Terimakasih Mas Jhony Ku...

Terimakasih Mas Jhony Ku...
Membahas Lamaran


__ADS_3

"Assalamualaikum..." teriak Mika ketika sudah sampai di rumahnya


"Wa'alaikusalam..." jawab Mba Ifa yg sedang sibuk mempersiapkan arang dan peralatan untuk membakar sate di halaman rumah


"Assalamualaikum mbak..." salam Jhony


"Wa'alaikusalam...Om Jhony,,ayo masuk" jawab mba Ifa


Jhony mengikuti langkah Mika masuk kedalam rumah di ikuti mba Ifa juga.


"Pada ke masjid ya mbak?Kok sepi?" tanya Mika


"Iya,,,dari Maghrib tadi belum pada pulang,Diya juga ikut tadi"


"Ohh...itu mau bakar sate ya mbak?kok nyiapin arang segala?"


"Duduk mas..." pinta Mika dan di balas anggukan oleh Jhony


"Iya,,mas kamu pingin nyate kambing td katanya." kata mbak Ifa yg muncul dari arah dapur masih sibuk mondar mandir mempersiapkan bahan dan peralatan yg akan di gunakan untuk membakar sate


"Dik,titip tas,udah mau Isya',aku mau ikut berjama'ah ke Masjid" kata Jhony lirih.


"Oh iya mas...aku ngga ikut ya,belum mandi soalnya"


"Iya..." kata Jhony sambil menyerahkan tasnya pada Mika


"Aku berangkat ya..."


Mika mengangguk tanda mengiyakan.


"Mba,ke masjid dulu ya" pamit Jhony pada mba Ifa yg masih sibuk di halaman


"Ohh,iya oom"...


Sesampainya di masjid,Jhony langsung menuju kearea tempat wudhu.Adzan Isya' pun berkumandang.


***dirumah Mika***


" Mbak...perlu di bantuin??" tanya Mika


"Udah ngga usah,ini usah selesai kok"


"Ya udah aku mau mandi dulu mbak,sekalian sholat Isya"


"Iya...habis itu nanti ceritain ke mbak,gimana tadi ketemu calon mertua"


"Hahaa apa sih mbak...hahaha iya,nanti aku ceritain" jawab Mika malu sambil berlalu ke kamar mandi


Mikapun bergegas mandi,lalu menunaikan shalat Isya',setelah itu lanjut membantu mba Ifa menyiapkan bumbu untuk bakar sate kambing.


"Yg di masjid kok belum pada pulang ya?" kata Mika ikut duduk bersama mbak Ifa setelah selesai shalat Isya'


Mbak Ifa bukannya menjawab malah penasaran dengan cerita Mika bertemu dengan keluarga Jhony


"Ehh ehh gimana tadi di rumah Jhony?" tanya mba Ifa penasaran sambil menyalakan arang


"Ya kenalan sama ibunya,sama kakaknya"


"Terus terus??"


"Ibunya mas Jhony minta buat secepatnya nikahin aku mbak...Kaget banget aku tadiii.Masa aku cuma di tanyain kamu siapa,rumahnya mana,sama di tanyain gini kamu benar Mika,mau nikah sama mas Jhony?? ya aku jawab InshaAllah buk... habis bingung mau jawab apa.Udah itu td ibunya mas Jhony juga bilang, tapi kalau sudah nikah harus tinggal di sini loh. Aku jawab aja kalau saya ikut mas Jhony saja buk Udah cuma gitu aja mbak...terus tadi aku di suruh ngangetin kuah soto sama Ibunya mas Jhony.Sama sekali ga di tanyain macem macem.


" Ya itu berarti ibunya Jhony udah merestui"


"Aku tadi juga diajakin ke rumah kakaknya mas Jhony,di sana membahas apa coba mbak?Lamaraan,katanya kalau bisa secepatnya.Tambah kagetlah aku.Tapi malah di tempat kakaknya itu,aku banyak banget di tanyain,ternyata malah kakaknya mas Jhony itu yg dulu ikut kerja bikin jalan ringroad sini lho mbak,malahan kenal sama pak Suryan kades kita.Dan jadi ya semaki.... " belum selesai Mika bercerita,yg dari Masjid sudah pulang


"Assalamualaikum..." salam yg habis dari Masjid.Termasuk Jhony yg ternyata ikut pulang bersama yg lainnya


"Wa'alaikusalam...jawab Mika dan mba Ifa


"Wiiiissh udah siap ya ma" ucap Brian yg langsung menghampiri mba Ifa


"Bikin minuman dulu sana Ka..." suruh Ibu


"Iya bu..." jawab Mika lalu bergegas ke dapur


Jhony,mas Arwan,Riko dan Ibu yg memangku Diya duduk di teras rumah beralaskan tikar.Mbak Ifa sibuk menusuk daging kambing yg sudah dibumbui dan siap untuk di bakar bersama Brian dan Fita.


"Gimana tadi Jhon,Mika ngga malu maluin kan?" tanya mas Arwan


"Hahhaaa ngga mas,,,"


"Ibunya mas Jhony gimana kesannya ketemu sama Mika?"tanya Ibu


"Ibu saya malah minta saya suruh secepatnya menikahi Mika buk..."


"Alhamdulillah...Ibu ikut lega mendengarnya.Kalau ibu kamu maunya begitu,ya saya juga ikut mendukung"


"Alhamdulillah buk..." ucap Jhony sedikit pelan


"Dan rencananya,kalau Ibu dan mas Arwan tidak keberatan,,lusa saya dan keluarga saya mau datang kesini untuk melamar Mika buk,mas...Saya juga sebelumnya sudah bertanya sama Mika dulu,dan alhamdulillah Mika bersedia,tapi ya saya ikut keputusan Ibu sama mas Arwan saja bagaimananya."


"Ya, ya...aku sendiri ngga keberatan Jhon...Ibu juga ngga keberatan kan bu?" kata mas Arwan


"Ya ibu malah senang...lebih cepat lebih baik kan?"


"Alhamdulillah..." ucap Jhony lirih. Perasaannya begitu lega setelah mendapatkan persetujuan dari ibu dan mas Arwan


"Ciyeee..." goda Riko saat Mika muncul sambil membawa baki berisi minuman


"Apa sih... ciya ciye!!" celetuk Mika yg kemudian meletakkan bakinya di tengah tengah mereka yg sedang duduk


"Udah selesai di tusukin nih dagingnya" kata Mba Ifa


"Aku mau bakar sendiri mbak..." teriak Riko yg langsung beranjak

__ADS_1


"Aku ikut Rik!" ucap Jhony sambil beranjak


"Ayok mas"


Mika juga mengikuti Riko dan Jhony.(Jarak teras dan halaman sekitar 3 meter)


Mereka mulai menempatkan diri masing masing melingkari tempat pembakaran.


"Udah lama banget aku selama Idul adha ngga pernah bakar sate" ucap Jhony


"Kalau di sini selalu mas..." kata Riko


"Aku juga baru kali ini ikut bakar sate di rumah,biasanya ga pernah pulang tiap idul adha" ujar Mika


"Emangnya sejak kapan kamu kerja dik?"


"Sejak lulus SMP,sampai sekarang mas..."


"Kerja dimana dulu?"


"Kerja di rumah makan di pulau S mas,ikut teman saudaranya Ibu,hampir 2 tahun disana,terus aku pulang,di ajakin pakdhe kerja ke Ibu kota jd ART di tempat temannya pakdhe,cuma berapa bulan gitu,terus aku pulang,dapet kerjaan lagi ya kerjaan sekarang ini"


"Emmm,,,kalau Riko masih sekolah?"


"Udah engga sekolah mas,aku kerja jadi buruh bangunan" jawab Riko


"Kenapa ngga lanjut sekolah aja??" tanya Jhony lagi sambil meletakan sate di atas pembakaran


"Mas Arwan sama Mbak Mika aja cuma lulus SMP mas,aku juga mau samaan" jawab Riko sambil tertawa.Jhony dan Mikapun juga ikut tertawa


"Tapi masih mau ngga sekolah lagi??" tanya Jhony


"Ah engga mas...udah males mikir pelajaran sekolah aku.hahaha" jawab Riko santai


"Aku aja masih mau sekolah..." ucap Mika


"Serius dik?Nanti kamu aku ikutin kejar paket C ya?? kata Jhony


" Ah engga usah mas...ntar mas aja yg ngajarin aku.Mas kan Sarjana"


"Hahaha..." semuapun tertawa


"Pelajarannya khusus dan plus plus kalau buat kamu dik" bisik Jhony (maksudnya plus plus itu persoalan ranjang)


"Ngga papa,malah seneng aku mas..." jawab Mika polos


Jhony sungguh ingin tertawa mendengar jawaban yg begitu enteng keluar dari mulut Mika "Ahhh betapa polosnya kamu dik...lempeng lempeng aja pemikirannya" batin Jhony sambil menahan tawa


"Nih kayanya udah mateng,cobain mas?" kata Mika


"Ini cuma gosong luarnya aja dik,,dalamnya belum mateng...lihat tuh ,?!Kan di cuil aja masih alot"


"Iya kah?Hahaha maaf maaf..."


"Jangan di kipasin terus,,,,nanti apinya jd besar,bikin cepat gosong.Nih,,kaya punyaku sebentar lagi mateng" ujar Jhony


"Bareng bareng dong..."


Setelah semua sate di bakar,merekapun menikmatinya bersama sama dengan tambahan nasi dan sambal kecap.


Jhony memandangi sejenak keluarga Mika yg tengah sibuk mengambil piring,nasi,sambil ada yg berebut,ada yg melerai,ada yg hanya menatap senang,,,sekali lagi Jhony merasa sangat nyaman berada di tengah tengah mereka.


"Kalau nanti aku sudah menikah dengan Mika,apa Mika akan betah tinggal di rumah bersama Ibuk ya??Di keluarga ini begitu rukun,ramai,penuh canda tawa.Aku saja sangat nyaman dan rasanya tidak ingin mensudahi kebersamaan seperti ini bersama keluarga ini.Sangat jauh berbeda dengan keluarga ku.Semua sibuk dengan diri sendiri.Sedangkan Ibuku sendiri orangnya begitu cuek,tidak seperhatian ibunya Mika."


"Ayo mas Jhony,makan..." ucap Ibu


"Eh,!Iya buk..."


"Mbak Mika nih juga ga berinisiatif ngambilin buat mas Jhony " celetuk Riko


"Ini juga baru mau di ambiliiiiin"


Suasana makan malam hari itu sangat membahagiakan.Terutama dengan Jhony yg sudah sekian lama tidak pernah merasakan kebersamaan seperti keluarga ini.Selesai makan,mereka asyik mengobrol.Mika dan Jhony duduk sedikit menjauh dari keluarga Mika.Ada obrolan yg hanya mereka saja yg mengetahui.


"Dik,tadi mas udah bilang sama mas Arwan,sama Ibu juga,besuk lusa mas mau melamar kamu"


"Hah?!Mas serius?" Mika terkejut


"Iya...kenapa?Kamu keberatan?"


"Eng..enggak...cuma,masih ngga percaya aja" ucap Mika yg kemudian jadi sangat malu


"Rasanya memang kaya mimpi ya dik.Mas jadi merasa sangat berterima kasih sama Nova" ucap Jhony memandang Mika sambil tersenyum


"Aku juga sama mas...padahal tadinya aku udah sangat menolak waktu Nova mau ngenalin aku sama mas."


"Kalau boleh tau,kenapa memangnya dulu ngga mau di kenalin sama aku?"


"Maksudnya tuh bukan di kenalin sama mas aja,tapi sama laki laki.Aku ngga suka di kenal kenalkan sama laki laki,apalagi cuma lewat telepon,soalnya udah pengalaman juga...aku hampir...." Mika tidak jadi melanjutkan kalimatnya


"Kenapa?" tanya Jhony penasaran


"Ah udahlah mas ngga usah dilanjutin,aku ngga nyaman membahas itu.Yg penting,,,,ini yg terakhir kalinya aku di kenalkan sama laki laki,dan alhamdulillah...laki lakinya baik,dan datang dengan niat baik juga...." ujar Mika sambil memandang Jhony sejenak lalu menunduk malu


"Terimakasih ya udah mau diajak kenalan...Berarti aku adalah salah satu laki laki yg paling beruntung udah dikasih kesempatan buat bisa kenalan sama kamu ?"


"Ngga ada yg beruntung...malah rugi sebenarnya.Apa yg bisa diuntungkan dari aku?Aku ngga pinter,ketinggalan jaman,kurang pergaulan,kata Nova aku tuh polos akut hehee"


"Jangan ngomong begitu dik,,aku merasa sangat beruntung banget bisa kenal kamu.Dan yg paling beruntungnya lagi,aku Inshaa Allah akan di takdirkan jadi jodoh kamu.Kamu boleh melihatnya sebagai kekuranganmu,tapi bagi aku,itu kelebihanmu dik...Kamu wanita yg aku butuhkan untuk menjadi pelengkap hidupku"


"Ammiin..." ucap Mika kembali menunduk dengan penuh harap,tidak tau lagi harus bicara apa.Bagi Mika,Jhony adalah laki laki yg terlalu sempurna.Mika menganggap dirinya sangat tidak cocok menjadi istrinya Jhony.Jhony sangat jauh diatasnya tingkatannya.


"Kita memang ngga tau kapan datangnya jodoh.Kadang saat kita menginginkannya,jodoh belum juga datang.Tapi saat Allah bilang sudah waktunya,mau kita mengharapkannya atau tidak,mau kita pernah kenal atau tidak sebelumnya,jodoh ya datang aja.Bisa tak terduga pula darimana arah datangnya.Kaya kita misalnya...rasanya juga masih seperti mimpi buat aku"


"He'em...apalagi aku mas..." ucap Mika merendah

__ADS_1


"Dik"


"Ya?" menatap Jhony


"Terimakasih ya dik sudah mau menerima aku?" ucap Jhony sangat tulus sambil memandang lekat wajah Mika


"Harusnya aku yg berterimakasih mas...mas sudah mau menerimaku dengan segala kekurangan ku ini"


Mereka saling memandang satu sama lain dengan penuh harapan di dalam hati masing masing


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.15


"Mas,udah malam loh,sekarang udah jam 22.15"


"Wah,iya ya.Ga terasa kalau udah malam banget"


"Mas buruan pulang,itu jalan kerumah mas kalau malam gini masih ada yg lewat ngga?Aku aja takut lewat situ tadi"


"Tenang,mas berani kok..."


"Gelap banget gitu loh mas..."


"Udah biasa...Kalau gitu mas pamit sama Ibu dan yg lain dulu ya?Kita ketemu lagi pas lamaran.Eh engga ding,besuk mas jemput kamu ,kita cari cicin!"


"Mas...apa ngga berlebihan???"


"Engga dong cantik,,,besuk mas jemput agak pagian aja ya?"


"Ya udah deh,aku nurut sama mas aja"


"Makasih..." ucap Jhony menunjukkan senyum termanisnya


"Aku yg makasih mas..." jawab Mika


"Ya udah,kita bilang sama sama bareng bareng"


"Sama sama..." ucap Jhony dan Mika lalu mereka tertawa


"Ya udah,mas pamit pulang dulu ya?"


"Iya,Mas hati hati ya..."


"Siap cantikk" ucap Jhony sambil mencubit hidung Mika


"Awwhh" pekik Mika


"Mau salim ngga nih?"


"Booleeh..." dengan malu malu Mika menjabat tangan Jhony dan menempelkan punggung tangan Jhony ke dahinya


"Aku pamit ibu sama yg lain dulu" Jhony menghampiri Ibu dan yg lain yg sedang duduk di teras saling bercengkrama dan sesekali tertawa melihat tingkah Brian dan Fita yg suka sekali berdebat.


"Buk,saya mau pamit pulang dulu ya,ngga terasa ternyata sudah malam banget ini hehee" pamit Jhony sambil menjabat tangan Ibu


"Loh,ini jam berapa sih?" kata ibu


"Udah setengah sebelas buk,saking asyiknya ngobrol jadi lupa waktu saya" jawab Jhony


"Ya udah,hati hati ya mas Jhony,ngga usah ngebut ngebut bawa motornya" pesan Ibu


"Iya bu,,Mas,saya pamit pulang dulu" Jhony menjabat tangan mas Arwan


"Iya Jhon,hati hati..."


"Iya mas...Rik,aku pamit ya?"


"Iya mas,hati hati..." Jhony dan Riko bersalaman


"Brian,Fita,aku pulang dulu ya..."


"Iya om..." "Iya mas..." jawab Brian dan Fita yg juga menyalami Jhony


"Salam buat mbak Ifa ya bu,ngga bisa pamit" mbak Ifa sudah tidur bersama Diya sejak jam 22.00 tadi


"Iya,,hati hati..."


"Siap buk,,assalamualaikum..."


"Wa'alaikusalam..."


Mika mengantarkan Jhony ketempat parkir sepeda motor Jhony.


"Aku pamit pulang ya cantik,,besuk kita ketemu lagi" kata Jhony sambil memakai helmnya


"Iya mas ganteng..."


"Ciye aku dibilang ganteng...."


"Oh ralat,iya mas cantik..." gurau Mika


"Hahaha balik yg pertama aja,kedengaraannya kurang enak yg udah di ralat"


"Hahaahaaa" Mika tertawa di ikuti juga oleh Jhony


"Mas pamit ya dik" Jhony menjabat tangan Mika lagi


"Iya mas...hati hati,,jangan ngebut,kalau takut baca ayat kursi,pokoknya banyak banyak dzikir di jalan biar rasa takutnya hilang" ujar Mika bersamaan dengan menempelkan punggung tangan Jhony ke dahinya


"Siap calon istri...Assalamualaikum..." ucap Jhony sambil mengelus pelan kepala Mika


"Wa'alaikumussalam warahmatullah...."


"Hati hati ya mas..."


"Siap!!"

__ADS_1


Jhony menyalakan mesin motornya,berpamitan pada semuanya sekali lagi dan melajukan sepeda motornya.


__ADS_2