TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG

TERHALANG RESTU HANYA KARENA SEORANG SPG
#24


__ADS_3

Ingin rasanya aku menyerah tapi kembali lagi sudah sejauh ini aku melangkah, aku harus bisa lebih sabar lagi mungkin untuk saat ini aku belum bisa meyakinkan mereka tapi aku yakin suatu saat nanti mereka akan menerimaku, aku hanya perlu waktu dan kesabaran untuk membuktikan bahwa aku tidak pernah berniat jahat, dan aku juga harus sabar menghadapi sikap mereka yang semakin hari semakin kasar terhadapku.


Belum selesai aku memikirkan hal semalam kini aku kedatangan tantenya lagi, semoga saja aku masih di berikan stok kesabaran dari yang maha kuasa.


Sepeninggalan tantenya Rinda datang merangkul bahuku sambil mengusap secara berlahan.


" Kamu yang sabar ya, gak mudah melewati ujian tapi klau ikhlas akan terasa ringan" ucapnya menguatkan ku


" hmm mulai lagi sok bijak kakak kita yang satu ini giliran di tinggal pacarnya mewek" sambung Fatma yang tiba-tiba melintas di belakang kami


" kan beda fat, klau mereka pergi aku gak punya atm lagi dong" cibir rinda


" dih kebiasaan, eh tapi bagus juga tuh apa lagi klau kamu bagi ke aku salah satu dari mereka lebih bagus lagi" ucapnya sambil cengengesan


" sama ajha kamu mah " ucap Rinda yang menimpali


Klau sudah seperti ini yang tadinya sedih bakal sedikit terlupakan jika sudah bersama mereka, sikap mereka yang memang sangat konyol jika sudah kumpul bersama akan slalu membuat siapa saja yang berada di sekitar mereka segerah melupakan masalah yang ada, aku bersyukur punya teman dan sahabat seperti mereka, hanya saja aku tidak ingin mereka terlibat dalam masalah yang menimpaku saat ini.


waktu istirahat shift middle tiba aku dan Rinda kembali ke ruang loker, hanya sekedar untuk istirahat meninggalkan Fatma yang masuk di shift pagi tetap berada di area, di ruang loker kami berdua duduk di lantai sambil berselonjoran, Rinda kembali di sibukkan dengan gawainya dari sorotan mataku ia terlihat sangat mahir mengetik pesan yang entah untuk siapa aku tak peduli, aku pun mengambil ponselku yang berada di dalam laci loker, ku nyalakan layar ponsel yang terdapat banyak pesan dari Andre, ku baca satu persatu ada sebagian pesan masuk dari semalam yang tidak mendapatkan satu balasan pun dariku.


" Yang kamu dah langsung pulang ke kost kan ?"


" yang maaf ya atas omongan mama barusan ke kamu, kita berjuang sama-sama ya buat mereka yakin"

__ADS_1


" yang udah tidur ya, yang bersabar dikit lagi"


" pagi yang, dah di tempat kerja ya, dari semalam gak balas pesan aku"


" yang kamu gapapa kan klau dah baca pesannya tolong balas ya walau sekedar ngasih kabar ajha gapapa"


Terlihat dari isi pesan tersebut ia sangat khawatir, aku memang sangat dingin tapi sungguh tidak tega an orangnya.


" siang menjelang sore Ndre maaf kebetulan baru lihat hp dari semalam gak pegang hp soalnya." ucapku jujur yang juga merasa bersalah


Ting


Tak butuh waktu lama untuk menerima balasan pesan darinya.


" ya dah aku lanjut lagi ya nih dah mau masuk area lagi " kataku


" oke yang love u"


Aku tak membalas lagi pesan tersebut, kubiarkan saja tanpa membukanya, ku simpan kembali ponselku ke dalam loker lalu menguncinya, ku rebahkan sedikit tubuh ini di lantai ruangan loker yang dingin sambil menunggu waktu istirahat selesai, tidak lupa aku mengingat kan Rinda untuk membangunkan ku jika waktu istirahat nanti sudah berakhir, jika tidak di ingatkan kembali ia suka lupa, penat rasanya bukan cuman badan tapi pikiran juga.


_______


Kembali jam pulang kerja tiba, gak tanggung-tanggung aku pun di antar oleh Rinda sampai di dalam kamar kostan, tanpa berpamitan ia menghempaskan bobot tubuhnya di kasur milikku, sungguh sahabat tak berakhlak ya begitulah kami tak merasa sungkan lagi, seperti dugaanku jika Rinda datang sampai masuk ke kamar dan merebahkan diri itu tandanya ia akan bermalam, benar saja ternyata ia sudah menyiapkan baju ganti untuk besok ke tempat kerja tapi tidak dengan baju tidur, sudah pasti akan memakai punyaku dan itu sudah menjadi rutinitas nya jika bermalam denganku, kali ini aku tidak memasak makan malam yang memang aku belum membeli bahan yang harus di masak, aku yang ingin segerah membersikan diri berjalan menghampiri Rinda dan membangunkannya.

__ADS_1


" Rin bangun mandi nah kita ke depan cari makan klau gak bangun aku tinggal nih gak ku belikan kamu loh" ancam ku berlalu masuk ke kamar mandi segerah membersihkan diri


" iya bawel ini udah bangun lah " ucapnya yang masih terdengar olehku walau pintu kamar mandi sudah tertutup rapat


kini kami sudah berada di warung pecel lele yang berada di depan gang kompleks, aku dan Rinda sudah memesan makanan dan menunggu di hidangkan, tiba saja ada yang menepuk pundakku, sekejap aku berbalik dan menengok ke belakan siapa yang sedang berada di belakangku saat ini, reflek aku berdiri dengan rasa terkejut mengapa dia berada di sini sejak kapan.


" Hey tutup mulutnya nanti lalat masuk loh " ucapnya dengan senyuman khasnya


aku yang menyadari langsung menutup mulutku dengan rapat


" Napa kaget ya yang aku di sini hehehe, sini aku jelasin sebelum kamu nanya ya, aku tau ada banyak pertanyaan di pikiran kamu, pertama, aku keluar lewat pintu belakang dah pasti mama gak tau, kedua aku kesini pakai mobil teman aku minta tolong ke teman aku tadi, ketiga aku tau kamu di sini pas aku mau ke kost kamu tiba-tiba kamu udah di depan kost dan jalan ke sini ya aku buntuti ajha kamu dari belakang, aku pikir kamu nya mau ke mana ternyata beli makanan" jelasnya panjang


" eh ada Rinda juga ya, sorry Rin gak nyapa soalnya klau gak langsung di jelasin bakal dapat pertanyaan panjang maklum" sambungnya lagi


" gapapa santai ajha, dah biasa gak di anggap klau di depan orang yang lagi pacaran" balas Rinda acuh yang di sambut cekikikan olehku dan Andre


" dah kalian tambah lagi pesanan buat di kost ya nanti aku bayar, aku gak bisa lama-lama di sini nanti bakal ketahuan mama, emmm bentar aku ambil cemilan sama minuman di mobil, kebetulan sebelum ke sini aku sempat mampir ke minimarket dulu, syukur ajha aku sempat beli banyak buat kalian nyemil di kost nanti, takut ajha klau kalian lapar nyemilin dinding kan bisa di marahin pemilik kost"


" mang kami rayap apa " sambung Rinda lagi dengan memutar bola mata malas.


" dah dah aku ini lapar kalian malah berdebat ajha" ucapku yang menengahi mereka berdua


Entah mengapa jika Andre dan juga Rinda bertemu slalu saja ada perdebatan, tapi bukan berarti mereka membenci satu sama lain lebih tepatnya seperti Tom Jerry ajha sih

__ADS_1


__ADS_2