
"Besuk jam berapa Jhon keluarga mu datang kesini"tanya mas Arwan
"Saya ikut yg disini saja mas,,,siapnya jam berapa,saya ikut saja"
"Oke kalau begitu.Nanti ku kabari.Minta nomer HP kamu Jhon,kemarin mau minta lupa terus"
"Oh iya mas..." Jhony mengeluarkan HPnya dari dalam waisbag dan memperlihatkan nomer HPnya pada calon kakak iparnya itu.
"Kalau habis lamaran langsung di nikahkan saja boleh ngga sih pakdhe" tanya mas Arwan tiba tiba
hah?!mas Arwan kok tiba tiba membahas pernikahan batin Jhony
"Nikah siri?kalau nikah secara negara kan,ya harus ngurus surat suratnya dulukan?"
"Iya maksudku juga nikah siri itu pakdhe.Kan Mika sama Jhony belum lama kenalannya.Pinginku biar nikah siri dulu sambil nunggu hari Akad nikah secara negara.Biar lebih enak saja mereka kenalannya"
Bibir Jhony menyiratkan senyuman terlebarnya.
Yess alhamdulillah... mas Arwan ternyata punya niatan buat menikahkan aku sama Mika secara siri dulu.Jadi kan aku ngga perlu bilang duluan.Mimpi apa aku semalam hati Jhony benar-benar berbunga bunga
"Ya ngga papa,malah bagus kan?Jadi kenalannya mereka sudah halal.Kamu gimana Jhony?" tanya pakdhe
"Kalau diperbolehkan,saya sangat bersedia pakdhe..." jawab Jhony mantab
"Besuk acaranya siang saja gimana pakdhe?Ba'da dzuhur lah" kata mas Arwan
"Iya ngga papa ngga papa"
"Oke!Berarti besuk siang acaranya ya Jhon"
"Siap mas..." jawab Jhony tersenyum sangat senang
Mereka lalu asyik mengobrol saat mas Andri dan saudara laki laki yg lain ikut bergabung.Saking asyiknya,sampai sampai Adzan Dzuhur berkumandang.
"Allahuakbar Allah....huakbar...."
"Lah!kok sudah adzan saja.Ayo kita pada ke Masjid!" ajak pakdhe
Mereka kaum laki laki yg ada disana segera beranjak menuju masjid.
"Ka,kamu ngga ke masjid?" tanya ibu
"Engga buk...baru aja datang M,hehehee"
"Oh...ya udah,ibuk mau ke masjid dulu"
"Iya buk..."
20 menit berlalu...
"Mas,pakdhe,semuanya...berhubung sudah siang,saya mau pamit pulang dulu..."
"Heeeh...kita makan sama sama dulu Jhon!" ucap mas Arwan
"Iya mas,nanti habis kita makan,mas Jhony baru boleh pulang" kata Riko
__ADS_1
"Iya Jhony,ayo kita makan dulu." tambah pakdhe
"Iya pakdhe..."
kali ini aku benar benar merasa seperti punya keluarga yg utuh.keluarga yg sangat menganggap kehadiranku.keluarga yg sangat aku idam idamkan sejak dulu.entah kapan keluargaku bisa seperti ini.rasanya seperti mustahil,tapi aku juga sangat mengharapkannya.semoga suatu saat nanti aku dan saudara saudaraku bisa berkumpul seperti ini Terimakasih Ya Allah...engkau telah menghadirkan Mika dalam hidupku.Karnanya,aku bisa merasakan keutuhan keluarga seperti ini.Mika...aku sangat beruntung bisa menikah denganmu.
"Mika!sana duduk deket calon suamimu..." goda tante Tini saat Mika akan duduk di samping tantenya itu
Mereka semua sudah berkumpul serta duduk berlesehan di atas tikar untuk makan bersama.Ada beberapa jenis hidangan makanan yg sudah tersaji setiba mereka dari Masjid.
Dengan malu malu,Mika mengambil poisi duduk di samping Jhony.
"Ihiiirrrr..." goda mas Yendi sepupu Mika
Kali ini,Jhony pun ikut tersipu malu.
"Ayo,semuanya kita makan" ucap pakdhe
Mika mengambilkan piring dan menyendokkan nasi untuk Jhony.
"Trimakasih..." ucap Jhony lirih sambil memandangi Mika dengan senyuman manisnya
Seperti biasa,Mika selalu saja menjadi sangat malu saat di tatap oleh Jhony
"Ciye...chuit chuitttt...." goda mas Andri
"Maaf ya mas,di keluarga ku memang banyak penggoda" ucap Mika pada Jhony namun malah mengundang gelak tawa semua orang yg ada disana karna nada bicara Mika yg seperti anak kecil mengadu pada orang tuanya.
"Biasanya kalian juga sudah adu mulut saja kok" celetuk Bu Tirah sambil mengambil piring
"Nanti kalau kamu nikah,aku janji ngga akan suka ganggu in kamu lagi Ka!" kata mas Andri
"Bener ya?!Awas kalau bohong!" celetuk Mika
"Tapi aku tetap ga akan berhenti godain kamu,hahaha"
Semua yg ada di ruangan itu malah kembali tertawa,apalagi ekspresi kesal Mika yg nampak sangat lucu.Sampai Jhony pun terkekeh lalu memegang punggung Mika sambil mencoba memberhentikan tawanya.
Suasana kekeluargaan di keluarga besar Mika memang sangat erat.Saling peduli satu sama lain,penuh keceriaan,saling mendukung,saling menghargai dan menghormati satu sama lain.Tak heran mengapa Jhony sangat takjub dengan kedekatan keluarga besar Mika antara satu sama lain.
Selesai makan,Jhony berpamitan kepada keluarga Mika untuk pulang.
"Ibuk,saya pamit pulang dulu ya bu..." pamit Jhony
"Iya mas Jhony,,hati hati di jalan,salam buat ibunya mas Jhony ya?"
"Iya buk,nanti saya sampaikan salam dari ibuk untuk ibu saya.Pakdhe,saya pamit pulang dulu"
"Iya sekarang pulanglah,tapi kalau besuk,kamu pulang,bakalan pakdhe cegah.Soalnya pakdhe masih belum puas ngobrol sama kamu,hahahaa"
"Hehee iya pakdhe...besuk kita ngobrol sampai puas deh..."
"Tante,Budhe,saya pamit dulu"
"Iya Jhony..."
__ADS_1
"Hati hati di jalan..."
Jhony berpamitan pada seluruh orang yg ada disana sambil menyalaminya.Dan terakhir,Jhony berpamitan sama mas Arwan yg baru muncul setelah dari kamar mandi.
"Mas Arwan,,saya pamit dulu..."
"Bisa kita ngomong berdua dulu?" kata mas Arwan
"Oh iya mas" Jhony mengikuti langkah mas Arwan
Mika sangat penasaran apa yg akan kakaknya lakukan pada Jhony.
Jhony sedikit penasaran,karna mas Arwan masuk ke sebuah kamar.Jhony melihat sekilas suasana di dalam kamar yg tidak begitu besar,namun terlihat girly,rapi,dan wangi itu.Mata Jhony tertuju pada tumpukan papper bag.Lalu Jhony tersenyum simpul,dan meyakini bahwa kamar itu adalah kamar Mika.
"Jhony"
"Eh,iya mas?!Ada apa?"
"Saya cuma mau mengucapkan terimakasih.Terimakasih sudah memberikan uang banyak sekali untuk membantu kami mempersiapkan acara nantui.Aku ngga tau harus membalasnya dengan apa"
"Mas Arwan ngga usah sungkan seperti itu..sebentar lagi mas Arwan akan menjadi kakak saya,bahkan uang yg saya berikan tidak sebanding dengan apa yg sudah keluarga mas Arwan berikan untuk saya.Ibuk,mas Arwan,dan semua keluarga mas Arwan sudah memberikan saya Mika.Mika bagi saya jauh lebih berharga dari uang yg saya berikan td mas...Oh iya,,!" Jhony mengeluarkan sesuatu dari dalam dompetnya "Ini saya juga ada ATM,mas bisa pakai untuk keperluan mempersiapkan acara pernihakan saya dan Mika nanti.Saya mau,saat acara pernikahan nanti,dilaksanakan sesuai keinginan Mika mas,saya mau pihak dari keluarga Mas Arwan saja yg mengatur.Mungkin saya cuma menginginkan agar acaranya di adakan di gedung saja,karna nanti saya akan mengundang seluruh karyawan karyawan saya.Saya yg harusnya sangat berterimakasih mas..."
"Jhon..ini berlebihan,kamu simpan saja ini,aku ngga bisa terima Jhon" ucap mas Arwan sungkan
" Mas,saya mohon...tolong terima.Ini juga untuk acara saya,anggap saja saya sedang minta tolong sama mas Arwan,,karna saya sendiri ngga bisa mempersiapkan semuanya sendiri mas,saya sangat mempercayakan acara pernikahan saya dan Mika nanti pada Mas Arwan dan keluarga besar.Tolong buatkan acara yg terbaik untuk saya dan sesuai dengan keinginan Mika dan keluarga mas Arwan."
"Tapi Jhony,,..?"
"Mas,,,saya ngga bisa membalas restu dan keikhlasan Mas Arwan,Ibu,dan seluruh keluarga besar yg telah merelakan Mika untuk saya.Seluruh isi ATM ini ngga akan sanggup untuk membalas semuanya mas..."
"Baiklah." mas Arwan menerima kartunATM dari Jhony "Sekali lagi terimakasih banyak.Aku semakin yakin,kamu pasti akan membahagiakan Mika lebih dari yg sekarang.Dia tidak cukup bahagia sejak kecil,karna itu bahagiakan Mika.Aku sangat percaya sama kamu Jhony"
"Inshaa Allah mas,terimakasih sudah mempercayakan Mika untuk saya."
"Ahh,anak polos itu ternyata sudah besar!Sudah ada yg memujinya seperti itu.Ku kira dia ngga akan berubah jadi wanita dewasa."
"Mika wanita yg baik mas,Mika juga ngga sepolos yg orang orang katakan.Saya sangat bisa melihat dan merasakannya."
"Benarkah?!Hahahaa kamu berarti satu satunya orang yg bisa menganggap Mika wanita.Kami yg keluarganya saja masih menganggap Mika anak kecil"
"Terimakasih mas,sudah menganggap Mika anak kecil.Itu berarti mas dan keluarga sangat menjaga Mika.Saya sangat beruntung akan punya keluarga baru yg sudah menjaga jodoh saya dengan sangat baik tentunya hahaha"
"Itu kewajiban saya dan kami Jhon hahhaa... kalau Mika mengecewakanmu,kembalikan saja kepada kami,aku akan sangat bisa mengerti."
"Tidak akan mas,,saya ngga akan pernah merasa dikecewakan sama Mika!"
"Ya ya...sudahlah,berhenti terus menjukkan keyakinanmu,aku sudah sangat percaya sama kamu!" menepuk bahu Jhony
"Terimakasih mas..."
"Aku yg harusnya berterimakasih.."
"Emmm,,mas?,apa ini kamar Mika?"
"Iya,masa kamu ku biarkan masuk kamarku! hahhaa" Jhony pun ikut tertawa"Sebentar ku panggilkan Mika,kamu disini saja"
__ADS_1
Jhony berpikir sejenak,namun kemudian tersenyum saat mas Arwan keluar dari kamar dan meninggalkannya sendiri.