TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG

TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG
# 19


__ADS_3

Pikiranku benar-benar kacau aku coba untuk tetap profesional dalam bekerja, aku tidak menyangka sejauh ini keluarga Andre sampai mendatangi aku hingga ketempat kerja, aku takut nanti mereka bertindak lebih jauh lagi, gegas aku berjalan mengambil langkah lebar menuju pintu akses karyawan, aku ingin segera menghubungi Andre memberi tahu tentang kedatangan keluarga nya, sesampai di ruang loker aku langsung mengambil ponselku dan menelfon Andre dering pertama tak ada jawaban sampai dering ke tiga barulah Andre mengangkat panggilan telepon dariku.


" siang sayang, tumben jam segini nelpon ? jangan kan telpon sekedar SMS ajha gak pernah klau bukan aku yang mulai duluan " ucapnya dari seberang sana


" Ndre sepulang kerja kamu mampir di tempat kerja ku ya, ada yang perlu aku omongin sangat penting, aku pulang jam delapan ingat untuk mampir"


" okay siap tuan putri "


" Ya dah aku lanjut kerja dulu agar cepat selesai biar gak numpuk nanti" ucapku lalu mengakhiri panggilan telepon


Sebenarnya bisa saja ku mengatakannya langsung lewat panggilan telepon, hanya saja aku tak punya cukup waktu, setelah memberitahu Andre untuk bertemu malam nanti, aku menyimpan kembali ponsel ku ke dalam tas dan memasukannya ke loker, lalu gegas aku kembali ke area dengan hati yang tak menentu, ada rasa takut menyelimuti hati, bukan takut karena amukan dari keluarga Andre, melainkan takut mereka akan membuat onar dan mengakibatkan aku kehilangan pekerjaan.


Sudah sering aku mendengar kabar dari teman-teman Andre klau para Tantenya selalu datang di tempat kerjanya untuk membujuk Andre pulang dengan berbagai iming-iming namun alhasil yang ada gagal melulu, pernah suatu hari tepat waktu jam pulang kerja pukul lima tiga puluh menit, Andre di jemput oleh tantenya yang datang dari Surabaya, katanya akan memberikan segala fasilitas sesuai keinginan Andre asal Andre mau segerah pulang ke rumah lagi dan gak hidup susah di luar, berbagai cara di lakukan dari yang secara halus sampai berujung kekerasan Andre tetap dengan pendiriannya, tak ingin kembali sampai-sampai ia tega mendorong tantenya hingga terjatuh ke dalam paret yang berisikan lumpur berwarna hitam, tanpa merasa bersalah ia berlalu meninggalkan tantenya begitu saja tanpa membantu sedikit pun. Aku mendengar cerita tersebut dari salah satu teman baik Andre, entah siapa yang harus di salahkan jika mendengar dari cerita itu, seharusnya ia tidak melakukan tindakan seperti itu yang mengakibatkan tantenya sampai masuk ke paret, tapi penyebab terjatuh tantenya tersebut karena memang kesalahan dari si Tante di awal, dan Andre berbuat seperti itu bentuk perlindungan diri agar tak menerima bogem mentah dari si sepupu laki-laki yang ikut serta menjemput Andre kala itu.


Beberapa kali pengunjung mampir di counter mulai dari melihat sampai mengecek barang, saking aku tak begitu fokus dengan pekerjaanku aku kehilangan customer, mereka yang merasa aku tak begitu memperhatikan mereka mulai beralih ke counter teman ku, klau sudah seperti itu aku tak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya menyimak dari jarak jauh sambil tersenyum masam, sungguh hari ini sangatlah penat, bukan penat badan melainkan penat pikiran, entah apa yang akan terjadi selanjutnya sungguh aku tak tahu.

__ADS_1


_________


Jam berganti menit pun berlalu dan kini sudah menunjukan pukul delapan malam, aku tak sabaran lagi untuk segerah pulang, aku keluar area dengan membawa laporan harian, berjalan menuju ruang loker mengambil tas tangan lalu berbelok menuju pintu yang terdapat tangga darurat, aku menuruni tangga dengan tergesa-gesa, aku ingin segerah bertemu dengan Andre dan menyelesaikan masalah yang ada. Sampai di lantai basement aku langsung berjalan menuju pintu keluar, sapaan dari sekuriti hanya aku balas dengan senyum singkat, sesampai di luar aku menemukan Andre yang sudah berada tak jauh dari pintu keluar ia sedang memainkan ponsel miliknya tanpa menyadari kedatanganku di sampingnya lalu menyapanya.


" Sudah lama kah yang ? " tanyaku


" udah setengah jam yang lalu sih tapi gapapa " jawabnya


" ayok kita ngobrol sambil jalan santai " ajak ku yang memilih melangka terlebih dahulu di ikuti dengan Andre dari belakang dengan cepat mensejajarkan langkah kakinya.


" Kamu gak usah khawatir mereka hanya menakut-nakuti mu saja, gak semudah itu untuk mengeluarkan orang dari tempat kerja sayang, dan mama gak mungkin buat dirinya malu sendiri kamu tenang ajha, klau soal ie ie dia itu cuman gak mau aku dekat sama kamu karena di mau jodohin aku sama anaknya yang cewek itu dia pernah ngomong kok ke mama, trus cewek yang kamu maksud datang dengan ie ie dan juga mama itu pasti dia gak mungkin orang lain"


" bisa saja Ndre mama kmu gunain uang buat yang lebih toh waktu itu kamu sempat bilang aku harus hati-hati di luar mereka ada bayar orang buat mata-mata in aku ya kan ?"


" ya bukan berarti mama mau keluar duit banyak sayang aku tau mama itu seperti apa sama keuangan, mama emang banyak duit tapi gak mau keluarin duit klau melebihi kapasitas dan juga klau bukan menurutnya penting"

__ADS_1


" okay trus kedepannya keputusan kamu mau gimana, tolong kamu ngomong juga ke keluarga kamu, apapun keputusan kamu itu, kamu loh yang mau bukan aku Ndre, aku gak mau selalu di salahin aku sudah berapa kali ingetin kamu hal ini jangan sampai aku yang kena loh"


" aku tetap akan berada di luar sayang, dan malam ini juga aku akan telpon ke mama soal keputusan ku, aku ingin mandiri bukan BCA eh salah hidup mandiri sayang " ucapnya sambil cengengesan tak jelas, aku hanya memutar bola mata malas, mendengar penuturannya, bisa-bisanya di saat aku lagi serius ia malah becanda klau gak mikir di jalan udah aku gebukin nih orang.


Tak terasa kami sudah berada tepat di depan kost ku, aku menyuruhnya untuk duduk di bangku taman milik kostan sambil menungguku yang ingin membersihkan diri, aku kembali menaiki tangga tak ada hentinya aku berhadapan dengan tangga gak di kost gak di tempat kerja slalu saja membuat kakiku pegel naik turun tangga ini ampun dah.


________


Malam ini kami memilih berkeliling dengan berjalan kaki menuju pasar malam yang letaknya tak jauh dari kostan ku, selain mencari bahan makanan yang untuk di masak esok, sekalian aku juga membeli makan untuk malam ini, dan menu yang di pilih adalah nasi goreng selalu saja tapi emang enak sih nasi goreng.


Sepulang dari pasar malam di perjalanan pulang tiba-tiba Andre mendapat telpon dari sang Tante, terdengar bentakan dan ucapan kasar dari seberang sana.


" Ndre mau kamu itu apa sih hah ? Tante udah tawarin apa yang kamu mau, klau cuman tuh cewek yang kamu kejar kamu bisa dapat sepuluh dari dia bahkan banyak Ndre yang lebih dari dia malah, dia itu tidak sederajat dengan kita malu Ndre apa kata keluarga nanti, apa kata Akong kamu yang ada di Hongkong Ndre ingat mama kamu susah paya besarin kamu ngerawat sekolahin kamu, malah kamu balas dengan hal seperti ini kamu gak sayang sama mama kamu, kamu mau bikin mama kamu mati, hanya karena perempuan itu Ndre, perempuan yang seperti itu kamu suka sampai tega ninggalin mama kamu, dia itu anak orang miskin Ndre Tante udah cek semua tentang dia di kota P sana, apa yang sudah dia kasih ke kamu hah, yang ada kamu nanti yang di poroti sama tuh perempuan"


Aku yang mendengar penuturan sang Tante dari seberang sana yang kebetulan suara ponsel di perbesar oleh Andre merasa hati benar-benar terenyuh, apa hanya karena beda kasta aku sangat di benci keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2