TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG

TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG
#13


__ADS_3

Semenjak malam itu tidak pernah ada yang menelepon ku lagi, aku dan juga Andre sepakat untuk tidak bertemu dalam waktu dekat ini, takut akan menimbulkan kecurigaan, kami hanya bertukar kabar lewat pesan singkat, Andre sering mengingatkan kan aku untuk selalu waspada dengan keadaan sekitar, karena orang suruhan dari pihak keluarganya sedang memata-matai segala kegiatanku ketika berada di luar. Ia mengatakan akan kembali bertemu ketika keadaan sudah mulai membaik, aku tidak mengerti apa maksudnya, apa yang sebenarnya sudah terjadi pun ia enggan untuk memberitahuku, setiap kali aku bertanya ia hanya akan menjawab nanti aku akan ceritakan, aku bosan mendengar kata-kata itu saja yang selalu ia ucapkan kala aku bertanya.



Seperti biasa hari ini aku berada di toko dengan berbagai kesibukan, siang selesai membantu karyawan mengeluarkan barang keluar toko aku langsung menyusun semua rok\*k ke dalam rak yang terlihat sudah kosong melompong, lalu memotong dus rok\*k menyerupai nota, kemudian mengumpulkan gelas kotor bekas pagi tadi lalu membawanya ke belakang untuk di bersihkan.



Toko terlihat mulai sepi pembeli, aku ingin beristirahat walau hanya sebentar, aku berjalan ke depan meja kasir mendaratkan bok\*ng tepat di atas dus yang berisikan air mineral kemasan botol bersandarkan tumpukan karung beras yang tersusun rapi menjulang tinggi sampai ke plafon toko, duduk sambil mengayun-ayunkan kaki ke kiri dan ke kana tak lupa memainkan ponsel milikku, aku masuk ke aplikasi B\*\* dan mengirimkan pesan ke Andre.


" Siang Ndre lagi apa ? "


Ting


" Siang juga sayangku, aku lagi di jalan mau ketemu dosen, soalnya sore nanti akan ada ujian. " jelasnya

__ADS_1


" Hmmm bukan nya Sabtu Minggu gak ada kampus ya Ndre" karena setau aku seperti itu


" Ada dong nyatanya aku kuliah di hari Sabtu dan Minggu " jawabnya


"Iya juga sih klau gak ada mana mungkin dia masuk ada-ada ajha aku ini" gumamku sambil menggelengkan kepala.


" Owh ya dah hati-hati di jalan ya " kembali mengirimkan pesan ke andre


" lya makasih, betewe kamu lagi di toko ya ? "


" Hmmm iya, Napa emang ?"


Setelah berbalas pesan dan di akhiri oleh Andre, menyimpan kembali ponsel di rak dekat susunan rok\*k hanya di sana tempat menyimpan barang yang aman, walaupun tak melakukan apa-apa tak enak juga klau terus-terusan main hp kita di gaji untuk bekerja bukan untuk bersantai iya kan, hampir sejam aku duduk seperti ini, duduk menghadap ke arah jalan dengan tatapan kosong, sampai jam satu siang pun toko masih saja sepi pembeli tak seperti biasanya ada saja pembeli yang datang, sampai tiba saat mobil Toyota Rush berwarna hitam memasuki pelataran toko, aku masih dengan posisi yang sama dan yang ku tau setiap mobil masuk halaman toko itu tandanya pembeli atau menawarkan barang ( sales ), ku lirik sekilas mobil tersebut sepertinya aku kenal dengan mobil itu tapi aku menepisnya yang ku tau Andre pergi bertemu dengan dosennya, aku kembali meluruskan arah pandanganku ke depan, tak ingin tau menau soal mobil yang berada di depan toko itu, sifat cuekku semakin menjadi setelah bertemu dengan Andre.


__ADS_1


Orang yang berada di mobil hitam itu membuka pintu lalu keluar berjalan masuk ke dalam toko, dengan entengnya dia menghempas perlahan kantong kresek yang berisikan gorengan panas ke atas kedua pahaku, aku yang kaget langsung berdiri sambil memegang kantong tersebut, ingin memaki tapi ku urungkan niatku ketika mengetahui siapa yang sudah berbuat seenak jidatnya, tanpa rasa bersalah iya membalikkan badan sepenuhnya kearah kasir lalu membeli sebungkus rok\*k, dan kembali berjalan menghampiriku dan berbisik.


" Gak usah sok kaget, aku nganterin gorengan yang kamu suka kok, malam nanti kita jalan ya jangan sampai lupa." Tanpa menuggu jawaban dariku iya berlenggang berjalan keluar menuju mobilnya dan menghilang bersamaan dengan masuknya beberapa pembeli ke toko. Aku yang masih kaget dengan kedatangannya hanya menganggukkan kepala tanda setuju. Aku melihat ke arah kasir tepatnya melihat Koko dan Cece sedang memandangku seolah meminta penjelasan dariku hanya ku sambut dengan cengengesan tak jelas.


Aku mengambil piring kosong menyiapkan gorengan di atasnya kemudian aku menaruhnya di atas meja agar semua orang dapat menikmati, sebab gorengan yang di bawa oleh Andre cukup banyak klau aku sendiri mana mungkin bisa ku habiskan.



Seharian kerja membuat badanku penat, ingin rasanya menolak ajakan Andre malam nanti tapi aku sudah terlanjur mengiyakan, tepat berada di depan kostan ku seret langkahku menuju lantai atas agar cepat sampai lalu membersikan diri, mungkin setelahnya akan kembali lebih segar. Selesai membersihkan diri terasa badan ini agak sedikit lebih ringan tapi tidak dengan rasa pegal di kakiku, setelah mengenakan piyama aku duduk di lantai kamar sambil berselonjoran, ku pijit ringan bagian betis dan telak kakiku.


" Begini ya klau tinggal di kota orang tanpa sanak saudara, lapar tanggung sendiri, kerja cape gak kerja gak makan, aku harus kuat dan lebih sabar serta ikhlas." gumamku memberi semangat untuk diri sendiri karena selain diri sendiri siapa lagi yang akan memberikanku semangat.


Hampir tiga bulan sudah aku bekerja di toko yang berada di pasar itu, aku berniat setelah gajian nanti akan mencari kerjaan baru, yang gajinya setara dengan tenaga yang di keluarkan, berbekal kan informasi dari salah satu karyawati di toko baju di pasar citra niaga dekat toko milik Andre, wanita itu memberiku saran untuk melamar kerja di salah satu pusat perbelanjaan dengan menggunakan lamaran kerja, mall yang di maksud wanita itu tak jauh dari tempat aku tinggal saat ini.


Dengan menggunakan uang yang ada aku ketempat foto copy yang berada di depan gang, mengopi ijazahku ktp dan berkas yang di perlukan lainnya, tak lupa pula aku membeli map coklat daftar folio daftar riwayat hidup dan juga pulpen, setelah mendapatkan yang ku butuhkan aku bergegas pulang ke kostan.

__ADS_1


Hari ini aku sengaja tak masuk kerja dengan beralasan sakit, sebab aku ingin segerah mengantarkan lamaran kerja yang ku buat semalam ke mall departemen yang di maksud karyawan toko itu, aku tidak mengerti membuat lamaran kerja sehingga aku harus meminta bantuan dari mba Nana tetangga kamarku, berapa hari yang lalu setelah pulang dari tempat Andre, aku sempat bertemu dan berbincang dengan mba Nana, ia cukup banyak memberikan arahan yang baik padaku tak lupa juga aku meminta bantuan darinya soal contoh lamaran kerja ia pun memberikannya kepadaku. Setelah memberikan contoh lamaran kerja mba Nana berucap


" Semoga berhasil ya dek, sampai ketemu di tempat kerja baru klau kamu ketrima nanti semangat" ucapnya lalu masuk kembali ke kamarnya.


__ADS_2