TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG

TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG
#16


__ADS_3

Sendiri menapaki sisa hari ini


Menghitung waktu dalam sepi


Menghibur diri dalam lamunan tanpa arti


Mengapa malam ini selalu kelabu


Saat kau tiada hadir menemaniku


Seberapa berarti kah aku di hatimu


Hingga tak sudi kau datangkan kehadiranmu


Wahai Dewi malam dengarkanlah,


Ada manusia yang ku rindukan


Tanpanya aku kesepian


Tanpanya bintang laksana batu hitam yang redup


Wahai malam, mintakan kepada tuhan


Agar aku tertidur dalam kegelapan


Agar sepi ini ku bawah dalam alam impian


Agar tiada sempat ku teteskan air mata.


Ku duduk di balkon teras kostan, sambil menikmati semilir angin berhembus perlahan, terlintas di benak percakapan antara aku dan supplier tadi siang, yang menawarkan aku untuk pindah ke departemen sebelah, jika aku berkenan maka besok aku harus memasukan lamaran kerja ke so\*\* agar bisa di proses dengan mudah, aku membolak balikkan ponsel milikku ingin menelpon Andre dan memberitahukan bahwa aku akan segerah pindah, bukan cuman tempat kerja tapi juga pindah tempat tinggal.



Panggilan telpon tersambung dari seberang tapi tak kunjung di angkat, sampai pada detik terakhir baru terdengar suara dari seberang sana.


" Hallo sayang, ada apa " tanyanya


" Gak ada apa-apa sih Ndre, aku cuman mau bilang klau besok aku mau ngantar lamaran ke ruko depan bigmall, siang tadi aku dapat perintah dari supplier untuk pindah ke so**, jadi otomatis aku pindah kostan juga gak tinggal di sini lagi, besok selepas ngantar lamaran kerja aku juga mau langsung cari kostan putri di daerah sana biar gak bolak-balik."


" Trus aku gimana, besok aku antar ya "

__ADS_1


" Gak usah Ndre, toh cuman antar lamaran sama cari kost doang gak bakalan lama dan langsung balik." ujarku


" okay tapi sepulang dari ada sana kita harus ketemu ya "


" Ya ok, aku mau istirahat ya dah malam " aku mengakhiri sambungan telepon, dan langsung mematikannya.


______


Pagi ini aku menaiki angkot menuju alamat yang di berikan supplier padaku kemaren sambil membawa lamaran kerja, sampai di lokasi yang ku tuju, aku masuk ke pelataran ruko menuju pintu yang terbuka lebar, terlihat di ambang pintu tersebut ada dua orang sekuriti tengah berjaga, aku menghampiri mereka lalu bertanya.


" Permisi pak apa betul di gedung ini sedang di adakan penerimaan loker so** ?" tanyaku dengan sopan


" Owh iya mbak betul dan sedang berlangsung di lantai dua, langsung naik saja ya lewat tangga yang di pojok, sampai lantai dua belok kiri ruangan paling pojok di situ tempatnya. " jelasnya


" oke pak terimakasih, saya permisi " pamit ku dan langsung melangkah meninggalkan dua sekuriti yang berjaga tersebut.


Tiba di depan ruangan, aku kembali menghampiri salah seorang petugas wanita dan bertanya sekilas kepadanya.


" Permisi Bu, boleh minta waktunya sebentar ?"


" Iya silahkan " jawab si wanita itu


" Emmm gini Bu, saya perwakilan dari supplier Pi*rre cardin*, saya di minta ke sini untuk memberikan lamaran kerja saya Bu, kata ibu supplier saya harus bertemu dengan pak Subhan selaku perwakilan dari so**." ucapku menjelaskan


Tak berselang lama wanita tadi kembali menemui ku dengan seorang pria, yang sedang memegang beberapa map di tangannya.


" Ini pak yang mencari anda " ucap si wanita itu


Ternyata pria yang berada di hadapanku saat ini ia adalah pak Subhan, ku berikan senyum ramah bukan untuk memikat, melainkan agar terlihat ramah dan tak kaku, begitu pun dengan pak Subhan.


Sambil mengulurkan tangan iya meyebutkan namanya.


" Panggil saja pak Subhan " ucapnya


" Saya Dewi pak "


" Saya sudah mengetahui soal kamu dari supplier kamu, pagi ini saya memang sedang menunggu kedatangan kamu, dan kebetulan kamu sudah datang kemari apa kamu membawa berkas yang saya inginkan, supplier kamu pasti sudah memberitahu kan bukan ? klau ada mari ikut saya "


" Iya pak saya ada bawa berkas yang bapak inginkan sesuai perintah supplier saya " aku menyodorkan map coklat berisikan lamaran kerja dan mengikuti arah langkah pria tersebut.


Sampai di ruangan yang di tuju terlihat sangat banyak para calon pelamar kerja, yang sedang mengantri menunggu giliran untuk interview.

__ADS_1



Tidak seperti di awal aku melamar kerja harus melewati interview atau hal lain semacamnya, pria yang berada di hadapanku saat ini hanya memeriksa sebentar keseluruhan lamaran kerjaku ia lalu berkata klau besok aku langsung ke gedung bigmall, karena semua karyawan yang sudah di terima kerja akan berkumpul di sana.



Satu hal sudah selesai kini tinggal mencari kost baru yang akan aku tempati lagi, sebenarnya tanpa harus pindah tempat tinggal karena masih terbilang sangat dekat bagi orang yang miliki kendaraan, tapi berbeda dengan aku tidak punya kendaraan. Naik angkot pun saat ini sisa gajiku sewaktu kerja di toko kemaren sudah menipis, klau untuk makan dan juga bayar kost mungkin masih cukup harus dengan mengirit lagi, sedangan untuk naik angkot bajetnya kurang.



Cape berkeliling dengan berjalan kaki aku duduk di salah satu bangku yang berada di taman kompleks perumahan, sambil menggoyang-goyangkan kaki yang sedikit terasa pegal, tiba saja seorang ibu-ibu dengan membawa anaknya menghampiri ku dan bertanya.


" Mbak sedang apa di sini kelihatannya orang baru ya ?"


" Saya lagi istirahat sebentar Bu, habis nyari kostan tapi belum ketemu, capek "


" Loh mbak rumah cat warna oren itu yang di depan kan kost "


" Masa sih Bu, saya gak tau soalnya gak ada papan pengenalnya, saya pikir rumah biasa ajha bukan hunian untuk kostan, saya juga lagi cari kost putri Bu "


" Oalah mbak itu kost-kostan kok, dan kebetulan juga kost putri, coba mbaknya ke sana nanya ke pemiliknya kali ajha masi ada yang kosong." jelasnya


" owh okay Bu, saya permisi ya Bu terimakasih juga infonya."


Tanpa menunggu lama aku sudah berada tepat di depan kost yang di maksud oleh bu-ibu tadi, terlihat sangat sepi ku ketok pintu si pemilik kost sekali dua kali tak kunjung di buka ke tiga kali ingin ku ketok hampir saja kena jidat si bapak yang lebar kelihatan botak.


" Cari kost ya ?


" iya pak, apa masih ada yang kosong kah pak ? " tanyaku


" ada satu kamar lagi, untuk kamar kostan nya ada di lantai atas, dan untuk lantai bawah ini tempat tinggal kami "


" boleh saya lihat kamarnya pak "


" bentar saya ambil kuncinya dulu "


Si pemilik kost masuk kedalam rumah, tak lama kemudian ia kembali dengan membawa kunci yang ia maksud.


" Mari mbak ikut saya " ucapnya mengajakku naik ke lantai dua.


Pemilik kost membukakan kamar yang ia katakan masih kosong, cukup bersih punya kasur lantai bantal kipas angin dan juga lemari baju.

__ADS_1


" okay pak saya mau kamar ini berapa perbulannya ?


" perbulannya lima ratus lima puluh ribu mbak sudah termaksud air lampu, tapi di sini tidak boleh ada tamu laki-laki ya mbak, dan klau ada keluarga datang lebih dari satu orang di kenakan tarif listrik air, dan juga di atas jam sepuluh malam pintu pagar sudah di gembok tak ada toleransi yang pulang di atas jam segitu. Ucapnya memberi tahu


__ADS_2