkahkan kaki ini hingga keluar pelataran mall dan berdiri di bahu jalan sambil menunggu angkot yang melintas, tidak butuh waktu lama angkot yang ku tunggu pun tiba dan berhenti tepat di hadapanku, ku naiki angkot tersebut yang akan membawaku ke tempat Andre berada, rasa mawas diri jelas terasa tapi aku penasaran juga dengan permintaan Andre kemaren.
Sengaja aku turun dari angkot jauh dari toko milik Andre dan memilih berjalan kaki, sampainya di depan toko aku menelepon tapi sayang nya panggilan telpon dariku tak kunjung di angkat, aku kembali dengan mengirim pesan memberi tahu akan keberadaan ku yang sudah di depan toko milik ya, tidak ada jawaban dari Andre melainkan hanya terdengar suara hentakan kaki dari dalam toko yang tertutup rapat, berlahan suara langkah kaki itu mendekat ke arah pintu besi yang berada di hadapanku, lalu terdengar dari dalam sana seseorang sedang membuka pintu menggunakan kunci, hingga pintu besi tersebut terbuka dan menunjukkan wajah dari pria yang berapa hari ini tidak pernah menjumpai ku, ada rasa rindu yang menyeruak, pria yang berada di dalam toko itu menatapku, tatapannya sungguh membuatku salah tingkah tapi aku kembali menetralkan sikapku aku tidak ingin terlihat olehnya sungguh egoku mengalahkan semuanya.
" Hay " sapaku memecahkan keheningan
" sayang gak kangen ya sama aku, segitunya gak mau senyum atau cipika cipiki gitu"
" kangen ya kangen gak perlu cipika cipiki lah belum halal." cibir
" Abang halalin dek " ucapnya yang terlihat serius dengan perkataannya.
" jangan becanda Ndre, kebiasaan banget deh"
" emang aku kelihatan becanda ya ?"
" entah lah Ndre yang tau kamu becanda atau gak ya kamu sendiri aku mana tau isi hati orang" jawabku ketus
__ADS_1
" kamu mau kasi aku apa, aku pulang kerja langsung kesini loh belum sempat ganti baju semua berkas laporan ajha aku bawa" lagi aku berkata sambil mencebikkan bibir
" sabar lah yang kita ngobrol dulu, dah lama gak ketemu bentar aku ambil kursi dari dalam biar kaki kamu gak pegal hehehe" ucapnya berlalu masuk kedalam toko
Ku hentakkan kaki beberapa kali yang memang lagi pegal juga, seharian berdiri mondar mandir di tempat kerja, di tambah lagi sampai di kediaman Andre aku kembali berdiri udah kaya patung manakin, jujur saja aku kesal melihat tingkah Andre, baru juga berapa hari gak ketemu tingkahnya semakin membuatku kesal saja.
Andre kembali terlihat keluar dari balik pintu tokonya membawa dua buah kursi ia lalu memberikannya padaku dan satunya laki ia gunakan untuk duduk, lalu tangan kanannya terulur kearah ku yang memegang sebuah kantong belanja entah apa isinya.
" Nih buat kamu, owh iya tunggu berapa hari lagi aku bakal balik lagi ke kostan aku itu aku udah bayar dua bulan soalnya"
" loh kenapa lagi Ndre, kamu tuh punya rumah milih ngekost, kembangkan usaha yang ada biar mama kamu senang, nanti di kira aku lagi yang hasut kamu"
" gak ada salahnya kan berusaha sendiri, tanpa bantuan dari orang tua biar gak di katain anak mami diam di ketiak mama terus" ucapnya
" emang siapa yang ngatain kamu, dan juga gak harus kamu dengerin omongan mereka jadi diri kamu sendiri itu lebih baik."
Andre terlihat diam saja selama beberapa menit lalu kembali tersenyum kearah ku entah apa yang iya pikirkan, tak lama kemudian pintu besi toko Andre kembali di buka dan kali ini sangat lebar, sontak aku dan Andre menengok kearah pintu berbarengan, aku sangat kaget melihat sosok yang kini berada di ambang pintu dengan tatapan tajam menghunus ke arahku.
" Didi masuk dan naik ke atas, mama kira kamu sudah tidak berhubungan dengan perempuan itu lagi taunya masih ya Di, masuk kamu cepat masuk.
Andre yang di suruh masuk oleh sang mama masih tetap bergeming di tempatnya.
" Di kamu dengar mama apa gak hah ? Dan kamu dasar perempuan gak tau malu, di omongin secara halus kamu gak bisa teryata ya, ngapain kamu ke sini mau ngajak anak sana tinggal di luar lagi, kamu harus ingat ya perempuan kayak kamu bisa Andre dapat banyak di luar sana, jangan sekali-kali kamu manfaatkan anak saya, kamu peras sesuka hati kamu, kamu pikir saya bakal tinggal diam hah, dasar gak punya malu kamu pergi kamu dari sini, dan kamu Di masuk." ucapnya sambil menarik tangan Andre masuk kedalam toko dan menutup pintu besi dengan sangat keras.
__ADS_1