
Aku tidak berniat untuk memanfaatkan kebaikan Andre, aku memang sama sekali tidak memiliki uang untuk sekedar membeli kompor dan juga rice cooke, uang yang aku punya hanya cukup untuk ku gunakan membeli bahan makanan selama sebulan penuh, itu pun sebagian berharap dari uang lemburan klau dapat lembur juga.
Aku sudah berada di kost sejak tadi, setelah mengantarku Andre pun langsung berpamitan untuk pulang, sebelum masuk ke kamar dan tidur, terlebih dahulu ku rapikan barang belanjaan ke dalam lemari kecil yang sudah di siapkan pemilik kost, ku letakkan kompor dan juga penanak nasi berjejer di atas meja khusus untuk menaruh alat masak, sebelum berangkat kerja besok aku ingin membuat sarapan dan juga bekal makan siang, agar aku tak perlu lagi menahan lapar sampai pulang kerja nanti miris.
Semua yang ku kerjakan telah selesai aku gegas masuk ke kamar pikirku malam mulai semakin larut tak lupa pula menguncinya, ku hempaskan bobot tubuhku ke atas kasur busa, kurai ponselku yang sedari tadi tergeletak begitu saja, ku utak-atik lalu masuk ke aplikasi B\*\* aku mengirim pesan singkat ke Andre
" Terimakasih ya Ndre udah mau menjamin aku barang-barang itu mana masih pada baru lagi" Send tanda pesan terkirim
Ting
" sama-sam kayak apa ajha kamu udah kewajiban loh "
" ya dah aku mau istirahat dulu besok harus kerja lagi " jawabku mengakhiri pesan
" okay good night "
Hari berganti, seperti biasa ku jalani hariku dengan pekerjaan yang menguras tenaga kala di siang hari, dan jika malam datang aku akan beristirahat dengan penuh, terkadang Andre akan datang sekedar mengantarkan makanan atau mengajakku jalan dan berakhir dengan makan malam di luar, aku jarang menolak ajakannya ( kata orang rezeki gak boleh di tolak ) apa lagi saat ini untuk makan saja aku harus irit sebungkus mie saja harus ku bagi hingga malam begitu juga dengan telur.
__ADS_1
Kehidupanku saat ini jauh berbeda saat bersama dengan kedua orang tua, walau hidup sederhana untuk makanan itu melimpah tak pernah aku mengalami hal seperti ini, tapi hal ini tidak membuatku berhenti untuk bersyukur, masih di berikan umur yang panjang bisa kerja juga masih bisa makan walaupun sehari hanya sekali, ini akan menjadi pelajaran berharga kelak jika sudah menempuh kesuksesan awal dari perjuangan itu seperti apa dan tidak lupa pula kita berasal dari mana.
Hampir sebulan aku bekerja di toko ini selama itu juga aku belum pernah libur, dan memang tidak di perbolehkan jika memaksakan diri mau tidak mau harus ada pemotongan gaji sebanyak lima puluh ribu, aku belum berani untuk hal seperti itu hitung-hitung gajiku kan bisa utuh saat ku terima nanti.
Hari Minggu jam masuk kerja seperti biasa hanya saja ke adaan sekitar sangat sepi ada beberapa toko yang memang sengaja tutup di waktu libur, pasar juga terlihat sepi pembeli banyak lapak juga yang tutup, tak seperti hari biasa yang selalu di penuhi dengan pembeli yang berlalu lalang di pasar, pemilik toko sebelumnya sudah mengatakan setiap hari Minggu turun kerja seperti biasa hanya saja waktu jam pulang lebih awal di jam dua belas siang atau paling lambat jam satu siang, mereka butuh waktu untuk istirahat sebentar karena sore harinya akan melakukan ibadah di gereja katolik.
Sepulang kerja aku langsung membaringkan badan di lantai karamik tanpa menggunakan alas apapun rasa lelah yang ku rasa membuatku tertidur, hingga pukul tiga sore, aku di kagetkan dengan adanya dering ponsel milikku, ku tekan tombol berwarna hijau tanpa memperhatikan siapa si penelfon.
" temani aku ke gereja ya sekalian ambil hati camer "
Aku yang belum sadar sepenuhnya tentu merasa kaget dan seketika membelalakkan mata mendengar perkataan si penelpon, aku berusaha sadar dari rasa ngantuk yang ku dera dan melirik sekilas ke ponsel milikku.
" ya tuhan orang ini becanda nya keterlaluan" gumam ku
" hello, kamu ko gak jawab, pokok nya temani aku ke gereja biar sekalian belajar, aku jemput kamu jam lima nanti sore jadi bersiaplah." Andre kembali mengulang kata-katanya dan langsung mematikan sambungan telepon sepihak
" Astaghfirullah ini yang benar saja aku kan muslim masa iya ke gereja, sholat ku saja jarang aku laksanakan ini malah di minta temenin pula ke tempat ibadahnya" gumamku
__ADS_1
Aku bangkit sambil berjalan ke arah lemari mengeluarkan lulur untuk membersihkan kulitku sebelum melakukan ritual mandi dan juga memakai masker wajah, ku baluri seluruh tubuhku dengan lulur sambil menunggunya kering dan menggosoknya nanti lagi dan lagi aku memainkan ponsel, masuk ke aplikasi F\*\*\*\*\*\*, aku membuat status di aplikasi itu mengatakan klau aku akan ke gereja, tak berselang lama status yang ku buat barusan di banjiri dengan komentar negatif, ada yang mengatai ku murtad, ada yang mendukung ada pula yang menyumpahi ku.
" astaghfirullah, Aku kan belum masuk ke agama itu dan juga gak ada niat, aku cuman pergi untuk menemani walaupun aku jarang sholat tapi imanku masih kuat." gumamku kesal
selesai dengan semua ritual aku memakai celana panjang hitam kaos polos warna senada dan blazer ping tak lupa aku memoles sedikit make dan lipglos, setelah ku rasa semua cukup aku meraih tas tangan ku, memasukkan handphone dan juga dompet kedalam tas lalu menutup pintu dan menguncinya, waktu masih menunjukan jam empat lima puluh lima menit yang menandakan Andre akan datang dalam waktu lima menit lagi, sambil menunggu kedatangan andre aku mendaratkan bok\*ong ku di sofa depan kamar, sambil sesekali aku melirik ke arah telfon genggamku.
" giliran udah siap dia yang kelamaan datang " kesal ku yang malas menunggu
Ting satu pesan masuk
" aku udah di bawah turunlah "
tanpa membalas pesannya aku bangkit dari duduk ku mengayunkan langkah kaki dengan perlahan agar tidak menimbulkan suara bising dari hills yang ku gunakan menuruni anak tangga.
Tepat berada di anak tangga paling bawa terlihat ibu kost perhatikanku dengan tatapan aneh, aku tidak mengerti tatapan itu, aku lanjutkan berjalan ke arah mobil yang terparkir di bahu jalan sejak tadi sambil tersenyum ke arah ibu kost yang masih setia memperhatikan gerak-gerik ku.
" mau kemana nduk " siapanya ramah
" mau ke gereja Bu, temenin Andre " jawabku yang membuat ibu kost ku membulatkan mulutnya ternganga.
Tak ingin membuat Andre menunggu lebih lama lagi aku mempercepat langkahku mendekati mobil Andre tanpa menunggu ia membukakan pintu terlebih dahulu aku sudah bergegas masuk dan mendatangkan bok\*ng ku di sisi Andre mengemudi.
" udah siap " tanyanya
__ADS_1
" yang kamu lihat gimana " tanyaku balik