Terimakasih Mas Jhony Ku...

Terimakasih Mas Jhony Ku...
Cincin


__ADS_3

Pagi ini,setelah menunaikan shalat subuh,Jhony menghabiskan waktunya untuk membaca Al Qur'an hingga matahari benar benar tampak bersinar terang.


Sosok laki laki yg bisa di bilang alim,walau bukan seperti seorang ustadz.Semenjak usahanya kian meningkat,Jhony lebih banyak menghabiskan waktunya untuk banyak beribadah.Sebenarnya jika Jhony mau,dia bisa saja hanya duduk manis,dan tinggal menerima laporan bulanan saja dari karyawannya.Namun,Jhony lebih memilih untuk sering ikut membantu dalam memproduksi aneka furniture kayunya.Lebih tepatnya hanya sekedar untuk menyibukkan diri saja.


Waktu menunjukkan pukul 07.00.Setiap pagi,Jhony selalu berjalan kaki ke warung dekat rumahnya


untuk membeli beberapa kue untuk sarapannya.Karna sudah kebiasaan,dan susah untuk di tinggalkan.Biasanya Jhony menikmatinya dengan segelas kopi atau teh.


Sesudah membeli kue,Jhony menyantabnya,lalu mandi lagi (karna biasanya sebelum subuh Jhony sudah mandi).Setelah itu bersiap siap untuk pergi menjemput Mika untuk membeli cincin pertunangan mereka.


Sebelum berangkat,Jhony terlebih dahulu memberi kabar kakaknya yaitu mas Nata bahwa acara lamaran akan di laksanakan besuk.Setelah itu Jhony berpamitan kepada ibunya yg masih berada dikamar


"Buk,aku pamit dulu mau ke kota W"


"Ya..." jawab bu Inah singkat


"Ibu besuk ikut ya?Aku mau melamar Mika"


"Kamu sama kakakmu saja,Ibu ga tahan perjalanan jauh,pusing ibu nanti" ucap bu Inah membetulkan posisi tidurnya tanpa memandang Jhony


"Ngga terlalu jauh kok bu,,,cuma ke kota W,naik mobil paling ngga sampai setengah jam"


"Sudah,kamu sama kakakmu saja.Ibu doain dari rumah,semoga semuanya lancar"


"Iya deh...aku pergi dulu buk,assalamualaikum..."


"Wlaikumsalam"


Jhony melangkah sedikit kesal dengan alasan ibunya.Ya...walaupun ibu memang sudah tua,tapi masa hanya ikut untuk melamar Mika saja ngga bisa mengesampingkan alasan pusingnya.Kenapa selalu cuek seperti itu sama anak.Gimana nanti kalau setelah menikah,terus Mika tinggal disini?Apa Mika bisa betah menghadapi ibu yg seperti itu.Begitu pikir Jhony.


Jhony mengeluarkan sepeda motornya dari dalam garasi kecil di rumahnya.Kemudian memakai helm dan segera melaju kerumah Mika.


Di sepanjang perjalanan,Jhony mencoba menerima alasan ibunya yg tidak bisa ikut untuk acara lamarannya besuk.Jhony melampiaskan kekesalannya dengan mengendarai motornya sangat kencang.Hingga jarak normal yg harusnya di tempuh sekitar 30 menit,hanya memakan waktu 20 menit saja.


Sesampainya di jalan yg sudah sangat dekat dengan rumah Mika,Jhony baru melambankan laju kendaraannya sambil berusaha untuk menetralkan perasaannya agar tidak terlihat kesal di depan Mika dan keluarganya nanti.


Sampailah Jhony di rumah Mika,dan memarkirkan sepeda motornya tepat dihalaman rumah.Kebetulan di halaman sedang ada Fita,Brian dan Diya yg sedang bermain.


"Om Jhony!!!!" teriak Brian sambil menghampiri Jhony


"Assalamualaikum..." sapa Jhony penuh senyum kegembiraan sambil melepas helmnya dan turun dari motor.


"Wa'alaikumsalam..." jawab Brian dan Fita lalu bersalaman sengan Jhony


"Lagi pada ngapain ini?Hallo dek Diya cantik,,salim sama om..." Jhony berjongkok dan menjabat tangan Diya yg tampak terlihat malu malu


"Lagi main sambil ngasuh Diya mas.." Jawab Fita


"Aku panggilin tante Mika dulu ya om?" kata Brian yg langsung berlari kedalam rumah sambil berteriak memanggil tantenya


"Tantee!!!Ada om Jhonyyyyyy!!!" begitu yg terdengar di telinga Jhony.


Jhony tidak langsung masuk kedalam rumah,namun malah membercandai Diya keponakan Mika.


"Loh,Fit...mas Jhony kok ngga di suruh masuk sih!" ucap Mika yg muncul dari dalam rumah di ikuti Brian yg kembali kehalaman,lalu Mika mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Jhony "Ayo mas masuk" ajak Mika setelah menempelkan punggung tangan Jhony ke dahinya.


Jhony mengikuti langkah Mika dari belakang,dan masuk kedalam rumah


"Assalamualaikum..." ucap Jhony pelan


"Wa'alaikumsalam..." jawab Mika sambil mempersilahkan Jhony untuk duduk


"Kok sepi dik?" tanya Jhony


"Oh,,,kalau mas Arwan sama Riko tadi tidur lagi habis subuh mas,kalau ibu ke kebun,mau nyiram sayuran tadi katanya,kalau mba Ifa baru nyuci baju di belakang" terang Mika sambil tersenyum


"Emmmmh,kamu udah siapkan?"


"Tinggal ganti baju aja kok mas,tadi aku juga udah pamit sama Ibu.Eh iya,sebentar ya mas,aku buatin minum dulu..."


"Ehh!" memegang tangan Mika "Ngga usah dik,kita jalan sekarang aja ya?Soalnya nanti aku ngga bisa lama lama juga,paling siang udah pulang"


"Oh gitu,ya udah,!Aku ganti baju dulu ya mas..."


Jhony mengangguk dan tersenyum memandang Mika yg kemudian duduk sendirian menunggu Mika selesai mengganti bajunya .


"Yuk mas" ucap Mika keluar dari kamar


"Dik,kamu cantik banget..." ucap Jhony begitu terpana


"Ini karna jilbab yg dari mas,bikin aku jadi tambah cantik" jawab Mika tertawa

__ADS_1


Jhony memonyongkan bibirnya lalu berdiri dan menggenggam kedua tangan Mika.


"Kamu selalu cantik dik,bahkan aku cuma memejamkan mata aja kamu masih kelihatan cantik"


"Berarti suka ngebayangin aku dong?"


"Bukan suka lagi!Udah cintaaaa" Jhony mencubit hidung Mika gemas


"Awwwwh!" Mika mengusap usap hidungnya


"Aku sepertinya juga udaaaah...." Mika berganti mencubit hidung Jhony "Cintaaaaa"


"Arghhh" Jhony meringis "Ini menyiksa dik..." Jhony lalu tertawa


"Maaf mas...sakit ya?" Mika ikut mengusap usap hidung Jhony yg memerah karna cubitannya.Kini wajah Mika berubah panik


"Besuk aja di kamar kita kalau mau menyiksa aku" celetuk Jhony sambil tersenyum nakal


"Menyiksa??Ya Allah mas...aku ngga mungkin menyiksa mas,,aku akan jadi istri yg baik InshaAllah....Aku minta maaf ya mas...lagian nih mas,ga ada orang yg menyerahkan diri untuk di siksa,minta di siksanya dikamar lagi.Aku benar benar minta maaf ya mas...." Mika menunduk merasa sangat bersalah.


"Aku lupa kalau kamu gadis polos sayaang..." batin Jhony kemudian menggenggam tangan kanan Mika dengan kedua tangannya setengah menahan tawa


"Aku yg harusnya minta maaf dik,,aku sering nyubit hidung kamu,tp kamu diam aja.Aku baru sekali di cubit aja udah kesakitan.Jadi tau aku sekarang gimana rasanya jadi kamu waktu hidungmu aku cubit" lalu Jhony tertawa


"Tapi waktu mas cubit hidungku,memang ga terlalu sakit kok..." sangkal Mika masih menunduk


"Iya iya....ya udah,kita berangkat yuk?Nanti mas beliin permen deh biar kamu senang"


"Iiiih memangnya aku anak kecil!"


"Iya deh anak besar...kamu boleh beli apapun yg kamu mau"


"Ngga usah berlebihan...udah kaya bos ajja!"


"Hehee iya iya..." aku lupa kalau kamu belum tau siapa aku yg sebenarnya dik...


"Aku pamit mba Ifa sebentar ya mas?"


"Iya...mas tunggu di luar"


"Oke👌"


"Kamu maunya yang emas atau silver dik?"


"Aku,,ikut mas aja..." "Inikan toko perhiasan yg serba mahal?Mas Jhony kenapa malah mau menghabiskan uangnya cuma buat beli cincin sih?Dia kan kerjanya jadi tukang kayu,pasti mas Jhony udah nabung dari lama,aku jadi merasa ngga enak...padahal ngga usah beli cincin segala juga aku pasti jawab iya kok kalau di lamar.Ini sudah sangat berlebihan menurut ku mas...!"


"Aku mau kamu yg pilih dik..."


"Tapi aku ngga tau mas..." wajah Mika mulai sudah tidak enak di pandang


"Ya udah,mas kasih dua pilihan,kamu harus pilih salah satunya ya?" pinta Jhony dan Mikapun mengangguk pasrah


"Mbak...minta contoh cincin pertunangan yg paling bagus mbak?"


"Oh,kebetulan ini ada yg model terbaru kak,yg silver ini,yg terbaik di sini.Kalau yg emas...ini yg yg terbaik,tapi harganya lebih mahal" kata pelayan toko menunjukkan contoh cincin terbaiknya


Mendengar kata mahal,Mika langsung mantab menjatuhkan pilihannya pada yg silver jika nanti suruh memilih oleh Jhony.


"Dik,,,kamu pilih yg mana?" tanya Jhony sambil melihat kearah Mika


"Yg putih aja mas" jawab Mika cepat


"Oke,saya mau yg silver mba" pinta Jhony


"Baik,silahkan di coba dulu kak...Jika kurang besar,akan kami ambilkan yg lebih besar lagi,tapi modelnya tetap sama" kata pelayan toko


"Coba dulu dik?"Mika lebih mendekat pada Jhony mencoba cincinnya "Ya Allah...ini bagus banget cincinnya,mas Jhony sanggup ngga ya nanti membayarnya?Pasti ini mahal banget harganya" dan ternyata cincinnya pas melingkar di jari manisnya,begitu pula dengan Jhony.Jhony menatap Mika dengan senyuman penuh arti


"Wah...kakak berdua sangat serasi sekali"


"Terimakasih mba..." ucap Jhony.Mika pun tersipu malu


"Oke,kami ambil yg ini ya mba?"


"Baik kakak...mau di bayar cash atau"


"Ini pakai kartu ini saja mba" Jhony menyerahkan kartu ATMnya


"Baik kak...silahkan masukkan PIN" Jhony menekan tombol untuk memasukkan PINnya "Oke,ini cincinnya dan terimakasih kakak sudah membeli perhiasan di toko kami"


"Sama sama mba..." ucap Jhony

__ADS_1


Jhony dan Mika berjalan keluar toko.


Sesampainya di parkiran,


"Dik,kamu tadi kenapa?Kok mas ngerasa tadi kamu kaya ngga suka gitu?"


"Mas...aku benar-benar merasa ngga enak..."


"Ngga enaknya sama siapa?Aku?Kenapa...?"


"Mas,ngga keberatan membeli cincin di tempat mahal seperti ini??Kan sayang mas,kalau mengeluarkan uang banyak cuma buat beli cincin?Aku yg murah murah aja mau kok mas....kasian mas,udah kerja cape cape,nabung,eh uangnya udah buat beli cincin,di tempat yg mahal kaya gini lagi.Aku ngga mau malah jadi merepotkan mas kaya gini..." Mika tertunduk tanpa berani melihat wajah Jhony yg sangat memperhatikan arah pembicaraan Mika


"Emmmmh,gitu ya.Kalau seumpama nih ya,ada laki laki yg ingin membahagiakan wanitanya,gimana menurut kamu?" Jhony kemudian balik bertanya dengan senyum kecil


"Ya,,ya ngga papa...asal jangan berlebihan,apalagi sampai melebihi batas kemampuan si laki laki itu sendiri" jawab Mika masih menunduk


"Kalau begitu,inilah caraku untuk membahagiakan kamu dik,,,aku merasa mampu,makanya aku membelikan ini untuk kamu,jadinjangan sampai ada perasaan ngga enak segala ya?Aku calon suamimu dik...bukan orang lain lagi,,sekarang lihat mas deh!Kamu kalau nunduk kaya gini nanti di kira orang mas lagi marahin kamu lagi!"


Mika menggeleng dan makin menunduk


"Oke,mending kita cari tempat duduk yg enak buat ngobrol berdua.Aku ngga nyaman sama sikap kamu yg kaya gini" Jhony memakai helmnya,begitu pula dengan Mika


"Mas..." Mika memegang erat lengan kiri Jhony


"Apa?" jawab Jhony datar


"Mas marah?" tanya Mika dengan tampang polosnya


Jhony menatap Mika sejenak,tersenyum,dan menggeleng


"Enggak...yuk kita cari tempat makan,tadi aku belum sarapan soalnya" jawab Jhony asal


"Oh...jadi dari tadi mas laper?" lagi lagi Mika berkata dengan polosnya


"Iya nih!aku pingin makan yg berkuah terus pedes,kayanya enak" ucap Jhony "terserah kamu aja dik,mau ngomong apa.kamu memang belum sedewasa yg aku harapkan.Dan seandainya kamu tau,semua uangku akan aku habiskan untuk membahagiakan kamu." batin Jhony


Jhony mengajak Mika ke sebuah restoran yg tidak begitu besar,namun nyaman untuk tempat mengobrol


"Kita makan disini ya?" ucap Jhony


"Iya..." Mika memandangi tempat di sekelilingnya


"Ini juga restoran walaupun ngga terlalu mahal harga makanannya,tapi kenapa ngga di warung baso atau warteg di pinggir jalan aja sih?Mas Jhony kenapa jadi malah boros uang kaya gini..."


"Lihatin apa sih kamu dik?"


"Emmm aku baru pertama kali kesini mas...jadi agak merasa takjub aja"


"Oh...ya udah yuk,kita masuk"


Mika mengikuti langkah Jhony sampai mendapatkan tempat duduk yg di inginkan Jhony


"Tempatnya bagus ya mas?Ada air mancurnya juga,mirip sama yg di rumah Lala" ucap Mika dengan polosnya


"Kamu suka dik??"


"Suka!" ucap Mika sumringah


"Kalau begitu,kapan kapan kita kesini lagi" kata Jhony


"Ngga mau!Udah cukup sekali ini aja mas...nanti aku tinggal memejamkan mata,terus mengingat tempat ini,rasanya kaya udah berada di sini" aku ngga mau kamu menghabiskan uang hasil jerih payahmu hanya untuk bersenang senang denganku mas...kamu harus memanfaatkan untuk hal lain juga. batin Mika


"Kamu hanya boleh membayangkan aku dik" ucap Jhony lalu memandang Mika sekilas dan kembali melihat kearah air mancur


Mika tersipu malu,pipinya berubah menjadi sangat merah.


"Kamu kenapa dik?"


Mika menggeleng malu


"Ya udah,aku mau pesan makanan dulu.Sepertinya makan baso enak nih.Kamu mau pesan apa sayang?"


Sayaang???Mas Jhony panggil aku sayang... degggg jantungku rasanya seperti mau copot


"Mmmm aku sama aja" ucap Mika cepat


"Minumnya?"


"Air putih aja!"


"Oke.Mba..." Jhony memanggil pelayan dan memesan baso dan juga Minuman.Setelah pesanan datang,mereka menyantabnya sambil saling pandang pandangan

__ADS_1


__ADS_2