
Laura duduk sendirian di ruang tamu rumahnya. Pikirannya dipenuhi oleh pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung mendapatkan jawaban akan hubungannya dengan Daniel.
Di tengah keheningan yang melingkupi ruang tamu, telepon rumah tiba-tiba berdering dengan keras, membuat Laura terkejut. Dia ragu sejenak sebelum akhirnya mengangkat gagang telepon yang berada di sampingnya. Suara gemerincing bergetar di dalam keheningan.
Dengan napas terengah-engah, Laura menjawab, "Halo, Laura di sini."
"Selamat siang, Ibu Laura. Saya mewakili sebuah organisasi yang bernama Harmony Legal Aid. Kami telah mendengar tentang masalah hukum yang anda hadapi, dan kami ingin menawarkan bantuan kami," kata suara yang lembut di seberang sambungan.
Laura terkejut mendengar hal itu. Dia tidak pernah menduga bahwa ada organisasi yang peduli dan siap membantu dalam kasusnya. Dia ingin tahu lebih banyak.
"Maaf, siapa anda? Dan mengapa anda ingin membantu saya?" tanya Laura dengan hati-hati.
"Nama saya adalah Rebecca Johnson, dan saya adalah direktur eksekutif Harmony Legal Aid. Kami adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memberikan bantuan hukum dan dukungan emosional kepada individu yang menghadapi kesulitan hukum. Kasus anda telah menarik perhatian kami, dan kami ingin membantu anda melalui proses ini dengan lebih baik," jelas Rebecca dengan suara penuh empati.
Laura merasa harapan yang tiba-tiba muncul dalam hatinya. Dia merasa bahwa ini adalah kesempatan baginya untuk memperoleh keadilan yang pantas dan melindungi masa depannya dan Daniel.
"Tapi, mengapa anda tertarik dengan kasus saya? Apa yang anda harapkan sebagai imbalannya?" tanya Laura dengan rasa ingin tahu.
“Harmony Legal Aid didirikan dengan visi memberikan kesempatan yang adil bagi individu yang tidak memiliki sumber daya atau dukungan yang memadai. Kami percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses keadilan, terlepas dari latar belakang atau kondisi finansial. Kami bekerja dengan pengacara dan sukarelawan yang berkomitmen untuk memberikan bantuan hukum pro bono, yang berarti mereka memberikan jasa hukum secara sukarela tanpa meminta pembayaran.” Jelas Rebecca.
Laura terharu mendengarkan penjelasan Rebecca. “Itu sangat mengagumkan. Saya sangat berterima kasih atas kesempatan ini, Rebecca. Saya sangat berharap bahwa tim Harmony Legal Aid dapat membantu saya menemukan jalan keluar dari masalah ini.”
“Jadi apakah anda bersedia untuk datang ke kantor kami, untuk membahas masalah anda lebih rinci lagi,” ucap Rebecca.
__ADS_1
“Saya bersedia, saya akan datang ke kantor Harmony Legal Aid secepatnya,” ucap Laura.
“Kami akan melakukan yang terbaik, Laura. Tim kami sangat berdedikasi untuk memberikan bantuan hukum terbaik kepada klien kami. Saya senang anda telah setuju untuk bertemu dengan kami. Pertemuan ini akan menjadi langkah awal dalam memperjuangkan hak-hak anda.” Ucap Rebecca.
—
Laura duduk di teras rumahnya, memandang langit senja yang memerah di ufuk barat. Ia sedang menunggu kedatangan Daniel. Mulai hari ini mereka sudah diizinkan untuk bertemu.
Laura mendengar langkah-langkah ringan mendekat dari belakangnya. Dia berbalik dan tersenyum melihat Daniel datang dengan wajah ceria.
"Daniel, kamu datang tepat pada waktunya," kata Laura sambil bangkit dari kursinya. "Ayo duduk di sini bersamaku."
Daniel tersenyum dan duduk di sebelah Laura. Dia meraih tangannya dan berkata, "Aku sangat senang bisa bersamamu dan melihatmu lagi, Laura. Kamu adalah cahaya dalam hidupku."
Daniel menggenggam tangan Laura erat-erat. "Laura, aku mencintaimu. Aku ingin memberikanmu kehidupan yang baik dan membuatmu bahagia."
Laura tersentuh oleh kata-kata Daniel. Dia merasakan kehangatan dalam hatinya dan tahu bahwa dia telah menemukan cinta kedua yang sejati. Namun, ada satu hal yang mengganggu pikirannya.
"Daniel, kita harus bicara tentang masalah hukum yang tengah kita hadapi," kata Laura dengan ragu. "Aku punya berita yang mungkin akan membuatmu sedikit lega. Aku dihubungi oleh seseorang beberapa hari yang lalu.”
Daniel menatap Laura dengan penuh harap. "Siapa? Apa yang mereka katakan?"
Laura tersenyum dan menjawab, "Ada sebuah organisasi yang siap membantu kita dalam proses hukum yang kita hadapi."
__ADS_1
Dabiel terkejut dan bertanya, "Organisasi apa itu? Dan apa yang bisa mereka lakukan untuk kita?"
Laura menjelaskan dengan penuh semangat, "Organisasi ini bernama Harmony Legal Aid. Mereka adalah kelompok yang terdiri dari pengacara, ahli hukum, dan relawan yang bersedia membantu orang-orang seperti kita yang menghadapi kesulitan dalam sistem hukum. Mereka akan menyediakan bantuan hukum, sumber daya, dan dukungan emosional untuk kita."
Daniel merasa lega dan harapannya kembali tumbuh. Dia merasa seperti ada harapan bagi mereka untuk melawan pertempuran hukum yang sedang mereka hadapi.
"Laura itu adalah kabar yang luar biasa," kata Daniel sambil merangkulnya erat-erat. "Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan tanpa kamu. Kamu adalah malaikatku."
Laura tersenyum dan membalas pelukan Daniel. “Kita akan melalui ini bersama, Daniel. Kita tidak akan pernah sendirian. Kita akan menghadapi semua ini dengan kekuatan kita dan dengan bantuan organisasi itu.”
—
Laura dan Daniel duduk di ruang konferensi yang nyaman, menatap Rebecca dan tim advokat dengan harapan di mata mereka. Udara penuh semangat dan ketegangan, namun juga terasa berat karena beban masalah yang sedang mereka hadapi.
Rebecca, seorang wanita berusia tiga puluhan dengan rambut pirang dan pakaian profesional, tersenyum ramah kepada Laura dan Daniel. "Kami sangat senang bisa membantu anda berdua," ujarnya dengan penuh semangat. "Tim kami berdedikasi untuk memberikan bantuan hukum penuh dalam kasus seperti ini. Kami siap bekerja sama dengan anda untuk melindungi hak-hak anda dan memperjuangkan keadilan."
Laura menarik napas lega, merasa lega karena memiliki tim ahli di belakangnya. "Terima kasih, Rebecca," ucapnya dengan suara lembut namun penuh rasa. "Ini adalah waktu yang sulit bagi kami berdua, dan kami sangat menghargai bantuan yang anda berikan."
Daniel menambahkan, "Kami tahu bahwa membangun kasus yang kuat akan menjadi tugas yang sulit, tetapi kami sangat berharap dapat menghadapi masalah ini dengan tangan yang terangkat tinggi."
Rebecca mengangguk penuh pengertian. "Tentu saja, kami memahami bahwa ini adalah perjalanan yang menantang. Namun, dengan kerja sama dan upaya bersama, saya yakin kita dapat mencapai hasil yang positif. Untuk memulai, saya ingin mengumpulkan semua informasi yang anda miliki mengenai kasus ini. Apa yang bisa anda beritahu kami?"
Laura dan Daniel saling pandang sejenak, kemudian Laura mengambil nafas dalam-dalam. "Pertama-tama, kami ingin menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi," kata Laura seraya menarik dokumen dari dalam tasnya. "Ini adalah catatan yang kami buat setiap kali ada insiden, dan kami juga membawa beberapa bukti foto."
__ADS_1