Terimakasih Mas Jhony Ku...

Terimakasih Mas Jhony Ku...
Pukul 17.25


__ADS_3

Mika sudah selesai menghapus riasannya,kemudian lanjut mandi dan berganti baju tidur babydoll berlengan dan bercelana panjang.Saat masuk kekamar,Mika sudah mendapati suaminya berbaring telentang,setengah badan diatas ranjang,dan kakinya menyentuh lantai


"Mas..." panggil Mika lembut ketika masuk kedalam kamarnya sambil tersenyum malu


"Hmm ya dek...?"


"Mas cape ya habis bantu beres beres di luar?" melepas jilbab bergo nya lalu mengambil sisir


"Sedikit...coba kalau dapat ciuman,capenya pasti langsung hilang" Jhony langsung duduk sambil melihat istrinya menyisir rambut


Cup Mika mencium kening suaminya dengan cepat.Senyuman lebar tersirat di bibir Jhony,membuat Mika tersipu malu.


"Sini dek,biar mas yg sisirin" ucap Jhony tersenyum sambil mengulurkan tangan meminta sisir yg di pegang istrinya


Mika memberikan sisir kepada suaminya,lalu mengambil posisi duduk di tepi ranjang sebelah kanan Jhony posisi membelakangi suaminya


"Rambut kamu wangi banget dek" kata Jhony sambil menyisir rambut istrinya


"Ahh,,,biasa aja mas..."


"Eh,,benaran tau...wangi banget"


"Makasih mas..."


"Makasih buat apa..."


"Pujian nya"


"Hahaa mas ngga muji kok,,emang benaran wangi loh" mengendus rambut istrinya "Wanginya lain dari yg lain"


"Emang mas pernah nyium wangi rambut orang lain?"


"Engga sih hahaha"


"Terus kenapa bisa bilang wangi rambutku lain dari yg lain?"


"Emm...soalnya sampoo yg biasa mas pakai wanginya ngga kaya gini dek,,shampoo nya ibu juga ngga kaya gini wanginya.Mas cuma tau dua jenis shampoo yg biasa mas dan ibu pake sebenarnya,makanya bisa bilang lain dari yg lain hahaaa"


"Hahahaa...padahal aku ngga lagi keramas,kok masih wangi ya." gumam Mika


"Itu karna rambut kamu selalu terjaga dek,,selalu bersih,jadi bau wanginya awet"


"Emmm,,,gitu ya?Oh iya,mas buruan mandi,terus kita pergi"


"Kemana??"


"Mas,,kita harusnya bertemu ibu sekarang..."


"Ibuku?" berhenti menyisir


Mika mengangguk mantab


"Besuk aja ya dek...,mas masih pingin disini?" menempelkan dagunya di bahu kiri istrinya sambil melingkarkan tangan memeluk istrinya dari belakang


"Kasihan ibu mas,,di rumah sama siapa?"


"Ibu nyaman sendirian di rumah dik,sudah biasa.Percaya deh."


"Tetap aja ngga benar mas,kita harus menemui ibu,kita kasih tau ibu kalau kita sudah menikah"


"Dik..." mencium leher sebelah kiri Mika


"Aaahh...mas geli..." meringis,sedikit mencengram lengan Jhony


"Hehee maaf,tapi aku suka dek,mulai sekarang kamu harus terbiasa" kali ini,Jhony menikmati leher istrinya hingga meninggalkan satu tanda merah


"Mas...sayaaang..." Mika melepas paksa pelukan suaminya karna merasa geli.Lalu berbalik dan posisi mereka kini sedang saling berhadapan.


Cup mencium pipi kanan Jhony lalu memeluknya.Jhonypun balas mengeratkan pelukannya.


"Maaf ya mas...aku masih belum terbiasa,,maaf aku masih terlalu canggung juga mas..."


"Tapi aku suka kecanggungan istri cantikku ini.Jadi pingin cium cium terus jadinya,hahaa"


"Apa sih mas...rasanya aku masih pingin nolak loh mas kalau di cium,tapi aku takut dosa" ucap Mika dengan polosnya


"Hahaaa" Jhony tertawa geli mendengar ucapan istrinya


"Kan seorang wanita yg sudah menikah,berarti juga harus menyerahkan tubuhnya untuk di cumbu suaminya,kalau si istri menolak,berarti berdosa" sambungnya lagi

__ADS_1


"Oh gitu ya." pura pura baru tahu "Berarti jangan pernah nolak kalau mas menginginkan lebih dari sekedar peluk atau cium ya?"


"Aku kan ngga nolak mas sayaaang...hanya,,belum terbiasa aja"


"Iya sayang..." mencium puncak kepala istrinya dalam dalam "Kalung yg tadi buat mahar di taruh mana ya dek?Mas mau pakein langsung buat istri menggemaskan mas ini"


"Huumm" memonyongkan bibir "Coba aku cari dulu ya mas,,soalnya tadi Riri yg masuk masukin ke kamar" saling melepas pelukan


Mika lalu mencari kalung yg di pakai sebagai maharnya.Setelah ketemu,Mika lalu menyerahkan nya pada suaminya.


"Mas kapan belinya?"


"Kemarin!" Jhony mengeluarkan kalung dari kotak perhiasan "Pulang dari sini itu,mas balik lagi ketoko perhiasan yg kemarin.Rencananya mas mau beli seperangkat perhiasan,tapi takutnya ngga sesuai sama selera istriku ini.Jadi mas beli aja kalung ini.Kamu suka ngga dek?Harusnya suka,ini mas udah cari yg paling biasa aja modelnya loh"


"Ini sangat bagus mas...aku suka banget.!!Terimakasih..."


"Sama sama sayang...Sini!" mengangkat telunjuk kanan menghadap wajahnya,dan menggerakkan mundur sekali agar istrinya semakin mendekat.Kini jarak wajah mereka hanya sekitar sepuluh senti.


"Mas aku deg degan kalau jarak kita dekat kaya gini" ucap Mika sambil memandang lekat wajah suaminya yg terfokus pada pengait kalung


"Sama dek...mas bahkan juga menahan sesuatu" ucap Jhony sambil memasangkan kalung di leher istrinya


"Ada yg mas sembunyi in dari aku?"


"Nanti akan kutunjukkan kalau istriku ini sudah siap dan mengerti"


"Maksud mas?Aku ngga ngerti,mas ngomongin tentang apa?"


"Dah...kalungnya cantik banget ini di pakai kamu sayang..."


"Terimakasih ya mas..." Mika memegangi bandul kalung kemudian berdiri melihat kecermin


Jhony memeluk dari belakang istrinya yg sedang tersenyum memandang kearah cermin,dan terus mencium pipi kanan istrinya itu berulang ulang kali


"Ini bagus banget mas...terimakasih mas sayang..." saling tersenyum kearah cermin


"Sama sama dik sayang...."


"Mas merem deh!" ucap Mika tiba tiba


"Kenapa?" Jhony penasaran dan melepaskan pelukannya.Mika berbalik hingga posisi mereka saling berhadapan


"Oke..." Jhony menuruti kemauan istrinya


Cup cup cup cup cup banyak kecupan mendarat di wajah Jhony dan terakhir,dengan penuh keberanian,Mika mencium bibir suaminya sedikit lama.Jhony yg menyadari sebuah ciuman mendarat dibibirnya tak tinggal diam.Dengan masih memejamkan mata sesuai arahan istrinya,Jhony ******* lembut bibir istrinya itu.Mika teringat betapa dia hanya diam saja saat dua kali ciuman sebelumnya terjadi,dan kali ini,dengan mata yg masih memandangi wajah suaminya menikmati bibirnya dengan terpejam,perlahan Mika mulai membalas ******* itu dengan lembut.Mika mencoba mengulang apa yg di lakukan Jhony.Akhirnya,*******,cecapan dari kedua bibir itu saling beradu dengan lembut.Batin Jhony tersenyum girang akhirnya ciuman itu terbalaskan juga.Ya...Jhony sangat maklum jika istrinya belum lihai dalam hal berciuman.Namun Jhony merasa sangat bahagia,karna merasa,,dialah satu satunya laki laki yg mendapatkan ciuman pertama dari wanita yg kini bersandang sebagai istrinya.Ciuman itu akhirnya berakhir dengan saling berpelukan.


"Terimakasih" ucap mereka berdua bersama.Saat menyadari bahwa mereka mengucapkan kata yg sama,tawa kecil terdengar dari mereka berdua.


"Oh iya!mas buruan mandi!Aku mau siap siap dulu." Mika terlebih dahulu melepas pelukannya


"Sayang...sudah bolehkah aku membuka mata??"


"Ya Allah mas...hhaaa buka mata mas sekarang"


Jhony membuka matanya sambil tersenyum senang


"Mashallah!!Perasaan sebelum aku memejamkan mata,aku sedang bersama istri ku!Kenapa bisa berubah jadi bidadari?Sayang...apa sebenarnya kamu memang jelmaan bidadari?"


"Hahaha mas nih apaan!!!Aku malu...aku tidak seperti bidadari mas..."


"Heheee mas suka deh dek kalau kamu malu malu kaya gini, jadi gemes aku tuuh..." mencubit pelan kedua pipi istrinya


"Mas..." mereka saling pandang


"Ya udah,aku mau siap siap dulu.Aku bawa baju ganti sedikit dulu aja kali ya mas?"


"Dek,,besuk aja ya...??"


"Sekarang mas..." ucap Mika lembut serta meyakinkan


"Ya udah,tp tunggu habis maghrib atau habis Isya' sekalian ya sayang?mas mau ikut makan bareng disini..."


"Iya...tapi janji,nanti habis makan bareng langsung ke kota P ya?"


"Iya sayang..." mencium kedua punggung tangan istrinya secara bergantian "Aku ngga mau melewatkan momen makan bersama disini dik,mas suka makan rame rame,di rumah selalu aja makan sendirian"


"Iya mas...kan setelah ini,mas bisa makan bareng sama aku terus,,ngga akan sendirian lagi?"


"Oh iya,sekarang aku sudah ngga sendirian lagi ya,ahh rasanya masih seperti mimpi dek!Cium lagiii..." ucap Jhony manja sambil memonyongkan bibirnya

__ADS_1


Mika dengan raut muka malu akan mencium kening suaminya.Namun dengan cepat,Jhony mengarahkan bibir Mika agar bisa bertemu dengan bibir nya dan saling melekat.


"Sayang....cium semuanya..." suara manja sambil menunjuk pipi,kening,hidung,dagu lalu leher agar di cium istrinya


Dengan sedikit malu,Mika menuruti keinginan suaminya.


"Udah,mas cepat mandi,sebentar lagi maghrib loh"


"Iya sayang..." membelai pipi Mika lalu berdiri


"Handuknya pakai bekas aku ngga papa kan mas?" Mika berdiri dan meraih handuk yg tergantung di belakang pintu kamar


"Ngga papa banget sayang..." ucap Jhony tersenyum girang lalu mengambil handuk dari tangan istrinya


"Tapi mas ngga bawa baju ganti,terus mau ganti pakai...oh iya,aku pinjamkan punya mas Arwan aja ya mas?"


"Ngga usah dek,pakai baju yg tadi lagi aja,kan juga baru di pakai berapa jam tadi,masih bersih kok"


"Oh ya udah,kalau gitu aku sekarang mau


siap siap dulu"


"Oke" ucap Jhony sambil membuka pintu kamar lalu bergegas untuk mandi.


. . .


"Ibu ngga ke masjid?" tanya Mika pada ibunya saat keluar kamar


"Engga Ka,ibu sholat dirumah dulu."


"Habis maghrib ini kalau ngga habis Isya' nanti aku sama mas Jhony mau ke kota P buk"


"Malam malam begini?Kenapa ngga besuk saja..."


"Mas Jhony juga mintanya besuk buk,tapi aku maunya sekarang.Rasanya ngga enak aja kalau habis nikah ngga minta doa restu langsung dari ibu mertuaku buk."


"Iya betul juga.Ya sudah,tapi nanti kalian ikut makan sama sama dulu,baru berangkat kesana.Ibu mau sholat maghrib dulu ya"


"Iya buk..."


Mika lalu pergi ke kamar Diya berinisiatif untuk mengasuhnya sebentar,karna Mika pikir pasti kakak iparnya juga mau sholat.


"Dek Diya...lagi ngapain cantiik..." panggil Mika


"Lagi main tante..." jawab mba Ifa "tuh,,,ada tante Mika,mama sholat dulu ya nak?Adek main sama tante Mika dulu ya..." kata mba Ifa pada anaknya


"Iya...dek Diya ikut tante dulu ya,,mama biar sholat dulu" masuk kekamar Diya


"Iya mama" kata Diya


"Yuk dek kita kasih makan ikannya tante Mika yg di aquarium,kasihan lapar ikannya.Tante lupa dari tadi pagi ngga kasih makan ikan"


"Ayok ante...Diya mau kacih mam ikan nya chendili ante"


"Iya...nanti dek Diya yg kasih makan ikannya..."


Mika sangat menyukai hewan yg bernama ikan.Khususnya ikan hias seperti yg dia pelihara di aquarium miliknya,yg tidak terlalu besar juga sih.Kesukaanya pada ikan bermula saat terakhir kali sebelum bapaknya meninggal,Mika sempat makan ikan lele goreng dan bakmi jawa bersama bapaknya.Dan almarhum bapaknya memang sangat suka memelihara ikan.Di saat melihat ikan,entah mengapa Mika selalu merasa senang.Makanan favouritenya pun ikan goreng jenis apapun dan aneka olahan mie.Kebetulan pula mas Arwan,Riko dan Brian juga sangat suka memancing ikan,bahkan mereka punya satu aquarium yg lumayan besar untuk menampung ikan yg mereka dapat ketika memancing.Jika ada yg masih bagus,di masukkan ke aquarium,sampai satu aquarium ada beberapa jenis ikan.Pokoknya,Mika sekeluarga adalah pecinta ikan.Selama Mika bekerja,ikan peliharaannya Brian yg mengurus.


. . .


"Pakdhe ngga jadi kesini ya buk?" tanya Mika sambil mempersiapkan peralatan makan lalu menaruhnya di atas tikar di ruang tamu.


"Iya,besuk malam aja katanya.Mungkin pakdhe mu lagi ada urusan" jawab Ibu sambil menata aneka lauk serta nasi.


"Pas banget aku juga mau pergi." kata Mika


"Mau pergi kemana Ka?" tanya mbak Ifa yg sedang mempersiapkan minuman


Belum sempat Mika menjawab,sudah terdengar suara salam dari luar rumah


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam..." jawab Mika dan Ibu bersama sama


"Wah...udah siap makan makan ini" ucap Riko


"Iya,ayo kita makan sama sama..." ajak ibu


Mereka pun makan bersama.

__ADS_1


__ADS_2