TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG

TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG
#18


__ADS_3

Hari berganti hari aku bekerja di so** sudah memasuki bulan ke dua, pembukaan so** sudah lewat sebulan dengan di hadiri berbagai kalangan menengah ke atas sampai wali kota pun hadir tak ketinggalan supplier brand juga menyempatkan diri untuk hadir di acara peresmian so** di kota S, kesempatan tidak aku sia-siakan tepat di hadapan supplier aku menjual tas seharga sembilan puluh lima juta ke pada pembeli tak lain tak bukan si pak wali kota sendiri, aku yang awalnya hanya iseng menawarkan tidak terfikir sedikit pun di benakku klau si pak wali kota akan membelinya setidaknya aku sudah melakukan penawaran sesuai prosedur tanpa melebihkan atau mengurangi promosi dari prodak yang ku jual, aku senang selain harga yang terjual terbilang mahal yang membeli prodak tersebut juga orang yang sangat di segani pada masanya di kota itu, aku tidak ingin berpuas hati atas kinerjaku bisa jadi ini awal yang baik atau malah sebaliknya, sebaiknya aku mengucapkan syukur agar selalu di berikan kemudahan dan di berikan kelancaran untuk menjemput rezeki.


Sudah sebulan juga Andre berada di luar rumah, aku pikir keputusan awalnya itu hanya main-main saja sebab ia jarang sekali terlihat serius, Andre duga sudah bekerja di salah satu perusahaan ( lebih tepatnya CV ) yang bergerak di bidang pemasaran elektronik mempromosikan dari rumah ke rumah, dan untuk mendapatkan gaji yang full ia harus mencapai target, dengan menggunakan tutur bahasa yang memikat agar bisa menarik para pembeli untuk terpikat pada barang elektronik yang di tawarkan nya.


Hari ini mall terlihat sepi pengunjung di karenakan hari aktifitas bekerja ( hari Senin ) aku yang kini masuk di shift pagi, melakukan aktifitas seperti biasa membersikan area counter menata kembali barang dengan rapi, menyapu dan membersikan debu yang berada di rak tempat penataan aksesoris ( barang dagangan )


Setelah menata kembali barang yang sedikit berantakan dan membersikan dari debu tak lupa juga menyusun laporan bulanan aku mengambil posisi untuk berdiri di samping brand milikku, sambil menunggu pembukaan toko yang sebentar lagi akan di buka.


Tak berselang lama lampu penerangan di nyalakan toko pun di buka telah di buka, setelah melakukan aktifitas menerima pengunjung aku kembali ketempat semula, sambil melihat sahabatku yang entah apa di buatnya tak bergeming dari tempat ia berdiri sejak tadi, aku yang memang agak sedikit risi gegas menghampirinya.


Tepat pukul dua belas siang aku dan Rinda bergegas ke luar area menuju kantin untuk sekedar makan siang di lantai empat, selesai dengan acara makan siang kami kembali ke ruang loker untuk membenahi make up yang sedikit berantakan, dan saat itu juga aku mendapatkan pesan dari Andre klau iya akan pulang telat karena sedang berada di pinggiran kota, aku hanya menanggapi dengan santai lalu kembali ke area perbelanjaan sebagai se orang SPG.

__ADS_1


FLASHBACK OFF


Mentari pagi menyapa hangat lewat tirai jendela kamarku, kicau burung saling bersahutan menyambut pagi yang indah aku yang masih enggan untuk bangun dari pembaringan hawa dingin membuatku tetap meringkuk masuk kedalam selimut lebih dalam, sungguh aku diliputi rasa malas saat ini, ingin membolos tapi aku tidak ingin menerima resikonya kelak.


Hari ini aku masuk di shift middle yang kebetulan partner kerja ku sudah mengambil resign kerja dengan alasan sedang hamil muda takut akan mengakibatkan di kehamilannya jika ia memaksakan untuk tetap bekerja, dan mengingat pemberitahuan dari pak Subhan selaku supervisor mengatakan jika ada yang tidak mempunyai partner kerja bisa masuk middle, agar bisa menjaga keamanan counter, di saat para karyawan lain melakukan makan siang.


_________


" Gini ya mbak kami kesini sebenarnya bukan untuk membeli barang yang kamu jual, kenalkan ya saya ie ie nya Andre dan ini mamanya Andre, sebelum saya jelaskan kamu pasti sudah tau apa maksud dari kedatangan kami ke sini, saya minta sama kmu suruh Andre pulang saya gak mau lihat ponakan saya kesusahan di luar sana dan semenjak kenal kamu ponakan saya jadi sangat membangkang, sebelum saya berbuat lebih jauh saya harap kamu bisa membuat Andre kembali pulang ke rumah mamanya."


Aku menarik nafas membuangnya secara berlahan sebelum menjawab omongan dari salah satu wanita paruh baya tersebut terlebih dahulu aku menatap satu persatu tiga wanita yang berada di hadapanku saat ini, entah wanita mudah itu siapanya Andre aku tak tau sebab di awal tak di perkenalkan.

__ADS_1


" begini Tante, untuk masalah Andre saya dari awal tidak pernah ikut campur soal Andre untuk tinggal di luar, saya juga tidak menyuruh atau memaksakan kehendaknya untuk berada di luar rumah, untuk membangkang ke orang tuanya juga itu sama sekali saya tidak pernah tau, saya juga sudah sering menasehati agar Andre tidak berlaku kasar atau membantah perkataan ibunya, saya menyampaikan apa yang telah saya perbuat untuk selebihnya silahkan Tante samperin Andre nya langsung, karena saya sendiri tidak tau apa yang sudah di perbuat Andre terhadap ibunya."


" gini nak sebenarnya ibu lagi sakit kamu bisa lihat sendiri kan pundak ibu bengkak sebelah tidak ada yang menemani ibu di rumah ibu hanya tinggal sendiri di toko, kemaren Andre yang jadi teman semenjak Andre pergi abu gak punya teman lagi." jelas ibu dari si Andre terdengar dengan nada halus.


" Saya coba ya Tante membujuk Andre untuk kembali pulang ke rumah tante, tapi saya tidak janji Tante karena Andre sangat susah untuk di bujuk, semoga saja kali ini ia mau mendengarkan omongan saya." ucapku se ramah mungkin.


" ok nak makasih kami permisi." ucap ibunya yang langsung melangkah pergi di tuntun oleh Tante nya yang melihat ke arahku secara sinis


" Entah masalah apa yang di buat Andre, sampai Tante dan juga ibunya datang mengunjugi aku, perasaan aku gak buat apa-apa kok aku yang kena batunya nih." gumamku


Aku malas melanjutkan aktifitasku yang ada di benakku saat ini ingin meminta penjelasan dari Andre, apa yang telah ia perbuat, aku tidak ingin sampai keluarganya mengacaukan pekerjaanku, aku sengaja menghindar kala mereka ingin menemui ku namun apa daya tetap ajha ketemu juga, aku tidak ingin terlibat masalah apa pun oleh sebab itu, sedari awal aku sudah sering mengingatkan Andre agar tidak membuat hal yang lebih rumit lagi.

__ADS_1


__ADS_2