Terimakasih Mas Jhony Ku...

Terimakasih Mas Jhony Ku...
Maaaas... sakiiit


__ADS_3

"Buk,saya pamit pulang dulu ya..."


"Iya mas,,hati hati bawa motornya"


"Baik buk,,tolong nanti sampaikan pada mas Arwan ya buk,maaf ngga bisa pamitan langsung" mencium punggung tangan ibu mertuanya (Mas Arwan,Riko,Brian dan Fita sedang ke masjid untuk menunaikan sholat Isya')


"Iya nanti ibu sampaikan..."


"Aku berangkat ya buk"mencium punggung tangan ibunya "mba Ifaaaa aku berangkaaaaat" pamit Mika pada kakak iparnya yg sedang berada di kamar.


"Iya tante...om Jhony,hati hati di jalan ya..." kata mba Ifa yg sudah muncul di samping bu Tirah


"Siap mbak!" jawab Jhony


"Assalamualaikum..." ucap Mika dan Jhony bersama sama


"Wa'alaikumsalam..." jawab ibu dan mba Ifa


. . .


"Maaas..."


"Kenapa deeek?"


"Bisa mampir ke toserba sebentaaaar?"


"Okeee mau beli apaaa?"


"Sesuatuuuu"


"Siaaapp"


Tak lama kemudian Jhony memberhentikan sepeda motornya di sebuah mini market.


"Mas juga mau ikut masuk?" Mika membuka helm nya


"Iya dek,mas juga mau beli sesuatu" tersenyum sambil melepas helmnya


"Mas cari yg mau mas beli ya?Aku cuma mau beli satu barang,nanti aku tunggu di kasir"


"Oke" tersenyum manis


Mika berjalan sambil mencari cari rak yg menyediakan barang yg dicarinya.Setelah ketemu,dengan malu malu,Mika mengambilnya dan bergegas menuju kasir untuk membayar.Setelah barang yg di butuhkan Mika di bayar,petugas kasir menyerakan bungkusan plastik putih berlogo nama supermarket dan Mika segera menyembunyikan bungkusan plastik itu di blakang tubuhnya.


"Udah dek?" tanya Jhony yg muncul dengan membawa keranjang berisi beberapa peralatan mandi dan juga snack.


"Sudah mas..." menunjukkan tampang termanisnya


"Ya udah,sini sekalian aja bayarnya?"


"Udah aku bayar kok mas" jawab Mika cepat sambil menunjukkan bungkus an plastik yg di bawanya lalu secepat kilat menyembunyikan nya lagi di belakang tubuhnya


"Oh?O okay" jawab Jhony tampak sedikit bingung melihat tingkah istrinya yg tampak tidak mau menunjukkan barang yg sudah di belinya Istriku beli apa?Kok kayanya aku ga boleh tau gumam Jhony dalam hati sambil tersenyum pada istrinya,masih menunggu antrian di depan kasir


Aku malu kalau mas lihat apa yg ku beli,kalau bukan pembalut sih oke oke aja!Lagian kenapa coba aku tadi sampai lupa ga bawa!Terus obatku?lupa juga ga ku bawa !Mana perutku udah mulai ngga enak lagi rasanya!Ya Allah...smoga ngga kram lagi,amin


"Dek?" panggil Jhony setelah melihat ekspresi istrinya yg sedang menahan sesuatu


"Eh iya mas?"


"Kenapa?"


"Emm ngga papa kok mas" pura pura baik baik saja.Padahal Mika memang sedang menahan rasa pegal di pinggangnya dan rasa yg sudah mulai sedikit sakit di perutnya


"Cape ya?"


"Emm...sedikit" nyengir


"Sebentar ya,,kalau pingin beli sesuatu,ambil aja dek?Mumpung masih disini,nanti kalau udah sampai rumah ngga ada warung buka lagi kalau udah malam." mengusap bahu kanan istrinya dengan tangan kiri


"Iya mas..." Mika sejenak memikirkan sesuatu, kemudian,seperti sudah mendapatkan jawaban,Mika lalu berjalan cepat menuju kesebuah lemari pendingin.Diambilnya sebotol minuman kunyit asam,kemudian beralih kesebuah rak dan mengambil satu bungkus dark coklat lalu segera menyusul suaminya yg terlihat sudah berada di antriannya.


"Ini mas"


"Sudah?Ngga ada yg mau di beli lagi?" tanya Jhony sambil memandang istrinya


Mika menggeleng cepat sambil tersenyum.


Barang belanjaan sudah di kemas dan di bayar,merekapun segera menuju ke motor dan bergegas pulang ke kota P.


. . .

__ADS_1


Sampailah mereka dirumah


"Assalamualaikum..." salam Mika dan Jhony


"Buk...aku pulang..." ucap Jhony sambil mengetuk pintu.


"Mungkin ibu sudah tidur mas?"


"Kayanya iya dek.Kamu tunggu di sini ya?Mas mau masuk lewat pintu belakang garasi,biasanya di sana ngga di kunci sama ibu" kata Jhony sambil meletakkan bungkusan plastik berlogo nama supermarket.


Mika mengangguk seraya tersenyum melihat suaminya melangkah menuju garasi.Seperginya Jhony,Mika terjongkok sambil mengernyitkan dahi dan meremas perutnya menahan rasa sakit yg sejak tadi di tahan tahannya.


Astagfirullah...sakit banget Ya Allah.... rintih Mika tak bersuara


Di ambilnya minuman kunyit asam yg di belinya tadi dari dalam bungkusan plastik berlogo nama supermarket.Namun sudah bersusah payah membuka,Mika tetap saja tidak bisa membukanya.


Kenapa susah banget di bukanya!Ssshhhh...Ya Allah,, sakiit!!


Klek suara pintu terbuka


"Dek..." ikut berjongkok sambil mengelus punggung Istrinya yg terlihat kesakitan "Kenapa?" khawatir


"Perutku kram mas,bisa minta tolong bukain?" menyodorkan botol minuman kunyit asamnya dan berekspresi sebiasa mungkin


"Ya Allah...kenapa bisa kram dek??" ucap Jhony khawatir sambil membuka tutup botol


"Aku,,,a aku sedang haid mas...awwwhh sssshhh" rintih Mika


"Ini" menyodorkan botol.Mika menerimanya lalu meneguknya pelan


"Apa selalu seperti ini dek setiap sedang haid?"mengelus punggung istrinya dengan lembut


" Kadang kadang mas..." jawab Mika lemah sambil menggenggam erat botol mimumannya dan masih meremas perutnya yg sangat terasa sakit sambil menunduk


"Ayo kita masuk dek,istirahat di kamar aja ya..." mulai panik


"Sebentar mas...ini masih sakit banget...ssshhhh!"


Jhony berdiri sambil meraih plastik belanjaan dan berjalan dengan cepat membawa masuk kedalam kamarnya.Kemudian segera keluar dan merangkul istrinya.


"Dek,,ayo masuk kekamar..."


"Sini botolnya" Jhony meraih botol dan meletakkannya di pinggir tempok.Tanpa berpikir panjang,Jhony membopong Mika kedalam kamar mereka.


Jhony membaringkan istrinya di tempat tidur.Melihat istrinya yg terus terusan meremas perutnya,Jhony semakin panik.


"Dek,kita kedokter sekarang ya?"


Mika menggeleng sambil terus menahan sakit di perutnya.


"Sayang...mas harus gimana?Mas ngga tega lihat kamu kesakitan kaya gini dek..."


"Aku udah biasa kok mas...maaf ya udah buat mas jadi khawatir" menggenggam jemari suaminya "


mas tidur aja di sini" menepuk bantal di sampingnya sambil menampakkan senyum agar terlihat baik baik saja


"Tapi kamu kesakitan dek..." memegang punggung tangan Mika yg masih meremas perutnya.Dan tangan yg satunya mengelus pelan pipi Mika "Apa mau mas bikinin sesuatu yg bisa ngilangin rasa sakitnya?"


Mika menggeleng dan tersenyum "Emm..." Mika kemudian duduk "Aku mau kekamar mandi dulu mas...emmm boleh minta tolong carikan plastik mas?"


"I iya.Plastik hitam atau-?"


"Iya" jawab Mika cepat


"Sebentar mas carikan di dapur.Hati hati ya dek ke kamar mandinya?Mas bantu ya?"


"Aku bisa sendiri kok mas..."


"Oke.Mas cari plastik dulu,pelan pelan aja ke kamar mandinya ya dek?"


Mika menggangguk sambil terus tersenyum di depan suaminya yg mudah mudahan bisa meredakan rasa khawatir nya.Begitu pikirnya.


Tapi plastik buat apa? pikir Jhony sambil berjalan ke dapur


. . .


Tok tok tok


"Dek,sudah belum?kenapa lama banget di kamar mandinya?"


"Sebentar maaas..." klek Mika membuka pintu "Mas,plastiknya mana?" pinta Mika malu malu

__ADS_1


"Ini" menyodorkan plastik berwarna hitam.Mika menerimanya lalu menutup kembali pintu kamar mandi


(di dalam kamar mandi) Duuuh...terus ini mau aku buang kemana ya?Mau tanya mas Jhony,,,ahh tp aku malu.Mending aku ganti baju dulu deh.


klek Mika keluar kamar mandi sudah berganti menggunakan baju tidur dengan kedua tangan sembunyi di belakang.


"Sudah dek?" Jhony beranjak dari tepi ranjang


"Sudah mas..." nyengir


"Gimana?Perutnya masih sakit?"


"Sedikit...emmmm mas?" ragu ragu


"Iya kenapa?"


"Aku mau buang- eh,aku,,itu..." duuuh gimana aku bilangnya ya??


"Bilang aja dek...ngga usah malu malu" memegang kedua bahu istrinya


"Emmm...kan aku baru ganti itu,terus aku bingung mau buangnya dimana mas...?" ucap Mika sangat hati hati


"Itu apa?" Jhony juga bingung dengan kata "itu" yg di maksud istrinya


"Itu...emmm,,yg di pakai perempuan kalau sedang haid?"


Jhony masih berpikir,namun tak lama kemudian Jhony segera mengerti dan tersenyum.


"Oh...iya mas ngerti sekarang,di kamar mandi ada tempat sampah kecil dek,buang di sana aja"


"Ngga papa?"


"Iya ngga papa sayang..." tersenyum lega


Mika masuk lagi kedalam kamar mandi untuk membuang bekas pembalut yg sudah di gulung rapi menggunakan plastik berwarna hitam dan segera membuangnya ke dalam tempat sampah yg ada di dalam kamar mandi tersebut.Setelah itu Mika keluar kamar mandi dan ikut duduk di tempat tidur bersama suaminya.


"Kamu istirahat aja dulu dek,tiduran..."


"Iya mas...maaf ya mas?"


"Heeey,maaf buat apa sayang??Kamu kan ngga bersalah apa apa?" mengelus puncak kepala Mika


"Maaf,di hari pertama kita menikah,aku sudah buat mas repot dan juga khawatir" menunduk sedih


"Sayang..." menarik istrinya dalam pelukannya "Ngga boleh ada rasa saling kerepotan di antara kita,mas tadi khawatir karna lihat kamu benar benar kesakitan dek,sementara mas ngga tau harus berbuat apa,maaf mas ngga bisa langsung tanggap sayang"


"Kenapa sekarang jadi mas yg minta maaf...yg salah kan aku mas..."


"Kalau gitu,kita sama sama bersalah,adil kan?hehee"


"Hummm!Lain kali,kalau aku kesakitan kaya tadi,cukup di peluk aja mas...kaya gini,rasa sakitnya jadi hilang" ucap Mika tiba tiba


"Benarkah?" Jhony tersenyum senang


Mika mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada suaminya.


Setelah beberapa saat saling memeluk


"Sayang,mas mau ganti baju,terus sholat Isya' dulu,,ngga papa kan pelukannya di lepas sebentar?"


"Iya mas..." Mika tersenyum malu saat melepaskan pelukannya saking keenakan di peluk suaminya.Apalagi suaminya juga mengelus elus pinggangnya dengan lembut,membuat rasa sakit yg di rasakannya berubah menjadi rileks dan nyaman.


"Kamu tuh selau aja menggemaskan dek,kalau sedang malu malu"mengusap bahu istrinya sambil tersenyum


Mendengar ucapan suaminya,Mika menjadi semakin malu dan menunduk


Jhony segera berdiri dan melepas bajunya terang terangan di depan istrinya yg masih menunduk malu.Tampaklah dada bidang dan tubuh kekar Jhony.


Sepertinya setiap hari aku akan melihat pemandangan seperti ini. gumam Mika sambil mencuri curi pandang.


" Lihat aja dek,udah halal kok" ucap Jhony kemudian terkekeh


Mika tersenyum malu sementara suaminya melakukan hal yg baru pertama kali Mika lihat.Ya...di depan matanya ada seorang laki laki bertelanjang dada bahkan akhirnya bertelanjang bulat dan tanpa malu malu terus mengarahkan senyuman kearahnya sambil memakai satu persatu pakainnya.


Deg


deg


deg


apa aku juga akan melakukan hal yg sama ya besuk besuk??Ahhh mikir apa sih aku!!! Mika bergidig geli dengan pikirannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2