
Laura duduk sendiri di ruang tamu, tangan yang gemetar di atas pangkuannya. Sebuah surat yang dia terima beberapa hari yang lalu masih tergeletak di atas meja kopi. Surat itu dari keluarga suaminya, mereka menuntut Laura untuk berpisah putra tiri suaminya, Daniel.
Sekarang, Laura merasa terperangkap. Dia sangat mencintai Daniel. Mereka berdua telah bersama sejak suaminya meninggal dan Daniel pun sangat menyayangi Laura. Namun, dia tidak bisa membayangkan hidup tanpa Daniel, bahkan jika itu berarti merusak hubungannya dengan keluarga suaminya.
Daniel masuk ke ruang tamu, dan melihat Laura yang murung. "Apa yang terjadi, Laura?” tanyanya dengan suara lembut.
Laura menunjukkan surat itu pada Daniel, menangis sambil memeluknya erat. "Mereka mengancam untuk membawa aku ke pengadilan, Daniel. Mereka ingin memisahkan aku darimu."
Daniel tidak bisa mempercayainya. "Mereka tidak bisa melakukan itu.”
"Tapi mereka bisa melakukan itu, Daniel. Mereka memiliki kekuatan dan uang untuk melakukannya. Aku tidak ingin menghadapi mereka di pengadilan," kata Laura sambil menangis.
Daniel merangkulnya dan mengusap punggungnya. "Tenanglah, Laura. Aku tidak akan membiarkan mereka merusak hidup kita. Kita akan mencari cara untuk menghadapinya."
"Kita akan meminta bantuan pengacara," kata Daniel. "Kita akan melawan mereka di pengadilan. Kita tidak akan menyerah begitu saja.”
—
Namun, permasalahan mereka tidak hanya itu saja. Seiring waktu berjalan, mereka mulai merasakan tekanan dari tetangga di sekitar mereka. Beberapa tetangga merasa bahwa hubungan mereka tidak pantas, karena Laura adalah ibu tiri dari Daniel. Mereka menganggap hubungan mereka sebagai sesuatu yang tidak wajar, dan mulai memberikan tekanan dan perlakuan yang buruk pada pasangan tersebut.
Tetangga Laura dan Daniel memang menjadi tantangan besar bagi hubungan mereka. Mereka merasa bahwa hubungan antara ibu tiri dan putra tiri adalah sesuatu yang tidak alami dan mungkin tidak baik untuk Daniel yang masih muda. Mereka memandang hubungan Laura dan Daniel dengan pandangan negatif dan mempertanyakan motivasi dan tujuan mereka.
Tetangga-tetangga tersebut seringkali memberikan komentar yang tidak sopan dan merendahkan Laura dan Daniel, bahkan ketika mereka hanya sedang berjalan-jalan di lingkungan sekitar. Beberapa di antara mereka bahkan berani mengadakan pertemuan dan membahas masalah ini secara terbuka dan mengkritik Laura dan Daniel dengan tajam.
Beberapa tetangga bahkan mengancam untuk melaporkan hubungan mereka ke pihak berwenang, karena mereka merasa bahwa hubungan ini melanggar nilai-nilai moral yang ada di masyarakat. Laura dan Daniel merasa sangat tertekan dengan sikap dan perlakuan tetangga mereka.
__ADS_1
Suatu hari, Laura dan Daniel sedang duduk di teras depan rumah, ketika seorang tetangga datang menghampiri mereka.
"Kalian berdua tidak pantas seperti ini,” ujar tetangga itu dengan nada kasar.
Laura dan Daniel saling menatap, merasa kesal dan sedih dengan sikap tetangga mereka.
"Mengapa anda berbicara seperti itu?" tanya Laura, mencoba untuk tetap tenang.
"Kamu adalah ibu tiri dari anak itu. Kamu tidak boleh bersama dengannya," sahut tetangga itu.
Daniel tidak bisa menahan dirinya lagi dan mengambil alih percakapan, "Apa yang salah dengan hubungan kami? Kami saling mencintai dan tidak ada yang bisa mengubah itu."
"Tidak peduli apa yang kamu katakan, hubunganmu tidak pantas. Ini bukan kodratnya,” sahut tetangga itu dengan nada yang lebih keras.
“Kalian pikir kalian bisa mengelak dari kenyataan bahwa hubungan kalian tidak normal? Kalian tidak tahu betapa merugikan hubungan kalian bagi anak-anak di sekitar sini," ucapnya lagi dengan nada yang tajam.
Namun, tetangga tersebut tidak bergeming. "Kalian tidak peduli dengan anak-anak di sini, apakah mereka merasa tidak nyaman dengan hubungan kalian? Kalian tidak peduli dengan nilai-nilai moral dan budaya yang ada di sini," ujarnya dengan nada yang semakin meninggi.
Laura mencoba menenangkan situasi dengan meminta maaf dan menjelaskan bahwa mereka tidak bermaksud untuk menyinggung perasaan tetangga mereka. Namun, tetangga tersebut tetap tidak puas dan terus berbicara dengan nada yang semakin meninggi.
Daniel merasa kesal dan putus asa dengan situasi ini. "Maaf, tapi anda tidak bisa terus merendahkan diri kami karena pandangan negatif Anda. Kami mencintai satu sama lain dan itu adalah hak kami sebagai manusia," ucapnya dengan nada yang tegas.
Tetangga tersebut mengabaikan ucapannya dan terus mempertahankan pandangannya yang negatif. Laura dan Daniel merasa kecewa dan kehilangan harapan setelah percakapan tersebut.
Laura dan Daniel merasa sangat kesal dengan sikap tetangga mereka. Mereka ingin memberitahu tetangga mereka bahwa hubungan mereka adalah sesuatu yang alami dan tidak ada yang salah dengan itu. Namun, mereka juga tidak ingin memperburuk situasi dengan bertengkar.
__ADS_1
—
Laura sangat terkejut ketika dia datang ke tokonya dan melihat bahwa semua bunga dan tanaman di tokonya telah dihancurkan. Dia tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat. Semua karyawannya dan pelanggan yang ada di tokonya juga terlihat terkejut dan bingung.
"Mereka menghancurkan segalanya," kata Laura dengan suara gemetar.
Daniel mencoba menenangkannya. "Tenang, kita akan menemukan siapa yang melakukan ini," katanya dengan nada yang penuh keyakinan.
Laura merasa putus asa dan tak berdaya. Dia tidak bisa memahami mengapa seseorang bisa melakukan hal seperti itu. Dia merasa sedih dan marah pada saat yang sama.
Beberapa detik kemudian, mereka melihat beberapa orang menghampiri toko bunga tersebut. Orang-orang tersebut menatap Laura dan Daniel dengan pandangan tajam dan kasar.
"Kalian memang pantas mendapatkan ini," ucap salah satu dari mereka dengan nada yang sinis.
Laura tidak bisa menahan emosinya dan mulai menangis. Dia merasa hancur dan tak berdaya. Daniel mencoba melindungi Laura dan menenangkan dirinya sendiri.
"Tolong, jelaskan kepada kami mengapa kalian melakukan hal ini. Apakah kami memiliki masalah dengan kalian?" tanya Daniel dengan suara tegas.
Orang-orang tersebut terlihat tidak peduli dan tidak memiliki keinginan untuk menjawab pertanyaan Daniel. Mereka terus menatap Laura dan Daniel dengan pandangan tajam dan mengancam.
Laura merasa sangat takut dan tidak aman. Dia meminta kepada Daniel agar mereka meninggalkan tempat itu.
—
Beberapa hari kemudian, Laura dan Daniel mendapat surat dari pengacara yang mewakili tetangga mereka. Surat tersebut berisi peringatan agar Laura dan Daniel menghentikan hubungan mereka dan menghindari kontak dengan tetangga mereka. Laura merasa sangat terpukul dan merasa bahwa hidupnya sudah tidak lagi terkendali.
__ADS_1
Daniel mencoba meyakinkan Laura bahwa mereka akan melewati semua rintangan dan tekanan tersebut bersama-sama. Dia memberikan dukungan dan cinta pada Laura, dan berjanji bahwa mereka akan selalu saling mendukung dan mencintai satu sama lain.
"Laura, jangan khawatir. Kita akan melewati semua ini bersama-sama. Kita akan berjuang untuk kebahagiaan kita dan tidak akan membiarkan tekanan dari orang lain menghancurkan cinta kita," kata Daniel sambil memeluk Laura dengan penuh kasih sayang.