
Sambil menunggu mas Arwan selesai mandi,Mika dan Jhony asyik mengobrol.Ya,,Mika tampak sudah meninggalkan rasa malunya karna Jhony selalu bisa mengimbangi setiap perkataan Mika.Kadang Jhony harus bicara seperti gaya anak ABG,kadang seperti seorang kakak,teman,tak terasa Mika pun nyaman dengan perlakuan Jhony saat sedang berbicara dengannya.
"Kalau misal mas ngga jadi suka sama aku juga gapapa.Aku juga ngga mau berharap tinggi tinggi mas..." Mika merendah
"Dik,,jangan mematahkan hatiku....Aku benar benar serius dengan niatanku" Jhony memandang serius pada Mika
"Tapi mas tau sendiri kan?Aku bahkan tidak sedewasa mas.Dan malah mas yg selalu saja mengimbangi ku.Aku terlalu kekanakan untuk jadi istri mu mas..."
"Dik,,lihat mata aku sebentar saja" ucap Jhony kemudian
Mikapun memandang mata Jhony penuh arti.Tapi tiba-tiba air matanya mengalir tanpa suara.Jhony tau,wanita di depan matanya itu hanya mencoba untuk memperlihatkan kekurangannya.Jhony juga sangat paham dengan apa yg sebenarnya Mika rasakan.Mika hanya takut bahwa Jhony tidak serius dengan niatannya.Tapi Jhony tetap berusaha agar Mika tidak meragu.
"Kenapa???" ucap Jhony dengan lembut
Mika tak menjawab dan cepat cepat mengusap air matanya.
"Kamu bisa melihat ketulusanku kan dik?Aku benar-benar tulus ingin menjalani kehidupan rumah tangga sama kamu dik.Kamu percaya sama aku kan??Aku juga sudah siap dengan segala resikonya,,menikahi gadis cantik,cengeng,kaya anak kecil yg gemesin banget ini" Jhony mencubit hidung Mika lagi lalu tertawa
Mika jd tersenyum mendengar ucapannya Jhony,namun air matanya masih tidak berhenti mengalir
"Dah,,,jangan nangis lagi" Jhony menghapus air mata Mika "Nanti kalau mas Arwan lihat,bisa bisa mas ngga di restuin nih" lanjut Jhony
"Kok gitu?" jawab Mika manyun
"Nanti kalau mas Arwan bilang gini gimana ,belum di nikahin aja udah bikin nangis adikku! gimana nanti kalau udah menikah! sana ngga usah jd nikahin adikku nanti aku bisa nangis seumur hiduuuuup " ucap Jhony dengan tampang manja dan sok sedih
Mika lalu tertawa.Jhony merasa lega dengan ucapannya yg berhasil membuat Mika mungkin percaya dengannya.
"kamu mungkin akan jadi anak kecilku untuk sementara waktu,aku akan selalu bersabar sampai nanti kamu akan siap jd ibu dari anak anakku.Aku mencintaimu Namika Kania..." batin Jhony sambil terus memandangi Mika
Tiba tiba ada suara motor berhenti di depan rumah Mika.Itu adalah Riko adik Mika.
"Assalamualaikum..." sapa Riko yg langsung masuk kedalam rumah
"Wa'alaikusalam..." jawab Mika dan Jhony
"Ehh,?Ini pasti mas Jhony ya?" tebak Riko sambil menyalami Jhony
"Yah,kok udah tau.Kamu pasti Riko kan?" Jhony juga menebak
"Yah...kok tau juga" Riko dan Jhony lalu tertawa bersama sama
"Udah lama datengnya mas?" tanya Riko sambil duduk di kursi tamu
"Belum terlalu lama kok...habis dari masjid ya?"
"Iya mas,tadi ikut bagi bagi in daging.Mbaaak,ambilin minum!" perintah Riko
"Nyuruuuuhh! Itu kopinya mas Arwan belum di minum,minum aja,nanti aku bikinin lagi buat mas Arwan." jawab Mika
"Air putiiih..."
"Ihh,ambil sendiri sana terus mandi!"
"Huuuh..." ucap Riko manyun sambil berdiri hendak ke dapur "Mas Jhony,aku tinggal mandi dulu ya?" pamit Riko
"Iya Rik"
Mas Arwan terlihat sudah selesai mandi,Jhony yg melihat mas Arwan berjalan mendekatinya lalu berbisik pada Mika
"Dik,aku deg degan" bisik Jhony
"Aku juga mas..." balas bisik Mika
"Di nikamati nih Jhon apa yg ada,,ngga usah malu malu" kata mas Arwan yg langsung mengambil posisi duduk.
"Iya mas,terimakasih" jawab Jhony
__ADS_1
"Rumah kamu tuh tepatnya di mana?"
"Di kota P mas,tapi kalau jarak rumah saya sama kotanya kurang lebih 5 km an"
"Kalau sama pertigaan kota?"
"Itu yg belok kiri ke arah danau Bambu mas,ga jauh juga rumah saya sama danaunya"
"Ohh,daerah situ,lah aku juga sering banget mancing kesana loh,seminggu bisa dua sampai tiga kali kalau lg ngga ada kerjaan"
"Oh...kalau mas kenal Mas Roji yg punya warung di danau itu,itu tetangga saya mas.Kata ibu saya jg masih ada ikatan sodara"
"Oh pak Roji?Kenal aku,sama pak Roji.Itu satu satunya warung yg selalu buka walaupun danaunya lg sepi pemancing"
Jhony kehabisan kata kata tidak tau lagi harus ngomong apa sama mas Arwan.Sedangkan Mika tetap hanya diam saja memperhatikan Jhony dan mas Arwan yg kemudian meminum kopinya.
"Ka,panggil Ibu kesini" perintah mas Arwan pada Mika
"Iya mas..."
Saat Mika memanggil Ibu,mas Arwan langsung to the point pada Jhony
"Jadi bener kamu serius mau nikahin adikku Jhon?"
Jhony menegakkan punggung nya dan mulai fokus mempersiapkan jawabannya
"Iya mas.Saya datang kesini,ingin mengutarakan niat serius saya untuk menikah i Mika"
"Sudah benar-benar dipikirkan matang matang?Mika masih terlalu muda lho buat kamu."
"Jujur,saya sudah dua kali sholat Istiqarah mas,dan jawabannya sama semua.Mika saya minta untuk sholat Istiqarah juga,dan Mika bilang mau menikah sama saya.Kalau Allah saja sudah meyakinkan saya dan Mika,ya saya tinggal berusaha saja mas.Saya datang kesini dengan niat tulus saya,niat sungguh sungguh saya,saya ingin meminang Mika mas"
Mas Arwan manggut manggut mendengar jawaban Jhony sambil menyruput kopinya lagi.
Sementara Jhony,tangannya mulai gemetaran,jantungnya berdegup kencang,namun tetap berusaha untuk tenang.
"Kenapa Ar,kok manggil ibuk?" tanya ibu datang bersama Mika yg bergelayut manja di tangan Ibunya.
"Hmm..." mas Arwan meletakkan gelasnya setelah menyerupit koponya yg sudah hangat"Jhony bilang ingin menikah i Mika,jadi Ibuk kan juga harus dengar langsung"
"Begini Buk,Mas Arwan,,,kedatangan saya kesini,pertama tama saya ingin bersilaturahmi dengan keluarga dik Mika,kedua saya juga ingin bertemu anak Ibu secara langsung,karna selama ini kami hanya saling mengenal lewat telepon,yg ketiga sekaligus inti dari silaturahmi saya,saya berniat sungguh sungguh,tulus dan ikhlas dari hati saya,saya meminta restu ingin menikah i dik Mika Bu,Mas...Sebelumnya,kami sudah melaksanakan sholat Istiqarah,saya sampai dua kali Istiqarah mendapatkan jawaban yg sama,dik Mika juga sepertinya begitu" Jhony memandang Mika sejenak dan Mika pun mengangguk kan kepala tanda membenarkan ucapan Jhony
"Ya...terimakasih mas Jhony sudah mau datang kerumah Mika untuk bersilaturahmi dan mengutarakan niat baiknya.Jujur,ibu sendiri juga ngga menyangka kalau Mika benar-benar serius minta izin mau nikah.Tapi ibu kembalikan lagi semua sama Mika.Kalau ibu sih selalu merestui apapun yg terbaik pilihan anak-anak ibu,kalau Mika benar benar sudah siap menikah,kami akan sangat mendukung"
"Terimakasih bu,,," ucap Jhony sedikit membungkuk dengan tangan mengatup di himpit kedua pahanya
"Begini ya Jhony,,kamu belum tau Mika itu kepribadiannya seperti apa,sifatnya seperti apa,apa kamu sudah benar-benar berpikir matang matang mau menikahinya?Pernikahan itu bukan main main lho.Itu dijalani bersama sama sampai tua,harus bisa saling menerima kekurangan satu sama lain.Apalagi Mika itu juga masih terlalu muda buat kamu.Di rumah aja sifatnya masih kaya anak-anak gitu.Yakin kamu??"
"Saya sangat yakin dan siap mas menerima segala resikonya.Soal usianya Mika yg masih muda,saya sendiri InshaAllah akan selalu berusaha mengimbanginya.Ya saya sudah mengerti dan paham dengan perempuan seusia Mika yg masih suka labil,ya...sekali lagi,karna saya sudah mendapatkan jawaban dari Allah,jadi saya sangat yakin."
"Kamu sendiri gimana Ka?Bener udah siap nikah??" tanya mas Arwan pada Mika
"InshaAllah udah siap mas..." jawab Mika sambil menunduk
"Nikah itu berarti kamu siap 24 jam mengabdi untuk keluarga mu dan keluarga dari suamimu loh Ka?"
Badan Mika tiba menjadi sangat merinding mendengar ucapan Ibu. "benar kata ibu,aku bukan hanya mengabdi untuk suamiku,tapi juga ibu mertuaku.Apa aku sanggup Ya Allah..." batin Mika
"Iya buk,,aku InshaAllah siap"
"Alhamdulillah..." batin Jhony.Jhony tersenyum lega mendengar jawaban Mika yg baru saja.Matanya melirik bahagia ke arah Mika yg masih tertunduk malu malu.
"Saya juga mau minta izin Bu,mas Arwan,,,saya mau mengajak Mika kerumah saya sebentar untuk saya kenalkan ke Ibu saya dan keluarga saya.Saya janji ngga akan lama lama membawa Mika Bu,mas." izin Jhony
"Iya boleh mas Jhony" jawab Ibu
"Jangan malu malu in loh Ka!Kalau ketemu sama keluarganya Jhony tuh yg sopan,,,jangan kaya anak kecil tingkahnya...." tambah mas Arwan
__ADS_1
"Iya maaas..." jawab Mika sambil nyengir
"Ya udah buk,ajak Mika kedalam dulu,aku mau ada urusan sesama laki laki."
"Iya,ayo Ka,masuk" ajak Ibu
Tanpa berkata kata,Mika beranjak dari tempat duduknya dan saling pandang pandangan dengan Jhony.Tampak Jhony sebegitu tegangnya,membuat Mika jadi merasa kasian.
Jhony menegakkan punggungnya dan mengambil nafas dalam dalam,lalu menghembuskannya pelan pelan agar tidak merasa tegang.
"Ini obrolan sesama laki laki nih Jhon,tp jangan tersinggung kalau aku banyak tanya sama kamu"
Deg... Jhony tiba tiba jd sangat tegang
"Iya mas." jawab Jhony singkat
"Boleh lihat KTP sama SIM mu?" pinta mas Arwan
"Oh iya mas" Jhony bergegas megambil dompet di saku celananya dan mengambil KTP serta SIM nya.
"Ini mas..." Jhony menyerahkannya pada mas Arwan
Mas Arwan membacanya dengan sangat teliti.Sambil mengernyitkan dahinya.
"Ternyata kamu lebih tua dari aku"kata mas Arwan lalu tertawa kecil "Kamu pengusaha?Usaha apa?"tanya mas Arwan
" Saya punya usaha furniture mas,yg semuanya terbuat dari kayu"
"Buka di mana?"
"Ada di kota P,dan juga di beberapa lagi di luar kota mas"
"Dalam arti,,,kamu bosnya?" mas Arwan penasaran
"Ya...boleh di bilang begitu" jawab Jhony malu
"Wah...aku lg ngomong sama bos besar ini berarti.Sudah punya berapa cabang memangnya?"
"Alhamdulillah ada sepuluh cabang di beberapa kota di pulau jawa mas.Tapi jangan di kasih tau Mika dulu ya mas,nanti saya takutnya Mika berubah pikiran karna tau saya bosnya,soalnya kemarin saya bilang sama Mika pekerjaan saya ini tukang kayu hehee"
"Ohh,,ya ya ya..."
"Kamu sudah pernah menikah sebelumnya?"
"Sama sekali belum mas"
"Kenapa?"
"Mungkin memang karna belum bertemu jodoh kayanya mas" Jhony tertawa geli dengan jawabannya sendiri
"Ya...aku cuma mau bilang terimakasih aja Jhony,sama kamu.Kamu sudah serius mau nikahin Mika,aku cuma pesan,jaga adikku!Setelah menikah,aku sudah tidak bertanggungjawab lagi dengan Mika,tanggung jawab sepenuhnya ada di kamu.Tolong jaga dia dengan baik.Banyak sabar menghadapi gadis muda seperti dia.Polosnya keterlaluan soalnya dia itu." kata mas Arwan berpesan pada Jhony
"Siap mas,saya akan berusaha melaksanakan apa yg mas pesankan untuk saya.Saya juga sangat berterimakasih mas,mas sudah merestui niatan saya untuk menikahi Mika."
"Ya sama sama.Saya titip Mika sama kamu" kata mas Arwan yg kemudian menyandarkan punggungnya di kursi
Perasaan Jhony sangat lega selegah leganya. "on step closer...fiuhh" batin Jhony
"Pak,kata nenek udah belum urusannya?" kata Brian sambil mendekati mas Arwan
"Kenapa?" tanya mas Arwan
"Mau di ajak makan sama sama kata nenek" jawab Jhony
"Ya udah,suruh bawa sini,biar lesehan aja disini,di dapur sempit."
"Nek...suruh bawa sini aja kata bapak" teriak Jhony
__ADS_1
"Heeeeeh...ya jangan teriak dong Bri,ngga sopan" kata Mas Arwan "Ambil tikar,terus di bentangkan di disitu" perintah mas Arwan sambil menunjuk lantai tempat Brian berdiri
"Iya pak..." jawab Brian lalu mengambil tikar dan membentangkannya