
"Ini ada 29 bungkus mas,," kata pak penjual es cendol
"Oh iya pak,jadi berapa semuanya?" tanya Jhony
"Tiga ribu di kali tiga puluh berapa ya mas?boleh minta di bantu hitung kan?"
"Loh tiga puluh satu semuanya pak..."
"Yg satu bonus saja mas..."
"Wah...terimakasih ya pak,,jadi 30x3000 \= 90.000,ini pak" Jhony mengeluarkan uang 100.000 dari dompetnya"kembaliannya untuk bapak saja,tadi kan bapak sudah kasih saya bonus"
"Wah...masnya baik sekali,alhamdulillah...terimakasih banyak ya mas sudah memborong habis dagangan saya"
"Sama sama pak...terimakasih pak,kami pamit pulang"
"Oh ya ya ya..silahkan..."
"Mari pak..." ucap Mika
"Mas,ini aku bawanya gimana?" Mika sangat kerepotan membawa banyak papper bag di tangannya sementara Jhony juga keberatan membawa es cendol di kedua tangannya
"Sebentar,mas gantungin di motor dulu es nya,kamu disini dulu" kata Jhony sambil berjalan,Mika mengangguk
"Sini"mengambil beberapa paper bag dari tangan Mika "kamu bawa sisanya yg udah ngga muat lagi ku gantungin di motor ya"
"Iya...Mas,,terimakasih banyak ya!"
"Hehemm...Ini belum seberapa" ucap Jhony berlagak sombong
"Sombongnya!!" celetuk Mika
"Sudah ku bilang kan tadi,hari ini aku akan menghabiskan stok sombongku sayang..."
"Hahahaa benar benar"
"Pakai helmnya dengan benar!"
"Ini juga udah benar kok..."
"Itu ngga benar...sini aku betulin ya"
Mika merasa aneh,padahal dia juga sudah memakai helmnya dengan benar,sudah mengaitkannya dengan benar juga. apanya yg salah sih?
Jhony memegang helm di kepala Mika dengan kedua tangannya.Menggoyang goyangkannya pelan,sambil memeriksa kaitan helm di bawah dagu Mika.
"Udah benar ini mas..."
"Ini masih salah" masih pura pura membetulkan posisi helm Mika
"Terus yg benar gimana!!"
"Yg benar itu,I LOVE YOU"
"Apa?!" Mika menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya "Hahahaa kenapa harus dengan cara modal dusta!Hahhaaa...dasar kamu mas..."
"Ngga di jawab nih??"
"Ngga ada jawaban apa apa!" ucap Mika sambil mendorong badan Jhony agar segera menaiki sepeda motornya dengan senyum gelinya
"Nyicil dikit lah sayang..."
"Nyicil nyicil!Memangnya cinta bisa dicicil?!Besuk juga aku akan memberikannya suka rela"
"Hahahaaa donatur dong"
"Kue donat enak!Udah yuk ahh mas,pulang!!!"
"Hahaha kamu mau donat??Kita mampir beli dulu?"
"ENGGAK!!!"
"Hahahaaa kamu kenapa jadi sensi sih dik?"
"Mas yg bikin aku jadi sensi"
"Ya udah...maaf ya cantiik..."
"Di maafkan!Udah ayo cepat pulang mas..."
"Iya iya..."
***di rumah Mika***
"Assalamualaikum..." ucap Mika setengah teriak.Benar kata Mika,di rumahnya sudah banyak orang yg membantu mendekorasi rumahnya,sudah banyak pula saudara saudara dari Ibu Tirah yg datang ke rumah.
"Wa'alaikusalam...wah...ini toh calonnya yg mau nikah!Pakdhe kaget di kabarin Ibumu tiba tiba kok kamu mau di lamar Ka!"
"Hehhe iya pakdhe,maaf ini juga mendadaak" Mika menyalami pakdhenya "Pakdhe apa kabar??"
"Baik...pakdhe baik,ini calonnya??" menunjuk Jhony
"Inshaa Allah pakdhe...Mas,kenalin,ini pakdhe aku"
"Saya Jhony pakdhe..." Jhony menyalami pakdhenya Mika
"Saya Kardi,pakdhenya Mika" menepuk nepuk pundak Jhony "ayo kita duduk dulu,saya mau kenalan lebih jauh sama calon menantu saya ini hahaha"
"Aku mau ngenalin mas Jhony ke semua dulu pakdhe"
"Iya sana,budhemu juga sudah ngga sabar dari tadi pingin tau calon mantunya"
Jhony tersenyum malu sekaligus senang betapa sangat di terimanya Jhony di keluarga Mika.Sambil membawa dua bungkusan besar berisi es cendol,Jhony mengikuti Mika yg juga terlihat sangat kerepotan membawa banyak papper bag masuk kedalam rumah.
"Assalamualaikum..." salam Mika dan Jhony
__ADS_1
"Wa'alaikusalam..." jawab orang orang seisi rumah
"Nah...ini yg di tunggu tunggu baru datang!!" ucap budhenya Mika
"Cihuyyy yg mau dilamar udah datang..." sorak orang orang yg ada di dalam rumah
"Aaaaa..." ucap Mika malu.Jhony yg berada di samping Mika juga sangat merasa malu berhadapan langsung dengan seluruh keluarga besar Mika
"Oh...ini calonnya..." seru budhe
Jhony malu dan salah tingkah melihat banyak keluarga besar Mika di sana memandanginya seolah olah sangat kagum padanya.Padahal memang benar,sema sangat terkagum kagum dengan Jhony yg begiti tampan,tinggi,rapi.
"Kamu darimana Ka...dari tadi kita semua nungguin kamu,penasaran kita,masih ngga percaya kamu tiba tiba kok mau dilamar" ujar budhe
"Hehehe lagi ada urusan sebentar budhe...Mas,kenalin ini budhe aku,oh iya aku taruh ini di kamar dulu" Jhony mengangguk
"Kenalkan,saya Jhony budhe..." Jhony menyalami budhe
"Saya Gina budhenya Mika...aduh...gantengnya calon mantuku ini..."
"Hehehe budhe bisa aja..." Jhony tersenyum malu.Mika keluar kamar dan mengamb bungkusan besar es cendol yg di bawa Jhony sambil mengajak Jhony berkenalan dengan yg lainnya.Disana ada tante,sepupu,budhe,pakdhe,juga omnya Mika.
"Calonmu ganteng juga mbak" Bisik Riri sepupu Mika sambil melihat Jhony yg sedang di ajak bicara oleh tante dan budhenya
"Hahhaa bisa aja kamu Ri.."
"Kok kamu ngga pernah cerita ke aku soal dia sih mbak??"
"Orang aku juga baru ketemu kemarin lusa hahahaa"
"Kok bisa??Terus kenapa mau langsung dilamar?"
"Ya begitulah takdir Allah,kalau sudah jodoh,suka tiba tiba datangnya,mau ngga mau harus siap menerimanya" begitu kata Mika
"Ihhh...enak banget jadi kamu mbak...baru ketemu udah langsung mau di lamar,cowo nya ganteng pula"
"Hehehe aku sendiri juga ngga nyangka"
Jhony mendekati Mika.
"Hay mas,kenalin aku Riri sepupunya mba Mika" mengulurkan tangan
"Hay Riri,aku Jhony" menjabat tangan Riri sambil tersenyum
Mas...kamu membuat semua orang terpesona karna ketampananmu Mika tersenyum manis pada Jhony
"Dik,aku keluar dulu mau ada perlu sama mas Arwan" kata Jhony
"Iya mas..."
"Wah...ganteng banget calonmu Ka!" ucap tante Neni
"Hhahaha bisa aja tante..."
"Hehehhee kenapa ngga berani mas..." jawab Mika
"Kamu kan masih kaya anak kecil,tapi kalau udah berani menikah,ya berarti udah tumbuh besar" canda mas Andri
"Hahhaa...siapa suruh masih menganggap aku anak kecil" Mika menjulurkan lidahnya di depan mas Andri
semua orang di ruangan itu tertawa dengan kelucuan Mika dan Andri yg saling berdebat candaan
"Oh iya,ini tadi di beliin es cendol sama mas Jhony,cukup ngga ya kira kira buat kita semua?"
"Aku mauuuu!!"teriak Riko yg mengagetkan Mika
" Kamu ini dek!!Ngagetin aja!!Itu yg di depan bagiin dulu sana!"
"Iya mbak calon pengantiiin...."
Tiba tiba mas Arwan memanggil
"Ka!Masuk kamar sebentar" kata mas Arwan yg langsung masuk ke kamar Mika
Degggg... Ada apa???Kok mas Arwan kaya mau marah gitu?Ada apa ya???
Mika masuk ke kamarnya dengan perasaan yg begitu cemas.
"Ada apa mas?"
"Kamu tadi minta apa sama Jhony?"
"Aku?" jangan jangan mas Arwan curiga karna aku bawa banyak barang belanjaan tadi "aku ngga minta apa apa mas...tadi aja aku di paksa suruh beli baju,beli sepatu,dia juga nyuruh aku beli baju seragaman buat Ibu,mas Arwan,Riko,Fita,mbak Ifa,Brian,sama Diya juga,cuma itu...aku ngga berani minta apa apa sama mas Jhony mas...,aku malulah,!" terang Mika sambil menunduk
"Barusan Jhony ngasih aku uang,beneran kamu nggak minta?!"
"Apa??" Mika kaget mendengar perkataan kakaknya
"Nih lihat!" mas Arwan memperlihatkan banyak sekali lembaran merah
"Mas...aku berani sumpah!Beneran aku ngga pernah minta uang sama mas Jhony..." jawab Mika takut kakaknya tidak percaya
"Ya udah." mulai percaya "Jhony bilang,ini buat membantu kelangsungan acara besuk."
"Aku beneran ngga minta apapun sama mas Jhony mas...aku berani sumpah..." Mika menunduk dan mulai di banjiri oleh air matanya sendiri
"Iya,aku cuma tanya...udah ngga usah nangis!" mengusap pundak Mika
"Mas...boleh nggak aku nikah siri dulu?" masih menunduk
"Kenapa?"
"Mas Jhony pinginnya habis acara lamaran,kita menikah secara siri dulu" Mika akhirnya memberanikan diri untuk mengatakan itu pada kakaknya
"Lah kamu mau ngga?" tanya mas Arwan dengan lembut
__ADS_1
"Iya..." masih menunduk
"Kalau kamu mau ya udah,besuk kita lakukan."
"Tapi,,,mas Arwan tolong ya nanti bilang ke mas Jhony tentang rencana nikah sirinya,seolah olah ini mas Arwan yg minta,biar dia senang.Dia udah banyak membantu kita mas..." Mika menunduk
"Iya."
"Ka!"
"Apa mas?" mendongak sedikit
"Kamu bahagia?!"
"Aku sangat bahagia mas..." jawab Mika sungguh sungguh
Mas Arwan memeluk adiknya dengan erat
Bapak...aku rasanya seperti dipeluk bapak...Aku sangan merindukan pelukan ini,bapak...mas Arwan...aku sayang kalian...
"Kalau kamu bahagia,aku juga sangat bahagia.Jadilah istri yg baik buat Jhony.Dia sangat tulus mencintai kamu!Maaf ya kalau selama ini aku ngga bisa bahagiain kamu,tapi InshaAllah aku yakin Jhony akan membuatmu lebih bahagia dari kebahagiaanmu sekarang"
Mika membalas pelukan kakaknya lebih erat.
"Mas Arwan udah sangat membuatku bahagia kok...Mba Ifa,Brian,Diya,kehadiran mereka sudah sangat membuatku bahagia.Aku akan selalu mengingat pesan mas Arwan,aku akan jadi istri yg baik buat mas Jhony.Aku minta doa restunya ya mas...doakan pernikahanku langgeng,sampai akhir hayat kami"
"Pasti...memang itu yg ku mau..." kata mas Arwan sambil menyeka air matanya dan melepas pelukannya
Mika meraih tangan mas Arwan dan menciumnya dengan penuh air mata
"Mas Arwan besuk yg jadi waliku ya?Mas Arwan sekarang udah jadi penggantinya bapak buat aku.Aku pingin mas Arwan langsung yg menikahkan aku"
"Iya...akan ku lakukan!Ternyata kamu sudah besar Ka!" mengusap kepala adiknya dengan senyum bangga
aku akan bahagia seperti yg kamu inginkan mas...permintaan mu adalah perintah untukku.terimakasih mas Arwan...
"Makasih mas..."
"Ya udah,sana kamu temani Jhony lagi."
"Iya mas..." Mika beranjak dari kamarnya mencari Jhony.Mas Arwan pun keluar pula dari kamar Mika.
Dilhatnya Jhony sedang berbicara seru dengan pakdhe Kardi. mas Jhony...terima kasih banyak...aku akan berusaha menjadi istri yg baik,aku akan mengabdikan hidupku untukmu,aku akan terus belajar mencintai kamu setulus hatiku mas...terimakasih sudah memilihku...aku akan memberikan cinta dan kasih sayang yg tidak pernah kamu dapatkan sebelumnya.
Jhony menoleh kearah Mika yg hanya diam menatap di depan pintu.Jhony tersenyum bahagia sambil mengedipkan sebelah matanya.Mika tersenyum malu,lalu mendekat kepada Jhony yg sedang duduk bersama pakdhenya dan juga Riko.Kemudian ikut duduk di samping Jhony
"Ya kaya gini Jhon keluarga besar kami kalau sedang kumpul,rame,berisik,ini belum semuanya ini yg ikut ngumpul"
Degg...
pakdhe ngomong kaya gitu,mas Jhony tersinggung ngga ya?? pikir Mika
"Seru pakdhe...saya justru sangat senang" ucap Jhony
"Ngomong ngomong pekerjaanmu apa Jhon?"
"Saya punya usaha furniture pakdhe"
Sama pakdhe aja langsung terus terang.Berarti benar benar ngga di ragukan lagi.Riko kok ngerasa ngga terkejut ya?Apa mas Arwan udah cerita?
"Wah...hebat!Dimana tempat usahamu?"
"Ada di kota P pakdhe,dan ada beberapa lagi di luar kota"
"Lah!Berarti menantu pakdhe ni Bos dong?!"
"Hehehe..." malu
"Aku ikut kerja disana mas,boleh?" canda Riko
"Boleh bangett...kalau kamu mau,kamu urus saja sekalian perusahaanku,aku tinggal terima bersih nanti hahhaa"
"Terus kerjaanmu apa mas kalau Riko yg ngurus?" Mika menanggapinya dengan serius
"Ya ngasuh anak anakku di rumah hahhaa"
Pakdhe,Riko dan Jhony tertawa,sementara Mika manyun kemudian tersenyum mendengar jawaban Jhony yg ternyata malah di tertawai.
"Sebenarnya udah ada rencana,aku juga mau membangun cabang perusahaanku di sini Rik.Tempatnya sudah ada,cuma aku masih belum terlalu berpikir serius kesana."
"Dimana mas tempatnya?" tanya Riko
"Di desa Bandaru"
"Dekat rumah pakdhe itu Bandaru!Kalau sama lapangan di mananya?" tanya Pakdhe
"Masih lurus lagi itu pakdhe,ya kurang lebih 3 kilometer dari lapangan"
"Ohh sana...ya berarti agak jauh dari rumah pakdhe,kalau rumah pakdhe yg dari lapangan belok kiri,itu masih lurus lagi.Kalau gitu kapan kapan main lah kerumah pakdhe di Bandaru"
"Siap pakdhe..."
"Mbak Mika di panggil ibuk" seru Fita
"Iya Fit..." Mika beranjak dari tempat duduknya dan segera menemui ibunya
"Ada apa buk???" tanya Mika
"Ga ada apa apa,masmu tadi yg nyuruh ibu manggil kamu"
Dilihat nya mas Arwan ikut duduk bersama Jhony dan yg lain pasti mas Arwan mau membahas yg tadi batin Mika lalu tersenyum
"Sini Ka,bantuin tante nyiapin piring" kata tante Tini
"Iya tante..."
__ADS_1