
Di tempat kerja baru tentunya suasana dan juga teman yang baru pula, dan harus aku di tuntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar, tapi itu tidak masalah setidaknya aku bisa mendapatkan pengalaman, di sini juga aku banyak belajar mengenai bagaimana berperilaku lebih ramah lagi terhadap orang lain, mendisplay barang dengan lebih rapih agar terlihat menarik dan masih banyak lagi.
Seminggu bekerja semua pekerjaan sudah aku selesaikan kini tinggal menyusun laporan mengenai barang, mulai dari stok yang masih ada yang sudah terjual dan juga barang yang baru datang, semua harus masuk pembukuan tidak boleh ada yang kelewat, setiap akhir bulan semua definisi slalu di sibukkan dengan target atau laporan dua hal itu tak pernah lepas dari setiap bulannya.
Sebelum mengirimkan laporan aku harus bertemu dengan tim dari counter yang sama yang berada di big mall, untuk meminta alamat lengkap dan juga no kantor si supplier, aku putuskan untuk bertemu salah satu dari tim esok hari saja ketika aku akan menggambil off agar aku mempunyai waktu yang lebih luang.
waktu istirahat makan siang tiba kita di wajibkan untuk bergantian di waktu jam makan agar bisa mengantisipasi terjadinya kemalingan yang bisa kapan saja terjadi, dan kali ini aku dapat di waktu jam ke dua istirahat, sesampai di ruang loker gegas aku mengeluarkan bekal makan siang yang sengaja aku bawa tadi pagi, hari ini aku tidak kembali ke kostan, terlalu banyak hal yang harus aku lakukan, mengingat sebelumnya counter tempatku bekerja sudah sejak lama tidak memiliki SPG, aku harus meneliti setiap tempat dan barang yang ada.
Selepas makan siang aku memilih bersantai sebentar sambil memainkan ponsel, berselancar di sosmed sambil sesekali masuk ke aplikasi B\*\*, aku berniat ingin menghubungi Andre meminta bantuan kepadanya untuk menemaniku saat ke big mall nanti.
" Siang Ndre "
" siang juga sayang "
" Ndre besok kamu sibuk gak ? Boleh gak anterin aku ke big mall mau ketemu dengan mba via, klau kamu sibuk gapapa kok Ndre klau gak bisa"
__ADS_1
" kebetulan gak sibuk, boleh dong apa sih yang gak buat kamu."
" okay jam sepuluh besok jemput aku ya di kost "
" siap tuan putri"
\_\_\_\_\_\_\_
Hari ini waktunya berkunjung ke big mall, Andre pun sudah menunggu ku sejak tadi di bawah, aku gegas berjalan menuju tempat keberadaan Andre dan langsung masuk ke dalam mobil tak lupa pula aku menyapanya.
" Hai Ndre, maaf ya ngerepotin kamu lagi, soalnya aku bingung mau ngirim laporan tapi gak punya data pusat no telp ajha gak ada udah cari di laci counter gak ketemu, mau gak mau ya ke big mall ajha."
" gapapa santai ajha aku juga lagi gak sibuk, hanya ada sedikit kebohongan ke mama, aku bilangnya mau ngurus mata kuliah, sempat gak di percaya tapi aku langsung telp teman kampus yang udah aku ajak kerja sama sih yang"
" gak lagi kok yang, abis mama maunya toko aku yang jaga, dia gak mau biarin aku luang sejenak ajha."
" ya klau gak bisa anterin gapapa juga kali Ndre aku bisa sendiri, kan di awal aku tanya dulu kamu sibuk apa gak, klau aku tau dari awal kamu gak bisa ninggalin toko gak bakal aku mintain bantuan Ndre, aku gak mau nanti kena imbasnya loh ya."
" gak kok yang aku bakal jelasin nanti ke mereka."
Tak terasa mobil sudah memasuki pelataran mall menuju lantai parkiran VIP, kami berdua gegas meninggalkan mobil melangkahkan kaki memasuki mall menuju area mata\*\*\*\*, sampai di tempat tujuan aku bertemu dengan mbak via rekan kerja yang berada di big mall, setelah mendapatkan apa yang aku butuhkan, aku berpamitan padanya dan mengajak Andre untuk sekedar mengelilingi mall terlebih dahulu sebelum mengirim laporan dan kembali pulang.
__ADS_1
Sampai di lantai satu mata\*\*\*\* tiba-tiba saja perilaku Andre berubah dingin, genggaman yang tadinya begitu erat di hempaskan secara kasar, entah apa maksud dari sikapnya itu, aku yang emang tak begitu peduli dengan perubahan sikapnya tak begitu menanggapi, aku akan minta penjelasan klau sudah berada di mobil nanti, puas dengan berkeliling tanpa jelas yang membuat kaki terasa pegal gak karuan, aku dan Andre memutuskan untuk segerah meninggalkan mall tersebut, sesampai di pelataran mall dan memasuki mobil, kini sikap Andre sudah seperti sedia kala, aku duduk sedikit menghadap ke arahnya memandang menuntut penjelasan darinya, ia yang sempat curi-curi pandang sedikit terusik.
" Ekhemm " aku berdehem
" Kamu bisa jelasin sesuatu gak hmmm ?
atau tunggu atau aku cari tau sendiri "
" apa lagi sih yang gak ada apa-apa loh " ucapnya berkilah
" kamu yakin gak ada apa-apa ? Klau gak ada apa-apa trus kenapa tangan aku harus di hempas gak perlu kamu hempas aku bis lepasin sendiri, toh aku gak minta buat kmu gandeng nih tangan aku risi juga klau harus bergandengan tangan di tempat umum." Ucapku kesal
" bukan gitu yang aku cuman reflek ajha, sebenarnya tadi itu ada mantan aku yang waktu itu."
" owh dia kerja di sana, Napa gak bilang biar aku gak perlu ajak kamu klau kamu malu jalan sama aku gak usah di bawa ribet."
" bukan gitu yang aku, aduuuh salah lagi, aku gak masalah bawah kamu di hadapannya, kamu jangan salah paham ya, toh aku sama dia juga udah gak ada apa-apa kok bener aku gak bohong mah"
" ya ya ya aku percaya ajha apa omongan kamu, mampir di J** sebentar aku mau kirim berkas nih besok udah gak ada waktu aku untuk keluar buat sekedar ngurus yang kayak beginian." ucapku ketus malas berdebat untuk hal yang gak penting.
Andre kembali memarkirkan mobil di bahu jalan, gegas aku keluar dan masuk ke dalam salah satu kantor J\*\* memberikan amplop yang berisikan berkas-berkas untuk segerah di kirim ke pusat, tak berselang lama aku keluar dan segerah masuk ke dalam mobil, mobil kembali melaju membelah jalanan yang begitu macet dan juga panas menyengat, kali ini keadaan mobil sunyi tak ada yang memulai obrolan, aku dan Andre sama-sama tak ingin membahas apapun, sampai tepat di halaman restoran yang menjual menu makanan seafood barulah ia berucap.
__ADS_1
" Ayok yang siang ini kita makan di sini ya, kamu gak alergi seafood kan ? " tanyanya untuk memastikan
" okay kali ini aku maafin kamu tapi tidak untuk yang berikutnya, aku gak ada alergi makanan, aku cuman alergi dengan laki-laki yang banyak bohong dan tingkahnya saja. " jelas ku yang mampu membuatnya salah tingkah.