
"Assalamualaikum..." ucap Jhony dan Mika berbarengan saat mau memasuki rumah Jhony
"Wa'alaikusalam..." jawab bu Inah yg juga baru saja keluar dari kamarnya.
"Ibu baru bangun?" tanya Jhony
"Iya.Kamu dari rumah kakakmu Jhon?"
"Iya buk..."
"Oh iya,Mika tolong panaskan soto yg Jhony belikan tadi.Ibu mau ke kamar mandi dulu" ucap bu Inah sambil berjalan melewati Mika
"Iii iya buk..." jawab Mika sedikit ragu. Hmmm aku baru pertama kali kesini udah di suruh aja.Tp ngga papa itung itung pendekatan sama calon ibu mertua batin Mika yg kemudian tersenyum berhadapan dengan Jhony
"Yuk,mas antar ke dapur" ajak Jhony masih dengan senyuman manisnya
Mika mengangguk dan mengikuti langkah Jhony
"Nah,,ini dapurnya.Bisa sendirikan?" maksud Jhony adalah menghangatkan soto.
"Bisa mas..." jawab Mika manis
"Ya udah,aku tinggal ke kamar dulu ya?Mau mandi,ntar keburu adzan maghrib lagi"
"Iya mas..."
Jhony meninggalkan Mika sendiri di dapur.Mikapun mulai mengambil panci,membuka bungkus plastik berisi soto dan memasukkannya kedalam panci,kemudian di panaskan di atas kompor.Sambil menunggu kuah soto mendidih,Mika mengamati ruangan dapur di hadapannya "Ini akan jadi calon dapurku juga nanti.Memasak untuk suami dan ibu mertua." batin Mika sambil senyum senyum sendiri
Tak lama kemudian,bu Inah masuk kedapur.Mika yg sudah selesai menghangatkan soto,lalu menghidangkannya di meja makan.
"Sudah Mika?"ucap bu Inah sedikit mengagetkan
"Ehh,!Sudah buk..."
"Jhony kemana?"
"Mas Jhony ke kamar tadi bu,mau mandi katanya"jawab Mika canggung
" Ayo ikut makan."
"Mmm,ngga usah bu,makasih...saya masih kenyang"
"Ya sudah."
"Saya permisi ke ruang tamu ya buk.."
"He'em"
Ibunya mas Jhony kok bikin aku takut ya.Lebih menakutkan dari mas Arwan gumam Mika dalam hati sambil berjalan cepat menuju ruang tamu kemudian duduk di kursi
"Udah dik?"tanya Jhony yg keluar dari kamarnya sudah menggunakan sarung,baju koko dan peci.
Hmmmhh wangi banget kamu mas
"Oh,?Sudah mas...mau ke masjid ya?"
"Iya,yuk ikut"
"Tapi,aku pinjam sarung ya mas?Soalnya aku ngga bawa mukena"
"Sebentar mas ambilkan.Oh iya,wudhu sekalian aja dik di kamar mandi kamarku."
Mika mengangguk dan ikut Jhony masuk kedalam kamarnya.
"Di situ kamar mandinya" Jhony menunjukkan letak kamar mandi dengan telunjuknya.
"Aku titip tas disini ya mas?" ucap Mika sambil melihat suasana kamar Jhony
"Iya cantik..."
"Mika mas,,namaku MIKA!"
"Iya dik Mika,,,cantik!!" goda Jhony
"Apa sih mas...aku wudhu dulu" ucap Mika malu dan segera masuk ke dalam kamar mandi
Jhony tersenyum senang melihat ekspresi Mika yg malu malu,lalu kemudian membuka lemari.Saat mau mengambilkan sarung,Jhony teringat sesuatu.Ya...Jhony ingat pernah membelikan jilbab untuk Mika saat sedang jalan jalan ke mall bersama Kika di kota S waktu itu.Di carinya paper bag yg di simpan dalam lemari,lalu menjinjing paper bagnya dan juga sarung yg akan dipinjamkannya untuk Mika.
Tak lama kemudian Mika keluar dari kamar mandi.
"Dik,ini sarungnya" menyerahkan sarung "Dan ini buat kamu" lanjut menyerahkan paper bagnya
"Ini apa mas?" Mika penasaran saat menerima paper bag dan segera menyelempangkan sarung di bahunya
"Buka aja,,,dan semoga kamu suka" ucap Jhony sambil tersenyum lebar
__ADS_1
Mika membuka papper bagnya dan mengeluarkan isi di dalamnya
"Waah...jilbab,,banyak banget ini mas?"
"Terimakasih ya mas...aku malah jadi ngga enak"
"Sama sama cantik...ngga usah gitu,,suka ngga?Aku ngga tau selera hijab kamu kaya gimana.Kemarin cuma asal pilih aja pas belinya"
"Ini bagus banget mas...aku suka banget malahan.Sekali lagi terimakasih banyak ya mas..." ucap Mika kegirangan sambil mengamati jilbab nya
"Sama sama dik..." Jhony tersenyum penuh arti saat memandangi Mika yg terlihat sangat senang dengan pemberiannya "Ya udah,yuk berangkat ke Masjid"
Mika mengangguk dan meletakkan paper bagnya di atas tempat tidur Jhony.Lalu bereka berjalan beriringan menuju masjid.Sebelumnya Jhony dan Mika juga sudah berpamitan kepada Bu Inah.
Sepulang dari Masjid,Jhony yg sudah berganti baju dengan pakaian santai duduk di kamar berdua dengan Mika.
"Lihatin apa kamu dik?"
"Kamarnya mas rapi" jawab Mika yg matanya masih melihat lihat suasana kamar Jhony
"Masa?"
"He'em" angguk Mika
"Sementara kamar kita di sini dulu"
"Hah?Maksudnya??"
"Nanti,,setelah kita menikah,ini akan jadi kamar sementara kita" ucap Jhony yg tiba-tiba merebahkan badannya sambil memegang jemari Mika
"Hiiish!Belum menikah udah ngomongin kamar." celetuk Mika sambil melepaskan tangan Jhony
"Kamu maukan tinggal disini??"
"Aku mau tinggal di mana aja bisa mas..."
"Tapi mas udah punya planing,besuk kalau kita udah nikah,mau bikin rumah kita sendiri,sesuai keinginan kamu dan aku"
"Plening itu apa?" ucap Mika dengan polosnya
"Rencana rencana..." jawab Jhony sambil menahan tawa
"Oh...Bahasa Inggris lagi?!"
"Aku ngga pernah mempermasalahkan mau tinggal di mana mas...rumah ini juga sudah sangat layak ditinggali"
Jhony duduk kembali di samping Mika sedikit mendekat.
"Dik...terimakasih ya?" ucap Jhony memandang lekat Mika
"Terimakasih untuk apa mas..."
"Maksih udah bersedia mau aku nikahi"
"Aku juga terimakasih,mas udah mau mempercayakan aku untuk dijadikan istri mas"
Jhony memandang lekat wajah Mika dengan senyuman penuh arti.Mungkin jika kekhilafan terjadi,sudah terjadi adu bibir diantara mereka.Namun Mika segera menyadarinya.
"Mmmm mas!Mau ngapain?!"ucap Mika sambil memundurkan wajahnya
"Heh ehh,!Maaf maaf...aku,,emm...Eh iya,ayuk aku antar kamu pulang dik?,!" ucap Jhony salah tingkah, tangannya menggaruk garung tengkuk lehernya walaupun tidak gatal
Mika mengangguk lalu mengambil tasnya dan keluar kamar mendahului Jhony
Huuufh kenapa semua cowo kaya gitu sih!Hiii gerutu Mika dalam hati
"Dik,ini lupa belum kamu bawa." Jhony menyerahkannya paper bag pada Mika
"Oh iya,aku lupa!!Mas...sekali lagi makasih banyak ya mas..."
"Sama sama dik.Kita pamit ibu dulu yuk?" pinta Jhony
Mika mengangguk dan mengikuti langkah Jhony masuk kedalam kamar bu Inah.Tapi ternyata bu Inah sudah tidur.
"Ibuk..." panggil Jhony pelan"Buk,,Mika mau pamit pulang"
"Hemm" bu Inah membuka matanya namun tidak mengubah posisinya untuk duduk
"Buk,saya pamit pulang ya?"Mika mendekat kepada bu Inah sambil meraih tangan bu Inah dan mencium punggung tangan bu Inah
"Iya,,kalian hati hati di jalan" ucap Ibu tanpa memandang Jhony ataupun Mika dan kembali memejamkan matanya
"Assalamualaikum buk..." ucap Mika
"Kum salam"
__ADS_1
"Aku pulang agak malaman ya buk" kata Jhony
"Hemm"
"Maaf ya dik,ibu memang begitu sifatnya" bisik Jhony pada Mika seraya berjalan keluar rumah
Mika mengangguk menandakan baik baik saja.
"Sini mas pakein helmnya"
"Aku bisa sendiri mas..."
"Tapi aku yg mau dik..."
"Nanti aja kalau udah nikah!Soalnya Mas jadi menakutkan kalau malam malam gini.Oh iya,nanti ngga usah mampir mampir,langsung pulang kerumahku aja.Oke!" ujar Mika sambil memakai helm nya dengan cepat
"Iya...maaf ya?Jangan marah ya..dan aku akan bersabar!" ucap Jhony yg merasakan masih ada ketidaknyamanan pada Mika saat kejadian di kamar tadi. Maaf ya dik,hampir saja tadi aku mau mencium mu.Makasih sudah jadi wanita yg baik dan sangat menjaga kehormatan mu. batin Jhony
"Harus sabaarlah" celetuk Mika
"Rasanya udah ngga sabar pingin nikahin kamu dik,,Nikahnya besuk aja gimana?"
"Okay!" jawab Mika dengan santainya
Jhony meringis mendengar jawaban secepat kilat yg di ucapkan Mika
"Kok ketawa??Kalau bisa malam ini,ya malam ini aja sekalian.Aku udah seram banget lihat wajah mas malam ini.Takut di terkam!!"
Jhony menggeleng menahan tawa,sungguh tidak percaya dengan ucapan Mika baru saja.Jhony memandangi Mika dengan espresi wajah yg menyiratkan kekaguman sekaligus penyesalan karna sempat mau menciumnya di kamar tadi.
"Pinginnya juga gitu dik" ucap Jhony manja
"Tuhhh mas lihatin aku lagi sampai kaya gitu!!!Tambah seram!!Jangan berpikir macam macam ya?!!Sabar..."
"Ehhh,?!Emangnya mas mau ngapain dik??" ucap Jhony tertawa ringan
"Ya,?ya ngga tau...yg jelas mau nganterin aku pulang kan?Tapi wajah mas seram banget!Udah...ayo berangkat..."
"Iya...sayaang..." kali ini Jhony mengedipkan mata pada Mika
"Hiiii" Mika bergidik sambil menaiki motor
Jhony menyalakan mesin motor dan melaju menuju rumah Mika
****Percakapan diatas motor***
"Diiiik..."
"Apaaaa??"
"Beneran mau di nikahin malam iniii?"
"Kalau bisaa"
"Kita nikah siri dulu yuuuk?"
"Tapi kan itu ngga tercatat di KUA maaas..."
"Nanti kan kita juga bakalan nikah secara aturan negara juga diiik"
"Ya mas bilang sama mas Arwaaan"
"Kamu bantuin aku ngomong doong..."
"Aku takuuut!!"
"Ayo lah diiik..."
"Aku takut maaas...Terus gimana bilangnyaaa?
" Lagian aku juga harus balik kerja lagi Minggu ini maaas,mau sekalian pamit berhenti kerjaaaa"
Jhony terdiam sejenak.
"Kalau gitu,nanti pas aku melamar kamu aja yaaa?Nanti kan ada kakakku juga,aku mau minta sama mas Nata buat menyarankan kita untuk nikah siri duluuuu"
"Okeee...!!!"
"Terimakasiiiihh"
"Sama samaaa..."
Makasih ya mas...udah bikin hatiku berbunga bunga malam ini.Aku tau kamu laki laki normal,seandainya tadi posisiku udah jadi istri kamu,aku mau banget di cium hahhaah Aku masih ga nyangka,ternyata aku akan menikah muda juga.Rasanya kaya mimpi!!Andai saja kita udah nikah,aku pingin peluk kamu mas..." batin Mika memandang lekat punggung Jhony dengan senyum simpulnya
Kamu ringan banget ngucapin OKE nya dik..rasa kaya ga ada beban.Aku seneng banget dengarnya...Berarti itu tandanya Mika benar benar juga sudah menerima aku di hatinya.Terimakasih ya Allah...Sabar sebentar lagi. batin Jhony
__ADS_1