TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG

TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG
#9


__ADS_3

Sesuai dengan yang di katakan bu Tuti kemaren ( yang nawarin kerja ke maren sebut saja dia bu Tuti ), bahwa hari ini ia akan membawaku menemui kenalannya, aku sengaja bangun lebih awal untuk beberes kamar, melakukan aktifitas lainnya dan setelahnya mandi, aku merai tas tangan memasukkan handphone dompet kedalam tas tersebut, lalu ku langkahkan kaki keluar kamar tak lupa aku mengunci pintunya sebelum benar-benar pergi. Aku berdiri tepat di depan cermin berukuran sedang yang bertengger di dinding luar kamar, sambil melihat pantulan diriku di dalam cermin.


" Semoga ini awal yang baik dari langkahku ku pasrahkan semua kepadamu ya Allah Amiinn " Do'a ku dalam hati


Ku ucapkan bismillah untuk memulai di awal langkah menuruni tangga, setiba di bawah aku tak menemukan siapa pun, keadaan sekitar masih sangat sepi, sesekali yang terdengar hanya suara rinjing berbunyi mungkin ibu kost lagi masak pikirku, ku edarkan pandangan ke penjuru arah berharap ada yang melintas tapi nihil, bu Tuti pun masih belum nampak batang hidungnya, jika aku memutuskan untuk pergi sendiri ya gak bakal ketemu wong aku gak tau tempatnya, sembari menunggu kedatangan Bu Tuti aku memainkan handphone ku berselancar di dunia Maya, tak lupa pula aku mengirim pesan ke Andre untuk memastikan ke adaan nya.


" Pagi Ndre, apa kabar ?? Baik ajha kan masih kuat makan ??


Ting. Pesan masuk


" Pagi juga, puji tuhan kabar aku baik dong, kuat makan lah kan sehat"


Setelah kejadian tempo hari tentang foto profil waktu itu, aku gak tau statusku dengan Andre itu apa ngambang gak jelas udah kayak warna kuning di kali, asyik memainkan ponsel sambil cekikikan sendiri aku tak menyadari kehadiran Bu Tuti, ia mengagetkan ku dengan sapaan.


" Neng ayo gak mau ikut nih ? " ajaknya


" Eh ibu mau lah, bentar ya Bu aku mau pamit sama ibu kost dulu "


" Owh iya neng "


" Ibuuuuuuuu " panggilku pada ibu kost


"Iya nduk, ada apa " jawabnya dengan halus dari arah dapur


" Yullie berangkat kerja dulu ya minta Do'a nya semoga ketrima Bu " ucapku sambil berlalu menghampiri Bu Tuti berada di atas motor miliknya yang sedari tadi menungguku.

__ADS_1


Aku yang berada di boncengan hanya mengikuti arah ke mana Bu Tuti akan membawaku pergi dan mengamati keadaan sekitar, aku kesal keadaan jalan pagi hari ini sangat padat dengan roda dua menyebabkan macet berkepanjangan di mana-mana ( bukan cuman pagi ini setiap harinya selalu seperti ini ), di tambah lagi kepulan asap kendaraan asap rok*k yang membuatku heran di saat seperti ini si bapak yang berada di depan kami masih sempat menikmati sebatang rok*k heh ampun dah belum lagi debu beterbangan di mana-mana.


" tinggal di kota tidak menjamin udaranya sehat " gumamku kesal


Setelah melewati kemacetan panjang, Bu Tuti membawaku memasuki area kawasan pasar Segiri yang ramai pengunjung, di area ini aku di buat sangat terkejut dengan aku mengerutkan kening heran, tampak keadaan sekitar di penuhi dengan skip ajha gak bisa di ungkapkan dengan kata-kata maupun tulisan, aku semakin heran mengapa Bu Tuti mengajakku ke pasar mungkin Bu tuti ingin sekalian belanja terlebih dahulu sebelum mengantarku ke tujuan.


" Klau cuman di bonceng gak usah banyak protes syukur-syukur dah di tawarin kerjaan " sinis ku di hati untuk diri sendiri


Bu Tuti menepi kan roda dua miliknya ke sisi jalan aku gegas turun dari boncengan, aku merentangkan ke dua tangan ke atas untuk merenggangkan otot-otot yang terasa kaku, sebelum masuk ke dalam toko Bu Tuti menghampiriku terlebih dahulu dan berkata.


" Neng di sini yang ibu bilang terima lowongan itu, kamu tunggu sebentar di sini ibu masuk dulu mau tanya ya jangan ke mana-mana." pesannya lalu berlalu masuk


aku hanya menganggukkan kepala saja.


ku amati Bu Tuti dari luar tempatku berdiri, entah apa yang mereka bahas sambil sesekali melihat ke arahku, tak berselang lama Bu Tuti keluar dengan membawa kantung plastik berisikan belanjaan, ia langsung menghampiriku.


"Neng kamu di terima kerja di sini, sana masuk mereka sudah menunggumu untuk menjelaskan perihal pekerjaan, ibu balik dulu ya neng " jelas Bu Tuti


"Terimakasih banyak ya Bu maaf udah merepotkan ibu"


"Tidak apa-apa neng, ibu tinggal ya" pamitnya langsung pergi ketempat iya memarkirkan roda duanya tadi.


" Hati-hati di jalan Bu "


Sepeninggalan Bu Tuti aku gegas masuk kedalam toko yang langsung di sambut si pemilik toko.

__ADS_1


" Hanya lu Olang yang mau kelja ya ?? Nama lu sapa lu tinggal di mana " deretan kalimat dalam satu pernyataan


" I-iya "


" Aahh lu Olang bisa panggil ii atau taci "


" Nama saya Dewi taci saya tinggal di jalan pahlawan "


" Oke-oke, ini anak saya panggil saja dia Koko Ferdi, dan yang itu mantu saya panggil dia ce Ling-Ling.


Aku menengok ke arah yang di tunjuk oleh taci barusan, dan di sambut dengan anggukan oleh ke duanya.


" Dewi ya oke, kamu ke sini " panggil ce Ling-Ling


Aku berjalan menghampiri meja tempat ce Ling-Ling berada.


" Tugas kamu susun semua rok*k ke rak yang kosong sesuai merek, jika ada rok*k yang memiliki kardus seperti ini jangan di buang ya, kamu potong pakai cutter besarnya buat serupa kaya nota ini, trus setiap pagi sebelum toko di buka untuk umum usahakan kamu datang lebih awal sama seperti yang lainnya, beres-beres nyapu hanya untuk area kasir saja,untuk gaji satu koma lima juta perbulan jika tidak masuk kerja gaji kamu di potong, kamu siap ?? Jelasnya panjang


" Siap ce


Hari pertama kerja aku sangat kesulitan masih bingung, harus belajar nama rok*k dan nama barang lainnya yang membuatku tambah pusing dan kesal melayani pembeli yang tak tau kata antri main terobos ajha.


Siang menjelang, cacing di perut sudah meminta untuk di beri makan, hal itu tentu aku sengaja abaikan, aku akan makan saat setelah aku pulang kerja nanti pikirku , jika uangnya aku pakai beli makan sekarang itu hanya untuk sekali makan saja, berbeda dengan aku membeli mie aku bisa makan sampai 3 hari nanti dengan harga satu porsi nasi siang ini, miris bukan ??


Ya aku harus lebih irit lagi uang tiga ratus ribuan itu harus bis cukup sebulan sampai aku gajian nanti, di kala aku susah seperti ini aku tidak ingin melibatkan orang lain

__ADS_1


__ADS_2