TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG

TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG
#7


__ADS_3

Minibus yang ku tumpangi berlalu meninggalkan pelataran bandara kota B, selama di perjalanan aku sedikit menikmati perjalanan dan lebih banyak nya tidur, selain bosan dengan memainkan ponsel rasa sejuk dan dinginnya udara dari AC membuatku teranya ngantuk, tak terasa sudah 2 jam perjalanan tapi belum ada tanda-tanda sampai di kota tujuan, malah saat ini mobil minibus berhenti di salah satu rumah makan yang terkenal di bukit ini, hampir semua dari penumpang keluar dari mobil, ada yang ingin BAK ada pula yang mampir di warung makan, menyisakan sopir dan juga berapa penumpang lainnya, aku yang penasaran sedang berada di mana, ku beranikan diri untuk bertanya pada si sopir.



" Hm Mas supir "


sapaku basa basi untuk memulai lebih awal, tapi yang aku panggil hanya menatapku lewat kaca spion yang berada di hadapannya, aku yang mendapat respon seperti itu melanjutkan pertama kembali.


" Sekarang udah di mana ya mas ?? Apa masih lama ya sampainya ??"


" kita berada di bukit S di KM lima puluh Bu."


jawab si sopir, eh tunggu apa katanya tadi Bu ?? emang tampangku kayak ibu-ibu ya sampai dia tidak bisa untuk membedakan gerutu ku dalam hati, sabar lah


" Mas klau jembatan ini udah lewat apa belum ya?" tanyaku sambil menunjukan foto di ponsel yang barusan di kirim Andre.



" Owh jembatan itu masih sekitar dua jam lagi dari sini Bu " jawabnya lagi dan lagi kata ibu tersemat di penghujung kata.


Aku penasaran dengan panggilan Bu yang di tujukan olehku segera mengambil cermin berukuran kecil dari dalam tas tanganku, aku aku melirik ke arah cermin menelisik seluruh bagian wajah dan berakhir di kepala yang menampilkan rambut acak-acakan tak karuan, jadi wajar saja jika si sopir akan memanggilku ibu, karena terlihat dari rambutku yang berantakan saat ini aku sudah sama persis ibu-ibu beranak lima, gegas aku rapikan kembali rambutku menggunakan lima jari bergerak menyerupai sisir dadakan.


Sejam sudah waktu istirahat di rumah makan kini satu-persatu para penunggang masuk kembali ke dalam mobil, minibus mulai melanjutkan perjalanan dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang di ramaikan beberapa kendaraan berukuran besar dan kecil ada pula gerombolan roda dua, di sepanjang perjalanan terdapat perkampungan kecil ada juga hutan liar yang mana di dalamnya terdapat pepohonan menjulang tinggi dan rindang, memisahkan jarak kampung yang satu dengan kampung yang lain. Ada pula dapat di lihat dari jarak yang cukup jauh perkebunan kelapa sawit yang sangat luas, dan kebun buah naga yang letaknya tak jauh dari pemukiman warga.



Bukit ini di namakan bukit S, konon di bukit ini sering terjadi hal-hal mistis yang mengakibatkan sering terjadinya kecelakaan, menurut penuturan dari beberapa sumber yang pernah mengalami hal tersebut secara langsung, mereka kerap sering kali mencium aroma dari melati, buah bangkai yang sangat menyengat ada pernah juga di ikuti bola api terbang apa bila melintas di atas jam sepuluh malam.

__ADS_1


( Di bukit ini memang nyata adanya ya )


Entah sampainya kapan akan sampai di kota tujuan, lamanya di perjalanan membuat aku sedikit bosan, sungguh perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Ini yang kesekian kalinya mobil yang ku tumpangi melewati perkampungan, tapi klau di lihat dengan seksama kali ini sangat lah berbeda, pemukiman sangat padat jalanan di penuhi dengan roda dua mobil pribadi, yang mengakibatkan macet panjang, mobil yang membawa kami bergerak dengan sangat lamban, tak ada lakalantas tapi mampu membuat macet parah, di arah depan hanya ada lampu lalu lintas yang setiap 20 menit berganti warna, roda dua dan roda empat berbaris berjalan beriringan udah kayak antrian sembako gratisan.



Setelah melewati lampu merah tak cukup sampai di situ mobil hanya hanya bisa melaju dengan kecepatan tiga puluh kilo meter perjam, dan sesekali berhenti, hampir sejam terjebak di kemacetan jalan, akhirnya mobil kami keluar juga dan sedang melintas di atas jembatan kuning yang terbentang panjang melintasi sungai, di bawah jembatan ini terdapat air sungai yang keru bak kopi susu, ada kapal penumpang berukuran kecil, perahu juga tongkang bermuatan batu bara sedang melintas di bawa jembatan, terdapat hunian padat penduduk di tepi sungai, sungguh pemandangan yang indah, pandangan ku sejak tadi ku arahkan ke luar jendela menikmati untuk pemandangan, mas sopirnya menyapaku sambil melirik sekilas ke arah kaca spion yang ada di hadapannya.



" Bu tadi nanya tentang jembatan yang ada di foto kan ?? Nah ini jembatan yang ibu maksud, jembatan ini namanya jembatan M dan ini kita sudah berada di kota S Bu. Jelasnya



aku kaget baru sadar klau aku saat ini sedang berada di atas jembatan yang di maksud Andre dan sekarang sudah berada di kota S.



Aku merogoh tas tangan mencari benda berbentuk pipih itu aku ingin segerah menghubungi Andre dan memberitahu klau aku sudah di kota S.


Setelah aku menemukan benda itu langsung saja aku mengirim pesan untuk Andre.



" Aku sudah berada di atas jembatan M "


Ting pesan masuk

__ADS_1


" Ke mesjid di jalan xxx aku jemput di sana "


" Ok " balas ku singkat


Selesai bertukar pesan dengan Andre ku matikan layar ponsel ku genggam sangat erat, ku alihkan pandangan ke arah depan melirik sekilas ke sopir sambil berkata.


" Mas turunkan aku di mesjid xx yang berada di jalan xxx ya mas "



" siap Bu " jawab si sopir dengan cepat, aku sudah terbiasa dengan panggilan ibu dari si sopir yang setiap kali menjawab pertanyaan ku selalu menyempatkan kata Bu/ Ibu.



Sampai di alamat yang di maksud Andre, aku turun terlebih dahulu, untuk memastikan barang bawaanku yang akan di keluarkan pak sopir dari dalam bagasi mobil, tak perlu menunggu ternyata Andre sudah terlebih dahulu berada di sana, sambil menyambut barang bawaanku dari tangan si sopir dan langsung membawanya masuk ke dalam mobil toyota Rush berwarna hitam miliknya.



Aku hanya diam dan memperhatikan lelaki yang berada di hadapanku saan ini tanpa ikut membantu.



" ini Andre ya sama sih yang ada di foto mirip sih, apa gak bahaya ya takut di jual aku nanti melihat dia yang menggunakan kalung udah kaya mafia china, eh dia kan emang orang China, kok jadi ngeri ya. Bismillah ajha dah entah bagai mana nasib ku selanjutnya aku yakin Tuhan ada dan slalu melindungi. " gumamku



" ayo masuk mobil aku Carikan sekalian kamu kostan cewek ya jangan yang bebas bahaya " ucapnya yang sudah membuyarkan lamunanku,

__ADS_1



Sambil menarik tanganku Andre membawaku mendekati mobil miliknya yang berada di seberang jalan, malu sudah jelas banyaknya orang yang beraktifitas di sekeliling kami dan sedikit memperhatikan pergerakan kami berdua membuatku risih, Andre menarik ku bak anak kecil yang menangis meminta di belikan permen ampun dah.


__ADS_2