
Setelah selesai makan baso,Jhony mengajak Mika untuk lebih mendekat ke air mancur.Di dekat air mancur itu juga ada bangku kecil yg cukup hanya diduduki 2 orang.Mereka duduk hingga bahu mereka saling menempel karna sangat sempit bangkunya.
"Aku kalau lihat air mancur ini,jadi kangen Lala deh mas..."
"Tenang,nanti kamu juga bakalan punya Lala sendiri" celetuk Jhony
"Hah?Apa mas?"
"Hahaha ngga papa...itu air mancurnya bagus"
"Oh,,tp tadi kayanya mas ngga ngomong gitu deh!"
"Dik..."
"Iya?"
Jhony tiba tiba memeluk Mika dengan erat.Mika membelalakkan matanya,sungguh terkejut dengan sikap Jhony yg tiba tiba memeluknya
.Jantungnya bedetak lebih kencang.Lalu Mika merasakan ada sesuatu yg membasahi pundaknya.
"Mas...jangan gini dong...malu di lihatin orang mas..." ucap Mika pelan
Tapi Jhony malah semakin mengeratkan pelukannya.Mika hanya terdiam pasrah tanpa membalas pelukan Jhony. Ya Allah...mas Jhony kenapa seperti ini?Apa mas Jhony ada masalah?Atau ibu tiba tiba berubah pikiran jadi ngga merestui kami?Perasaanku benar-benar tidak enak sekarang.Mas Jhony sampai nangis kaya gini,ahh pokoknya aku harus berani bertanya.
"Mas...udah ya,,sekarang mas bilang ke aku ada apa??Perasaanku mulai ngga enak...Apa mas ada masalah?"
Jhony melepaskan pelukannya pelan pelan sambil mengusap air matanya.
"Mas..." Mika memegang lengan Jhony
"Mas kenapa??" kali ini Mika menatap Jhony dengan perasaan yg benar benar khawatir
"Dik...aku minta maaf..." kata Jhony menggenggam erat jemari kanan Mika
"Mas ngga salah,,kenapa minta maaf?"
"Dik,aku takut nanti kamu ngga betah tinggal dirumahku" ucap Jhony tiba-tiba
__ADS_1
"Mas ada apa?Kenapa tiba tiba bilang begitu?" Mika jadi semakin khawatir
"Aku kesal sama Ibuku dik!Tadi pagi aku bilang ke ibu,besuk aku mau melamar kamu,aku udah minta ibu untuk ikut,tapi ibu bilang ngga bisa ikut,alasannya karna takut pusing selama perjalanan.Kenapa harus pusing alasannya?Apa ngga bisa menahan rasa pusingnya sementara demi kebahagiaan anaknya" Jhony menenggelamkan wajahnya di kedua telapak tangannya yg kedua sikunya bertumpu pada kedua pahanya.
"Mas...ngga boleh punya perasaan seperti itu sama ibu sendiri..." Mika bingung harus berkata apa pada Jhony
"Ibuku beda sama ibu kamu dik!Ibuku ngga seperhatian ibu kamu,ibuku bahkan sangat cuek, bahkan terkadang banyak ngga pedulinya.Besuk hari bahagiaku dik,,,besuk aku mau melamar sekaligus nikahin kamu,aku pingin ibu hadir,cuma itu aja!"
Mika terdiam,dan mencoba mencerna perkataan Jhony "memang waktu pertama kali aku bertemu sama ibunya mas Jhony,ibunya mas Jhony terlihat begitu cuek,tapi ya aku kan belum tau betul sifat ibunya mas Jhony seperti apa.Tapi mas Jhony kenapa begitu kecewa seperti ini... begitu pikir Mika
"Mas harus berpikir positif,seorang ibu mana yg tidak mau melihat anaknya bahagia.Buktinya ibu kemarin nyuruh kita cepat nikah,berarti ibu juga memikirkan kebahagiaan mas kan?" ucap Mika mencoba menenangkan Jhony
"Dik...bukan cuma sekali ini saja ibu membuat aku kecewa.Aku dari dulu selalu mencoba untuk tidak apa apa dengan sikap ibuku,tapi kali ini aku benar benar kecewa!Aku malu sama keluarga kamu dik,ngga bisa bawa ibuku kerumah kamu,padahal sebenarnya bisa sajakan ibuku datang?Aku ngga mau menimbulkan pikiran ngga baik untuk keluarga kamu dik...aku takut ada yg berpikiran,ibuku ngga mau ikut datang karna ngga suka sama kamu"
"Mas kenapa berpikir sejauh itu??"
"Maaf dik..."
"Inshaa Allah keluarga ku ngga akan berpikir seperti itu mas..." Mika meyakinkan Jhony "Sekarang mas maafkan ibunya mas,mas harus benar benar memaafkan semua perasaan kecewa mas sama Ibu,mas harus jadi anak yg baik,karna sampai kapanpun,mas adalah milik ibu mas,bahkan istri mas nanti juga ngga boleh cemburu kalau mas lebih perhatian sama ibu"
Jhony tertunduk mencerna setiap perkataan Mika
"Yg nanti dipikir nanti saja mas...aku bahkan belum menjalaninya.Ngga usah berpikir terlalu jauh..." ucap Mika tersenyum santai
Jhony membalas senyuman Mika,namun perasaannya masih belum percaya bahwa Mika akan merasa bahagia tinggal bersamanya nanti,karna Jhony sangat tau betul bagaimana sifat ibunya.
"Dulu waktu aku kecil,yg ibu perhatikan hanya kakakku mas Nata.Karna mas Nata adalah pegawai negri sipil.Dan yg selalu di bangga banggakan hanya mas Nata!Aku sampai hampir putus sekolah karna yg ibu utamakan adalah biaya kehidupan mas Nata agar terlihat tidak memalukan sebagai anak kampung.Aku sampai ikut kerja bersama almarhum bapak untuk tetap bisa melanjutkan sekolahku.Sampai aku bisa jadi sarjana,bahkan ibu juga ngga bisa hadir sebagai waliku,padahal aku pingin banget bisa berfoto sama ibu di hari wisudaku.Dan waktu aku mulai menjadikan rumahku sebagai tempat usaha,ibu bahkan ngga memberiku dukungan,ibu bahkan kakak kakakku yg lain sering meremehkanku,sampai aku bisa mendirikan perusahaanku sendiri,ibu baru berucap bangga terhadapku.Aku merasa seperti bukan anaknya,padahal aku yg selalu bisa memenuhi permintaan ibuku,aku yg selalu ada di masa tua ibu.Mungkin itu alasan kenapa aku ngga mau menceritakan kesuksesan ku kepada ibu maupun kakak kakakku.Aku sebenarnya sudah mempunyai sepuluh anak cabang perusahaanku di luar kota dik,aku baru menceritakannya sama mas Arwan,bahkan keluarga ku sendiri ngga ada yg aku beri tahu"
Mas Jhony...aku ngga salah dengar kan??Pantas saja tadi...
"Mas hebat!" begitu yg Mika ucapkan seraya memeluk lengan Jhony dengan erat dan menyandarkan kepalanya di bahu Jhony
"Besuk aku akan jadi istrimu mas,dan aku akan menjadi wanita yg sangat beruntung bisa di pilih jadi istrinya mas Jhony.Aku juga akan belajar mencintai mas Jhony,dan menggantikan cinta yg mas Jhony ngga pernah dapatkan sebelumnya.Terimakasih sudah memilihku untuk di jadikan istrimu mas...aku merasa jadi wanita paling beruntung sekarang"
"Dik...tapi kamu belum tahu sifat ibuku..."
"Yg penting bukan sifat ibunya mas yg membuatku takut,tapi aku sekarang malah jadi takut punya suami seorang bos besar" Mika tertawa saat mengucapkan bos besar
__ADS_1
"Maaf aku baru bilang sekarang..."
"Kalau mas bilang di awal,aku udah pasti menolak mas" ucap Mika sambil melepas pelukannya pada lengan Jhony
"Berarti mas benar dong baru bilang sekarang?" Jhony tersenyum sendu
"Bukan masalah bilangnya sekarang mas,,,tapi mas menceritakan perjuangan mas sama aku,bahkan mas tadi bilang baru menceritakan keberhasilan mas punya banyak perusahaan sama mas Arwan,itu berarti mas juga menganggap keluargaku adalah keluarga mas juga,dan aku bangga punya calon suami yg ternyata sangat hebat ini!" ucap Mika menepuk pundak Jhony
"Kamu orang pertama yg memujiku dik"Jhony tersenyum bangga
"Dan kalau begitu,jadikan aku satu satunya."
"Pasti sayang..." Jhony baru akan memeluk Mika,tapi Mika lebih cepat menangkis tangan Jhony dengan pelan
"Mas nih ngga bisa sabar ya!"
"Maaf sayang..."
"Oh iya,sebenarnya aku ngga keberatan juga kalau akan punya teman dua,tiga,bahkan sampai batas akhir 4.Aku ngga bisa menolak kenyataan bahwa laki laki akan punya perasaan kepada banyak wanita.Jadi kalau mas suka sama perempuan lain,mas cerita saja sama aku,aku ngga akan marah dan ngga akan keberatan,kalau aku suka,mas boleh menikahinya,tapi kalau aku ngga suka sama wanita yg mas sukai,jangan marah kalau aku menolak"
Deggg...
"rasanya aku seperti tersambar petir!" Jhony memandang Mika dengan tatapan tidak percaya,namun harus percaya karna Mika dengan sangat tulusnya mengucapkan pernyataan nya barusan "wanita polos ini sangat menakjubkan.dia bahkan mengucapkan semua yg tidak pernah sama sekali terpikirkan olehku dengan sangat santainya.Mana mungkin aku bisa menduakanmu Mika...kamu sudah yg terbaik,dan tidak ada lagi wanita yg lebih baik dari kamu.Aku jadi semakin mencintaimu sayang... Tik...tanpa disadari,air mata Jhony terjatuh
" Mas..."
Jhony menunduk dan cepat menghapus air matanya
"Mas...aku salah ya ngomong kaya gitu?Mas tersinggung ya sama ucapan aku barusan?Aku minta maaf mas..." ucap Mika merasa bersalah melihat Jhony meneteskan air mata
"Kamu ngga salah sayang...kamu luar biasa,kamu wanita yg sangat luar biasa"
"Aku hanya berbicara kenyataan dan kemungkinan yg akan terjadi mas...dan aku siap kok kalau sampai harus merasakannya."
"Enggak!aku janji,hanya kamu satu satunya" Jhony menatap lekat wajah Mika
"Jangan berjanji apapun sama aku mas...cukup jalani saja seperti air yg mengalir" kata Mika seraya memalingkan wajahnya karna Malu di tatap oleh Jhony
__ADS_1
"Aku ga akan sanggup untuk yg dua atau tiga atau empat itu dik,kamu saja sudah lebih dari cukup.Kamu ternyata ngga sepolos yg terlihat ternyata" Jhony mulai tertawa kecil
"Mas Jhony orang pertama yg mengetahui ketidak polosanku" ucap Mika lalu tertawa dan Jhony pun juga ikut tertawa