TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG

TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG
#23


__ADS_3

Aku yang masih shock akan kedatangan ibu dari si Andre yang tiba-tiba mencecar ku dengan kata-kata pedas, masih terpaku menatap pintu besi yang sedari tadi sudah tertutup dengan sempurna, aku hanya bisa mengelus dada saat di perlakukan tidak baik, aku memaklumi akan tindakan ibunya terhadapku, siapa pun yang berada di posisi sang ibu pasti akan melakukan hal yang sama, sang ibu akan selalu melindungi sang anak dari hal yang menurutnya akan berdampak buruk.


Di perjalanan pulang di dalam angkot aku tidak sengaja bertemu dengan salah satu teman kerja, ia mengatakan setelah aku keluar area dan pulang ada yang datang mencari ku, ada dua wanita yang berbeda usia di temani satu anak laki-laki, entah apa yang mereka inginkan dariku, Andre sudah kembali bersama ibunya tapi mereka masih saja datang menemui ku.


" Mereka ada ngomong sesuatu gak sama kamu "


" gak ada, cuman nanya tentang kamu ajha, ya aku jawab udah pulang, trus mereka pergi gitu ajha gak ngomong apa-apa" ucapnya


Sekejap aku termenung memikirkan kejadian demi kejadian yang terjadi semenjak keluarga Andre mengetahui hubungan kami, berbagai masalah datang silih berganti, aku yang masih berkutat dengan pikiran tiba-tiba teman kerjaku menyentuh lenganku.


" ngelamun ajha lu, dah sampai gak mau turun mau balik lagi apa" aku tersentak kaget dari lamunan mendengar ucapannya


Ternyata angkot yang ku tumpangi sudah berhenti tepat di tempat tujuan dan kebetulan teman kerjaku ternya sekost denganku tapi beda kamar sebut saja namanya ria, gegas aku turun dari angkot tersebut tak lupa ku berikan ongkos ke pada pak supir, kemudian aku berlari ringan untuk menyeimbangkan langkah dengan ria yang jaraknya mulai jauh.


" Hey tunggu aku nah, kita kan satu arah" kataku yang mencoba mengejar langkahnya yang semakin menjauh


" makanya jangan melamun mulu syukur ajha gak aku biarin tadi, jangan terlalu sering melamun nanti kerasukan loh"


" mana bisa aku kerasukan sesama setan mah gak ngaruh " jawabku yang membuat ria menatapku malas


" terserah lah, malas aku ngomong sama kamu di kasih tau ngeyel"

__ADS_1


" sorry lah ri becanda, jangan terlalu di bawa serius lah biar gak cepat ninik-ninik kau "


" iiihhh greget aku samamu " tangannya yang ikut mengambang di udara membentuk cakaran macan


" dah ayok jalan " ucapku menyudahi


_____


Mentari mulai menampakan sinar dengan malu-malu, sengaja hari ini aku bangun lebih awal, ku mulai aktifitas pagiku dengan beberes kamar, mencuci piring lalu ku lanjut dengan mencuci baju yang sudah menumpuk di tempat baju kotor.


Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang aku sudah bersiap dengan menggunakan seragam kerja tak lupa juga menggunakan make up standar yang sudah di terapkan, aku berjalan keluar berhenti di ambang pintu untuk memastikan kembali tak ada barang yang ketinggalan, setelah itu pintu kamar pun ku kunci dan berlalu meninggalkan kostan itu menuju tempat kerja.


" Hay Rin ngapain, masuk apa kamu " ucapku basa-basi


Sekilas ia menoleh ke arahku lalu melanjutkan memasang bulu mata anti badainya, entah mengapa ia dan bulu mata itu tidak pernah terpisahkan.


" hmmmm gak lihat lagi apa nih, aku masuk middle mulai hari ini sampai punya partner kerja nanti " jelasnya


" lah kok samaan terus ya jodoh kali hehehe" ucapku dengan becanda


Lagi ia hanya menaikan bahu enggan membalas perkataanku, maklum selama berapa Minggu ini aku jarang bersamanya bahkan sekedar menegurnya saja aku sudah tidak pernah lagi, ku pikir ia akan menganggap nya biasa saja ternyata aku salah, ya siapa pun sebagai seorang sahabat akan marah jika merasa tidak di anggap.

__ADS_1


" Kamu marah kah Rin"


" hmm kamu tuh wi klau punya masalah Yo ngomong toh jangan di simpan sendiri mana tahu kan klau aku bisa bantu klau gak dengan solusi kali aku punya uang ya dengan uang wi, kamu udah ku anggap sodara tapi kamu nya masih ajha tertutup emang gak semua harus di cerita, tapi klau di pendam sendiri bakal jadi penyakit mau kamu" ucapnya yang terlihat sedikit agak kesal


" i iya Rin maaf nah, sorry Rin aku juga di sibukkan nyari barang aku yang belum ketemu, ada empat karung belum kelihatan barangnya tapi surat jalan udah di tangan aku, klau hilang aku ganti pakai apa coba belum lagi tekanan dari keluarga si Andre makin tambah pusing aku." jelasku agar tak ada lagi kesalahpahaman yang terjadi


" lain kali ya ngomong lah gak usah sok kuat " cibirnya sinis


" iya iya "


" yuk kita naik ke kantin dulu baru setelah itu masuk ke area mumpung ada rezeki nih dan juga ku sudah lapar belum makan dari rumah gak ada yang bisa di makan juga " ucapnya sambil menarik tanganku


Selesai makan siang dan merapikan make up kami berdua gegas ke area, dari kejauhan counter kami terlihat ramai pengunjung, dan yang mengantikan untuk melayani sementara para tetangga counter yang memang sedang berjaga di sekitar, tiba di counter aku langsung mengambil alih melayani pengunjung dengan ramah Tama hingga kembali terjual satu buah tas yang harganya delapan puluh juta, selesai melakukan transaksi di kasir aku pun kembali ke counter, sambil menunggu pembeli aku membersikan rak yang tersusun beberapa tas mahal dan juga aksesoris lain.


Aku yang di sibukkan dengan bersih-bersi tiba saja aku di kagetkan dengan kedatangan Tante dari si Andre lagi kali ini ia hanya berdua dengan wanita muda itu saja.


" Hei kamu, saya peringatkan sama kamu jangan pernah datang menemui Andre lagi jika kamu masih ingin tetap bekerja di sini, klau sampai saya mendengar hal itu maka kamu tau resikonya nanti, kamu klau hidup susah gak usah ajak-ajak ponakan saya, dia gak biasa hidup seperti kamu yang pantas itu hanya kamu saja.


" astagfirullah maaf ya Tante saya gak pernah ngajak Andre untuk tinggal di luar dia yang mau sendiri, harus berapa kali saya bilang saya gak pernah ajak dia untuk hidup seperti saya"


" alah maling mana ada mau ngaku, saya tau orang seperti kamu itu butuh duit dengan kamu bawa Andre hidup di luar kamu pasti bakal dapat duit dari dia kan, toh nyatanya dia belikan kamu kalung, kamu pikir saya gak tau gitu apa saja yang dia kasih sama kamu kalau kamu gak minta mana mungkin dia belikan." jelasnya yang menuduhku tanpa bukti

__ADS_1


__ADS_2